Part 10 - Walk interview

Pagi ini sekitar pukul tujuh aku sudah melajukan mobilku. Walaupun walk intertview dimulai jam delapan tepat, aku tetap memberi jeda satu jam lebih awal.

Walau jarak rumah Bella dengan kantor yang akan aku datangi tidak begitu jauh, aku harus tetap memperhitungkan waktuku untuk datang ke kantor tersebut tepat waktu.

Pastinya kalian tahu sendiri jalanan Jakarta macetnya seperti apa?

Maka dari itu, aku tidak ingin menyiakan kesempatan ini.

Sekitar 3/4 jam aku sampai di kantor dengan bangunan gedung yang sangat megah menjulang tinggi.

Entah ada berapa lantai di dalamnya?

Aku tak mampu memperkirakan, yang jelas security di kantor ini menginformasikan kalau tes interview perekrutan karyawan baru akan dilaksanakan di lantai tiga.

Langkah kakiku kini menuju lift. Hanya dalam hitungan detik saja lift sudah mengantarku ke lantai tiga.

Ternyata lantai tiga sudah penuh dengan peserta yang akan mengikuti tahap perekrutan karyawan, baik pria maupun wanita semuanya sudah berkumpul di sana.

Sempat tidak percaya diri saat melihat mereka yang masih muda, dari raut wajah serta gestur sebagian peserta di sini dapat aku pastikan mereka rata-rata fresh graduate.

Sedangkan aku, jangan kalian tanya usiaku yang tepat bulan ini menginjak usia 28 tahun. Ironisnya aku sudah pernah menikah, sedangkan mereka masih fresh dan single pula. Pastinya mereka akan menjadi prioritas utama di perusahaan ini.

Ah, sementara enyahkan dulu ketidakpercayaan diriku. Bukankah aku sudah malang melintang di dunia fashion dan desain?

Berkat dari pengalaman kerjaku, dan juga berkat kepercayaan perusahaan Frans yang sering memintaku untuk ikut andil dalam perihal desain produk baru, sudah membuatku mahir dalam bidang desain.

Aku kembali melanjutkan langkahku menuju bagian pendaftaran, agar aku bisa secepat mungkin memasukkan semua dokumen dan formulir yang sudah aku siapkan.

Aturan main di sini akan serentak melaksanakan psikotes secara online terlebih dahulu. Kalau psikotes lolos, maka tahap selanjutnya adalah sesi interview, dan masih banyak tahapan lainnya.

Tahap interview tidak hanya melibatkan divisi HRD saja, melainkan di tahap akhir untuk peserta yang akan ditempatkan di posisi sekertaris direktur, akan melakukan interview langsung bersama direktur perusahaan.

Kabarnya direktur di sini sangat selektif dalam memilih kriteria sekertarisnya. Baik dari segi fisik maupun kecerdasan, beliau sangat detail akan kedua hal tersebut.

Aku sempat berkenalan dengan beberapa peserta, baik pria maupun wanita. Ada sesuatu yang menggelitik batinku saat seorang peserta pria ingin berkenalan denganku, dia mengira kalau aku ini masih perawan belum pernah menikah.

Mungkin dia hanya melihat dari sisi tubuhku yang masih ramping, tapi cukup bisa dibilang sexy. Setidaknya, aku bersyukur dari pujian yang dia sampaikan. Artinya aku masih ada potensi untuk diterima di perusahaan ini.

•••

Kepalaku rasanya mau pecah setelah keluar ruangan, karena aku harus menyelesaikan psikotes yang berlangsung sekitar tiga jam.

Apa sesusah ini untuk bisa menjadi karyawan di sini?

Atau memang gaji yang diberikan sangatlah tinggi?

Sampai sampai menghabiskan waktu lama hanya untuk sesi psikotes.

Aku menunggu pengumuman hasil psikotes yang ditempelkan di mading kantor. Posisi mading tersebut tidak jauh dari tempat dudukku, lalu aku cari namaku. Tapi, tidak juga aku temukan.

Hmmm, sepertinya aku tidak lolos.

Batinku mengatakan demikian.

Tiba-tiba mataku membulat tak percaya, ada namaku di sana dengan urutan nomor kelima terakhir.

Jenny Florencia

Rasanya tak percaya, sampai sampai aku bergumam sendiri dengan mengangkat lenganku yang mengepal sambil berkata

"Yess."

Secercah harapan kini terbit kembali. Semoga aku bisa melalui tahap demi tahap. Begitulah harapanku saat ini.

"Selamat siang semuanya, saya informasikan untuk peserta yang lolos psikotes, seusai jam istirahat kalian berkumpul kembali untuk sesi interview dengan HRD."

Panitia mengintruksikan pada kami untuk berkumpul kembali di tempat ini, kemudian peserta berhamburan keluar lebih dulu, karena waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Saatnya untuk kami istrahat, lagipula perutku sudah meronta meminta diisi asupan makanan.

•••

Hari yang cukup melelahkan bagiku setelah menyelesaikan serangkaian walk interview hari ini. Aku tidak tahu apakah tes interview ku lolos atau tidak?

Salah satu panitia bilang akan diinformasikan langsung via telpon. Tunggu dulu, bicara soal telpon, handphone ku dimana?

Di dalam tas pun tidak ada. Apa mungkin tertinggal di rumah Bella?

Tapi kalau tertinggal di rumah Bella, harusnya aku sudah menyentuh ponselku saat aku berada di rumahnya. Rasanya pagi itu aku sama sekali belum menyentuh ponsel kesayanganku.

Aku coba mengingatnya kembali, dan terakhir aku menyentuh ponselku saat di apartemen pria itu.

"Sial!"

Bodoh sekali aku ini setelah berusaha kabur pagi pagi buta.

Percuma saja kalau ponselku tertinggal di sana. Sudah dapat aku pastikan pria itu pasti sudah tahu siapa wanita yang semalam sudah bercinta dengannya.

Ingin sekali aku lupakan kejadian malam itu, tapi tetap saja selalu datang menghantuiku kembali.

Aku memukul setir mobilku kasar, akibat perasaan kesal dan gelisah memikirkan kejadian semalam.

"Jenny, kamu memang ceroboh!"

Tak hentinya aku memaki diriku sendiri.

Bagaimana aku bisa tahu kalau aku lolos tes interview?

Sementara ponselku berada di apartemen pria itu.

Balik lagi ke sana?

Tidak mungkin!

Itu sama saja cari mati!

Sama saja seperti menyerahkan tubuhku kembali padanya. Tapi, kalau tidak kembali lagi, aku akan kehilangan kesempatan emas ini.

Ahhhh persetan dengan ponsel.

Batinku bergumam demikian.

Masih ada cara lain untuk mengetahui informasi selanjutnya.

Aku bisa log in email di ponsel milik Bella. Sesuai yang diinformasikan panitia, selain menghubungi via telpon, mereka juga akan menginformasikan via email.

Untuk saat ini lebih baik aku kembali ke rumah Bella saja. Sejenak istirahat dulu dari pemikiran pemikiran yang menurutku konyol, karena tubuh dan otakku sudah terasa lelah akibat memikirkan semua itu.

•••

Keesokan harinya sekitar pukul sembilan pagi ponsel milik Jenny berdering. Arjuna sudah mengacuhkannya dari tadi, tapi nada deringnya tak kunjung henti, dan itu terasa sangat mengganggu aktivitas Arjuna di ruang kerjanya.

Tidak ada nama penelpon di layar ponsel milik Jenny, tapi dia sangat hapal nomor telpon kantornya yang masuk ke dalam panggilan ponsel Jenny.

"Hallo." jawaban yang sangat singkat dari Arjuna.

Nada bicara Arjuna terdengar sangat malas untuk mengangkat telpon, hanya saja dia penasaran.

Kenapa kantornya bisa menghubungi nomor Jenny?

"Selamat pagi Nona Jenny Florencia. Saya dari divisi HRD perusahaan A&J, mau menginformasikan bahwa Nona Jenny berhasil lolos interview tahap awal."

Arjuna hanya mendengarkan informasi yang disampaikan penelpon di seberang sana, tanpa menjawab sepatah katapun.

"Besok kami tunggu kedatangan Nona Jenny di kantor kami, sekitar pukul sembilan pagi untuk dilakukan proses interview tahap akhir."

Arjuna langsung memutuskan panggilan tersebut dengan mulut menganga, seakan tak percaya bahwa wanita yang telah tidur dengannya akan datang menemuinya di kantor.

Tangan kekar Arjuna langsung meraih gagang pesawat telpon, menekan tombol pesawat telpon secepat kilat, lalu menghubungi line telpon divisi HRD.

"Untuk peserta yang akan interview besok, segera kirimkan informasinya via email. Sekarang juga!"

Arjuna tidak ingin melewatkan momen ini. Dia takut Jenny tidak tahu informasi dari tim HRD, hingga mengakibatkan Jenny tidak datang menemuinya besok.

•••

Klik like ya 😉

Terpopuler

Comments

Mami Vanya Kaban

Mami Vanya Kaban

mudah2 han mereka berjodoh thor. si jen layak utk menemukan kebahagiaannya

2020-09-16

2

xk_ekga🤓

xk_ekga🤓

dia udah punya anak, pas buat jenny 😆

2020-06-16

2

Yudela intani💕

Yudela intani💕

semoga jenny bisa dapat kebahagiaan nya...

2020-04-18

3

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!