HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Beberapa hari telah berlalu, seperti yang di katakan oleh Velo saat itu, kalau dia ingin mengejar Helen balik, kini pria itu benar benar membuktikannya, sejak tiga hari yang lalu Velo selalu melakukan apa yang di lakukan Helen dulu padanya, dari kemarin saat jam istirahat tiba, Velo bergegas ke kelas Helen dan menunggunya di depan kelas, pria itu juga selalu sigap mengambilkan makan siang untuk Helen.
''Apa yang ingin kamu makan hari ini?'' tanya Velo sembari memegang piring di tangannya.
Saat ini Velo dan Helen berdiri di depan meja panjang, yang di penuhi dengan beraneka macam masakan, untuk makan siang para murid di HSI.
''Gue mau makan, itu, itu, dan itu'' jawab Helen menunjuk masakan yang ingin di makannnya hari ini.
''Siap, kamu tunggu di meja saja, biar aku yang ambil'' tukas Velo.
Helen menaikkan alisnya sembari mengangguk, lalu dia berbalik dan bergabung dengan Rania, Exel dan Maxim
''Ternyata Velo jauh lebih parah di banding lo'' tukas Exel menatap Helen.
Helen mengerutkan dahinya. ''Maksud lo?'' tanyanya.
''Iya, dulu saat lo ngejar ngejar Velo, lo gak sampai ngambilin makanan buat Velo juga kan, tapi lihat si Velo, demi bisa dapetin hati lo lagi, dia ampe rela kayak Ibu Ibu TK yang rempong'' sahut Exel tertawa.
Helen dan Rania juga ikut tawa, karna yang di katakan Exel benar juga, saat ini Velo memang terlihat rempong mengambilkan makanan untuk Helen dan untuk dirinya sendiri.
''Kalian sedang menertawakan apa?'' tanya Velo yang baru datang, sembari meletakkan makan siang milik Helen. ''Ini makan siangnya'' ucap Velo tersenyum.
''Makasih'' ucap Helen.
''Sama sama, calon istri'' balas Velo tersenyum.
''Cih'' decak Helen dan Velo langsung cemberut.
Sedangkan Exel dia langsung tertawa lepas melihat expresi kecewa Velo, begitu juga dengan Rania dia juga tertawa, namun tidak selepas Exel, sampai saat ini Rania masih belum terbiasa dekat dengan Helen, Exel, Velo, dan Maxim, jadi Rania masih sedikit menjaga batasan dengan mereka.
''Diam kalian berdua!'' cetus Velo kesal, sembari menarik kursi dan duduk di sisi Helen.
Exel seketika terdiam, tapi bukan karna teguran Velo, melainkan melihat Maxim yang sejak tadi diam saja.
''Lo kenapa Max?, gue perhatiin dari tadi lo dem terus'' tanya Exel.
''Ga papa'' jawab Maxim.
Exel tersenyum kecil. ''Pasti lo masih sakit hati, karna Hana sudah ngerendahin lo abis abisan, saat di ruang kesehatan'' ujarnya.
Maxim seketika menatap Exel. ''Kok lo tahu?'' tanyanya penasaran, padahal dirinya tidak pernah cerita pada siapapun kejadian itu.
''Waktu itu gue nyusul lo ke ruang kesehatan, jadi gue denger semuanya'' jawab Exel.
''Kok gue gak tahu, kalau lo ke ruang kesehatan?'' tanya Maxim.
''Gue cuma sampai depan pintu, jadi kalian berdua tidak tahu kedatangan gue'' jawab Exel.
Maxim teridam dan tidak bertanya lagi, dia melanjutkan menghabiskan makan siangnya dengan pandangan agak kosong.
''Gak usah terlalu terpuruk, mending lo buktikan sama Hana, kalau lo tidak serendah yang di katakannya'' tukas Helen.
Maxim sontak menatap Helen. ''Benar juga yang lo katakan, gue akan buktikan kalau gue gak serendah yang dia bilang'' ucapnya semangat.
Helen hanya tersenyum kecil.
Lalu mereka kembali menikmati makan siangnya dengan santai, di iringi obrolan dan canda tawa.
Di sudut meja lain terlihat Hana duduk seorang diri, dia mengepalkan tangannya saat melihat ke arah meja mereka, padahal selam ini cewek yang selalu ada di tengah tengah Velo dan kedua sahabatnya itu selalu dirinya, tapi kini posisi itu di rebut oleh Helen, apa lagi melihat Velo yang selalu mengambilkan makan siang untuk Helen, membuat Hana benar benar merasa cemburu dan marah, pasalnya selama ini Velo belum pernah sekalipun mengambilkan makan siang untuknya, begitu juga saat melihat Exel, pria itu biasanya selalu tenang dan tidak pernah banyak bicara saat ada di dekatnya, namun saat di samping Helen pria itu langsung berubah menjadi sosok yang ekstrovert.
''Helen, lo udah ngerebut semuanya yang selama ini udah jadi milik gue'' geram Hana dengan tangan terkepal.
Saat jam pulang sekolah tiba, Velo dan Exel menunggu Helen yang belum keluar di parkiran, karna kelas mereka berbeda jadi waktu pulang pun keseringan juga berbeda, sedangkan Maxim sudah pulang lebih dulu.
Velo langsung tersenyum saat melihat Helen muncul dari dalam gedung bersama Rania, kedua gadis itu berjalan beriringan sembari mengobrol, entah apa yang di obrolkan hanya mereka berdua yang tahu.
''Silahkan masuk calon istri'' ucap Velo membuka pintu mobilnya untuk Helen.
Dua hari yang lalu, Velo memohon pada Helen agar di izinkan antar jemput Helen untuk berangkat sekolah bareng, dan mau tak mau Helen mengiyakannya, karna Velo bukan minta izin tapi lebih ke memaksa.
''Ran, gue duluan ya'' tukas Helen.
''Iya Hel, hati hati'' balas Rania.
Lalu Helen masuk ke dalam mobil Velo dan duduk di jok depan, setelah memastikan Helen sudah duduk dengan benar, Velo langsung menutup pintu mobilnya, lalu dia berjalan mengitari depan mobil dan masuk ke kursi kemudi, dan menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran HSI.
Kini di parkiran hanya tinggal Rania dan Exel saja, membuat Rania sedikit kikuk, apa lagi Exel yang terus menatapnya.
''Gue, pulang dulu'' ucap Rania hendak pergi, namun Exel langsung menahan lengannya.
''Lo pulang naik apa?'' tanya Exel.
''Naik angkot'' jawab Rania.
''Gue anter lo pulang'' ucap Exel sembari memasang helem di kepalanya.
''Tapi,,''
''Gue gak nerima penolakan'' sela Exel cepat, lalu mengambil helem yang dia gantungkan di jok motornya, dan dia sodorkan ke hadapan Rania.
''Pakai'' perintahnya.
Rania tidak berani menolak Exel, dan mau tak mau dia menerima helem yang di berikan oleh Exel, namun Rania tidak langsung memakai helem itu, bukan karna menolak tapi karna tidak cara pakai helem di kepalanya.
''Kenapa belum di pakai helemnya?'' tanya Exel.
''Gu,, gue gak bisa cara pakainya gimana'' jawab Rania tersenyum malu.
Exel seketika menghela nafasnya, lalu mengambil helm yang di pegang Rania dan membantu memakaikannya di kepalanya, membuat jantung Rania seperti mau copot, pasalnya ini pertama kalinya dirinya di treat sama cowok, yah walaupun hanya sekedar pasang helm saja.
''Sudah'' ucap Exel.
''Ma,, makasih'' ucap Rania gugup.
Exel mengangguk, lalu dia naik ke atas motor sportnya.
''Ayo naik'' pinta Exel.
Rania sedikit ragu, karna dirinya memakai rok, jadi takut roknya akan tersingkap, dan ternyata Exel menyadari itu, lalu dia melepaskan jaket yang di pakainya.
''Sini, agak dekatan'' pinta Exel.
Rania dengan patuh mendekat, dia kaget saat Exel mengikatkan jaketnya di pinggangnya.
'' Sudah, ayo naik'' tukas Exel.
Rania lalu naik ke atas motor Exel, tapi dia tidak berani berpegangan pada Exel karna malu dan takut.
''Pegangan Ran, lo nanti jatuh'' pinta Exel.
''I,, iya'' Rania berpegangan di ujung baju seragam Exel, dan Rania kembali di buat kaget, saat Exel menarik tangannya dan melingkarkan di perutnya.
''Biar lo gak jatuh'' ucap Exel, sedangkan Rania hanya bisa teridam dengan jantung yang berdebar tidak karuan.
Lalu Exel mulai menjalankan motornya meninggalkan parkiran HSI.
hati hati patah hati berkali kali om😁😁😁
coba kalo tulus dalam persahabatan
Exel pasti suka
liat aja saat ada Rania dia enjoy
Karena apa dia tulus berteman
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,