Part 4 - Ceraikan aku!

Frans melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikirannya kacau membayangkan nasib rumah tangganya bersama Jenny. Frans tidak sanggup jika harus kehilangan istri kebanggaannya.

Sosok Jenny merupakan wanita yang sangat tepat untuk bersanding dengan Frans. Semua dunia bisnis Frans sudah mengakui itu.

Kecerdasan Jenny dalam dunia bisnis tidak diragukan lagi, bahkan perusahaan Frans semakin mengembangkan banyak produk dan tumbuh cabang cabang baru karena andil Jenny yang selalu ikut serta mensupport bisnis Frans.

Walau Jenny terlihat santai di rumah saja, namun tidak dengan tangannya. Jika ada waktu luang di rumah, Jenny selalu mencoba membuat desain baru. Baik dalam bidang fashion, maupun desain sebuah brand yang sering mendapat apresiasi dari perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Frans.

Jenny wanita muda berbakat dengan tubuh langsing semampai, rambut coklat panjang yang sedikit curly, serta kulit putih langsat yang dimilikinya semakin membuat banyak pria memuji kecantikan Jenny.

Kalau saja Jenny tidak menyandang nama nyonya Wicaksana, sudah dipastikan semua pria rekanan bisnis Frans akan menggaet Jenny.

"Aku tidak ingin bercerai denganmu Jenn." gumam Frans sendirian dibalik kemudi dengan pikiran yang kacau.

Padahal Frans baru saja merasakan kebahagiaan yang selama ini ia nantikan, yaitu memiliki buah hati. Namun, kini dia terancam kehilangan istri sahnya.

Sekitar dua jam perjalanan, Frans sudah sampai di halaman rumah Jenny. Matanya berbinar saat melihat mobil Jenny terparkir di halaman rumah. Itu artinya, Jenny ada di sana.

Langkah Frans terlihat sangat panik, diketuknya pintu rumah mertuanya dengan perasaan yang sangat tak menentu.

Setelah ketukan kedua, pintupun terbuka, menampilkan sosok perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik dalam balutan hijab.

"Assalamualaikum Bu."

Frans menyalami ibu mertuanya dengan begitu sopan. Kemudian ia meraih jemari mertuanya, lalu mencium punggung tangan sang ibu mertua.

"Walaikumsalam Nak Frans."

Batin Linda sudah dapat mengetahui maksud Frans datang ke rumahnya, pasti perihal Jenny.

"Ayo masuk Frans." tawar Linda mengajak menantunya memasuki ruang tamu.

Linda sudah menganggap Frans seperti anak kandungnya sendiri, dan Frans sangat baik terhadap Linda. Segala kebutuhan hidup Linda sudah Frans penuhi.

"Ibu buatkan teh hangat kesukaanmu dulu ya Frans." tawar Linda untuk menantunya.

"Ah tidak usah Bu, jangan repot repot. Frans ke sini cuma mau cari Jenny Bu." sergah Frans.

Awalnya ibu mertuanya akan beranjak ke dapur untuk membuatkan teh manis hangat, namun diurungkan niat Linda setelah menerima penolakkan dari Frans.

"Jenny ada di sini kan Bu?"

Akhirnya, Frans menanyakan maksud kedatangannya ke rumah Linda.

Tatapan Frans terlihat memelas di hadapan mertuanya, Linda pun menganggukkan kepalanya pelan.

"Tolong Bu, Frans ingin bertemu dengan Jenny. Banyak yang harus Frans jelaskan pada Jenny."

Linda menghela nafasnya dalam.

Mengapa semua ini harus terjadi pada putri semata wayangnya?

Frans mau menjelaskan apa lagi?

Semuanya sudah jelas di mata Linda.

Tiga tahun yang lalu Jenny sudah divonis mandul, sekarang Frans sudah berhasil mengkhianati cinta dan kepercayaan putrinya.

Hati ibu mana yang tidak turut merasakan sakit hati anaknya?

"Baiklah Ibu coba bujuk Jenny untuk menemuimu, tapi kalau Jenny tidak mau, Ibu tidak akan memaksanya Frans."

"Kamu tahu sendiri sikap Jenny seperti apa?"

Frans menganggukkan kepalanya pelan, kemudian Linda masuk ke dalam untuk menemui Jenny.

•••

"Suruh dia pulang Bu!" jerit Jenny.

Ucapan Jenny cukup membuat Linda sedikit terkejut.

Baru saja Linda sampai di pintu kamar Jenny, sudah disambut dengan kalimat pedas dari Jenny yang masih memiringkan tubuhnya di atas ranjang, tanpa menatap Linda sedikitpun.

Linda menghela nafasnya dalam, menyaksikan putrinya yang masih terkulai lemas tak bersemangat di atas ranjang, dan masih dalam balutan piama.

"Jenny, seingat Ibu, Ibu tidak pernah mengajarkan Jenny untuk lari dari masalah." ucap Linda setelah berhasil duduk di tepi ranjang dengan mengelus bahu Jenny.

"Ayo temui Frans, selesaikan jika memang kamu ingin menyelesaikan rumah tanggamu. Tapi, Ibu masih berharap pernikahan kalian masih bisa diselamatkan Jenn."

Tidak ada lagi yang harus dipertahankan, apalagi diselamatkan.

Semua kebohongan yang Frans lakukan hanya akan menambah luka lebih dalam lagi. Rasanya cukup sampai di sini saja kebohongan Frans terhadap Jenny.

Jenny bangkit dari ranjang, kemudian sedikit merapikan rambutnya, lalu turun ke lantai bawah untuk menemui Frans.

Walau hatinya enggan untuk bertemu, tapi ucapan Linda cukup masuk ke dalam otak Jenny. Memang benar semuanya harus diselesaikan, walau hati remuk redam Jenny tidak ingin berlama lama dalam pengkhianatan.

Cinta?

Sudahlah jangan bicarakan cinta untuk wanita dengan penyandang mandul.

Laki-laki mana yang siap menerima wanita sepertiku?

Batin Jenny semakin merendahkan dirinya.

Mungkin setelah ini Jenny tidak akan pernah lagi percaya dengan cinta. Tidak akan pernah mau lagi terbuai dengan kalimat kalimat cinta dari mulut pria manapun.

Linda menuntun langkah kaki putrinya yang masih terlihat lemas, namun saat sampai di ruang tamu, Linda memilih berhenti.

Linda melepaskan Jenny sendirian, agar Jenny bisa lebih leluasa membahas masalah rumah tangganya dengan Frans.

Walau Linda berada di ruang tengah, Linda masih bisa mendengar percakapan mereka.

Melihat Jenny yang masih diam berdiri di ruang tamu, Frans segera bangkit dari duduknya, kemudian memeluk wanita yang selama lima tahun ini mendampinginya penuh kesetiaan.

"Jenny jangan pergi lagi, aku mohon." ucap Frans lirih di ceruk leher Jenny.

Sementara Jenny masih terdiam mematung, tidak mempedulikan ucapan Frans, tidak pula membalas pelukan Frans.

"Kita pulang ya." ajak Frans lembut.

Kita siapa?

Kamu dan Alea?

Batin Jenny semakin berkecamuk dengan perhatian Frans.

Perhatian yang hanya dilakukan dengan tujuan menutupi kebohongan yang telah Frans perbuat selama ini.

"Aku mohon Jenn, jangan diamkan aku seperti ini." ucap Frans melepaskan pelukannya.

Pria itu memegang kedua bahu Jenny, lalu memandang Jenny lekat.

Kedua bola mata Jenny justru goyah, tidak mau lagi menatap wajah Frans.

Jenny tidak sanggup lagi menatap wajah pria pengkhianat, karena itu hanya akan membuat batin Jenny semakin sesak.

"Please Jenny, jangan diamkan aku seperti ini. Apapun akan aku lakukan demi kamu sayang."

Mendengar kalimat apapun akan dilakukan Frans, tiba-tiba hati Jenny terlonjak, mungkin ini saatnya bagi Jenny untuk mengakhiri pernikahannya bersama Frans.

"Ceraikan aku Frans." ucap Jenny pelan, namun penuh tekanan.

Degggg!

Jantung Frans seperti tertusuk saat mendengar kata cerai.

Tak pernah Frans bayangkan sebelumnya untuk menceraikan Jenny. Walau kenyataannya Frans sudah menikahi Alea secara sirih, namun jauh di dasar hati Frans tidak ada niatan sama sekali untuk bercerai dengan Jenny.

Kadar cinta antara Jenny dengan Alea berbeda, Jenny tetaplah prioritas utama Frans. Tapi, bukankah yang utama itu lambat laun akan tergantikan dengan yang sifatnya terdesak?

Alea kini sudah memiliki darah daging Frans, tentunya Alea yang akan lebih banyak membutuhkan Frans.

Begitupun dengan waktu yang Frans berikan, pastinya Alea dengan putrinya akan lebih menuntut waktu Frans.

Sementara Jenny memang wanita yang Frans utamakan, tapi di sini Frans hanya mencintai tentang kelebihan yang dimiliki Jenny, tidak dengan kekurangannya, tidak dengan kelemahannya.

Melihat Frans yang masih terdiam mematung, Jenny kembali menyadarkan pria tampan dengan potongan rambut model barbershop.

"Kita sudahi pernikahan ini, ceraikan aku Frans. Aku mohon." pinta Jenny dengan menangkupkan kedua telapak tangannya sambil menatap kedua bola mata  Frans lekat.

•••

Tidak ada hal lain yang kuinginkan darimu, selain perpisahan.

Jenny Florencia

Terpopuler

Comments

Praised93

Praised93

terima kasih.

2024-01-06

1

Hesti Ariani

Hesti Ariani

namanya menikah ya hidup bersama.dg kekurangan dan kelebihan pasangan. saling melengkapi

2021-09-18

1

A⃟🍏" Ce"Ntong 😎R⃟⋆🖋🎗

A⃟🍏" Ce"Ntong 😎R⃟⋆🖋🎗

keputusan yg tepat..lbh baik pisah... makan hati...

2020-10-16

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!