Part 20 - Buktikan pada mereka

Frans mengacak rambutnya frustasi setelah kepergian Jenny. Ada rasa sesal yang luar biasa dari dalam lubuk hati Frans, batinnya masih menginginkan Jenny berada di sampingnya, tapi Frans juga tidak sanggup jika harus kehilangan Alea, dan juga Poppy.

"Aghrrrrrr!" teriak Frans sambil menendang pot bunga di area parkir hotel.

Tingkah Frans barusan tidak luput dari pandangan Alea, dan Lina. Rupanya mereka mencari kehadiran Frans dari tadi.

"Kamu kenapa Frans?" tanya Lina kebingungan dengan sikap Frans.

Sementara Alea tengah dibakar api cemburu yang tak terkira, setelah mengetahui Frans yang baru saja mengejar Jenny.

"Frans baru saja bertemu dengan Jenny Mah." sahut Alea mewakili jawaban Frans.

"Kok bisa?" Lina masih tidak mengerti maksud dari jawaban Alea.

"Jasa wedding organizer yang kita pakai, ternyata Jenny yang mengurusnya. Sepertinya, Jenny bekerja di William Wedding." tutur Alea lagi.

Lina menghela nafasnya dalam, menyesali pilihannya yang menggunakan jasa William. Bodohnya lagi Lina tidak mengetahui kalau mantan menantunya bekerja di sana.

"Sudahlah Frans lupakan Jenny. Hidupmu yang baru sudah dimulai, berkat Alea juga Mamah jadi punya cucu yang lucu seperti Poppy." ungkap Lina yang kebetulan sedang menggendong Poppy.

"Bagaimanapun juga Jenny pernah menjadi bagian hidup Frans, tidak mudah bagi Frans untuk melupakan Jenny."

Tiba-tiba telinga Alea terasa seperti tersambar petir setelah mendengar ucapan Frans barusan.

Mau sampai kapan Alea bisa berhasil menggantikan Jenny seutuhnya?

"Kamu tega Frans!" pekik Alea dengan nada bergetar menahan tangis.

Hati Alea tak kuasa melihat pengakuan suaminya yang masih merasa kehilangan Jenny. Alea yang merasa kesal akan pengakuan Frans, segera pergi berlalu meninggalkan Frans, dan juga Lina.

"Kamu keterlaluan Frans! Lihat Alea, dia pasti kecewa." Lina semakin geram akan tingkah Frans. Padahal anak kandung Lina adalah Frans, tapi entah kenapa sikap Lina lebih berpihak pada Alea.

"Keterlaluan apanya Mah?"

"Dulu juga waktu Frans belum bercerai dengan Jenny sikap Alea biasa saja, Alea rela berbagi dengan Jenny." dengan entengnya Frans bicara seperti itu pada Lina.

"Tapi Jenny tidak mau membagi dirimu dengan wanita lain Frans." potong seorang pria yang baru saja datang dari arah punggung Frans.

Sosok pria yang sangat berani mengungkapkan penderitaan Jenny selama ini. Frans segera menoleh, ia ingin tahu siapa yang sudah berani mencampuri urusan pribadinya.

"Anda siapa?" tanya Frans dengan nada sinis.

"William, atasan Jenny Florencia. Mantan istrimu Frans." ucap William dengan meraih tangan Frans untuk mengajaknya berjabat tangan. Kemudian William menggenggam tangan Frans penuh energi.

"Saya tidak mau terjadi kesalahpahaman di antara kalian, di sini Jenny hanya bekerja, bukan sebagai mantan istri atau apapun itu. Saya mohon padamu Frans, jangan ganggu Jenny lagi. Jika pesta pernikahanmu ingin berjalan lancar." William sedikit menekan kalimatnya.

Sementara Lina hanya fokus mendengarkan percakapan antara Frans dengan William.

"Tidak ada hak untukmu mencampuri pribadi Jenny." Frans masih berusaha menentang kalimat William.

"Memang tidak ada hak untuk saya, tapi setidaknya sebagai atasan saya harus memastikan kondisi karyawan saya. Perihal wedding serahkan saja pada kami, kami akan tetap junjung tinggi arti profesional kerja." tegas William.

Lina yang tak ingin mendengar ocehan kedua pria dewasa yang sama-sama berbadan tinggi, lebih memilih pergi mencari Alea.

Sepertinya aura kebencian mulai membuncah dari kedua pria tersebut, dan itu tidak baik untuk tumbuh kembang Poppy yang masih balita.

"Apa kamu menyukainya?" tanya Frans memangkas jarak dengan William, dapat Frans pastikan kalau William menaruh hati untuk Jenny.

"Wanita secantik Jenny, sekuat Jenny, pria mana yang tidak menyukainya?" ungkap William dengan enteng menjawab pertanyaan Frans, dan semakin membuat Frans naik darah.

"Kenapa Frans?"

"Bukankah Jenny juga berhak bahagia?"

"Sama seperti dirimu yang lebih bahagia bersama Alea, dan juga putrimu."

Frans mengepalkan kedua tangannya, menahan emosi yang siap meledak di hadapan William.

"Jangan dekati Jenny!" ancam Frans.

William hanya tersenyum masam pada Frans. Terasa sekali ketamakan Frans yang menginginkan dua wanita sekaligus.

"Sudahlah Frans lebih baik kamu pulang dan istirahat. Besok adalah hari bahagiamu, akan aku pastikan Jenny baik baik saja saat melihat hari bahagia kalian."

"Maafkan aku yang sudah mencampuri urusan pribadimu." tutur William dengan menepuk pundak Frans sesaat sebelum pergi meninggalkan Frans.

William mencoba menyalurkan rasa empatinya kepada Frans, dapat William pastikan besok Jenny akan hadir melihat resepsi pernikahan Frans bersama Alea.

William akan buktikan kalau Jenny baik baik saja selama tidak bersama Frans.

Sementara Alea sebentar lagi akan menjadi istri sah Frans Wicaksana, itu adalah mimpi yang telah lama Alea nantikan sejak Alea masih menjabat sebagai sekertaris Frans.

•••

Jenny menangis pilu di sofa ruang tamu rumah Bella. Rasanya tak kuasa membayangkan wajah Frans yang dilihatnya sore tadi.

Mengapa takdir selalu mempermainkan Jenny dengan begitu tega?

Kenapa harus pernikahan Frans yang Jenny urus?

Kenapa semuanya jadi begini?

Padahal Jenny pelan pelan sudah lupa akan masa lalunya.

Kenapa semuanya seperti ditarik ke awal lagi?

Hingga Jenny harus bersusah payah mengulang usahanya untuk melupakan semua tentang Frans.

Jenny menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan, menangis sampai tergugu di sana. Hingga Jenny tidak menyadari kalau Bella sudah pulang bekerja.

Bella yang masih berdiri di pintu masuk merasa terkejut akan sikap Jenny yang tengah terisak, dengan nafas tersengal.

"Jenn, lo kenapa?" tanya Bella yang langsung duduk di sebelah Jenny, kemudian menyentuh pundak Jenny lembut.

"Andai gue tahu kalau klien wedding gue adalah Frans, gue gak akan mau mengurusnya Bell." ungkap Jenny masih diiringi tangisnya. Tubuh Jenny ambruk dalam pelukan Bella.

"Sabar, sabar, takdir memang gak ada yang tahu Jenn." Bella mengelus rambut Jenny penuh sayang, berusaha menenangkan sahabatnya.

"Lo jangan kaya gini, kasihan bayi dalam kandungan lo. Jangan cuma mikirin diri lo sendiri, tapi pikirkan juga anak lo Jenn."

Mungkin maksud Bella mengingatkan Jenny untuk tetap tenang, agar janin di dalam kandungan Jenny baik baik saja.

"Gue tahu Bella, tapi rasanya sangat sulit buat gue untuk berlaku seperti tidak terjadi apapun di hadapan Frans."

Jenny kembali mengaduh keluhnya pada Bella, kemudian pelukan itu Bella lepaskan.

Bella mendorong bahu Jenny, lalu menggenggam tangan Jenny erat, dan menatap Jenny lekat.

"Dengerin gue Jenn, lo harus hadapi semua ini sampai acara selesai."

"Buktikan pada Frans, dan keluarganya kalau lo baik baik saja tanpa mereka."

"Buktikan pada mereka kalau lo kuat Jenn, buktikan juga pada Frans kalau namanya sudah tidak ada lagi di hati lo."

Ada benarnya juga apa yang disarankan oleh Bella, jika Jenny masih berusaha lari dari kenyataan, itu artinya Jenny masih mencintai Frans. Walau kenyataannya setitik cinta itu memang masih ada untuk Frans, namun tetap saja Jenny tidak ingin terlihat lemah di hadapan Frans, dan juga keluarganya.

•••

Kasihan ya Jenny 😢

Terpopuler

Comments

Mami Vanya Kaban

Mami Vanya Kaban

ayo jen, kamu harus kuat dan semangat

2020-09-16

1

reni

reni

gilla nih author seenaknya ngaduk ngaduk perasaan ..

2020-05-06

3

Min Ah shi

Min Ah shi

bunglah mantan pada tempatnya jen

dan biarkan frans menyesal seumur hidup karna kamu bukan wanita mandul

2020-04-23

3

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!