Matahari mulai terbit, membiaskan sinarnya dari celah-celah jendela kamar di salah satu bangunan apartemen mewah. Pria gagah berparas tampan yang habis menikmati sensasi malam bersama Jenny mengerjapkan matanya sesaat, berusaha bangun dari tidurnya.
Pria itu memiliki nama lengkap Arjuna Prasetya. Salah satu pengusaha sukses di Jakarta yang baru saja kehilangan istri akibat kecelakaan pesawat saat perjalanan pulang dari Jerman.
Sesuai yang Arjuna sebutkan saat bersama Jenny semalam, nama istrinya yaitu Claudia. Sudah sekitar satu minggu kecelakaan pesawat itu terjadi, dan sudah satu minggu pula Arjuna kehilangan nyawa istrinya. Hari harinya sepi tanpa kehadiran Claudia, ia seperti tak percaya kalau istrinya sudah tiada.
Arjuna selalu menghabiskan waktunya hanya untuk mabuk di salah satu club malam sejak kematian Claudia. Arjuna mencoba melepaskan beban depresi yang menimpanya.
Kini Arjuna sangat merasa kehilangan sosok seorang istri yang sangat dia cintai, yang sudah membuat hidupnya tak tentu arah.
Hampir tiap malam Arjuna pergi ke club malam, hanya untuk membohongi dirinya sendiri yang tidak mau menerima kenyataan kalau Claudia sudah tiada.
Claudia yang begitu tertarik dengan desain memutuskan untuk melanjutkan S2 di Jerman. Walau status Claudia sudah menikah, tidak menyurutkan Claudia untuk berhenti bermimpi menjadi seorang desainer handal di bidang fashion.
Arjuna sebagai suami sangat mendukung mimpi sang istri, bahkan Arjuna pula yang membiayai pendidikan S2 Claudia. Sampai akhirnya Arjuna juga yang menyesal sudah mendukung Claudia untuk melanjutkan pendidikan di bidang desain di salah satu universitas ternama di Jerman, hingga merenggut nyawa istrinya.
Andai saja Arjuna menuruti ibu mertuanya untuk tidak mengijinkan Claudia melanjutkan studi, mungkin saat ini Arjuna masih bersanding dengan Claudia, serta momen panas bersama Jenny tidak akan pernah terjadi.
Pria bertato itu mengerjapkan matanya sekitar pukul sembilan pagi, tangannya meraba-raba sisi ranjang di samping tubuhnya, ia mengira sosok Jenny masih ada di sana. Sayangnya, Jenny sudah pergi dari apartemen milik Arjuna tanpa sepengetahuan Arjuna.
Merasakan tidak ada siapapun di sampingnya, Arjuna segera bangkit lalu duduk di sisi ranjang dengan tangan yang memijat-mijat kedua pelipis.
Rasa pening masih dirasakan Arjuna akibat efek alkohol semalam. Daya ingatnya mencari-cari sosok wanita semalam, dapat Arjuna pastikan kalau wanita itu bukanlah Claudia.
Tingkat kesadaran Arjuna semalam menghilang entah kemana?
Alkohol yang banyak Arjuna minum membuat Arjuna tak sadar, hingga luluh dalam pesona Jenny. Rupanya Arjuna sedang berusaha mencari bayang bayang Claudia dari tubuh Jenny yang menurutnya sangat mirip dengan Claudia.
"Tidak mungkin aku bermimpi semalam."
Gumam Arjuna yang masih mengingat momen panas bersama Jenny. Dilihatnya sprei putih yang menjadi penutup kasur king size miliknya. Di sana masih ada bercak milik Arjuna, meninggalkan bekas aksi panas semalam.
Arjuna bangkit mencari ponsel, ia berniat menghubungi salah satu karyawan kepercayaannya untuk mencari tahu siapa wanita semalam.
Wanita yang berhasil mengajaknya bercinta, padahal kematian sang istri belum lama. Bahkan masih dalam suasana duka, tapi tiba-tiba niat itu ia urungkan setelah melihat ponsel hitam yang tergeletak di atas nakas kamarnya.
Arjuna tahu kalau ponsel itu bukanlah ponsel miliknya. Arjuna meraih ponsel tersebut, kebetulan tidak memerlukan kode khusus untuk membuka layarnya. Karena, Jenny tidak pernah mengunci ponselnya dengan kata sandi apapun.
Kemudian dibuka layar ponsel tersebut oleh Arjuna, menampilkan foto wanita cantik berambut panjang coklat dengan ujung rambut yang curly. Senyum manis wanita itu terpatri dari bibirnya dibalik layar ponsel, sehingga dapat Arjuna pastikan kalau ponsel itu milik wanita semalam.
"Benar dugaanku, itu bukan mimpi."
Kini Arjuna yakin bahwa semalam itu nyata, setelah melihat ponsel milik Jenny yang tertinggal di atas nakas.
Hati Arjuna sedikit berdesir memuji paras ayu yang dimiliki Jenny. Wajar saja, jika dirinya semalam sudah lepas kendali setelah menghabiskan banyak botol alkohol di club.
Menurut Arjuna fisik yang dimiliki Jenny terlalu menggoda hasratnya, apalagi Arjuna telah lama tidak merasakan hubungan intim bersama wanita. Bahkan sebelum kecelakaan itu terjadi Claudia sudah dua minggu pergi ke Jerman meninggalkan Arjuna, itu artinya Arjuna sudah tak kuasa ingin melepaskan hasrat kelelakiannya.
Ada rasa senang bahwa kejadian panas semalam bukanlah sekedar mimpi, namun yang paling berperan di sini adalah rasa bersalah yang terbesit di hati Arjuna.
Mengapa dirinya semudah itu melupakan Claudia?
Semudah itu berhubungan intim dengan wanita lain.
Arjuna tidak habis pikir bisa bisanya dia melakukan itu dengan wanita lain? Padahal, pemakaman mendiang istrinya belumlah kering.
Arjuna semakin merutuki kebodohannya, menyesali apa yang telah terjadi semalam bersama Jenny. Betapa bodohnya Arjuna yang sudah lepas kendali di bawah pengaruh alkohol.
Pikiran Arjuna menerawang jauh. Bagaimana kalau wanita yang semalam bersamanya hamil?
Tentunya Arjuna harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya terhadap Jenny.
"Aku tidak berniat mengkhianatimu Sayang."
Arjuna semakin didera rasa bersalah, merasa dirinya seorang pengkhianat untuk mendiang sang istri, Claudia.
Arjuna merasa cintanya untuk Claudia setipis itu, hanya karena pengaruh alkohol membuat dirinya lepas kendali mencari pelampiasan pada wanita lain, hanya untuk memenuhi gairah kelelakiannya.
Bisa dikatakan sosok Arjuna merupakan pria yang banyak digandrungi kalangan wanita, namun bukan berarti semua itu menjadi alasan bagi Arjuna untuk tidak setia pada Claudia.
Sungguh Jenny adalah wanita pertama bagi Arjuna yang diajaknya untuk melakukan hubungan intim selain bersama Claudia.
Apapun alasannya Arjuna tetap merasa bahwa dirinya tidak lebih dari seorang pengkhianat bagi istrinya.
Cinta Arjuna sepenuhnya hanya untuk Claudia, takkan pernah tergantikan oleh wanita manapun.
Saat ini tindakan yang perlu dilakukan Arjuna adalah menyimpan ponsel milik Jenny terlebih dahulu, agar Arjuna bisa menemui wanita yang sudah membangunkan hasratnya. Wanita yang sudah membuatnya menyesal akibat rasa bersalah terhadap almarhum Claudia.
Merasa kalut dengan semua yang telah terjadi, Arjuna memutuskan untuk mandi agar tubuhnya sedikit lebih baik. Berharap pening di kepalanya segera hilang.
Baru saja kakinya melangkah menuju kamar mandi, tiba-tiba ponselnya berdering, menampilkan nama wanita yang terpampang dibalik layar ponsel milik Arjuna, bertuliskan nama Clarisa di sana.
Nama wanita yang sangat Arjuna sayangi dan cintai. Satu-satunya wanita yang Arjuna miliki saat ini hanyalah Clarisa.
Tidak ada yang membuat hidupnya kembali bersemangat, selain putri kecil yang sudah Claudia lahirkan empat tahun yang lalu.
"Papih, jemput Clalisa!"
Teriakkan anak kecil dengan suara cadel terdengar dibalik ponsel Arjuna. Anak itu terdengar kesal meneriaki papihnya di seberang sana.
Arjuna segera bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap menjemput Clarisa di sekolah.
•••
Like and comment ya 😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Jac_Aline
jodoh ya mereka?
2020-10-10
3
Marlina Yulita
seruu thor
2020-04-14
1
syafa
suka bgt
2020-04-12
1