Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat

"Kita sudahi pernikahan ini, ceraikan aku Frans. Aku mohon."

Nafas Jenny terasa sesak mengatakan semua itu. Kerongkongan Jenny tiba-tiba terasa seperti ada yang mengganjal. Netra Jenny tak kuasa menahan buliran bening saat mengatakan permintaan cerai pada Frans.

Jenny tak sanggup lagi menatap Frans. Wajahnya dia palingkan dari Frans, agar Frans tidak mengetahui air matanya yang sudah jatuh bebas di lantai.

Jenny ingin membuktikan diri bahwa keputusannya sudah mantap, tidak mampu ditawar lagi.

"Lima tahun kita bersama Jenn. Apa kamu yakin akan mengakhiri semua ini Jenn?"

Frans masih berlaga tidak melakukan kesalahan apapun terhadap Jenny.

"Dan lima tahun bersama, kenyataannya kamu tidak menerima kekuranganku Frans."

Jantung Frans terasa tertusuk mendengar ucapan Jenny yang membalikkan kalimat Frans.

"Lima tahun bersama, diam diam kau mengkhianatiku Frans."

"Jangan kamu pikir aku akan percaya lagi mulut manismu. Jangan kamu pikir aku akan rela dimadu, rela berbagi suami dengan wanita lain."

Dari pemaparan Jenny sudah dapat dipastikan bahwa Jenny sudah mengetahui perbuatan Frans di belakang dirinya.

"Aku tahu Frans, aku hanya wanita cacat yang menyandang status mandul. Tapi, aku juga bukan wanita yang berhati malaikat."

"Aku bukan wanita yang rela melihat suaminya menggenggam tangan wanita lain, memeluk, mencium, bahkan tidur dengan wanita lain."

"Aku tak sanggup menyaksikan itu semua Frans."

Frans tidak mampu melawan rentetan kalimat yang Jenny tuturkan. Pria itu hanya mampu berdiri mematung di ruang tamu.

Lelah berdiri di ruang tamu, Jenny pun mengambil langkah untuk duduk di sofa dengan pandangan nyalang.

"Pulanglah Frans. Jangan pernah temui aku lagi, jangan pernah injakkan kaki di rumah ini lagi. Aku tak sanggup melihat wajah pengkhianat sepertimu."

Jenny memejamkan kedua matanya, ia mencoba menahan nafasnya dalam. Wajahnya ia palingkan ke samping, berusaha menghindari tatapan Frans.

Frans melangkah mendekat ke arah Jenny, lalu duduk berjongkok di bawah Jenny dengan menggenggam tangan Jenny.

Namun, Jenny segera menepiskan sentuhan Frans. Jenny sudah tak sudi kalau tubuhnya disentuh oleh seorang pengkhianat seperti Frans.

"Jangan sentuh aku lagi Frans. Mulai hari ini aku sudah tidak sudi menjadi istrimu lagi."

Kali ini Jenny benar benar merasakan kebencian yang mendalam terhadap Frans.

Rasa cinta yang selama ini dia bangun untuk suaminya, seketika berubah menjadi murka.

"Tidak Jenn. Perceraian itu tidak mungkin terjadi, dan tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun."

"Tolong kamu mengerti keadaanku Jenn, aku juga lelaki normal yang ingin merasakan menjadi sosok ayah."

Begitulah pembelaan diri Frans, agar Jenny mau mengerti kekurangan dirinya dan rela untuk hidup dimadu.

"Kamu pikir aku juga tidak ingin merasakan menjadi seorang ibu?" sergah Jenny.

"Kamu pikir kamu sendiri yang ingin?"

"Aku juga ingin merasakan seperti wanita lain, menjadi wanita seutuhnya. Merasakan menjadi seorang ibu, tapi tidak begini caranya Frans." sergah Jenny.

"Kamu diam diam berselingkuh di belakangku bersama Alea, berbagai alasan kamu berikan padaku. Mulai dari meeting yang pulang larut malam, bahkan sampai tidak pulang, dan bodohnya aku percaya saja semua alasan busukmu."

Frans tidak mampu menyangkal apa yang diucapkan Jenny, kenyataannya memang seperti itu adanya.

Sulit bagi Frans untuk mencari alasan lain lagi, tapi batin Frans juga tidak ingin kehilangan Jenny.

"Pantas saja setiap aku berniat mengadopsi anak selalu kamu tolak, ternyata kamu sudah diam diam menanam benih di rahim Alea."

"Sekarang aku sadar Frans, kamu layak bahagia. Kamu berhak merasakan menjadi seorang ayah, tapi tidak denganku."

"Pergilah Frans."

Pilihan yang sangat menyulitkan Frans, batinnya berharap dengan Jenny menyadari bahwa dirinya tak mampu memberikan keturunan untuk keluarga Wicaksana, akan memberikan ruang bagi Frans untuk memiliki dua istri.

Kenyataannya Jenny tidak sanggup untuk dimadu, Jenny tidak ingin berbagi Frans miliknya dengan wanita lain.

Frans menarik nafasnya dalam, mengumpulkan kekuatan untuk menjawab semua kalimat yang Jenny lontarkan.

"Baiklah Jenn jika itu adalah keputusanmu, aku akan menceraikanmu tanpa memberimu sepeserpun harta dariku, tanpa menjamin lagi keluarga ini."

Frans berpikir dengan memberikan ancaman seperti ini, hati Jenny akan luluh.

Mungkin Frans pikir Jenny hanya wanita biasa yang hanya mampu berdiam diri di rumah, hanya mengandalkan nafkah dari suaminya.

Frans salah besar jika beranggapan demikian, Jenny bukanlah wanita yang lemah hanya karena rupiah.

Persoalan hidupnya nanti, Jenny sudah tekadkan bahwa dirinya mampu menghidupi dirinya sendiri bersama ibunda tercintanya.

Pekerjaan apapun akan Jenny jalani setelah berpisah dengan Frans, akan Jenny buktikan bahwa dia dan keluarganya masih bisa bertahan hidup. Walau tanpa bantuan Frans.

"Tidak masalah Frans, aku tidak mengharapkan itu semua. Besok aku akan mengurus perceraiannya, aku harap kamu datang di sidang perceraian nanti."

"Buktikan ucapanmu Frans di persidangan." ancam Jenny.

Jenny bangkit dari duduknya, meninggalkan Frans yang masih duduk termangu di samping Jenny.

Ada sesal tak terkira dari lubuk hati Frans, tidak disangka oleh Frans kalau Jenny sudah menantang Frans sejauh ini.

Sayangnya, ucapan yang sudah terlepas dari bibir Frans sama halnya dengan waktu yang telah terlewat, tidak akan pernah kembali lagi, tidak akan mampu Frans tarik lagi.

Melihat Jenny sudah kembali ke ruang tengah, kini giliran Linda yang menemui Frans. Mungkin ini kedatangan Frans yang terakhir kalinya di rumah Linda.

"Pulanglah Nak Frans, biarkan Jenny tenang dulu. Kondisinya sedang kacau, biarlah kalian berpisah dulu. Kalaupun kalian benar benar jodoh, suatu saat Tuhan akan menyatukan kalian kembali." bujuk Linda mencoba melerai situasi, walau sebenarnya hati Linda tak tega mengatakan semua itu pada Frans.

Jauh dalam lubuk hati Linda masih menginginkan rumah tangga putrinya dipertahankan, tapi Linda sudah mendengar sendiri dari ruang tengah kalau Frans sama sekali tidak ada rencana untuk memilih Jenny seutuhnya.

Tidak ada niatan dari Frans untuk meninggalkan Alea.

Biarlah bahtera rumah tangga Jenny hancur.

Setidaknya, Jenny tidak akan tersakiti lebih lama lagi oleh Frans.

Frans bangkit dari sofa berwarna coklat tua, kemudian menatap lekat ibu mertuanya yang sangat Frans hormati dan sayangi.

"Titip Jenny Bu, maafkan Frans yang tidak mampu menjaga Jenny dengan baik." ucap Frans sambil mencium punggung tangan Linda untuk pamit pulang.

Linda menyentuh kepala Frans dengan perasaan sayang terhadap menantunya, teriring senyuman getir dari bibir Linda.

Setelah ini, perpisahan pasti akan terjadi di antara mereka. Mungkin ini pertemuan terakhir Frans di rumah Linda.

"Frans pamit Bu, Assalamualaikum." ucap Frans.

Pria tampan yang mengenakan setelan kaos putih dengan paduan jeans navy melenggangkan langkahnya menuju mobil.

Linda masih menatap kepergian Frans, sampai mobil milik Frans sudah tak terlihat lagi dari pandangan Linda.

Wanita paruh baya itu kembali memasuki rumah untuk melihat kondisi putri semata wayangnya, karena ia tahu kalau Jenny pasti membutuhkan Linda sebagai sandaran hatinya, agar gejolak batin yang Jenny rasakan sedikit berkurang.

•••

Ayo klik like ya

Terpopuler

Comments

emi samosir

emi samosir

Begitulah

2021-09-09

1

Devi Ardhani

Devi Ardhani

kok ibunya biasa2 saja anaknya di perlakukan seperti itu

2021-08-11

1

Nyoman Sumartini

Nyoman Sumartini

dari awal kok Bombay sih thorr😭😭😭

2021-07-03

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!