NovelToon NovelToon
Bucinnya Si Pria Dingin

Bucinnya Si Pria Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adrina

Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.

Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kafe Harmony

Halloo semuanya.Semoga kalian suka ya sama novel pertamaku, semoga gak ngebosenin. Jangan lupa pencet like dan tombol ❤ ya..  Dan jangan lupa tinggalin komen yang positif ya

Terima kasih.

"Udahlah gak usah bahas tu cewek lagi, males gue. Jam berapa kita meeting dengan Pak Suryo?" tanya Hardin mengalihkan pembicaraan agar tidak di goda lagi oleh sahabatnya itu.

"Kalau gak salah sih sekitar 30 menit lagi. Katanya nanti pihak mereka akan hubungi kita kalau sudah sampai sini " jelas Harry sambil terus menatap ke layar hp nya.

"Oya, lu nanti siang jadi keluar ?" lanjutnya.

"Jadi man. Tapi tunggu kabar dari dia dulu. Soalnya harus menyesuaikan sama jadwal dia." jelas Hardin sambil menyesap kopi yang sudah hampir dingin di mejanya.

Gilak aja kalo gue kasi tau bakal ketemu sama anak SMA. Bisa mati kesal gue karena dia ngeledekin terus nanti.

"Dia? dia siapa? kok lu gadak cerita cerita sama gue? Wah parah lu men parah" Harry berdecak sambil menggelengkan kepalanya. Pasalnya Hardin selalu cerita semua hal pada Harry. Tapi tidak dengan hal yang ini. Itu yang membuat Harry kesal.

"Nanti gue ceritain semuanya sama lu pulang dari sana." Hardin gak mau diledekin lagi sama sahabatnya itu karena janjian ketemu sama anak sekolahan. Ya walaupun mereka bertemu untuk membahas masalah kerja sama. Harry tetaplah Harry, orang usil yang selalu senang menggoda sahabatnya yang dingin itu.

"Oke. Gue bakal tuntut lu buat cerita setelah lu ketemu sama tuh cewek. Lu harus ceritain semuanya. Semuanya!.Awas aja kalo ada yang lu tutupin dari gue." Walaupun dia kesel sama sahabatnya itu tapi dia gak akan bisa maksa Hardin untuk cerita sekarang. Karena akan percuma, Hardin gak akan ngasih tahu semuanya sekarang walaupun dipaksa.

"Iya tenang aja lu. Bakal gue ceritain dari A sampai Z. Biar lu gak mati penasaran, ahahaha." Hardin tertawa terbahak yang malah menambah rasa kesal Harry pada nya.

"Sial." Saking kesalnya dengan sahabatnya yang menjengkelkan itu menurut Harry, dia pun melempar pulpen yang sedang dipegangnya. Hal itu malah membuat Hardin tertawa lebih keras sambil menghindar dari lemparan Harry.

Sambil menunggu kedatangan klien, Hardin dan Harry berbicara tentang apa saja. Baik itu masalah pekerjaan atau pun masalah pribadi. Tetapi Hardin tetaplah Hardin yang tidak terlalu suka kehidupan pribadinya banyak diketahui orang lain. Berbeda dengan Harry yang selalu menceritakan masalah pribadinya tetapi hanya kepada orang yang dekat dengannya saja.

Tidak lama kemudian klien yang ditunggu mengabarkan Harry kalau mereka sudah datang. Mereka pun langsung menuju ke ruang meeting yang berada dekat dengan ruang kerja Harry.

Di sekolah

Bel istirahat kedua berbunyi. Para siswa langsung keluar dari kelas dengan riangnya. Ada yang langsung menuju kantin, ada pula yang hanya pindah kelas sekedar untuk mengobrol dengan teman nya.

Rania and the gengs pun memilih untuk langsung ke kantin karena kondisi kampung tengah yang sudah mulai rusuh. Rania memesan bakso dan teh manis dingin, Miskah memesan nasi goreng, bakso dan minumnya jus jeruk. Sedangkan Leha memilih baso sama dengan Rania.

Begitu pesanan mereka datang, Rania dibuat heran dengan pesanan Miskah yang porsinya gak tanggung tanggung. Karena biasanya Miskah hanya memesan satu porsi. Tapi kali ini...

"Lu serius Mis mau makan segitu banyak." Rania menatap makanan yang dipesan sahabatnya itu.

"Lha iya. Emangnya napa kalo gue pesan banyak gini? Masalah?" Miskah menjawab sambil mulai memakan nasi gorengnya terlebih dulu.

"Jadi kok lu ngegas? Biasa aja keles. Ran tu cuma heran aja liat pesanan lu. Biasanya kan lu cuma pesan seporsi. Lha ini ckckckck.." Leha menambahkan sambil berdecak heran juga melihat sahabatnya itu.

"Gue lagi badmood. Jadi bawaannya mau makan aja. Udah deh mending cus cepetan makan, keburu bel masuk entar."

Rania dan Juleha saling pandang. Mereka yakin pasti Miskah lagi ada masalah di rumahnya. Karena biasanya memang kalo ada masalah di rumah dia bakal jadi ketus tanpa sebab.

Setelah makanan mereka habis, mereka langsung kembali ke kelas agar bisa mengobrol dengan tenang sembari menunggu bel masuk.

"Girls, siang ini kita gak ada rencana keluar kan?" tanya Rania pada dua sahabatnya.

"Gak ada sih kayaknya. Lagi pun aku mau nemeni mamah ke rumah teman mama. Ada urusan penting katanya." jawab Miskah sambil menghela nafas pelan.

"Emang napa Ran? tumben lu nanya rencana ke kita?" sambung Leha sambil mengunyah keripik yang dibelinya di kantin tadi.

"Mmh iya nih soalnya aku ada janji ketemu sama orang yang katanya mau ngajakin aku jadi partner bisnisnya dalam urusan bolu dan sejenisnya" jelas Rania.

"Widih mantap nih kawan gue udah ada yang ngajakin bisnisan " seru Miskah sambil tersenyum manis dan mengacungkan kedua jempolnya.

"Ntaps Ran, gue bangga sama lo. Btw siapa sih yang ngajakin lo?" Leha penasaran, karena baru kali ini sahabatnya mau cerita masalah ginian. Biasanya hanya sekitar obrolan gadis dan masalah bunda nya saja.

"Gak tau juga sih, baru mau ketemu ini. Rencananya pulang sekolah nanti gue ketemuan sama dia buat ngebahas masalah ini. Kalian mau ikut gak? " pinta Rania pada sahabatnya berharap salah satu dari mereka ada yang mau ikut untuk menemaninya.

"Mmh kayaknya gak deh Ran. Miskah mau pigi nemenin mamanya, gue juga ada urusan ni sebentar sama sepupu." Leha menjawab sambil memainkan hpnya.

"Dih gaya lu Julehaak ada urusan. Btw Ran, yang ngajakin lu jumpa udah tuir apa masih muda? kalau masih muda boleh kali ya kasi **** hp gue " Miskah cengengesan seolah lupa dengan masalah yang sedang di hadapinya.

"Dasar Miskah ganjen." ucap Rania dan Juleha bersamaan sambil tertawa

Mereka mengobrol sampai bel tanda istirahat usai berbunyi. Dan mereka pun kembali belajar mata pelajaran terakhir di hari itu.

Di dalam kelas Rania diam diam mengirim chat kepada Hardin.

R : " Pak Hardin, saya pulang sekolah jam 2 siang. Kita ketemuannya sekitar jam setengah 3 saja ya di kafe Harmony ( cafe nya Ryan ).

H : " Oke, jam 2 saya langsung kesana ".

Suara bel yang ditunggu para siswa pun akhirnya berbunyi. Seluruh siswa langsung keluar kelas dengan wajah yang cerah.

Rania pisah dengan sahabatnya di depan gerbang. Karena arah Leha sama dengan Miskah jadi dia nebeng pulang dengan Miskah.

Rania langsung menuju kafe Harmony dengan ojek online. Sesampainya disana Rania langsung masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang di dekat jendela. Sebelum memesan, Rania memutuskan untuk memberi tahu pada Hardin bahwa dia sudah sampai.

R : " Selamat siang pak, saya sudah sampai di kafe Harmony"

Setelah mengirim pesan Rania memanggil waiter untuk mencatat pesanannya. Tidak berapa lama pesanan Rania pun datang dan dia langsung menikmatinya.

Ryan yang melihat ada Rania yang sedang makan pun menghampiri.

Ry : "Hai Ran, udah lama? kok pagi ini kamu gak antar kue? padahal banyak yang cari lho."

1
Bintang Timur
secara suaminya itu bnyk duit ceo,istrinya ko ngadon kue Mulu asa ga seimbang kasih bnyk krywan dong..Rani tinggal mantau
Blemood Jobol
ga ad lnjutnnya lagi niih
Blemood Jobol
kasih visualnya dunk
Ranny
yg benar yg mana ya...papanya meninggal di usianya yg ke 17 atau 18 soalnya kecelakaan saat ultah ke 17 dan langsung meninggal di tempat tapi kok kehilangan nya baru 1 thn kemudian saat usianya 18 thn 🙄
Teresya Bundax RachelElin
kehilangan papanya di umur 18 tahun, papanya mengalami kecelakaan saat akan memberikan kejutan ulang tahun nya yg ke 17 tahun,,,, sempat saya berpikir mungkin papanya bertahan 1 tahun baru meninggal, tapi ternyata masih ada lanjutannya "papanya meninggal di tempat",...
Eka
ayooo lanjut thor makin seru thorr
Putri Bungsu
lanjut kk
Meywar
Hadir Thor, tetap semangat ✊️
Feeza_MCI
jodoh Miskah Asisten Harry, sama-sama somplak tuh mereka berdua 🤣🤣
Feeza_MCI
makanya Hardin jangan mengedepankan emosi,
Feeza_MCI
jangan-jangan Hardin yang nabrak papanya Rania??
ANtHo BAna
hahahaha
ANtHo BAna
hhhhhh mati u andin
ANtHo BAna
semangat kk
ANtHo BAna
lnjut..
ANtHo BAna
suka ceritanya
ANtHo BAna
yg semangat ka hardi
Cawica
mampir nih Thor...jika berkenan mampir juga ya ke novelku..."kisah rumit Tamara sang wanita malam..."..
Manggu Manggu
👍👍👍
Manggu Manggu
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!