Part 14 - William Wedding

Seorang wanita cantik mengenakan kemeja putih dengan paduan blazer abu tua, beserta setelan rok abu yang sedikit di atas lutut tengah sibuk menyiapkan segala keperluan pesta pernikahan kliennya.

Tangan gesitnya mulai mensortir pernak-pernik yang dibutuhkan untuk pesta pengantin, ia melakukan pengecekan dengan membandingkan register barang yang dia pegang di tangannya, memastikan agar semua barang yang dibutuhkan tidak ada yang tertinggal.

Jenny kini bekerja di salah satu kantor wedding organizer milik paman Bella yang bernama William.

Awalnya, Jenny tidak ingin bekerja di kantor William dengan alasan trauma akan pernikahan. Jenny tak kuasa jika setiap hari harus bergelut dengan perihal pesta pernikahan, akan tetapi Jenny sudah tidak memiliki pilihan lain selain bekerja di kantor William.

Kesempatannya untuk bekerja di kantor A&J harus dia lupakan dalam waktu sekejap mata, setelah Jenny mengetahui siapa pemilik perusahaan tersebut.

Jenny juga harus ingat bahwa hidupnya harus tetap berlanjut, tidak mau terus-terusan berdiam diri menjadi wanita yang tidak berguna.

Alasan itulah yang membuat Jenny harus mau menerima tawaran Bella untuk bekerja di kantor William. Walau Jenny harus susah payah menepiskan semua rasa traumanya akan pernikahan, namun tetap akan Jenny hadapi semua rasa sakit itu.

"Pagi Jenny." sapa William yang baru saja tiba di kantor wedding organizer.

Tujuan William datang ke kantor hanya untuk mengecek beberapa laporan keuangan, dan meninjau perkembangan usahanya.

William masih memiliki beberapa usaha lain yang sama pentingnya, sehingga William tidak setiap hari datang ke kantor William Wedding.

"Pagi Pak William." sahut Jenny.

Senyuman indahpun merekah dari bibir tipis Jenny yang menggunakan sapuan lipstik warna merah kecoklatan.

"Apa ini desain untuk dekorasi pesta pernikahan bulan depan Jenn?" tanya William sambil menarik secarik kertas yang berisi sketsa tema pesta pernikahan yang bernuansa putih di setiap background.

Ada hiasan bunga bunga yang sengaja Jenny pilih dengan memainkan nuansa putih, terdiri dari bunga mawar putih dan melati yang menjadi pilihan kliennya.

Mawar putih dan melati seperti tidak asing bagi Jenny, seolah mengingatkan pada pesta pernikahannya dulu bersama Frans.

"Iya Pak itu sketsanya. Saya sudah mendapat persetujuan dari pihak klien untuk menggunakan sketsa ini kedalam tema pesta."

William sempat terkesiap dengan kemampuan desain yang Jenny miliki, batinnya sempat memuji kreativitas Jenny.

Ternyata bukan hanya paras cantik saja yang kamu miliki Jenn, kecerdasan desainmu juga luar biasa.

William terpesona dengan kemampuan desain yang Jenny miliki.

Ternyata bukan hanya paras ayu saja yang dimiliki oleh Jenny, tapi juga soal skill desain Jenny yang membuat William semakin mengagumi wanita di hadapannya.

Sejak awal melihat Jenny, hati William sudah memuji kecantikannya. Perasaan William terhadap Jenny sudah diketahui oleh keponakannya, Bella.

Entah kenapa sinyal Bella begitu kuat menangkap gelagat William yang mulai tertarik dengan Jenny.

Padahal, paman Bella yang satu ini sulit untuk jatuh cinta. Itulah yang menyebabkan William masih saja hidup sendiri di usianya yang menginjak ke tiga puluh dua tahun.

"Oke Jenn, semangat ya."

Setelah mengatakan itu, William berlalu dari meja Jenny, melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja yang berada di lantai dua.

William selalu berusaha memberikan dukungan pada Jenny, dia turut prihatin atas apa yang menimpa rumah tangga Jenny bersama mantan suaminya.

Menurut William, karyawan barunya itu merupakan sosok wanita tegar dalam menghadapi ujian hidup. Terlihat dari gaya bekerja Jenny yang sering pulang terlambat, hanya demi mengalihkan perhatian Jenny atas kesedihan yang menjadi beban hidupnya.

Biarlah Jenny lupa akan masa lalunya.

Biarlah Jenny tenggelam dalam aktivitasnya.

Karena, berdiam diri di rumah Bella hanya akan mengingatkan memori tentang hidupnya bersama Frans di masa lalu.

•••

Akibat terlalu sibuk mengurusi semua kebutuhan pesta pernikahan beberapa klien, membuat Jenny lupa waktu. Jenny lupa kalau jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, harusnya Jenny sudah pulang dari tadi, karena jam kerja di kantor William hanya sampai pukul lima sore.

Jenny tidak akan pulang tepat waktu jika masih ada yang harus diselesaikan. Walaupun suasana kantor sudah sepi, Jenny tetap melanjutkan pekerjaannya.

Posisi Jenny yang ditunjuk sebagai kordinator staff, membuat Jenny lupa untuk pulang tepat waktu setiap harinya. Dia selalu berusaha memastikan semua pekerjaanya terhandle sesuai target.

"Alhamdulillah sudah beres." gumam Jenny setelah membereskan semua barang barang di atas meja.

Jemari Jenny bersiap mematikan monitor. Baru saja Jenny meraih tas kerja, tiba-tiba ada yang terasa aneh dari perut Jenny.

Jenny merasakan mual tak terkira, kepalanya terasa pusing, pandangannya seperti gelap. Sekuat tenaga Jenny mencoba mengumpulkan kekuatan untuk segera berlari ke toilet yang berada tidak jauh dari meja kerjanya.

Jenny tak kuasa menahan mual, sampai akhirnya Jenny menumpahkan isi perutnya kembali di toilet.

Wajah Jenny terlihat sangat pucat, tubuhnya terkulai lemas di sana. Jenny berpegangan wastafel, menahan tubuh rampingnya agar tidak jatuh bebas di lantai kamar mandi.

Setidaknya, setelah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke dalam perut membuat Jenny merasa sedikit lebih baik.

Jenny masih dalam kondisi lemah, nafasnya tersengal, mencoba mengumpulkan semua kekuatan. Walau tubuh Jenny masih lunglai, sebisa mungkin Jenny paksakan agar dia bisa pulang ke rumah Bella, ia berharap kondisinya akan lebih baik.

•••

Klik like ya guys 😉

Terpopuler

Comments

Malik Al-Yazid

Malik Al-Yazid

yg mandul si frans

2021-12-13

1

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

kalau benar hamil,,koq bisa dibilang mandul diawal cerita...apa dokternya salah diagnosa

2020-10-15

2

Jac_Aline

Jac_Aline

jangan2 hamil?

2020-10-10

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!