Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi

"Apa kamu hamil Jenn?" bisikkan Arjuna terasa seperti petir yang menyambar di siang bolong.

Jenny tidak tahu lagi harus berkata apa? Tapi yang jelas hatinya benar-benar tidak ingin Arjuna tahu kalau dia sedang mengandung.

"Jawab Jenn." Arjuna semakin menekan jaraknya dengan Jenny, sampai sampai jantung Jenny seperti mau pecah.

"Bukan urusanmu." hanya kata itu yang keluar dari bibir Jenny, tanpa menatap ke arah Arjuna.

Sementara tangan Jenny sibuk mengambil beberapa lembar uang untuk membayar belanjaannya, hingga Jenny tidak menyadari kalau Arjuna sudah menyodorkan kartu debit kepada kasir untuk membayar semua belanjaan Jenny.

Entah kenapa rasa tanggung jawab dan peduli Arjuna muncul di sini?

Mungkin dia masih dihantui rasa bersalah, setelah apa yang terjadi bersama Jenny di apartemen miliknya.

"Maaf Mba, semua belanjaan Mba sudah dibayar oleh suami Mba." tutur kasir swalayan itu memberitahukan Jenny saat Jenny hendak menyodorkan uangnya.

Kasir itu mengira kalau Arjuna adalah suami Jenny, dan Clarisa adalah putri mereka.

Jenny menghela nafasnya dalam, harusnya Arjuna tidak bersikap seperti ini terhadapnya.

Setelah mengangkat belanjaan yang tidak terlalu banyak, Jenny meraih telapak tangan Arjuna, kemudian meletakkan uang miliknya di tangan Arjuna.

"Aku tulus Jenn." ucap Arjuna yang berusaha mengembalikan lagi uang Jenny, tapi Jenny tidak menggubrisnya.

Jenny justru bergegas keluar swalayan meninggalkan Arjuna dan juga Clarisa. Arjuna tidak ingin kehilangan jejak Jenny lagi, ia segera menyusul langkah Jenny setelah dilihatnya Clarisa yang masih sibuk memilih eskrim.

"Jenny tolong jawab pertanyaanku." Arjuna kembali menarik lengan Jenny agar tidak bisa lolos lagi darinya.

Jenny memejamkan matanya, kemudian menghela nafas untuk mencari alasan yang tepat agar Arjuna tidak lagi mengejarnya.

"Bapak Arjuna perlu Bapak ketahui, kalau pria yang pernah tidur dengan saya bukan hanya Anda saja." Arjuna tidak mengerti ucapan Jenny barusan.

Apa mungkin Jenny adalah salah satu wanita yang menjajakkan dirinya di club malam?

Tapi kalau iya, kenapa waktu malam itu Jenny tidak menuntut satu rupiahpun pada Arjuna?

Jenny justru selalu menghindar dari Arjuna.

"Apa kamu serius dengan ucapanmu Jenn?" tanya Arjuna lagi mencoba memastikan.

Jenny menganggukkan kepalanya mantap.

"Jangan ganggu saya lagi, saya sudah bersuami. Kalaupun saya hamil, itu benih suami saya. Soal malam itu anggap saja tidak pernah terjadi." kilah Jenny tegas di hadapan Arjuna.

Degggg!

pernyataan Jenny barusan langsung menusuk hati Arjuna, membuat Arjuna semakin menyesali perbuatannya.

Bisa bisanya dia meniduri istri orang lain?

Bagaimana jika Arjuna yang diposisikan sebagai suami Jenny?

Pastinya dia juga akan merasa marah dan kecewa. Tapi, semua terjadi di luar kendali Arjuna.

Melihat Arjuna yang masih diam mematung, Jenny segera pergi dari pandangan Arjuna. Berharap Arjuna tidak akan mengejarnya lagi.

Arjuna yang menyadari kepergian Jenny kembali memasuki swalayan, ia mencari putrinya yang juga sedang mencari Arjuna.

"Papih dali mana sih?" rengek Clarisa yang dari tadi kehilangan jejak papihnya.

"Maaf Sayang, Papih tadi ada urusan." Arjuna mengelus puncak kepala Clarisa penuh perasaan sayang.

"Sama ante balbie ya Pih?" tebak Clarisa.

Arjuna hanya menganggukkan kepalanya pelan, teriring senyum manis yang terpatri di bibirnya.

"Nanti ante balbie ajak main ke lumah ya Pih."

Tak hentinya Clarisa meminta Jenny untuk main ke rumah.

Ucapan Clarisa barusan terasa sangat menusuk telinga Arjuna. Clarisa sangat mengharapkan kedatangan Jenny di rumahnya, sementara Jenny bilang kalau dia sudah memiliki suami.

Rasanya tidak mungkin bagi Jenny untuk menemui Clarisa kembali, apalagi di rumah Arjuna.

"Clarisa sayang gak sama Papih?" tanya Arjuna mencoba memberikan pengertian pada putrinya, karena Arjuna tahu kalau putrinya itu cukup keras kepala jika menginginkan sesuatu.

"Sayang Pih." sahut Clarisa dengan manggut-manggut di hadapan Arjuna, sambil mengelus pundak Arjuna yang masih berjongkok di hadapan Clarisa.

"Kalau sayang dengerin Papih ya, tante barbie itu sudah ada yang punya. Jadi, dia tidak bisa seenaknya pergi main dengan Clarisa. Sama seperti Clarisa yang sudah jadi milik Papih, tidak boleh pergi seenaknya meninggalkan Papih."

Clarisa tidak ingin mendengar ucapan Arjuna, terlihat dari raut wajahnya yang ditekuk dengan bibir yang dimanyunkan.

"Tapi Papih tidak melalang Clalisa main sama siapapun." gugat Clarisa.

Bocah ini memang terlalu kritis untuk dibohongi, sampai Arjuna terkekeh sendiri mendengar protes putrinya.

"Hmmm, mending sekarang kita bayar eskrimnya dulu, terus kita pulang Sayang. Sudah malam, waktunya putri kecil bobo."

Arjuna mencoba mengalihkan pembicaraannya dengan Clarisa, agar Clarisa tidak semakin bertanya lebih jauh lagi tentang Jenny. Walau sebenarnya Arjuna pun masih ingin bertemu dengan Jenny.

Bukan hanya Clarisa saja, separuh hati Arjuna pun merasakan kekecewaan tak terkira setelah mendengar pernyataan Jenny yang mengaku sudah bersuami.

•••

Klik like ya guys 😉

Terpopuler

Comments

Aulya Azzahra

Aulya Azzahra

visualx dong thorrrrrr

2021-12-28

1

Marlina Yulita

Marlina Yulita

anak pinteer

2020-04-14

2

Farhan Massa

Farhan Massa

lanjutttt

2020-04-05

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!