Frans melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikirannya kacau membayangkan nasib rumah tangganya bersama Jenny. Frans tidak sanggup jika harus kehilangan istri kebanggaannya.
Sosok Jenny merupakan wanita yang sangat tepat untuk bersanding dengan Frans. Semua dunia bisnis Frans sudah mengakui itu.
Kecerdasan Jenny dalam dunia bisnis tidak diragukan lagi, bahkan perusahaan Frans semakin mengembangkan banyak produk dan tumbuh cabang cabang baru karena andil Jenny yang selalu ikut serta mensupport bisnis Frans.
Walau Jenny terlihat santai di rumah saja, namun tidak dengan tangannya. Jika ada waktu luang di rumah, Jenny selalu mencoba membuat desain baru. Baik dalam bidang fashion, maupun desain sebuah brand yang sering mendapat apresiasi dari perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Frans.
Jenny wanita muda berbakat dengan tubuh langsing semampai, rambut coklat panjang yang sedikit curly, serta kulit putih langsat yang dimilikinya semakin membuat banyak pria memuji kecantikan Jenny.
Kalau saja Jenny tidak menyandang nama nyonya Wicaksana, sudah dipastikan semua pria rekanan bisnis Frans akan menggaet Jenny.
"Aku tidak ingin bercerai denganmu Jenn." gumam Frans sendirian dibalik kemudi dengan pikiran yang kacau.
Padahal Frans baru saja merasakan kebahagiaan yang selama ini ia nantikan, yaitu memiliki buah hati. Namun, kini dia terancam kehilangan istri sahnya.
Sekitar dua jam perjalanan, Frans sudah sampai di halaman rumah Jenny. Matanya berbinar saat melihat mobil Jenny terparkir di halaman rumah. Itu artinya, Jenny ada di sana.
Langkah Frans terlihat sangat panik, diketuknya pintu rumah mertuanya dengan perasaan yang sangat tak menentu.
Setelah ketukan kedua, pintupun terbuka, menampilkan sosok perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik dalam balutan hijab.
"Assalamualaikum Bu."
Frans menyalami ibu mertuanya dengan begitu sopan. Kemudian ia meraih jemari mertuanya, lalu mencium punggung tangan sang ibu mertua.
"Walaikumsalam Nak Frans."
Batin Linda sudah dapat mengetahui maksud Frans datang ke rumahnya, pasti perihal Jenny.
"Ayo masuk Frans." tawar Linda mengajak menantunya memasuki ruang tamu.
Linda sudah menganggap Frans seperti anak kandungnya sendiri, dan Frans sangat baik terhadap Linda. Segala kebutuhan hidup Linda sudah Frans penuhi.
"Ibu buatkan teh hangat kesukaanmu dulu ya Frans." tawar Linda untuk menantunya.
"Ah tidak usah Bu, jangan repot repot. Frans ke sini cuma mau cari Jenny Bu." sergah Frans.
Awalnya ibu mertuanya akan beranjak ke dapur untuk membuatkan teh manis hangat, namun diurungkan niat Linda setelah menerima penolakkan dari Frans.
"Jenny ada di sini kan Bu?"
Akhirnya, Frans menanyakan maksud kedatangannya ke rumah Linda.
Tatapan Frans terlihat memelas di hadapan mertuanya, Linda pun menganggukkan kepalanya pelan.
"Tolong Bu, Frans ingin bertemu dengan Jenny. Banyak yang harus Frans jelaskan pada Jenny."
Linda menghela nafasnya dalam.
Mengapa semua ini harus terjadi pada putri semata wayangnya?
Frans mau menjelaskan apa lagi?
Semuanya sudah jelas di mata Linda.
Tiga tahun yang lalu Jenny sudah divonis mandul, sekarang Frans sudah berhasil mengkhianati cinta dan kepercayaan putrinya.
Hati ibu mana yang tidak turut merasakan sakit hati anaknya?
"Baiklah Ibu coba bujuk Jenny untuk menemuimu, tapi kalau Jenny tidak mau, Ibu tidak akan memaksanya Frans."
"Kamu tahu sendiri sikap Jenny seperti apa?"
Frans menganggukkan kepalanya pelan, kemudian Linda masuk ke dalam untuk menemui Jenny.
•••
"Suruh dia pulang Bu!" jerit Jenny.
Ucapan Jenny cukup membuat Linda sedikit terkejut.
Baru saja Linda sampai di pintu kamar Jenny, sudah disambut dengan kalimat pedas dari Jenny yang masih memiringkan tubuhnya di atas ranjang, tanpa menatap Linda sedikitpun.
Linda menghela nafasnya dalam, menyaksikan putrinya yang masih terkulai lemas tak bersemangat di atas ranjang, dan masih dalam balutan piama.
"Jenny, seingat Ibu, Ibu tidak pernah mengajarkan Jenny untuk lari dari masalah." ucap Linda setelah berhasil duduk di tepi ranjang dengan mengelus bahu Jenny.
"Ayo temui Frans, selesaikan jika memang kamu ingin menyelesaikan rumah tanggamu. Tapi, Ibu masih berharap pernikahan kalian masih bisa diselamatkan Jenn."
Tidak ada lagi yang harus dipertahankan, apalagi diselamatkan.
Semua kebohongan yang Frans lakukan hanya akan menambah luka lebih dalam lagi. Rasanya cukup sampai di sini saja kebohongan Frans terhadap Jenny.
Jenny bangkit dari ranjang, kemudian sedikit merapikan rambutnya, lalu turun ke lantai bawah untuk menemui Frans.
Walau hatinya enggan untuk bertemu, tapi ucapan Linda cukup masuk ke dalam otak Jenny. Memang benar semuanya harus diselesaikan, walau hati remuk redam Jenny tidak ingin berlama lama dalam pengkhianatan.
Cinta?
Sudahlah jangan bicarakan cinta untuk wanita dengan penyandang mandul.
Laki-laki mana yang siap menerima wanita sepertiku?
Batin Jenny semakin merendahkan dirinya.
Mungkin setelah ini Jenny tidak akan pernah lagi percaya dengan cinta. Tidak akan pernah mau lagi terbuai dengan kalimat kalimat cinta dari mulut pria manapun.
Linda menuntun langkah kaki putrinya yang masih terlihat lemas, namun saat sampai di ruang tamu, Linda memilih berhenti.
Linda melepaskan Jenny sendirian, agar Jenny bisa lebih leluasa membahas masalah rumah tangganya dengan Frans.
Walau Linda berada di ruang tengah, Linda masih bisa mendengar percakapan mereka.
Melihat Jenny yang masih diam berdiri di ruang tamu, Frans segera bangkit dari duduknya, kemudian memeluk wanita yang selama lima tahun ini mendampinginya penuh kesetiaan.
"Jenny jangan pergi lagi, aku mohon." ucap Frans lirih di ceruk leher Jenny.
Sementara Jenny masih terdiam mematung, tidak mempedulikan ucapan Frans, tidak pula membalas pelukan Frans.
"Kita pulang ya." ajak Frans lembut.
Kita siapa?
Kamu dan Alea?
Batin Jenny semakin berkecamuk dengan perhatian Frans.
Perhatian yang hanya dilakukan dengan tujuan menutupi kebohongan yang telah Frans perbuat selama ini.
"Aku mohon Jenn, jangan diamkan aku seperti ini." ucap Frans melepaskan pelukannya.
Pria itu memegang kedua bahu Jenny, lalu memandang Jenny lekat.
Kedua bola mata Jenny justru goyah, tidak mau lagi menatap wajah Frans.
Jenny tidak sanggup lagi menatap wajah pria pengkhianat, karena itu hanya akan membuat batin Jenny semakin sesak.
"Please Jenny, jangan diamkan aku seperti ini. Apapun akan aku lakukan demi kamu sayang."
Mendengar kalimat apapun akan dilakukan Frans, tiba-tiba hati Jenny terlonjak, mungkin ini saatnya bagi Jenny untuk mengakhiri pernikahannya bersama Frans.
"Ceraikan aku Frans." ucap Jenny pelan, namun penuh tekanan.
Degggg!
Jantung Frans seperti tertusuk saat mendengar kata cerai.
Tak pernah Frans bayangkan sebelumnya untuk menceraikan Jenny. Walau kenyataannya Frans sudah menikahi Alea secara sirih, namun jauh di dasar hati Frans tidak ada niatan sama sekali untuk bercerai dengan Jenny.
Kadar cinta antara Jenny dengan Alea berbeda, Jenny tetaplah prioritas utama Frans. Tapi, bukankah yang utama itu lambat laun akan tergantikan dengan yang sifatnya terdesak?
Alea kini sudah memiliki darah daging Frans, tentunya Alea yang akan lebih banyak membutuhkan Frans.
Begitupun dengan waktu yang Frans berikan, pastinya Alea dengan putrinya akan lebih menuntut waktu Frans.
Sementara Jenny memang wanita yang Frans utamakan, tapi di sini Frans hanya mencintai tentang kelebihan yang dimiliki Jenny, tidak dengan kekurangannya, tidak dengan kelemahannya.
Melihat Frans yang masih terdiam mematung, Jenny kembali menyadarkan pria tampan dengan potongan rambut model barbershop.
"Kita sudahi pernikahan ini, ceraikan aku Frans. Aku mohon." pinta Jenny dengan menangkupkan kedua telapak tangannya sambil menatap kedua bola mata Frans lekat.
•••
Tidak ada hal lain yang kuinginkan darimu, selain perpisahan.
Jenny Florencia
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Praised93
terima kasih.
2024-01-06
1
Hesti Ariani
namanya menikah ya hidup bersama.dg kekurangan dan kelebihan pasangan. saling melengkapi
2021-09-18
1
A⃟🍏" Ce"Ntong 😎R⃟⋆🖋🎗
keputusan yg tepat..lbh baik pisah... makan hati...
2020-10-16
1