NovelToon NovelToon
Cinta Pangeran Tampan

Cinta Pangeran Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Angelina

"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.

"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.


"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.


"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.


"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus

"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.


"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.

"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.




Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.

Selamat Membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dodi Pamit Pergi

Dodi mengendarai mobilnya dan pergi meninggalkan apartement Christin.

Diperjalanan bella tidak bisa fokus, dia selalu saja melirik dodi di sebelahnya yang tetap fokus mengendarai mobil. Dia bosan hanya diam dari tadi dan dengan memberanikan diri bella pun membuka mulutnya.

“Seketaris dodi, kita mau kemana ? apa tujuannya masih lama ?” tanya bella basa-basi.

“hmm, sebentar lagi sudah sampai kok” jawab dodi tetap fokus pada kemudinya.

Bella hanya diam mendengar jawaban seketaris dodi. Dan mengarahkan pandangann nya ke kaca mobil, menyaksikan keindahan kota itu dengan matanya.

“Sudah sampai, ayo turun.” Ucap dodi.

Bella menggangguk dan segera turun dari mobil mendekati dodi.

“Wahh, indah sekali tempatnya. Sejuk” ucap bella.

Dodi menoleh pada bella dan tersenyum.

“ayo kita duduk disana” ucap dodi menunjuk salah satu tempat duduk di taman itu.

Bella pun mengikuti dodi dari belakang.

Hmmm, kok diajak ketempat ini sih ? aku yakin dia juga pasti menyukaiku. Hehe

Batin bella.

“Apa kau sudah siap menjadi seketaris tuan brayen ?” tanya dodi setelah mereka duduk di bawah pohon, sehingga udara di tempat itu membuat hati tenang.

“Pasti. Aku sudah tidak sabar melihat tuan brayen. Oh iya, kemarin aku lupa menanyakan tuan brayen padamu.” Jawab bella menoleh pada dodi di seblahnya.

“kemarin tuan brayen sedang istirahat, maka nya aku tidak mengajaknya menemuimu.” Balas dodi

“Lalu kenapa kau mengajakku menemuimu ?” tanya bella

“Aku akan pargi merawat ibuku di luar negeri hari inni. Jadi aku ingin memastikan kau siap bekerja keras disana.” Jelas dodi

“tuan brayen juga sangat baik, aku yakin kau suka bekerja di sana.” Sambungnya lagi.

“Jadi kau langsung pergi merawat ibu mu ya ?” jawab bella putus asa.

“Mmm, makanya aku mencari penggantiku untuk tuan brayen. Aku harap kau bisa bekerja dengan baik disana. Aku percayakan semua kekuasaan ku kepadamu” balas dodi

“aku akan melaksanakan kewajibanku sebagai seketaris disana” ucap bella lagi.

Setelah menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan bell disana dodi mengajakknya pulang. Karena dia juga harus mengemasi barang-barangnya juga.

Bella pulang dengan putus asa, dia mengira akan di ajak kencan dengan seketaris dodi. Tapi ternyata dodi hanya menjelaskan kewajibannya di perusahaan brayen.

Setidaknya dia menyanyai tentang ku kek, aku sudah senang diajak ketaman tadi. Malah dia membuatku kesal sendiri. Huh. Batin bella

“semoga kau bekeja dengan baik. Jangan lupa pesanku tadi” ucap brayen saat bella hendak keluar dari mobil dodi.

“Baik , kau juga hati-hati. aku masuk dulu” jawab bella mengembangkan senyum di bibirnya.

Dodi menatap bella keluar dari mobilnya, dan tersenyum mendengar jawaban dari gadis itu.

Tuan brayen pasti senang punya seketaris cantik seperti dia. Batin brayen lalu pergi meninggalkan apartemen itu.

“Bagaimana kencan pertamamu ? kalian kemana saja ? kok cepat banget sih pulangnya” ucap christin bertanya pada bella yang duduk di sofa sebelahnya.

“Dia mengajakku ketaman tadi” jawab bella

“dan kau tahu apa yang dia bicarakan ?”

sambungnya lagi.

“Apa..apa ? tanya christin penasaran.

“Dia menjelasakan pekerjaanku nanti disana.” Jawab bella cemberut.

“Buahahha. Jadi hanya itu dia mengajakmu keluar?” tanya christin tertawa

Bella hanya diam dan tetap memasang wajah cemberut.

Sudah kuduga kau pasti menertawakanku. Padahal aku semangat sekali tadi. Batin bella

“cup..cup.. jangan sedih gadis cantikku” ucap bella mengacak-acak rambut bella

“dia juga bakalan pergi hari ini keluar negeri” ucap bella sedih

“Apa lo suka sama dia ?” tanya christin memastikan dugaannya

“Lumayan. Dia memiliki wajah tampan dan dia juga baik banget.” Jawab bella tersenyum

Ternyata dugaanku tidak salah. Bella memang menyukainya. Batin christin

Tiba-tiba mereka terkejut mendengar bel berbunyi. Christin menatap bella yang masih menyenderkan kepalanya di sofa dan memajamkan matanya.

Christin berjalan kepintu dan mengintip siapa yang datang. Lalu dia berlari kecil mendekati bella menggoyang-goyangkan pundak sahabatnya itu.

“ihhh, gue masih sadar nggak usah goyang-goyangin pundak gue gitu, sakit” ucap bella kesal

“Rafael.” Ucap christin berbisik

“ya terus kenapa ? biasanya juga lo langsung nyambar sendii.” Ucap bella lagi.

“sana bukain, bilang kalo gue nggak ada.” Bisik christin lagi

“nggak mau ah. Males gue liat muka rese nya” jawab bella enggan

“please bell, kali ini aja lo bantuin gue” ucap christin memohon

Bella menatap christin kesal, lalu berjalan menuju pintu itu.

“Apa ?” tanya bella tidak suka

“gue mau ketemu christin. Mana dia ?” tanya rafael

“nggak ada, dia pergi dari tadi pagi. Ngga tau mau kemana.” Jawab bella lagi

“lo jangan bohongin gue ya, mobilnya aja masih ada.” Balas rafael kesal

“tadi dia di jemput. Nggak tau siapa. Gue nggak nanya juga.” Ucap bella lagi

“gue mau cek sendiri. Minggir lo” ucap rafael mendorong tubuh bella

“ehhh.. ngapain sih lo masuk-masuk aja ? gue cuman sendirian disini. Ntar kalo christin ngeliat lo disini dia bisa salah paham.” Ucap bella menahan rafael masuk

“lo benar-benar nyebelin.” Balas rafael mengepalkan tangannya.

“ya suka-suka gue. Lagian lo kan pacarnya, masa nggak tahu dia kemana? Aneh” ujar bella angkuh.

“Yaudah ah, gue mau tidur lagi. Ganggu aja.” Ucap bella menutup pintu.

Rafael menghempaskan nafasnya kasar.

“ Bisa-bisanya cewek rese itu ngomong begitu “ dengus rafael kesal

Bella mendengar kalimat rafael itu tersenyum menang, dan langsung mencari christin yang sembunyi dari tadi.

Mampus lo. Kena tipu gue hahah. Batinnya bersorak

“Gimana ? “ ucap christin yang keluar dari kamar.

“beres. Udah gue suruh pergi.” Jawab bella tersenyum

“tadi lo ngomong apa ke dia ?” tanya christin masih penasaran

Bella menceritakan percakapannya dengan rafael di pintu tadi sambil tersenyum penuh kemenangan.

“haha.. lo memang bermanfaat juga ya.” Ucap christin memeluk sahabatnya itu.

“siapa dulu.” Ucap bella sombong

Christin mengambil ponselnya dan melihat spam chat dari rafael.

“**sayang, kamu dimana ? tadi aku udah ke apartemen kamu malah ketemu cewe rese itu. Katanya kamu lagi pergi ya ? sama siapa yang ? tumben ga ngabarin aku.”

“yang, kamu masih marah ya sama aku ?”

“ aku minta maaf yang, aku benar-benar menyesal. Maafin aku ya.”

“yang**”

Christin hanya tersenyum sinis melihat spam chat dari kekasihnya itu, lalu melemparkan ponselnya di sofa.

Rasaiin tuh, itu juga belum seberapa dari hukuman mu. Batin christin kesal

Brayen melirik jam tanggannya yang sudah menunjukkan pukul 16.00. lalu langsung mengambil jaket dan ponselnya lalu turun ke parkiran.

“Selamat sore tuan, ada yang bisa saya bantu ?” tanya supir pribadi di rumah itu

“hm, tolong antar kan aku ke apartemen dodi pak bim.” Ucap brayen kepada pak bimo

“baik tuan, mari saya antar” ucap pak bimo membuka pintu mobil untu tuannya, lalu masuk kedalam mobil dan langsung meninggalkan rumah itu.

Tumben sekali tuan muda tidak di jemput seketaris dodi, apa seketaris dodi sedang sakit atau bagaimana. Biasanya tuan selalu pergi dengannya. Batin pak bimo saat menemudi mobil.

Sesampainya di apartemen dodi, brayen dan pak bimo langsung masuk kedalam. Dodi terkejut saat bel apartemennya berbunyi dan langsung membukakan pintu.

“Oh, tuan brayen ? maaf tuan, saya sudah merepotkan anda.” Ucap dodi tersenyum ramah melihat tuannya itu.

“ayo segera turun, biar pak bimo yang membawa barang-barangmu.” Ucap brayen menatap dodi

“baik tuan, maaf pak sudah merepotkan.” Ujar dodi kepada pak bimo.

“tidak apa-apa kok ,lagian ini sudah tugas saya.” Jawab pak bimo dan langsung masuk kedalam mengambil barang-barang yang akan dibawa dodi.

Wah.. tuan dodi mau pergi toh ? kemana dia ? kok tuan brayen tidak ikut ? mana bawa barang-barang sebanyak ini lagi.

Batin pak bimo saat memasukkan barang-barang dodi kedalam bagasi.

“Bagaimana keadaan ibumu sekarang?” tanya brayen memecahkan keheningan didalam mobil itu.

“Masih sama seperti biasanya tuan, dia masih belum bisa berjalan tanpa bantuan.” Jawab dodi

Oohh, jadi ibu tuan dodi sakit ? kasian sekali tuan dodi harus meninggalkan pekerjaannya. Semoga ibu tuan cepat sembuh ya.

Batin pak bimo tetap fokus mengemudi.

Sesampainya di bandara, pak bimo mengeluarkan semua barang-barang dodi. Dan meletakkannya di troli.

“Semoga selamat sampai tujuan, sampaikan salam ku pada ibu mu. Semoga cepat sembuh.” Ucap brayen saat berjabat tangan dengan dodi.

Dodi tak kuasa menahan air matanya dan langsung memeluk tuannya itu.

“terimakasih tuan. Saya akan selalu mengingat kebaikan anda.” Ucap dodi

“tadi aku sudah mentransfer sedikit ke rekeningmu, dan kau jangan sungkan meminta bantuan ku jika kau butuh apa-apa” ucap brayen menepuk-nepuk pundak dodi.

“Baik tuan. Sekali lagi terimakasih. Saya pergi dulu.” Jawab dodi melepaskan pelukannya.

“Hati-hatilah” ucap brayen melambaikan tangannya

“Hati-hati tuan” ucap pk bimo menyerahkan troli yng ditangannya kepada dodi.

“Terimakasih pak. Mari” jawab dodi . kemudian pergi meninggalkan tuan brayen dan pak bimo.

Brayen dan pak Bimo pergi meninggalkan bandara. di perjalanan Brayen merasa sedih ditinggal kan seketarisnya. dia akan bekerja tanpa di dampingi oleh seketarisnya yang sangat baik itu dan akan bekerja dengan Seketaris perempuan. baru kali ini dia punya seketaris perempuan.

Semoga ibu mu cepat sembuh dan kau lekas kembali dod. batin Brayen sedih

1
Rika Yunus
seru
Elisabeth Gening
Kevin cemburu buta ya
Elisabeth Gening
ceritanya bagus ya, saya suka membaca
Elisabeth Gening
salut pada vino yg mengangkat Rivael jadi keluarga nya
key
Ceritanya bagus banget. alurnya tidak bertele-tele tapi mudah dicerna.
Nenk Manieez
kasian kevin thor
Nenk Manieez
kevin payah,gk gercep
Nenk Manieez
mengandung bawang
Nenk Manieez
aq rasa papa angkat rafael yg udh ngerelain kakinya bwt rafael
Nenk Manieez
dodi nikah sama siapa thor???
Nenk Manieez
suka visual vino,cool abiiis
Nenk Manieez
ada apa ni kok si vino peduli amat y?
Nenk Manieez
malang sekali nasibmu rafael
Nenk Manieez
ternyata rafael semenyedihkn itu thor😭😭
Ros Konggoasa
aseee lanjut
Lisabrginting
yg 1blm kelar,ini juga mutar2 cerita kevin. aduh..maaf ya thor.cerita nya emang keren.tp berbelit2,kelamaan. pusing.🙏🙏
Susetiyanti RoroSuli
bagud
Syifaa Prasetya
ko gantengan vino dr pd brayen
Syifaa Prasetya
belum ketahuan arahnya kemana
Susetiyanti RoroSuli
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!