Part 8 - One night stand

Aku sudah tak sadarkan diri, tapi aku merasakan ada sosok pria yang membawa tubuhku masuk ke dalam mobil. Aku yakin pria itu juga sama mabuknya denganku. Apalagi dia lebih banyak menghabiskan botol wine di depan meja bartender tadi.

Entah aku dibawa kemana olehnya?

Yang jelas kini aku memasuki sebuah apartemen mewah, bahkan lebih mewah dari kelas apartemen yang Frans miliki.

Pria itu nampak gagah. Harus kuakui wajahnya cukup tampan, bahkan lebih tampan dari mantan suamiku. Dia menyeretku ke dalam kamar, lalu memelukku erat, bahkan sangat erat seperti takut kehilangan.

Aku bisa merasakan deru nafasnya berhembus di bahuku. Aku yang tak sadarkan diri dengan mudahnya menikmati sentuhan pria tersebut. Sentuhan dan perlakuan yang sama seperti Frans berikan padaku sebelum kami berpisah.

Setelah memeluk, dia mulai menyentuh bibirku. Mencium bibirku sesaat, hingga ciuman itu berubah menjadi ciuman panas yang sulit aku lepaskan.

Bodohnya aku dengan mudahnya terbawa suasana panas yang dia berikan, tingkat kesadaranku saat itu mungkin hanya beberapa persen saja. Ditambah lagi tubuhku yang merindukan sentuhan pria, membuatku tanpa sadar menikmati setiap sentuhan pria tersebut, tapi bukan berarti aku bebas bermain dengan pria manapun.

Kejadian ini terjadi secara manusiawi, sulit bagiku untuk menolaknya, karena kita sama sama dikuasai oleh nafsu masing-masing.

Terlebih lagi rupa wajahnya yang cukup rupawan, membuatku semakin terbuai olehnya. Dia membawaku melayang menembus kenikmatan, seperti melupakan semua masalah yang kami miliki.

Pria itu melepaskan dress warna hijau tua yang aku pakai, lalu melemparkan bajuku ke sembarang tempat. Kamipun beradu dalam peluh kenikmatan.

Biarlah semuanya terjadi, biarlah semuanya terlewati, karena tubuhku juga menginginkannya. Apalagi aku hanya wanita mandul, tidak akan mungkin setelah ini aku hamil karena perbuatan pria yang tidak aku kenal.

Ahhhhhhh

Sungguh otakku seperti hilang kendali. Apalagi tubuh pria itu sangat sangat sexy. Ada tato yang menghias dari bagian pundak sampai ke lengan kanannya, itu semakin menambah gairahku di malam itu.

Harus aku akui permainan pria ini sangat berbeda dari yang Frans berikan padaku. Dia lebih lembut mengatur ritme aktivitas bercintanya, membuatku semakin terbuai untuk membiarkan tubuhnya terus berlama-lama dengan tubuhku.

Pria itu menjelajahi tubuhku. Mulai dari dahi sampai ke titik sensitifku, membuatku menggelinjang penuh kenikmatan.

Wajahnya terlihat samar. Mungkin efek lampu di apartemen yang meredup, juga efek alkohol yang sudah meracuni kami berdua.

Sudah sekitar dua jam kami bergelut dengan peluh, merasakan kenikmatan yang sangat berbeda, yang belum pernah aku dapatkan dari suamiku dulu.

Aktivitas ranjang yang seperti ini membuatku gila, diperlakukan selembut ini membuatku ingin lagi dan lagi, sampai dua jam tak terasa.

Kamipun akhirnya merasakan ujung kenikmatan yang tiada tara, tak lama kemudian kami menemukan titik klimaks masing-masing. Nafas kami tersengal, cucuran keringat sudah luruh dari tubuh kami.

Aku mencoba mengatur nafasku, agar oksigen lebih banyak masuk ke dalam tubuhku yang sudah terasa lemas.

Dia memelukku erat, lalu memanggilku dengan nama wanita yang aku sendiri tidak mengenal nama tersebut.

"Jangan tinggalkan aku lagi Claudia."

Setelah mengatakan itu, pria itu terbaring lemah dengan mata terpejam tak sadarkan diri. Memeluk tubuhku yang masih tak berbalut sehelai benangpun, hanya selimut yang aku gunakan untuk menutup tubuhku setelah aktivitas panas kami.

Akhirnya mata kami terpejam, merasakan lelah yang tak terkira akibat aktivitas panas yang berlangsung selama dua jam lamanya.

Nafas pria itu sudah berhembus teratur sambil mendekap tubuhku penuh posesif, seperti takut kehilangan, seperti takut aku meninggalkannya.

Kesadaranku mulai kembali, tapi mataku tak kuasa untuk menatap pria di sampingku. Padahal aku ingin sekali melihat wajahnya dengan jelas, tapi rasa lelah yang mendera sulit aku tepiskan hingga aku terbawa oleh alam mimpi.

•••

Sekitar pukul empat pagi akhirnya aku baru terbangun dan sadarkan diri. Masih dengan kondisi tubuh yang tanpa sehelai benang.

Pelan pelan aku lepaskan pelukan pria yang semalam telah bercinta denganku, agar dia tidak terbangun.

Aku segera berbalik posisi agar bisa berhadapan dengannya. Aku bisa melihat dan mengingat wajahnya dengan jelas, karena semalam tingkat kesadaranku sulit untuk mengingat wajahnya.

Ternyata itu memang benar benar bukan Frans, tapi entah kenapa semalam otakku tidak mampu bekerja dengan baik?

Seakan aku dan Frans masih dalam hubungan suami istri seperti dulu.

Apa karena aku yang terlalu depresi pasca bercerai?

Atau aku yang masih mencintai Frans?

Entahlah aku tak mengerti.

Tuhan...

Belum juga masa idahku habis, tapi dengan bodoh dan cerobohnya aku bercinta dengan pria lain.

Tak habis habisnya aku merutuki diriku sendiri, tapi tunggu dulu kenapa pria ini semalam memanggilku Claudia?

Apa dia juga merasakan depresi yang sama?

Merasakan kehilangan seseorang yang sama sama kita cintai.

Ingin sekali aku segera beranjak dari tempat tidur dan segera meninggalkannya, tapi biarlah aku menikmati raut wajah tampannya dulu yang cukup menenangkan.

Entah harus bersyukur atau bahagia, karena aku bisa bercinta dengan pria tampan seperti ini.

Jika aku gambarkan wajahnya, tentunya semua kalangan wanita akan menjerit histeris karena ketampanannya.

Alisnya tebal berwarna hitam, namun masih dalam garis yang teratur. Hidungnya mancung seperti pahatan patung dewa yunani, bibirnya tipis merah bersemu coklat, mungkin akibat terlalu banyak zat nikotin yang dihisapnya.

Matanya, aku tak mampu menggambarkan dengan jelas. Karena, dia masih terpejam dengan nafas yang teratur.

Melihat lengan kekar berhias tato dari bahu sampai ke lengan bagian atas, membuatku ingin bergelayut manja di sana. Tapi, itu tidak mungkin aku lakukan. Karena, pilihan yang paling tepat saat ini adalah pergi dari apartemen mewahnya.

Aku tidak ingin dia mengenaliku setelah kesadarannya kembali, lalu aku segera turun dari ranjang dengan langkah yang mengendap-endap agar tidak mengusik tidurnya.

Segera aku pakai bajuku yang berserakan di lantai akibat aksi panas kami semalam.

Setelah rapi mengenakan pakaian, kulihat ponselku dari dalam tas, ternyata banyak panggilan masuk dan beberapa chat whatsapp dari Bella.

...[Bella]...

Gue udah sampe rumah. Nungguin lo jemput kelamaan

Lo dimana?

11.30 pm

Sial! Pantas saja semalam aku cari Bella gak ketemu, ternyata dia sudah pulang lebih dulu, dan ironisnya aku harus terjebak dalam one night stand.

Aku segera berlari menuju kamar mandi untuk cuci muka, agar wajahku nampak lebih segar. Kemudian secepat mungkin aku keluar dari apartemen yang tak ingin aku ingat lagi seumur hidupku.

Anggap saja kejadian semalam adalah mimpi buruk yang mengharuskan aku untuk segera bangun serta kembali ke dunia nyata, tepatnya kembali ke rumah Bella untuk melanjutkan kembali tujuanku datang ke Jakarta.

•••

Like and comment yah 😉

Terpopuler

Comments

Mariani Sitepu

Mariani Sitepu

Waduh jenny kok terhebat dgn itu sih

2020-04-20

1

Marlina Yulita

Marlina Yulita

jeni jeni 😙😙😙😙

2020-04-14

1

syafa

syafa

suka thor krn dg begini reader ngerasa low jeny udah move on

2020-04-12

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!