Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?

"Ante balbie, Ante balbie!" seru Clarisa dengan nada cadelnya. Anak kecil itu berlari memeluk pinggang Jenny dengan kepala yang menengadah di pusar Jenny.

Jenny kebingungan melihat tingkah Clarisa yang tiba-tiba datang mendekapnya penuh semangat, tapi Jenny juga merasakan kehangatan dari pelukan Clarisa.

Entah kenapa bocah ini sangat manja terhadap Jenny?

"Adik kecil namanya siapa?" tanya Jenny meraih wajah Clarisa dengan gemas, dan menatap Clarisa penuh antusias.

Gadis kecil yang cantik, berkulit putih, rambut hitam, bola mata bulat hitam, semakin terlihat menggemaskan di mata Jenny.

"Clalisa Ante." sahut Clarisa, sementara Jenny tak paham akan ucapan Clarisa yang masih cadel.

"Clalisa?" Jenny kembali memastikan nama Clarisa.

Clarisa menggeleng, maksud Clarisa mengucap Clalisa itu adalah Clarisa bukan Clalisa.

"Ehmm Clarisa ya?" tebak Jenny lagi, berusaha mengertikan bahasa Clarisa yang sedikit cadel.

Clarisa berbinar setelah Jenny menyebutkan namanya dengan tepat, lalu kepalanya mengangguk-angguk.

"Clarisa sama siapa ke sini?"

"Kok malam malam masih jalan-jalan sendirian?"

Jenny menyapu jarak pandangnya, ia mencoba mencari sosok orangtua Clarisa. Rupanya, tidak ada sosok ayah ataupun ibu Clarisa di sana.

"Sama papih Ante."

"Ayo ante kenalan sama papih Clalisa, bial Clalisa tunjukkin kalo Clalisa udah nemu balbie benelan."

Jenny tersenyum sendirian saat mendengar ucapan Clarisa yang menyerukan dirinya barbie.

Mungkin imajinasi Clarisa terlalu berlebihan, menganggap tubuh Jenny yang langsing dengan rambut panjang. Apalagi Warna rambut Jenny yang sama seperti barbie milik Clarisa yang patah.

Mungkin karena Jenny yang intens perawatan kulit wajah sehingga menghasilkan kulit Jenny yang flawless seperti boneka.

"Tante bukan boneka barbie Sayang." kilah Jenny menepiskan imajinasi Clarisa.

"Ayo kenalan dulu! Nama tante, Jenny."

Jenny meraih jemari kecil Clarisa, dan memperkenalkan namanya pada putri Arjuna yang sangat aktif.

"Oh nama Ante Jenny, tapi Clalisa panggilnya Ante balbie ajah."

Rupanya putri Arjuna ini cukup keras kepala juga, sikapnya mirip sekali dengan mendiang mamihnya.

Kalau dipikir lagi Clarisa beberapa bulan ini sangat kasihan. Setelah ditinggalkan Claudia, anak itu menjadi pemurung. Kecuali saat bermain barbie kesayangannya, Clarisa bisa sedikit ceria.

Tak heran jika Clarisa berdecak riang setelah melihat Jenny, imajinasinya menggambarkan Jenny adalah sosok barbie yang hidup.

"Anak lucu." ujar Jenny, lalu tangan Jenny langsung ditarik oleh Clarisa, padahal Jenny masih belum selesai memilih susu ibu hamil di swalayan tersebut.

"Papih, Clalisa punya balbie balu Pih." jerit Clarisa saat menggandeng Jenny.

Clarisa sangat antusias membawa Jenny ke hadapan Arjuna yang sedang memilih eskrim kesukaan putrinya.

Arjuna langsung terkesiap melihat wanita yang digandeng oleh putrinya, ternyata wanita itu adalah wanita yang pernah tidur dengannya.

Sejak Claudia meninggal, Arjuna tidak pernah mencari pelampiasan nafsunya sedikitpun terhadap wanita lain.

Jenny pun sama terkejutnya setelah melihat Arjuna, sungguh tak menyangka kalau putri kecil nan imut juga cerewet itu adalah putri Arjuna.

Tuhan. . .

Kenapa bisa begini?

Gumam Jenny dalam hati.

Padahal Jenny sudah bersikeras untuk tidak mau berhubungan lagi dengan Arjuna, tapi kenapa Tuhan mempertemukannya lagi?

"Kok Papih sama ante balbie diem ajah sih?" tanya Clarisa yang mendapati ekspresi kedua lawan jenis itu merasa aneh. Padahal Clarisa sudah memperkenalkan Jenny pada papihnya dengan sambutan yang begitu hangat.

"Nggak apa apa Sayang, Papih cuma terkejut. Memangnya ada barbie sungguhan?" kilah Arjuna agar anaknya tidak menyimpan dugaan lain. Karena, Arjuna sangat paham betul sikap putrinya yang terlalu pintar membaca situasi.

"Ada Papih, itu lambutnya ante balbie milip sekali sama balbie Clalisa yang lusak Pih."

Nada bicara cadel Clarisa sangat terasa menggemaskan di telinga Jenny, sampai sampai Jenny ingin membawa Clarisa ke dalam gendongannya. Hanya saja Jenny tidak berani lakukan itu, karena di hadapannya masih ada Arjuna.

"Tapi ante barbie gak mirip sama ini Sayang."

Jenny menyangkal ucapan Clarisa sambil menunjuk ke arah boneka barbie baru yang Clarisa pegang sejak keluar dari toko mainan.

"Iya sih Ante, Clalisa masih pengen balbie yang lama. Tapi, di toko mainan balbie yang lama udah gak ada Ante." tutur Clarisa yang masih kecewa tidak mendapatkan barbie yang sesuai keinginannya.

Jenny tersenyum saat mendengar rengekan Clarisa, senyuman itu berhasil mengalihkan perhatian Arjuna.

Menurut Arjuna, ternyata Jenny lebih hangat jika berhadapan dengan anak kecil. Berbeda saat Jenny berhadapan dengan dirinya beberapa waktu lalu saat di kantor A&J.

Jenny berjongkok di hadapan Clarisa, ia meraih boneka barbie milik Clarisa yang masih disegel dalam plastik transparan bertalikan pita warna pink.

"Sayang, menurut ante ini juga bagus barbienya." bujuk Jenny.

Clarisa menggeleng, masih tidak ingin menerima mainan barunya.

"Clarisa harus belajar mengerti kalau barang yang sudah rusak itu tidak bisa diperbaiki lagi." ucap Jenny lembut.

"Untung Clarisa masih punya papih, jadi ada papih yang mau belikan barbie baru buat Clarisa. Coba bayangkan oleh Clarisa, anak-anak yang sudah tidak punya papih, belum tentu mereka bisa beli mainan barbie sebagus ini Sayang."

Entah kenapa Jenny seolah melupakan semua kejadiannya bersama Arjuna, mungkin Jenny sedang berlaga tidak pernah mengenal Arjuna di hadapan Clarisa.

"Jadi Clalisa salah ya Ante?" tanya Clarisa dengan mengerucutkan bibir mungilnya, menyesali semua rengekan yang sudah dilakukannya.

"Clarisa gak salah Sayang, hanya saja Clarisa belum paham akan rasanya bersyukur." ungkap Jenny dengan merapikan poni Clarisa yang sedikit menutupi matanya.

Sementara Arjuna hanya memperhatikan interaksi kedua wanita berbeda generasi di hadapannya.

Pandangan Arjuna terkejut setelah melihat jinjingan belanja milik Jenny, yang  terletak di samping kaki Jenny. Di sana ada kaleng susu dengan ukuran sedang, bertuliskan salah satu brand dari susu ibu hamil.

Otak Arjuna langsung berputar. Apa mungkin Jenny hamil akibat perbuatannya?

Kalau sampai Jenny hamil, Arjuna tidak akan membiarkan Jenny pergi lagi.

Clarisa kini beralih ke box eskrim untuk memilih eskrim kesukaannya sendirian, kebetulan letak box eskrim itu sangat dekat dengan Arjuna.

"Clarisa, Ante pamit ya Sayang, Ante harus cepat pulang." ucap Jenny saat hendak pergi dari swalayan.

Clarisa menoleh ke arah Jenny dengan perasaan yang sedikit kecewa, karena Clarisa masih ingin bermain-main dengan Jenny, tepatnya bermain dengan rambut panjang milik Jenny.

"Ya sudah kalau Ante mau pulang, tapi lain kali Ante balbie main ya ke lumah Clalisa." pinta Clarisa dengan raut sedikit kecewa.

Jenny hanya tersenyum dan mengaggukkan kepala, walau sebenarnya sama sekali tidak ada niatan untuk Jenny mengabulkan permintaan Clarisa yang meminta berkunjung ke rumahnya.

"Maaf Pak, saya permisi." pamit Jenny di depan Arjuna.

Pria gagah itu merasa sangat diasingkan oleh Jenny, tangan kekar Arjuna segera meraih lengan Jenny, lalu berbisik di telinga Jenny.

"Apa kamu hamil Jenn?"

•••

Like and comment ya 😉

Terpopuler

Comments

Nurhaida Pakpahan

Nurhaida Pakpahan

awwwww sos sweet 😍😍😍😍😍

2021-12-23

1

Sri Yati

Sri Yati

deg degan saya 🤭🤭🤭🤭

2020-04-15

4

Marlina Yulita

Marlina Yulita

deg deg hayooo Jenny mw jujur atw boong 😆😆😆😆

2020-04-14

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!