Part 16 - Tante barbie

Keesokan harinya kesehatan Jenny sudah mulai membaik. Walau sedikit lemas Jenny paksakan untuk pergi ke dokter kandungan. Karena, Jenny sudah tak sabar ingin memeriksa janin yang tumbuh dalam rahimnya, agar Jenny mengetahui tumbuh kembang janinnya lebih spesifik lagi.

Jenny benar benar ingin menjaga kandungannya, dia tidak mau terjadi hal hal yang tidak diinginkan pada calon bayinya.

Jenny sudah izin kepada William kalau dia akan datang ke kantor sedikit terlambat, dia bilang pada William ada urusan yang mendadak. Karena, Jenny sengaja tidak ingin memberitahukan alasan yang sebenarnya dia datang terlambat.

"Bu dokter maaf sebelumnya, saya masih tetap tidak habis pikir, kenapa saya bisa mengandung?"

"Padahal, sebelumya saya sudah divonis mandul oleh salah satu dokter kandungan." ungkap Jenny setelah berhadapan dengan dokter kandungan.

Rasa penasaran Jenny sejak semalam membuat Jenny tidak sabar untuk mengajukan pertanyaan tersebut kepada dokter kandungan.

Jenny masih tidak habis pikir, kenapa dirinya bisa hamil?

Andai saja kehamilannya terjadi sebelum Frans memiliki hubungan gelap dengan Alea, mungkin saja nasib rumah tangganya bersama Frans masih bisa diselamatkan.

"Untuk perihal kemandulan yang Ibu sampaikan barusan, apa Ibu Jenny sudah mengecek lebih lanjut dengan berbagai tes lain?" tanya dokter.

Sementara Jenny hanya menggelengkan kepala, lalu tertunduk lemas di hadapan dokter.

"Belum Dok, saya tidak sanggup melakukan cek lebih lanjut. Lagipula saat itu saya terlalu takut kalau hasil tes benar benar menunjukkan kalau saya mandul." Jenny berusaha mengungkapkan kekhawatirannya di masa lalu.

Rasa takut yang berlebihan membuat Jenny seperti ingin menepiskan bukti bukti yang ada, dia takut kalau semua hasil tes itu mengecewakan harapannya.

Waktu itu Jenny hanya mendengarkan klaim satu dokter saja, dia tidak berani melakukan pemeriksaan lebih detail lagi. Rasa takut yang berlebihan membuat Jenny seolah ingin lari dari kenyataan.

"Kalau dilihat dari hasil analisa saya, sebenarnya Ibu Jenny tidak mandul. Hanya saja letak sel telur yang siap untuk dibuahi terlalu jauh dari jarak normalnya. Kelainan ini sudah biasa terjadi pada beberapa wanita Bu." tutur dokter menjelaskan detail hasil diagnosa.

Hati Jenny tersentak mendengar penuturan dokter, tiba-tiba saja secercah harapan itu datang.

Andai Jenny tahu lebih dulu, mungkin dia akan melakukan usaha yang lebih keras lagi untuk memberikan Frans seorang anak.

"Berarti saya tidak mandul Dok?"

"Tapi, kenapa saya dan suami saya membutuhkan waktu lama untuk bisa mendapatkan keturunan?"

Jenny semakin penasaran akan penyebab sulitnya memiliki anak, padahal Frans dikatakan subur oleh dokter.

Jenny juga menutupi masalahnya di depan dokter dengan mengaku dia masih bersuami, karena Jenny merasa malu dengan posisinya sekarang yang hamil tanpa suami.

"Ada kalanya pasangan suami istri itu keduanya dikatakan subur secara medis, namun pada saat mereka melakukan hubungan suami istri, ****** itu sudah mati sebelum sampai pada sel telur, sehingga tidak bisa membuahi sel telur. Apalagi di sini posisi sel telur milik Ibu Jenny cukup jauh dari jarak normalnya, butuh usaha extra untuk menjaga kesuburan keduanya, baik dari pihak suami maupun istri." ungkap dokter lagi.

Kini Jenny dapat mengerti setelah apa yang dokter jelaskan. Itu artinya, potensi Jenny untuk memiliki anak masih terbuka lebar. Terbukti kini Jenny tengah mengandung, walau Jenny belum mampu memastikan benih itu milik Frans ataupun Arjuna.

Semuanya akan terjawab jika bayi Jenny sudah lahir, yang terpenting saat ini Jenny harus memperhatikan kondisi kesehatan tubuhnya, agar janinnya tumbuh sehat.

Dokter kandunganpun memberikan beberapa resep obat penghilang mual, agar Jenny masih bisa beraktivitas seperti biasa.

"Terimakasih dokter atas semua penjelasannya. Kalau begitu saya mohon pamit, assalamualaikum." ucap Jenny merasa puas dengan semua penjelasan dokter.

Dokterpun tersenyum lembut kepada Jenny sebelum Jenny pergi meninggalkan ruang praktek, saat ini Jenny merasa sangat bahagia setelah mendengar semua penjelasan dari dokter.

•••

Malam itu seorang anak kecil perempuan dengan rambut pendek model BCL menangis merengek kepada ayahnya, meminta dibelikan boneka barbie yang baru, karena boneka barbie favoritnya sudah patah di bagian leher.

"Papih, ibu pelinya meninggal. Pokoknya Papih harus beliin yang balu buat Clalisa."

Clarisa menangis sampai gaduh akibat barbie yang dianggapnya sebagai ibu peri patah di bagian leher.

Padahal, Arjuna sudah berusaha memperbaiki boneka kesayangan putrinya. Tapi, tetap saja boneka barbie milik Clarisa tidak bisa diperbaiki.

"Iya sayang, nanti Papih beli yang baru ya. Tapi, besok pagi saja sebelum Clarisa berangkat sekolah." bujuk Arjuna yang enggan menuruti permintaan Clarisa.

Arjuna mencoba meminta pengertian putrinya untuk menunda pergi ke toko mainan, dengan alasan sekalian mengantarkannya sekolah besok pagi.

Walau usia Clarisa baru empat tahun, Arjuna sudah mendaftarkan Clarisa sekolah. Menurut Arjuna, putrinya memiliki kecerdasan yang cukup tinggi hingga mampu mengimbangi kemampuan anak-anak yang usianya sekitar lima sampai enam tahun.

"Gak mau Papih, Clalisa pengen sekalang! sekalang Pih."

Clarisa semakin tersedu memaksa ayahnya untuk segera pergi ke toko mainan, sampai sampai Clarisa meraih kunci mobil milik Arjuna yang diletakkan Arjuna di atas meja ruang tengah.

"Ini sudah malam sayang, waktunya Clarisa bobo." kilah Arjuna sambil menunjukkan arloji yang masih terpakai di tangan kanannya.

Arjuna baru saja pulang dari kantor, rasanya sangat melelahkan jika harus pergi lagi hanya untuk mencari boneka barbie yang sama persis dengan yang rusak.

Tangis Clarisa semakin menjadi saat mendengar berbagai alasan papihnya, dan sukses membuat Arjuna merasa tidak tega terhadap Clarisa.

"Ya sudah Papih ganti baju dulu, baju Papih sudah asem." ucap Arjuna sambil mencium lengan kemejanya sendiri.

Arjuna meminta izin pada putrinya untuk ganti baju, lalu menciumi pipi chuby Clarisa dengan gemas.

Selang beberapa menit Arjuna sudah siap untuk keluar bersama Clarisa, dia nampak tampan dalam balutan celana jeans belel selutut dengan paduan kaos polos hitam.

"Yess! Papih sudah siap." ucap Clarisa berdecak senang melihat papihnya yang sudah siap.

Merekapun pergi mencari toko mainan untuk membeli barbie yang sama persis dengan barbie yang patah.

•••

Clarisa nampak masih manyun setelah keluar dari toko mainan. Bukannya Clarisa senang, dia justru murung karena boneka barbie yang sama persis dengan miliknya yang rusak sudah tidak ada.

Pelayan toko di sana mengatakan barbie tipe itu sudah habis, dan tidak produksi lagi. Inilah yang membuat Clarisa nampak murung setelah keluar dari toko mainan.

"Anak Papih jangan sedih dong, nanti cantiknya hilang loh." bujuk Arjuna sambil berjongkok di hadapan putrinya.

Pria tampan itu mencoba mengimbangi tinggi badan Clarisa dengannya, tapi kali ini usahanya masih tetap sia-sia.

"Papih beliin Clarisa eskrim ya." ucap Arjuna berusaha mengalihkan perhatian Clarisa.

Arjuna melirik swalayan di samping toko mainan dengan menggerak-gerakkan kedua bola matanya, mengisyaratkan rayuan untuk Clarisa.

Akhirnya, Clarisa menuruti ajakkan papihnya. Kini, langkah mereka menuju swalayan tersebut.

Saat Clarisa baru saja memasuki swalayan, tiba-tiba dia menghampiri wanita cantik berambut coklat panjang.

Tatapan Clarisa terlihat sangat antusias saat melihat wanita tersebut, padahal Clarisa belum pernah melihat wanita itu sebelumnya.

Entah kenapa Clarisa langsung jatuh hati pada wanita itu.

"Ante balbie, Ante balbie!" seru Clarisa yang langsung berjalan menghampiri wanita berambut panjang di ujung sana.

•••

Siapa ya Ante balbie yang dimaksud Clarisa?

😀

Terpopuler

Comments

Mami Vanya Kaban

Mami Vanya Kaban

ahh.. thor makin keren ceritanya thor

2020-09-16

1

Marlina Yulita

Marlina Yulita

pasti jeny

2020-04-14

2

syafa

syafa

gokil nie authornya

2020-04-12

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!