Part 19 - Pernikahan kedua

Hari ini Jenny tampak sibuk mempersiapkan pesta pernikahan klien. Jenny memilih lokasi di salah satu hotel ternama di Jakarta. Entah kenapa sepertinya terasa ada yang aneh selama mengurus pesta pernikahan klien atasnama Lina. Apalagi Jenny belum pernah bertemu kedua mempelai, baik pengantin pria maupun wanitanya.

Biasanya pengantin akan sering datang ke William Wedding untuk membahas semua yang dibutuhkan oleh kedua mempelai, tapi kali ini tidak ada satupun yang datang.

Semuanya dipasrahkan pada pihak wedding organizer. Kliennya tidak pernah sekalipun bertemu dengan Jenny, hanya sesekali saja datang untuk mengecek semua keperluan. Itupun yang menemui beberapa bawahan Jenny.

"Franda, tolong cek di bagian dekor dan pelaminan untuk klien atasnama Lina." Jenny menyuruh Franda memastikan lagi semua dekorasi yang akan dipasang di lokasi pesta.

"Sudah siap semua Mba Jenny, hanya saja dari pihak pengantin pria meminta untuk mengganti hiasan bunga mawar putih dengan menggunakan bunga melati saja." terasa aneh mendengar penjelasan Franda barusan.

Kenapa mawar putihnya harus diganti?

Padahal itu hiasan favorit semua kalangan, bahkan salah satu bunga favorit Jenny.

"Kenapa mesti diganti?" tanya Jenny.

"Padahal awalnya mereka minta dua varian bunga nuansa putih." tegas Jenny lagi.

Jenny penasaran akan alasan yang diinformasikan oleh Franda.

"Saya tidak tahu Mba, hanya saja informasi terakhir dari nyonya Lina meminta tidak memakai mawar putih." jelas Franda.

Sangat aneh rasanya, seperti ada pertentangan tersendiri dari pihak Lina.

"Oke baiklah, nanti kamu ganti saja semuanya dengan rangkaian bunga melati. Saya akan menyusul ke lokasi. Franda jalan duluan saja sama supir." titah Jenny untuk Franda, lalu bawahan Jenny itu tersenyum dengan satu anggukkan.

Akhirnya, Franda pamit untuk bersiap pergi menuju lokasi pesta pernikahan.

Jenny terlihat sibuk dengan segala persiapan lain sebelum menyusul tim Franda. Tiba-tiba muncul William yang turun dari ruangannya di lantai dua.

"Sibuk sekali Jenn." sapa William yang melihat Jenny begitu gesit memasukkan perlengkapan kostum pengiring pengantin, sementara untuk make up pengantin sudah menggunakan jasa lain, tidak dari William wedding.

"Iya Pak William, soalnya resepsi pernikahan untuk klien atasnama Lina sudah deadline besok pagi." jawab Jenny tanpa menatap ke arah William, masih sibuk dengan aktivitasnya.

"Apa sekarang kamu mau pergi ke lokasi Jenn?" tanya William memastikan. Sepertinya dia akan ikut mengantar Jenny.

"Iya Pak, saya harus memastikan semua dekorasi sudah sesuai atau belum. Sepertinya kita akan lembur sampai malam." tutur Jenny.

Bagi Jenny selama bekerja di kantor William, pulang malam itu sudah biasa. Kalau projeknya belum selesai, Jenny tidak akan membiarkan dirinya bersama timnya pulang lebih awal. Sebelum semuanya selesai sesuai target.

"Saya antar ya Jenn, kebetulan saya senggang. Sekalian ingin lihat resepsi klien kita yang ini, kabarnya ini adalah pernikahan kedua mereka."

Wowww!

Pernikahan kedua?

Kenapa menggelar pesta semewah ini?

Apalagi harus menyewa jasa wedding organizer milik William, pastinya dia bukan dari kalangan biasa.

"Hebat ya Pak, pernikahan kedua bisa seheboh ini persiapan pestanya." ujar Jenny yang masih membereskan barang bawaannya.

"Kamu juga bisa Jenn kalau menikah denganku, bahkan bisa lebih mewah dari mereka." goda William di depan Jenny. Sementara Jenny hanya terkekeh mendengar celotehan Willliam barusan.

"Kenapa tertawa Jenn?"

Sesaat Jenny menghentikan aktivitasnya.

"Mana ada pria yang mau sama aku Pak? Apalagi membuatkan pesta yang meriah." tanya Jenny pesimis. Jenny memang selalu pesimis jika membahas soal pernikahan.

"Aku mau Jenn." potong William dengan menatap Jenny lekat, walau sesaat.

"Ah sudah Pak,  jangan bercanda terus. Ayo kita berangkat." ucap Jenny mengalihkan topik pembicaraan dari William.

Jenny tak ingin mendapat rayuan dari William lebih jauh lagi, kemudian William membantu Jenny mengangkat koper berisi make up, pakaian, serta pernak-pernik lain. Merekapun bergegas menuju lokasi.

•••

Sekitar pukul lima sore akhirnya Jenny sampai di lokasi pesta. Jenny menyuruh karyawan pria untuk mengangkut dua koper yang ada di dalam mobil William. Kemudian dia mulai melihat-lihat konsep dekorasi pesta.

Tujuan Jenny datang ke lokasi untuk memastikan semuanya harus sudah terpasang. Minimalnya persiapan sudah delapan puluh persen selesai, karena akad nikah akan diselenggarakan besok pagi pukul sembilan, dengan mengusung tema romantis dalam nuansa putih.

Pandangan Jenny menyapu ke bagian pelaminan, menurut Jenny pelaminan sudah dirasa cukup. Langkah Jenny kini menuju meja yang akan digunakan untuk prosesi akad.

Jenny memastikan sound sistem terpasang sempurna, agar tim William Wedding tidak terlalu keteteran di pagi hari.

Jenny merapikan meja yang bertaplak putih beserta kursi yang berbalut bahan putih berpita, kemudian tangannya meraih microphone untuk mengecek sambungan kabel, memastikan sudah terpasang dengan benar atau tidak.

"Tes, tes, tes." ucap Jenny mendekatkan microphone tersebut di bibirnya, lalu Jenny meletakkannya kembali.

Tinggal satu microphone lagi yang harus Jenny pastikan.

"Tes, tes, tes." kembali Jenny mencoba seperti microphone pertama.

Baru saja Jenny meletakkan microphone tersebut di standmic, tiba-tiba sosok pria berlari ke arahnya setelah mendengar sumber suara yang mengetes microphone.

Jenny terkejut melihat pria tersebut, pria yang pernah Jenny kenal, pria yang pernah Jenny cintai, juga pria yang pernah menyakiti.

"Jenny, aku merindukanmu." bisik pria tersebut.

Rupanya Frans yang datang menemui Jenny. Awalnya Frans hanya ingin melihat persiapan pesta pernikahannya bersama Alea, tapi saat mendengar suara yang pernah dikenalnya, dia mencari sumber suara tersebut.

Benar saja suara itu adalah Jenny, sang mantan istri yang hampir dua bulan ini Frans rindukan di tiap malam.

Jenny tertegun melihat Frans muncul di hadapannya.

Kenapa harus seperti ini?

Sungguh sangat menyesakkan hati Jenny.

Andai Jenny tahu kalau ini pesta pernikahan Frans, mungkin Jenny akan lebih memilih mundur dalam projek ini.

Jenny segera melirik foto prewedding yang terletak di samping altar. Ternyata benar saja, ada foto Frans yang sedang memeluk Alea.

Mata Jenny terasa panas, kerongkongannya pun terasa sesak, seperti menelan duri.

Jenny mencoba menahan buliran bening yang siap jatuh di pipinya, namun tetap saja sulit Jenny tahan.

Betapa mirisnya nasib Jenny yang tidak menyadari kalau klien yang bernama Lina adalah mantan ibu mertuanya.

Pantas saja kalau Lina tidak mau menggunakan mawar putih dalam dekorasi ini, itu semua hanya akan mengingatkan putranya pada mantan istrinya, saat pesta pernikahan pertamanya dulu.

Setelah suaminya direbut, kini pesta kebahagiaan itu justru Jenny yang mengurusnya. Betapa bertubinya sakit hati Jenny sekarang.

"Maafkan aku Frans, aku tidak tahu kalau ini pestamu. Aku hanya bekerja di sini."

Ucap Jenny dengan nada tersendat, agar Frans mengerti kalau Jenny tidak sengaja mengurus semua pesta pernikahan Frans bersama Alea.

Jenny segera pergi berlari meninggalkan Frans yang sudah siap menarik lengannya, namun segera Jenny tepiskan tangan Frans. Jenny tidak ingin tersentuh sedikitpun oleh Frans lagi.

"Jenny tunggu!" teriak Frans yang berusaha mengejar Jenny.

Jenny tidak menggubris teriakan Frans, dia terus berusaha pergi jauh dari aula hotel.

Jenny tidak sanggup melihat wajah Frans yang sudah membuatnya sesak, bahkan seribu kali lebih sesak dibandingkan saat Jenny memohon cerai pada Frans.

Frans masih menggedor pintu mobil yang dinaiki oleh Jenny, berharap Jenny akan membukanya.

"Jalan Pak." ucap Jenny pada supir. Supir pun menuruti perintah Jenny untuk melajukan kendaraannya.

Hati Jenny terlalu sesak, hingga dia lupa untuk bersikap tetap profesional di hadapan Frans. Membuat Jenny tanpa sadar meninggalkan tanggung jawabnya sebagai Wedding Organizer.

•••

Nyesek gak sih? 😥😅

Terpopuler

Comments

Kastinah

Kastinah

amat sangat nyesek thor

2021-09-12

1

Ina Ima

Ina Ima

banget...........

2021-07-03

1

Jac_Aline

Jac_Aline

nyesek....... pake banget

2020-10-10

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!