Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAD - CLYDK S2
Janice tidak kembali kekantor.
Dia menunggu Olivia di cafe dekat apartemen Olivia.
Dengan masker di wajahnya.
Dia duduk ditemani secangkir coffee.
Janice dengan sabar menunggu Olivia.
Sampai Coffee di cangkirnya menjadi dingin.
Olivia sampai dan mendekati Janice.
Olivia: Nice,kamu kenapa?? (menatap heran)
Jane: ayo cepat kerumahmu.
Olivia: oh ya,okey..
Janice dan Olivia keluar dari cafe dan berjalan menuju apartemen Olivia.
Sepanjang jalan hanya diam.
Olivia tak berani bertanya.
Mereka sampai di Apartemen, Olivia menekan nomor sandi dan membuka pintu.
Olivia: masuklah.
Jane masuk diikuti Olivia, mereka masuk kedalam rumah.
Jane duduk di sofa di ikuti Olivia.
Jane membuka maskernya.
Olivia kaget melihat sudut bibir jane terluka.
Olivia: kamu kenapa Nice??
Jane: Dominic menciumku paska (lemas)
Olivia: apa?? bagaimana bisa??
Jane: ya, aku tidak tahu jika orang yang akan kami wawancarai adalah dia.
Leny si anak baru sedang sakit, jadi aku menggantikannya.
Aku kesal, Dominic menyinggungku.
Pertanyaan yang aku tanyakan selalu dijawab dengan menyudutkanku.
Dan ya, akhirnya seperti ini.
Olivia: (tertawa) hahaha.. tidak disangka, Dominic begitu padamu.
sudah akan menikah masih saja mengodamu.
Jane: sudahlah, aku kesal.
Aku akan disini dulu.
Olivia: bagaimana anakmu?
bukankah kamu bilang jika Dao Dao akan keluar dari rumah sakit sore ini??
Jane: astaga , aku hampir lupa.
tunggu. (mengeluarkan ponsel)
Jane menghubungi seseorang.
Jane: Hallo, Alberto? kamu dimana??
Alberto: di rumah sakit, ini sedang urus administrasi.
kamu dimana??
Jane: di rumah sahabatku, aku akan pulang malam.
Tolong jaga anak anak ya.
Alberto: apa kantor menyusahkanmu?
Jane: tidak tidak.. hanya aku merindukan sahabatku saja.
Alberto: jika kamu akan pulang,hubungi aku.
Aku akan jemput.
Jane: oke, thankyou..
Alberto: kepada ku masih harus terimakasih kah??
jaga dirimu, aku mencintaimu.
Jane: aku juga (memutus panggilan)
♡♡♡♡
~Rumah Sakit
☆Alberto☆
Aku menyelesaikan administrasi perawatan putraku.
Dan baru saja mendapat panggilan dari cintaku.
Aku harus mengurus dua anak sekarang.
Sang pujaan hati sedang bergosip dengan sahabatnya.
Aku sudah ada dindepan kamar,dan masuk ke dalam.
Melihat Ethan bercanda dengan anak anakku.
Alberto: Ayo, Darren papi gendong.
Ethan: Karren dengan paman ya, paman akan menggendongmu.
Karren: iya paman.
Darren: pi, mami mana?? tidak datang??
Alberto: mami ada pekerjaan dikantor. jadi kalian pulang dengan papi ya.
Kami berjalan keluar ruangan.
Aku peluk erat putraku.
Kami berjalan menuju Lobby utama.
Ethan: kau sungguh lucu sayang, paman gemas padamu.
Karren: paman, paman belum punya anak?
paman kan sudah tua.
Aku tertawa terbahak mendengar kata kata putriku.
Ethan menatapku tajam.
Aku langsung menutup mulutku menahan tawa.
Ethan: hmm.. bagaimna ya?? paman saja belum menikah (tersenyum)
Darren: aku akan kenalkan pada mama temanku ya.
papi nya meninggalkannya, mungkin saja maminya mau dengan paman.
Ethan: (kaget) hei.. kalian,masih kecil sudah berani meledek paman ya..
Alberto: Darren, Karren tidak boleh begitu pada paman oke??
Karren: maaf paman.
Darren: maaf paman.
Ethan: (tersenyum) tidak apa, hanya saja paman belum bertemu seorang wanita yang baik seperti mami kalian.
Jadi paman harus menunggu dan bersabar.
Jika paman menikahi seorang yang jahat bagaimana??
Darren: oh tidak, jangan paman.
paman orang baik. kata mami orang baik pasti akan mendapatkan kebahagiaannya.
dan orang jahat akan mendapatkan buah dari kejahatannya.
Karren: ya, paman. Semangat lah
Ethan: Anak anak ini, sudah pandai bicara.
kata kata pedas dan asam seperti Alberto.
memang buah tidak akan jatuh jauh dari pohon.
sungguh luar biasa, Alberto punya anak anak yang hebat.(dalam hati)
Ethan: baik sayang, kalian berjanjilah pada paman, jangan bermain benda benda tajam dan berbahaya.
berhati hatilah jika bermain,oke??
Darren,Karren: oke
Kami sudah sampai di mobil,Ethan membantu Karren duduk di mobil,aku pun membantu Darren.
Alberto: Thanks et,(tersenyum)
Ethan: sama sama.
selamat ya, kau sudah temukan kebahagiaanmu.
Alberto: jangan ucapkan selamat sekarang.
Aku bahkan belum mulai berperang.
Ethan: semangatlah, aku yakin kau bisa atasi masalahmu.
Aku memeluk ringan Ethan,Ethan menepuk punggung ku memberi keyakinan.
Aku melepas pelukan dan masuk ke dalam mobil.
Duduk disamping anak anakku.
Ethan: bye bye sayang ku, paman akan sering berkunjung ke rumah kalian (melambai)
Darren: bye paman
Karren: paman, kami menyayangimu
Darren dan Karren melambaikan tangan saat mobil melaju meninggalkan parkiran rumah sakit.
Karen memelukku erat, Darren melihat keluar kaca mobil.
Aku usap lembut kepala Darren.
Darren menatapku dengan senyuman.
Alberto: apa masih sakit??
Darren: tidak, hanya luka kecil aku tidak akan mungkin kesakitan.
Alberto: hebat, seorang lelaki harus kuat.
Tidak boleh cengeng.
Karren: aku juga hebat (mengangkat kepala dan menatap Alberto)
Alberto: (tersenyu) iya, karren juga hebat.
anak papi semuanya hebat dan pandai.
kalian harus menjadi lebih kuat di kemudian hari.
Agar bisa lindungi mami saat papi tidak ada.
Darren: tentu saja papi, kami akan melindungi mami.
Karen: kami akan menjaga mami.
Alberto: (mencium kening Karren dan Darren) papi sayang kalian.
Aku memikirkan,
apa aku terlalu mencemaskan mereka??
Aku lihat anak anakku adalah anak anak yang luar biasa.
Tidak mungkin tidak bisa melindungi Jane.
Aku hanya takut tidak bisa bertemu mereka dikemudian hari, bagaimna jika aku tidak dapat melihat mereka lagi??
Aku tidak yakin orang yang aku cari adalah orang yang mudah untuk dikalahkan.
Aku akan berjuang,demi jane dan anak anakku.
Aku harus temukan Patrick.
Patrick, dimana kau sebenarnya??
Sungguh sangat sulit bagiku menemukanmu.
Kau sungguh misterius.
♡♡♡♡
~Apartemen Olivia
☆Janice☆
Aku duduk terdiam disofa.
Olivia masih mandi.
Aku melihat jam ditanganku, sudah pukul 8 malam.
Anak anak pasti sudah tidur sekarang.
Aku meraih ponsel ku dimeja dan menghubungi Alberto.
Alberto: Hallo,sayang kamu dimana??
Jane: masih di rumah Via, anak anak bagaimana??
Alberto: barusan aku menidurkannya.
Jane: kau pasti lelah, menjaga mereka.
mereka bersikap baik padamu??
Alberto: tentu, mereka kan anak yang baik.
Ya melelahkan memang, mereka banyak bertanya.
Aku sampai harus mencari cara mengganti topik.
Jane: (tertawa) hahaha.. aku saja selalu beralasan jika terlalu lama dengan mereka.
Menghindari pertanyaan tentangmu.
ah.. kau sudah makan?? mau aku bawakan apa??
Alberto: ayo kita makan diluar, aku akan jemput sekarang. kirim alamat temanmu padaku.
Jane: oke, hati hati, aku kirim lewat pesan alamatnya.
(memutus panggilan)
Olivia keluar dari kamar,dan menemuiku.
Olivia: kenapa? apa kau akan pulang?
Jane: ya,Alberto akan menjemputku.
Olivia: baik lah.
Aku dan Olivia mengenang masa lalu.
diaman kami bertiga selalu berbagi suka duka bersama.
Aku jadi rindu pada Yohana, dia ada dimana sekarang.
Ponselku berdering, panggilan dari Alberto.
Jane: Hallo??
Alberto: Aku dibawah, turunlah. (memutus panggilan)
Aku berdiri dan meraih tasku,
Jane: aku pulang ya, kau istirahatlah.
besok harus bekerja.
Olivia: hati hati ya, aku tidak antar turun
Jane: oke,bye.. (keluar dari pintu)
Aku menutupi wajahku dengan masker,aku berjalan keluar apartemen, melihat mobil Alberto dan mengetuk kaca mobil.
Aku membuka pintu mobil dan masuk,ku tutup kembali pintu mobil.
Alberto menatapku tajam.
Tangannya membuka maskerku denga cepat.
Aku memalingkan wajahku ke arah kaca mobil.
Alberto: ada apa?? apa yang kau sembunyikan??
Jane: berikan maskernya (tanganku menjulur ke arah Alberto)
Bukan masker yang diberikan,Alberto justru mencium telapak tanganku.
Aku tarik kembali tanganku.
Jane: ayo jalan,cepat.
Alberto: biar aku lihat wajahmu dulu sini,(memalingkan wajah Jane dengan paksa)
Aku menutup mataku takut, aduh bagaimna jika tau bibirku terluka.
Pasti akan jadi malapetaka.
Alberto: siapa??
Aku membuka mata dan menatap Alberto.
Jane: siapa apa?? (bingung)
Alberto: (kesal) siapa yang menciummu??
Jane: ah ini bukan dicium, hanya terluka saat aku minum minuman dari kaleng(berbohong)
Aku melihat alberto tak bersuara, dia mengeluarkan tissu dan botor air, dibukanya kaca mobil dan menuang air dalam botol ke tangannya.
Aku terus melihat,pria ini mau apa, dia mengibaskan tangannya lalu menutup kembali kaca mobil.
Dia menatapku,aku juga menatapnya.
Tanganya yang basah perlahan menyapu bibirku.
Alberto mengambil tissu dan mengusap lembut biburku.
Alberto: katakan siapa atau aku akan mencarinya sendiri.
Jane: janji tidak marah??
Alberto: masih ingin berunding? (melotot)
Jane: Dominic (lirih)
Alberto menatapku dingin,serasa tatapannya menusuk jantungku.
Jantungku langsung berhenti.
Apa dia marah??
Apa yang akan dia lakukan??
Membunuh Dominic??
Astaga aku takut sekali,Tubuhku gemetar.
Alberto mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku,
dia ******* bibirku lembut kilas.
Alberto: apa kau bodoh?? membiarkan pria lain menyentuhmu??
Jane: aku tidak tau ini akan terjadi, tiba tiba saja dia menciumku (wajah muram)
Alberto: apapun yang terjadi jangan biarkan pria lain menyentuhku, meski hanya sehelai rambutmu.
Kau hanya milikku.
Milik Alberto Edden, kau mengerti??
Jane: ya aku milikmu, tapi kau bukan milikku
Alberto: maaf sayang,(mencium punggung tangan Jane) bersabarlah, dan tunggu aku.
Jane: (tersenyum) aku terbiasa tanpamu selama 7 tahun,meski harus tanpamu lagi aku pasti akan kuat.
Alberto: aku menyayangimu, sangat!
Aku akan selalu menjadi milikmu, selamanya.
Alberto memelukku erat,dia mencium lama keningku.
Aku merasakan cinta dalam hatiku.
Aku merasakan detak jantungnya.
Alberto: kau mau makan apa??
Jane: salad sayur, ini sudah malam makan makanan berat akan membuat ku gemuk.
Alberto: (tertawa) kau jaga tubuhmu untukku??
Jane: hei, siapa bilang?? aku jaga tubuhku untuk ku sendiri, siapa tau ada pangeran tampan melirikku.
(menggoda)
Alberto: jika ada itu hanya aku,dan hanya aku
Aku tertawa, Alberto sungguh pria yang membuat aku merasa senang dan nyaman.
Mobil berjalan menuju restoran vegetarian di dekat rumah.
Kami turun dari mobil,aku melangakahkan kakiku menuju pintu, namun Alberto menghentikanku.
Dia membungkam mulutku.
Alberto: sstt.. jangan bersuara(berbisik)
Aku mengangguk, Alberto mengajakku masuk kembali ke dalam mobil.
Alberto memundurkan mobil menjauhi restoran.
jane: ada apa?? (bingung)
Alberto: (menunjuk seorang wanita bersama pria didalam Restoran)
kau lihat itu??
Jane: ya,kenapa?? kau mengenalnya??
Alberto: Dia Grace White.
Aku langsung menutup mataku dengan ujung jari tanganku.
Astaga,hampir saja aku melakukan kesalahan.
Alberto: siapa pria itu?? (berguman)
Jane: dia terlihat mencurigakan, apakah Grace bebahaya??
Alberto: sangat, maka dari itu aku melarangmu berurusan dengannya.
ingatlah, jika kau melihatku saat bersama nya jangan pernah ada rasa cemburu, hanya kau yang ada dalam hatiku.
dan kau pura pura saja tidak mengenalku.
oke??
Jane: aku mengerti, kau sungguh tidak menyukainya?? kau bersamanya 7 tahun ini, kau tidak ada apa apa dengannya??
kau pasti bercanda, kau pas...
kata kataku berhenti saat Alberto dengan gemas ******* bibirku.
Jane: umh..
Alberto melepaskan bibirku, aku bernafas lega.
Alberto: jika kau banyak bicara, aku akan melumatmu lagi.
Jane: oke, aku akan diam.
☆Alberto☆
Aku masih mengawasi Grace, sudah hampir 1 jam belum ada pergerakan.
Untung aku memakai mobil kantor,jadi tidak akan ketahuan.
Aku menatap Jane yang sudah tertidur disampingku.
Aku mengecup kilas keningnya.
Alberto: mimpi indah sayang, maaf membuatku seperti ini.
Grece dan pria itu bergerak, mereka kekuar dari restoran.
Aku penasarn dengan pria itu.
Dia memakai topi dan masker.
Sungguh mencurigakan.
Mereka masuk ke dalam mobil dan pergi.
Aku mengikuti mobil itu, mobil itu beegerak cepat.
Sial lampu merah.
Aku harus berhenti dan kehilangan jejaknya.
Aku memeukul kemudi mobil.
Alberto: ahh.. sial, jika tidak karena lampu merah maka akan terkejar.
Lampu berubah hijau, aku putuskan kembali pulang saja.
Aku putar balik dan melaju menuju rumah Janice.
Tak lama kami sampai, aku bangunkan Janice namun tak ada respon, mungkin dia lelah.
Lee pasti memberinya pekerjaan berat.
Aku gendong Janice masuk dan menekan bel rumah.
Bibi Lin membuka pintu, aku masuk.
Bibi Lin: tuan,ada perlu bantuan apa??
Alberto: tidak ada, anak anak bagaimana??
Bibi Lin: mereka tidur,dan baik baik saja.
Alberto: baiklah, bibi istirahat saja.
Aku akan bawa Jane masuk dan beristirahat.
Aku melangkahkan kakiku menuju kamar,perlahan membuka pintu dan masuk, dengan punggungku aku mendorong pintu agar tertutup.
Aku berjalan ke ranjang, merebahkan induk kucing ini.
Aku melepas sepatunya, dan menyelimutinya.
Aku buka jasku dan mencari baju ganti di lemari Janice.
perlahan aku buka lemari dan mencari dengan teliti.
Aku menemukan kaos putih polos berukuran besar.
tidak apa apa lah, yang penting ganti baju.
Aku membuka kancing kemejaku dan melepas kemejaku.
Lalu memakai kaos itu.
Aku melihat diriku dicermin,lumayan dari pada harus memakai piama wanita.
Aku buka celana kerjaku dan menyisakan celaba pendekku, aku pun berbaring disisi ranjang disamping Janice.
Mataku sudah berat, ku tutup mataku dan telelap tidur.
♡♡♡♡
~Ke Esokan Harinya..
☆Alberto☆
Aku merasa sesuatu diwajahku.
perlahan ku buka mataku,dan aku mekihat Janice tersenyum menekan nekan pipiku.
Aku tersenyum dan langsung menariknya dalam pelukanku.
Alberto: pagi sayang
Jane: pagi sangaku
Jane mencium pipiku kilas,dan memelukku erat.
Aku senang, andai bisa seperti ini setiap hari.
sayang ini adalah hari terakhir aku bersamanya.
Jane: kau akan pergi hari ini?
Alberto: ya, maaf kan aku jane
Jane: jaga dirimu, dan jaga hatimu untukku.
Alberto: tentu, kau juga jangan sampai memberikan ciuman pada pria lain selain aku, oke??
Jane mengangkat kepalanya dan menatapku dalam.
perlahan mendekatkan wajahnya padaku dan mencium lembut bibirku,dia mulai menggoda.
Aku biarkan dia mengendalikan situasi, dia begitu panas menciumku.
Hmm.. darahku mendidih, aku meraba punggung jane,kulitnya yang mulus membuatku bergairah.
Jane melepaskan ciumannya dan tersenyum cantik.
Aku berbalik menindihnya, kucium lehernya aroma harum kulitnya membuatku semakin larut dalam gelora cinta.
Aku kecup bahunya kilas,aku dekatkan wajahku aku akan menciumnya mamun tiba tiba pintu kamar terbuka.
Jane mendorongku, dan secepat kilat menarik selimut hingga menutupi kepala.
Aku mendengar suara tawanya.
Aku memendamkan wajahku ke bantal.
siapa yang masuk ke kamar??
Karren,Darren. Good Morning, Mommy And Daddy??
Aku mengangkat kepalaku dan segera duduk.
Jane pun membuka selimut.
Alberto: Morning sayang,ayo sini
Jane: Morning.. (tersenyum)
Darren dan Karren naik ke atas ranjang,Karren memelukku,dan Darren memeluk Jane.
Aku mencium kening Darren dan Karren bergantian.
Alberto: Karren tidak sekolah??
Karren: hari ini sekolah diliburkan papi, papi lupa??
Alberto: ah iya, maaf papi banyak hal yang dipikirkan.
Darren: papi jadi pergi? kemabali ke Inggris?
Alberto: ya sayang, kalian baik baik disini dan jaga mami, oke??
Darren: papi akan kembali??
Alberto: tentu, jika urusan papi selesai papi akan jemput kalian. oke??
Karren: papi tidak akan melupakan kami kan??
Alberto: bagaimana bisa?? papi akan selalu ingat Darren dan Karren. Dalam hati papi hanya ada kalian. (tersenyum)
Darren merangkulku,Aku merasa berat meninggalkan mereka.
Sungguh, ini akan jadi siksaan berat dalam hidupku.
Aku akan meninggalkan mereka lagi.
Aku memagku Darren dan Karren dan merangkul Jane.
Alberto: jagalah dirimu Jane, jagalah anak anak kita.
Jane: tentu, kau juga.
Akberto: kalian, tidak boleh bolos sekolah dan rajin belajar oke?? kalahkan musuh kalian dengan otak, jangan gunakan kekerasan.
Kekerasan hanya digunakan disaat keadaan mendesak saja, oke??
Darren,Karren: oke papi.
Alberto: penerbanganku jam 10 pagi nanti, kau sungguh akan baik?
Jane: pergilah, aku baik baik saja.
Alberto: lusa aku ada penerbangan ke amerika bersama Grace, semoga aku bisa menemukan orang yang aku cari disana.
Jika misiku berjalan baik, aku akan jemput kalian dan kita akan tinggal di inggris.
Kita akan hidup bahagia bersama.
Jane: jangan lakukan hal berbahaya sendirian, mintalah bantuan.
Aku percaya kau akan berhasil.
Kami akan selalu menunggumu kembali.
Aku mencium kilas kening, jane, Darren dan Karren.
Air mataku tak tertahankan.
Aku sedih jika harus berpisah dengab mereka.
Berat sekali melepas mereka.
Aku mendekap erat ke tiaga orang yanga aku cintai.
Semoga harapanku terpenuhi.
(Selamat Membaca😉)
novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria
kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja