NovelToon NovelToon
Istri SAH Yang Disia-siakan

Istri SAH Yang Disia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irmayani Mursid

Aku bertahan di rumah ini karena aku mencintaimu, Ardi. Tapi mulai malam ini, demi harga diriku, jangan harap aku akan diam saja saat keluargamu menginjak-injakku lagi."

​Selama lima tahun, Sarah adalah menantu yang tak dianggap. Dia penurut, pendiam, dan selalu mengalah. Namun, ketika cinta dibalas dengan pengkhianatan ego, Sarah memutuskan untuk melawan. Ini bukan cerita tentang istri lemah yang menangis meratapi nasib, melainkan kisah Sarah yang mulai menuntut balik harga dirinya di dalam rumah tangga yang penuh tekanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmayani Mursid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Makan siang dan sinyal-sinyal Rahasia

​Restoran Melati siang itu terasa begitu lengang, hanya menyisakan alunan musik instrumental gamelan yang mengalun lambat, menambah kesan sunyi dan menyayat hati di antara pilar-pilar kayu jati. Di salah satu sudut yang agak tersembunyi oleh rimbunnya tanaman hias, Ardi duduk dengan bahu merosot. Laki-laki itu terlihat sangat rapuh, jauh dari sosok suami tegas yang biasanya penuh gengsi di depan Sarah.

​Di hadapan Ardi, duduk Tyas. Sekretaris pribadinya itu tampil manis dengan blus satin tanpa lengan. Tatapan matanya begitu teduh, memancarkan perhatian yang sangat intens seolah seluruh dunianya siang itu hanya berpusat pada laki-laki di depannya.

​"Mas Ardi... kalau di luar kantor, panggil aku Tyas saja ya. Jangan terlalu tegang begitu," ucap Tyas, suaranya teramat lembut, mengalir bagai gerimis di tengah gersangnya hati Ardi yang sedang dihantam banyak masalah.

​Tyas menggeser cangkir kopi hangat ke dekat Ardi, lalu dengan berani meletakkan jemarinya di atas punggung tangan Ardi—mengusapnya pelan dengan gerakan menenangkan.

​Ardi tidak menarik tangannya. Dia justru membiarkan jemari Tyas mengusap kulitnya, seolah-olah sentuhan itu adalah satu-satunya penawar rasa lelah yang dia miliki saat ini.

​"Aku pusing sekali, Tyas," bisik Ardi, suaranya serak dan terdengar sangat putus asa. "Di kantor, bank menolak semua pengajuanku. Di rumah... rasanya seperti neraka. Sarah benar-benar berubah sekarang. Dia tidak peduli lagi padaku, dia bahkan tega melihat ibuku ketakutan setengah mati semalam karena debt collector. Di mana Sarah yang dulu selalu tersenyum menyambutku pulang? Di mana wanita penurut yang dulu berjanji akan selalu ada di sampingku?"

​Tyas menatap Ardi dengan pandangan mata yang berkaca-kaca, penuh simpati yang sangat dalam. "Mungkin... Mbak Sarah tidak pernah tahu rasanya berjuang dari bawah seperti Mas Ardi. Dia terlalu egois untuk mengerti beban di pundakmu. Kalau aku jadi Mbak Sarah, Mas... aku tidak akan pernah membiarkan laki-laki sehebat kamu memikul beban ini sendirian. Aku akan selalu ada di sini, menemani setiap langkahmu."

​Mendengar itu, ada binar kehangatan yang muncul di mata Ardi. Sinyal kedekatan di antara mereka yang selama beberapa minggu ini hanya berupa getaran halus, kini mendadak terasa begitu nyata dan mendalam. Ardi menatap Tyas dengan tatapan yang dipenuhi rasa nyaman yang fatal.

​Sementara itu, tepat di balik sekat anyaman bambu yang hanya berjarak beberapa senti dari punggung Ardi, Sarah duduk mematung.

​Gelas teh kamomil hangat yang ada di genggamannya perlahan bergetar. Setiap kata, setiap keluh kesah, dan setiap usapan tangan yang dilakukan suaminya pada wanita lain terdengar sangat jelas di telinganya. Dada Sarah mendadak terasa begitu sesak, seolah semua pasokan oksigen di ruangan itu habis seketika.

​Rasa sakit itu datang tanpa suara, menusuk ulu hatinya dengan sangat kejam hingga membuatnya kesulitan bernapas. Air mata yang sejak tadi dia tahan mati-matian, akhirnya luruh tanpa bisa dicegah, membasahi pipinya yang pucat.

​Lima tahun pernikahan mereka...

​Di dalam keheningan di balik sekat itu, memori lima tahun lalu mendadak berputar di kepala Sarah bagai rol film tua. Dia ingat bagaimana Ardi dulu berlutut di depan makam ayahnya, berjanji dengan suara bergetar bahwa dia akan selalu melindungi Sarah dan menjadikannya wanita paling bahagia. Dia ingat bagaimana dia rela melepaskan semua kemewahan demi hidup sederhana bersama Ardi di awal pernikahan mereka.

​Bahkan, demi rasa cintanya pada Ardi, Sarah rela menahan setiap makian, sindiran, dan perlakuan semena-mena dari Ibu Widya dan Rika selama bertahun-tahun tanpa pernah mengadu pada siapa pun. Dia bertahan karena dia percaya, suatu hari nanti Ardi akan melihat pengorbanannya.

​Namun siang ini, di restoran sunyi ini, semua keyakinan itu runtuh berkeping-keping. Laki-laki yang dia bela mati-matian di depan keluarganya sendiri, kini justru sedang menggenggam tangan wanita lain, mengeluhkan kekurangannya, dan mencari kenyamanan dari belaian hangat perempuan yang baru beberapa bulan dikenalnya.

​Sarah menggigit bibir bawahnya erat-erat, menahan suara isak tangisnya agar tidak lolos dan merusak suasana intim di meja sebelah. Dadanya naik turun, menahan perih yang teramat sangat. Air matanya terus mengalir deras, membasahi wajahnya yang kini terasa dingin.

​Dia ingin sekali berdiri, melabrak mereka berdua, dan menampar wajah Ardi sekencang-kencangnya. Namun, egonya melarang. Untuk apa? Menunjukkan dirinya hanya akan membuat dia terlihat seperti istri yang menyedihkan dan cemburu di depan selingkuhan suaminya. Ardi bahkan mungkin akan kembali menuduhnya kekanak-kanakan dan egois.

​Cinta ini... ternyata sudah benar-benar mati, bisik Sarah dalam hati, merasakan kekosongan yang teramat sangat di dalam dadanya. Rasa sakit yang luar biasa itu perlahan berubah menjadi dingin yang membeku.

​Dengan gerakan yang sangat pelan dan tanpa suara, Sarah meletakkan beberapa lembar uang di atas meja untuk membayar teh kamomil yang bahkan belum sempat dia cicipi. Dia mengambil tasnya, lalu bangkit berdiri dengan sangat hati-hati.

​Sambil terus menundukkan kepala dan menghapus air matanya, Sarah melangkah pergi menyusuri lorong restoran, melewati tanaman hias, dan keluar menuju area parkir tanpa pernah menoleh ke belakang lagi. Dia pergi dengan sunyi, meninggalkan suaminya yang masih asyik tenggelam dalam buaian kata-kata manis Tyas.

​Begitu masuk ke dalam mobilnya, pertahanan Sarah runtuh sepenuhnya. Dia mencengkeram kemudi dengan erat, menyandarkan kepalanya di sana, dan menangis sejadi-jadinya di dalam keheningan kabin mobil yang dingin. Isak tangisnya terdengar begitu pilu, meratapi lima tahun kebersamaan mereka yang kini berakhir dengan pengkhianatan yang paling menjijikkan.

​Setelah beberapa menit meluapkan seluruh rasa hancurnya, Sarah perlahan menegakkan tubuhnya. Dia menghapus sisa air matanya dengan tisu, menatap pantulan dirinya di spion tengah. Matanya merah dan sembap, namun binar terluka di sana perlahan meredup, digantikan oleh tatapan dingin yang tajam dan tak tergoyahkan.

​Cukup sudah. Waktu untuk mengalah dan menangis demi Ardi sudah habis hari ini.

​Sarah mengambil ponselnya dengan tangan yang kini sudah kembali stabil. Dia mengetik satu pesan singkat untuk sekretaris pribadinya di Mega Group.

​“Kirimkan dokumen perceraian ke alamat kantorku besok pagi. Dan... pastikan semua akses keuangan, tender, dan proyek Ardi di Jakarta hancur tanpa sisa mulai detik ini. Aku tidak ingin melihat perusahaannya bertahan satu minggu lagi.”

1
stela aza
lanjut thor lagi nanggung tau bacanya 🤭
aku
lah dalaaaaahhh semaput dia 😂😂
Alodiee: Kebayang gak kalau kamu yang di posisi dia? Pasti ikut semaput juga kan? 😂
total 1 replies
stela aza
mantap kali kau dapat kejutan bertubi-tubi,,, untung g jantungan trs kena stroke 🤭
Alodiee: Wkwkwk bener banget! Makasih ya udah setia ngikutin petualangan mereka sampai bab ini. ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor dikit bgt up-nya
Alodiee
wkwkwk sabar yahh Kak..Komentar kakak bener-bener bikin aku makin semangat buat lanjut nulis bab berikutnya. Ditunggu kelanjutannya ya!" 🥰
stela aza
lanjut thor up-nya double y
stela aza
aduh Thor ceritamu bikin gregetan udh g sabar pingin liat s kutukupret Ardi jantungngan 🤭🙏
Alodiee: Sama dong! Rahasia plot ke depan bakal bikin si kutukupret makin pusing. Stay tuned ya! ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor
stela aza
keren bgt istrinya ❤️❤️❤️
Alodiee
Kalau suka dengan ketegasan istri sah kita, jangan lupa klik bintangnya ya! Sampai jumpa di bab besok!"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!