NovelToon NovelToon
Stains Of The Past

Stains Of The Past

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Romansa-Tata susila / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:99.1k
Nilai: 5
Nama Author: snjan

Adelia Putri seorang wanita berusia 31 tahun dengan segala kemelut hidup yang ia hadapi karena tragedi di masa lalu. Adelia Putri menjadi sosok ibu tunggal untuk putranya yang ia lahirkan seorang diri. Tragedi dimasa lalu yang masih sangat melekat dalam dirinya membuat Adelia tak mudah berdamai dengan masa lalu. Ia seperti terpenjara dalam sebuah konpirasi masa lalu.

Jadi apakah Adelia dapat keluar dari noda masa lalunya? Atau justru akan tetap jalan di tempat seperti itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon snjan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa bersalah bunda

"Sudah tidak apa-apa, dia sudah pergi," Adelia menghapus air matanya, entah kenapa ia menjadi cengeng saat mendengar bentakan Rio.

Sekian tahun ia menjalani hidup dengan hinaan, dan cacian orang, Adelia jarang menangis, memang awalnya sering ia menumpahkan air matanya, mendengar orang menghina nya, tapi seiring berjalan nya waktu Adelia seolah tak peduli dengan semua itu, apalagi menerima kasih sayang dari bu siti dan Pak Soleh, membuat Adelia seperti punya keluarga utuh. Namun entah kenapa mendengar bentakan Rio seakan menggores luka di hatinya kembali.

Adelia mengurai pelukan ibunya, menghapus air mata yang tidak tahu malunya keluar, di depan Rio, seharusnya ia lebih kuat menghadapi Rio, setidaknya ia dapat berdamai dengan masa lalu nya, tapi entahlah hati dan pikiran nya berbanding terbalik.

"Maafkan Adelia bunda " Adelia menggenggam tangan Bundanya.

" Tidak apa-apa"Karin mengambil makanan yang tadi ia bawa. "Yaudah sekarang kamu makan dulu, bunda suapi ya"

"Maafin Adelia ya bunda jadi ngerepotin bunda terus" Adelia merasa tidak enak hati jika hidupnya belum bisa membahagiakan orang tuanya, tapi malah justru ia seringkali membuat Bunda dan Ayahnya kecewa dan merepotkan mereka.

"Yaampun adel, ketemu lagi sama kamu aja bunda udah seneng banget, mana mungkin bunda merasa di repot kan sama anak sendiri "

"Makasih bunda"

"Iya, sekarang kamu makan ya bunda suapin, terus kamu ceritain deh gimana kamu saat jauh dari bunda "

" Iya bunda " sambil makan Adelia menceritakan kisah nya dengan antusias, yang bertemu bu siti dan Pak Soleh di terminal bus, hingga menginap di rumah bu siti dan Pak Soleh, ngontrak di kontrakan bu siti dan Pak Soleh, saat kehamilan nya sampai melahirkan di bantu bu siti dan Pak Soleh, belajar menjahit di ajarkan bu siti sampai bekerja, dan mengurus Aska di bantu bu siti dan Pak Soleh.

Meskipun bu siti dan Pak Soleh adalah orang asing bagi Adelia, tapi karena banyak nya bantuan yang di terima Adelia dari bu siti dan Pak Soleh, adelia menganggap mereka seperti orang tua kandung nya sendiri.

Karin menatap sendu putrinya, yang antusias menceritakan bu siti dan Pak Soleh sang malaikat penolongnya.

Netra Karin berkaca-kaca rasa bersalah menyeruak ke ulu hatinya, seandainya dulu ia dapat menahan Adelia pasti dia yang akan memenuhi keinginan ngidam Adelia, dia yang akan menemani adelia melahirkan, bukan orang lain, dan Adelia tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, hanya perlu mengurus Aska saja.

Adelia menatap Karin yang hanya diam dari tadi, setelah menyuapinya makan, Karin hanya diam mendengar ceritanya, saat melihat ibunya Adelia terkejut kenapa ibunya menangis. "bunda kenapa nangis?"

"Maafin bunda, bunda tidak ada di Saat-saat kamu membutuhkan dukungan bunda "

Karin memeluk putrinya, dengan tangis yang memilukan.

"Gak papa bunda, justru karena itu aku jadi mengerti artinya hidup, aku dulu sering minta uang seenaknya sama bunda, sekarang aku mengerti susah nya cari uang, mengerti akan hidup di dunia ini tidak selamanya, alhamdulillah aku di bantu bu Siti belajar mengaji, belajar menutup aurat, kita ambil hikmahnya aja "

Karin semakin menangis mendengar ucapan anaknya, dia sadar dulu jarang menyuruh anaknya mengaji, bahkan memakai hijab pun Karin tidak.

"Permisi! "

Suara seseorang membuat Karin mengurai pelukan nya pada adelia, menghapus air matanya dengan cepat.

"Iya dok"

"Saya mau memeriksa pasien, " Dokter itu masuk ke dalam ruangan itu, dan mendekat ke arah ranjang Adelia.

" Silakan dok" Karin berdiri dari duduknya dan mempersilahkan dokter untuk memeriksa keadaan putrinya.

Dokter memeriksa Adelia dengan telaten, sambil trus bicara."Kepalanya masih sakit? "

" nggak dok, cuma kadang-kadang"

"alhamdulillah, semoga lekas sembuh ya"

"terimakasih dok"

"sama"

"kapan anak saya boleh pulang dok"

"besok juga boleh pulang kalo memang sudah mau pulang, juga mbak Adelianya sudah merasa lebih baik "

" Iya dok saya juga sudah merasa lebih baik sekarang "

"Alhamdulillah kalo begitu, tapi mbak nya kan masih belum bisa jalan jadi harus pake kursi roda dulu, dan usaha kan setiap minggu datang kembali ke rumah sakit untuk terapi mbak adelia nya ya bu karin, kalo gitu saya permisi dulu "

"Iya dok terimakasih"

"Alhamdulillah "adelia bersyukur akhirnya ia bisa pulang setelah seminggu ia di rawat di rumah sakit, jujur saja adelia sudah bosan hanya berbaring setiap harinya.

"Kamu besok pulang sama bunda ya"

"Tapi kan adel juga punya rumah bun "

"Gak papah kamu jual lagi aja atuh kamu kontrakkin " adelia bingung dengan ajakan bunda nya, adelia sudah menghabiskan uang tabungan nya untuk bembeli rumah itu, bahkan adelia sudah beli mesin jahit untuk ia bekerja, masa harus di tinggal, tapi gak mungkin juga ia menolak permintaan bunda nya.

"Udah gak usah banyak mikir, kalo di rumah bunda kamu kan gak sendiri dalam kondisi kamu kaya gini, Aska juga kalo sekolah bisa di antar supir, ya"

"Iya bunda, aku mau ikut sama bunda "

" Alhamdulillah bunda seneng denger nya, jadi bunda gak kesepian lagi di rumah, bisa kumpul anak cucu "adelia tersenyum mendengar nada senang dari ucapan nya.

Mungkin ini saatnya dia kembali pada rumah itu, rumah masa kecil nya, rumah dimana ia tumbuh, di mana ia bahagia hidup dengan orang tuanya, rumah dimana ia menangis pilu meratapi nasibnya yang hancur karena ulah rio, dan berakhir meninggalkan rumah itu karena ayahnya tak menerima kenyataan tentang dirinya yang berbadan dua di luar ikatan pernikahan, bahkan usianya masih dikatakan dini, dan sekarang ia harus kembali untuk mencoba berdamai dengan masa lalu nya.

.........

Adelia putri 💕

🍒🍒🍒🍒🍒

Segini dulu ya Gays, jangan lupa tinggalkan jejak pada karya receh othor ya pliss 🙏

Othor juga menerima kritik dan saran ya,,, jadi jangan sungkan mengkritik karya othor ya

1
Alya Yuni
Adel kmu salah ngapa gk crita dng kluarga dri awal biar si Rio tanggung jwab
Alya Yuni
Itlah kvodohnmu Adel
Alya Yuni
Itlah kebodohn ibu dah tau anknya di buly buat ap msih ttp skolah
Ayomi Hartinta
ceritanya menarik...
hanya saja alurnya terlalu cepat sj..
tpi masih mudah dipahami
Moertini
dilanjutin yaaa penasarn niiii bagaimana pernikahan Abizard dan Adel bahagiakah dan apakah Rio bisa menerima pernikahan Adel dan Abizard semangat thor
Dep queen
jempolnya duluan bacanya belakangan 😂
Reo Ruari Onsiwasi
konfliknya menarik
Reo Ruari Onsiwasi: tapi bagus idenya. yang susah itu cari ide😷😷😷
total 2 replies
Reo Ruari Onsiwasi
mampir ulang
Nanik Normaidah
kok belum ada kelanjutannya?
Iin Rahayu Ny Prasetyo
kok menurut sy ceritanya nanggung bgni ya, terkesan gantung.
Iin Rahayu Ny Prasetyo
maaf Thor msh banyak yg typo tp tetep semangat yaaa Thor
Iin Rahayu Ny Prasetyo
💖
Iin Rahayu Ny Prasetyo
barjuang Rio buat Azka dan adelia
Iin Rahayu Ny Prasetyo
👏👏👏buat ceritanya thor
Iin Rahayu Ny Prasetyo
👍💖
Iin Rahayu Ny Prasetyo
💖
Iin Rahayu Ny Prasetyo
kok nyesek ya bacanya 😥
Iin Rahayu Ny Prasetyo
mampir ya Thor dan tertarik buat baca lanjutannya 👍
Ainisha_Shanti
anak yang berbakti kepada orang tua
Ryta Maya
sedihhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!