Part 15 - Hamil

Terdengar suara ketukan pintu di rumah Bella. Saat dibuka pintu tersebut, menampilkan sosok Jenny yang diantar oleh security kantor William.

Security itu tidak tega melihat kondisi Jenny jika harus pulang sendirian. Wajah Jenny terlihat sangat pucat bercampur keringat dingin, tubuhnya lemas hingga tak mampu menopang dirinya sendiri.

"Oh My God Jenny! Lo kenapa?" tanya Bella merasa panik saat melihat Jenny yang dituntun oleh security.

"Ibu Jenny sakit Neng." kali ini security yang menjawab, karena Jenny sudah kehabisan energi untuk menjawab pertanyaan Bella.

"Masuk Pak Maman. Cepat bawa Jenny ke kamar."

Bella memerintahkan pegawai William untuk mengantar Jenny ke kamarnya, kemudian Bella ikut memapah Jenny, lalu mengapit Jenny untuk berada diantara Bella dan Maman.

"Lo rebahan ajah dulu Jenn. Gue buatin teh panas dulu buat lo."

Bella sangat panik melihat keadaan Jenny, setidaknya Jenny akan sedikit lebih baik jika Bella membuatkan secangkir teh hangat untuk Jenny.

"Gue telpon dokter ajah dulu deh."

Niat Bella kini berganti sebelum langkahnya menuju dapur. Tiba-tiba inisiatif Bella lebih memilih untuk menghubungi dokter terlebih dahulu.

Bella mondar-mandir menahan rasa cemas terhadap sahabatnya.

"Gak usah Bell, gue udah mendingan. Gue cuma kecapean ajah." ucap Jenny yang tidak ingin semakin merepotkan Bella. Karena, sudah terlalu banyak kebaikan yang diterima Jenny dari Bella.

"Tapi muka lo pucat begitu Jenn, gue takut lo kenapa-napa."

Bella masih mempertahankan niatnya untuk menghubungi dokter. Kemudian tangannya segera meraih ponsel di saku celana.

Selang beberapa menit Bella berhasil menghubungi dokter, sekitar setengah jam lagi dokter akan sampai di rumah Bella.

"Neng Bella maaf ya Neng, saya mohon pamit, mau kembali jaga kantor pak William."

Pak Maman memberanikan diri untuk segera pamit dari rumah Bella.

"Iya Pak Maman, terimakasih ya sudah anterin Jenny ke rumah." ujar Bella menyampaikan rasa terimakasihnya pada Maman.

Kalau saja tidak ada Maman di sana, entah bagaimana nasib Jenny?

"Sama sama Neng Bella."

Bella melangkah mengantarkan Maman sampai di pintu depan, kemudian kembali menemani sahabatnya Jenny yang sedang terbaring lemah di kamar.

•••

"Gila! Lo hamil Jenny!" jerit Bella setelah mendengar penjelasan dokter. Hasil diagnosa menyatakan kalau usia kandungan Jenny baru sekitar satu minggu.

Bella sangat tidak percaya akan fakta yang diberikan dokter, karena setahu Bella sahabatnya ini pernah divonis mandul. Rasanya, sangat tidak mungkin Jenny hamil.

Setelah dokter pamit, Bella langsung duduk di tepi ranjang, berusaha lebih dekat dengan Jenny.

"Apapun keadaannya lo harus temuin pria itu Jenn. Lo harus minta pertanggung jawaban sama dia."

Nada bicara Bella terdengar menekan Jenny, sirat mata Bella menatap penuh ancaman terhadap Jenny.

"Gak bisa Bell."

"Kenapa?" sergah Bella yang semakin geram akan sahabatnya.

Menurut Bella, ternyata Jenny bukan fisiknya saja yang lemah, tapi juga keberaniannya.

"Kamu tahu kan Bell? Aku baru saja satu bulan lebih bercerai dengan Frans."

"Aku tidak bisa langsung mengklaim kalau ini darah daging Arjuna." tutur Jenny lagi.

Ucapan Jenny memang benar, dia tidak bisa sepenuhnya memprediksi bahwa benih yang tumbuh di rahimnya adalah milik Arjuna.

"Jenny wake up, please! "

"Lo lima tahun rumah tangga dengan Frans sama sekali tidak pernah positif hamil. Lalu siapa lagi kalau bukan Arjuna ayahnya?"

Bella mulai geram akan penjelasan Jenny, karena Jenny masih saja mempertimbangkan Frans dalam hal ini.

"Entahlah Bell, aku masih bingung."

Jenny memalingkan pandangannya dengan tatapan nyalang, seperti menangisi nasibnya.

Jenny takut setelah ini orang orang akan menghujat dirinya hamil tanpa suami.

"Gue tanya serius sama lo Jenn, kapan terakhir lo berhubungan dengan Frans?" tanya Bella dengan meraih wajah Jenny lalu menatapnya lekat.

Kemudian Jenny mencoba mengingat-ngingat malam romantis terakhir bersama mantan suaminya.

"Kalau tidak salah, terakhir itu satu minggu sebelum gue pergi dari rumah Frans." sahut Jenny.

Bella langsung menghela nafasnya dalam, sesuai yang Jenny katakan kalau kandungannya masih diragukan jika melihat jeda hubungan suami istri bersama Frans ataupun Arjuna.

"Kalau iya itu anak Frans, lo bakal gimana?"

"Dan sebaliknya, kalau itu anak Arjuna, apa tindakan lo?" Bella semakin menghujani Jenny dengan rentetan pertanyaan.

"Siapapun ayah dari anak ini, gue akan besarkan anak gue sendiri tanpa campur tangan ayahnya. Punya anak adalah mimpi gue yang sudah lama Bell." ungkap Jenny yang sudah tidak percaya lagi pada pria manapun.

"Lo jahat Jenn. Bagaimanapun anak lo butuh sosok ayah." Bella langsung memotong ucapan Jenny.

"Gue udah gak percaya lagi dengan laki-laki Bell, gue mohon temani gue selama masa ini Bell, please." Jenny memohon kepada sahabat di sampingnya, lalu menatap Bella dengan tatapan memelas.

"Kalau terbukti itu anaknya Frans, gue gak masalah Jenn lo mau hidupin anak lo sendiri juga."

"Gue juga empet liat tingkah mantan suami lo. Tapi kalau ini anaknya Arjuna, gue gak berani jamin bisa nutupin semuanya."

"Bukannya Arjuna sudah bilang sama lo, kalau dia siap tanggung jawab terhadap lo."

Sebagai sahabat Jenny, Bella ikut geram akan kelakuan Frans yang seenaknya berkhianat di belakang Jenny.

Biarlah jika memang bayi dalam kandungan Jenny terbukti anak Frans, selamanya Frans tidak akan diberi tahu tentang kehadiran anaknya kelak.

"Gue bisa saja temuin Arjuna untuk tanggung jawab, tapi bukan itu yang gue mau Bella." ucap Jenny datar.

"Apa artinya tanggung jawab jika tidak diimbangi dengan hati yang sama-sama saling mencintai?"

"Malam itu hanya kecelakaan. Arjuna dalam kondisi mabuk, bukan atas dasar perasaannya."

"Gue gak mau nahan hidup seseorang buat hidup bersama gue, dan bukan atas dasar cinta."

"Kalaupun Arjuna harus menikah sama gue, rasanya percuma saja. Karena, pernikahan kami dibangun hanya untuk menebus rasa bersalah." tutur Jenny di hadapan Bella, dan penjelasan Jenny cukup menohok hati Bella.

Memang benar adanya, untuk apa pertanggung jawaban dilakukan jika bukan atas dasar hati yang saling mencintai?

Bukankah dulu Jenny dan Frans sama sama saling mencintai?

Tapi akhirnya, semuanya tetap saja hancur tak tersisa.

•••

Tak ingin menahan hidup seseorang untuk bersama, karena terbuang dalam kebersamaan jauh lebih menyakitkan.

...Miss Viona...

Terpopuler

Comments

Nurhaida Pakpahan

Nurhaida Pakpahan

ayo angkat tangan yg dukung kehamilan jenny anaknya arjuna.

2021-12-23

1

Nana_Ratna

Nana_Ratna

Curiga Alea hamil ma orang lain. Jd Frans yg mandul😂😂😂😂 senangnyaaahhh

2021-08-06

2

istrioppaojun

istrioppaojun

kalo jenny hamil...Frans yg mandul
terus Poppy ...anak siapa dong?!!!

2020-11-16

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!