Part 9 - Itu bukan mimpi

Matahari mulai terbit, membiaskan sinarnya dari celah-celah jendela kamar di salah satu bangunan apartemen mewah. Pria gagah berparas tampan yang habis menikmati sensasi malam bersama Jenny mengerjapkan matanya sesaat, berusaha bangun dari tidurnya.

Pria itu memiliki nama lengkap Arjuna Prasetya. Salah satu pengusaha sukses di Jakarta yang baru saja kehilangan istri akibat kecelakaan pesawat saat perjalanan pulang dari Jerman.

Sesuai yang Arjuna sebutkan saat bersama Jenny semalam, nama istrinya yaitu Claudia. Sudah sekitar satu minggu kecelakaan pesawat itu terjadi, dan sudah satu minggu pula Arjuna kehilangan nyawa istrinya. Hari harinya sepi tanpa kehadiran Claudia, ia seperti tak percaya kalau istrinya sudah tiada.

Arjuna selalu menghabiskan waktunya hanya untuk mabuk di salah satu club malam sejak kematian Claudia. Arjuna mencoba melepaskan beban depresi yang menimpanya.

Kini Arjuna sangat merasa kehilangan sosok seorang istri yang sangat dia cintai, yang sudah membuat hidupnya tak tentu arah.

Hampir tiap malam Arjuna pergi ke club malam, hanya untuk membohongi dirinya sendiri yang tidak mau menerima kenyataan kalau Claudia sudah tiada. 

Claudia yang begitu tertarik dengan desain memutuskan untuk melanjutkan S2 di Jerman. Walau status Claudia sudah menikah, tidak menyurutkan Claudia untuk berhenti bermimpi menjadi seorang desainer handal di bidang fashion.

Arjuna sebagai suami sangat mendukung mimpi sang istri, bahkan Arjuna pula yang membiayai pendidikan S2 Claudia. Sampai akhirnya Arjuna juga yang menyesal sudah mendukung Claudia untuk melanjutkan pendidikan di bidang desain di salah satu universitas ternama di Jerman, hingga merenggut nyawa istrinya.

Andai saja Arjuna menuruti ibu mertuanya untuk tidak mengijinkan Claudia melanjutkan studi, mungkin saat ini Arjuna masih bersanding dengan Claudia, serta momen panas bersama Jenny tidak akan pernah terjadi.

Pria bertato itu mengerjapkan matanya sekitar pukul sembilan pagi, tangannya meraba-raba sisi ranjang di samping tubuhnya, ia mengira sosok Jenny masih ada di sana. Sayangnya, Jenny sudah pergi dari apartemen milik Arjuna tanpa sepengetahuan Arjuna.

Merasakan tidak ada siapapun di sampingnya, Arjuna segera bangkit lalu duduk di sisi ranjang dengan tangan yang memijat-mijat kedua pelipis.

Rasa pening masih dirasakan Arjuna akibat efek alkohol semalam. Daya ingatnya mencari-cari sosok wanita semalam, dapat Arjuna pastikan kalau wanita itu bukanlah Claudia.

Tingkat kesadaran Arjuna semalam menghilang entah kemana?

Alkohol yang banyak Arjuna minum membuat Arjuna tak sadar, hingga luluh dalam pesona Jenny. Rupanya Arjuna sedang berusaha mencari bayang bayang Claudia dari tubuh Jenny yang menurutnya sangat mirip dengan Claudia.

"Tidak mungkin aku bermimpi semalam."

Gumam Arjuna yang masih mengingat momen panas bersama Jenny. Dilihatnya sprei putih yang menjadi penutup kasur king size miliknya. Di sana masih ada bercak milik Arjuna, meninggalkan bekas aksi panas semalam.

Arjuna bangkit mencari ponsel, ia berniat menghubungi salah satu karyawan kepercayaannya untuk mencari tahu siapa wanita semalam.

Wanita yang berhasil mengajaknya bercinta, padahal kematian sang istri belum lama. Bahkan masih dalam suasana duka, tapi tiba-tiba niat itu ia urungkan setelah melihat ponsel hitam yang tergeletak di atas nakas kamarnya.

Arjuna tahu kalau ponsel itu bukanlah ponsel miliknya. Arjuna meraih ponsel tersebut, kebetulan tidak memerlukan kode khusus untuk membuka layarnya. Karena, Jenny tidak pernah mengunci ponselnya dengan kata sandi apapun.

Kemudian dibuka layar ponsel tersebut oleh Arjuna, menampilkan foto wanita cantik berambut panjang coklat dengan ujung rambut yang curly. Senyum manis wanita itu terpatri dari bibirnya dibalik layar ponsel, sehingga dapat Arjuna pastikan kalau ponsel itu milik wanita semalam.

"Benar dugaanku, itu bukan mimpi."

Kini Arjuna yakin bahwa semalam itu nyata, setelah melihat ponsel milik Jenny yang tertinggal di atas nakas.

Hati Arjuna sedikit berdesir memuji paras ayu yang dimiliki Jenny. Wajar saja, jika dirinya semalam sudah lepas kendali setelah menghabiskan banyak botol alkohol di club.

Menurut Arjuna fisik yang dimiliki Jenny terlalu menggoda hasratnya, apalagi Arjuna telah lama tidak merasakan hubungan intim bersama wanita. Bahkan sebelum kecelakaan itu terjadi Claudia sudah dua minggu pergi ke Jerman meninggalkan Arjuna, itu artinya Arjuna sudah tak kuasa ingin melepaskan hasrat kelelakiannya.

Ada rasa senang bahwa kejadian panas semalam bukanlah sekedar mimpi, namun yang paling berperan di sini adalah rasa bersalah yang terbesit di hati Arjuna.

Mengapa dirinya semudah itu melupakan Claudia?

Semudah itu berhubungan intim dengan wanita lain.

Arjuna tidak habis pikir bisa bisanya dia melakukan itu dengan wanita lain? Padahal, pemakaman mendiang istrinya belumlah kering.

Arjuna semakin merutuki kebodohannya, menyesali apa yang telah terjadi semalam bersama Jenny. Betapa bodohnya Arjuna yang sudah lepas kendali di bawah pengaruh alkohol.

Pikiran Arjuna menerawang jauh. Bagaimana kalau wanita yang semalam bersamanya hamil?

Tentunya Arjuna harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya terhadap Jenny.

"Aku tidak berniat mengkhianatimu Sayang."

Arjuna semakin didera rasa bersalah, merasa dirinya seorang pengkhianat untuk mendiang sang istri, Claudia.

Arjuna merasa cintanya untuk Claudia setipis itu, hanya karena pengaruh alkohol membuat dirinya lepas kendali mencari pelampiasan pada wanita lain, hanya untuk memenuhi gairah kelelakiannya.

Bisa dikatakan sosok Arjuna merupakan pria yang banyak digandrungi kalangan wanita, namun bukan berarti semua itu menjadi alasan bagi Arjuna untuk tidak setia pada Claudia.

Sungguh Jenny adalah wanita pertama bagi Arjuna yang diajaknya untuk melakukan hubungan intim selain bersama Claudia.

Apapun alasannya Arjuna tetap merasa bahwa dirinya tidak lebih dari seorang pengkhianat bagi istrinya.

Cinta Arjuna sepenuhnya hanya untuk Claudia, takkan pernah tergantikan oleh wanita manapun.

Saat ini tindakan yang perlu dilakukan Arjuna adalah menyimpan ponsel milik Jenny terlebih dahulu, agar Arjuna bisa menemui wanita yang sudah membangunkan hasratnya. Wanita yang sudah membuatnya menyesal akibat rasa bersalah terhadap almarhum Claudia.

Merasa kalut dengan semua yang telah terjadi, Arjuna memutuskan untuk mandi agar tubuhnya sedikit lebih baik. Berharap pening di kepalanya segera hilang.

Baru saja kakinya melangkah menuju kamar mandi, tiba-tiba ponselnya berdering, menampilkan nama wanita yang terpampang dibalik layar ponsel milik Arjuna, bertuliskan nama Clarisa di sana.

Nama wanita yang sangat Arjuna sayangi dan cintai. Satu-satunya wanita yang Arjuna miliki saat ini hanyalah Clarisa.

Tidak ada yang membuat hidupnya kembali bersemangat, selain putri kecil yang sudah Claudia lahirkan empat tahun yang lalu.

"Papih, jemput Clalisa!"

Teriakkan anak kecil dengan suara cadel terdengar dibalik ponsel Arjuna. Anak itu terdengar kesal meneriaki papihnya di seberang sana.

Arjuna segera bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap menjemput Clarisa di sekolah.

•••

Like and comment ya 😉

Terpopuler

Comments

Jac_Aline

Jac_Aline

jodoh ya mereka?

2020-10-10

3

Marlina Yulita

Marlina Yulita

seruu thor

2020-04-14

1

syafa

syafa

suka bgt

2020-04-12

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!