NovelToon NovelToon
Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Nyimas zaharah

Ini kisah seorang wanita introvert serta brokenhome, dalam segala hal tidak ada yang berjalan lancar baginya. Seorang wanita yang workaholic, soal percintaan jangan tanyakan. Sudah dapat dipastikan hancur juga sama seperti keluarga nya, Ia hanya dapat bertahan hidup untuk dirinya sendiri dengan cara menonton drama Korea kesukaannya, belanja di toko online, membeli makanan dan lain-lain.

Mei 1999 seorang wanita bernama Mahika Avisa Zalana, sejak lulus sekolah ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Jangan tanyakan alasannya, sudah dipastikan karna ia ingin bekerja dan tidak mau merepotkan keluarganya. Kalau ditanya kenapa tidak kuliah padahal keluarganya mampu bahkan sangat mampu untuk membiayai pendidikannya. Hanya saja ia terlanjur "Malas" yang berkaitan dengan keluarga nya lagi. Bukan berarti dia membenci keluarganya tapi ia ingin hidup tenang tanpa mengingat harus membayar hutang (tidak cuma-cuma) pendidikan yang ia pinjam pada keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas zaharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

00.Prolog

...بسم الله الرحمن الرحيم...

.......

.......

.......

.......

..."Kelebihanmu untuk kekuranganku. Kelebihanku untuk kekuranganmu. Kita ada untuk saling melengkapi. Bukan untuk saling menandingi"...

.......

.......

.......

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

_______

Pagi hari dengan sinar matahari yang masuk di sela-sela jendela kamar yang masih tertutup oleh tirai, seorang wanita yang masih terlelap dalam ranjangnya menyelimuti seluruh tubuhnya dari hawa dingin di pagi hari.

"Arrghhhh.." Raungan dipagi hari, menunjukkan bahwa seluruh tubuh seorang wanita yang sedang lelah namun harus tetap bangun.

Berguling-guling diatas ranjang dengan masih terbalut selimut tebal, mematikan seluruh alarmnya dan mematikan lampu tidurnya. Masih terduduk di atas ranjang, termenung sejenak sambil melihat sekitarnya.

Seluruh aktifitasnya dimulai pada pukul 06.20 pagi, langkah kakinya tergontai-gontai mengumpulkan semangat untuk bekerja, kini ia duduk di depan cermin dan memoles wajahnya dengan make up tipis. Pukul 07.40 kamarnya sudah terlihat cukup rapih, lalu pergi meninggalkan rumah tanpa sarapan pagi.

Tepat pukul 08.00 pagi, ia sudah menggunakan id cardnya yang terpasang di lehernya dan mulai membereskan meja kerjanya. Bersiap memulai kembali hari-hari yang sama, dengan menggunakan celana kain serta baju batik dan jam tangan di pergelangan tangan kirinya.

"Selamat pagi bapak.. " ucapnya menyapa costumer.

ia adalah seorang resepsionis di sebuah hotel, mau tidak mau ia harus melakukan pekerjaan ini meskipun ia tidak ditakdirkan untuk bekerja sebagai resepsionis.

Harus senyum, ramah dan sopan.

Mahika Avisa Zalana. Nama yang jarang terdengar, asing tapi memiliki arti yang bagus, Mahika Avisa Zalana adalah anak perempuan yang membumi yang mencintai pantai/laut dan pekerja keras. Wanita Introvert yang kelahiran tahun 1999 memiliki zodiak Taurus serta nasib percintaan yang tak seindah drama korea kesukaan nya. Dengan suku Melayu dilingkungan yang di dominasi orang Batak. Sudah hampir 1.5 tahun dia bekerja di hotel ini, dibidang pelayanan dia cukup terampil dalam pengalaman yang masih muda.

Diumurnya yang menginjak 23 ia sudah banyak bekerja di berbagai tempat dan semuanya di bidang pelayanan dan beberapa yang harus berhubungan dengan pihak instansi pemerintah, cukup banyak pengalamannya diumur yang masih muda. Tapi sayang dia tidak berkuliah untuk melanjutkan pendidikannya yang menurut teman-teman terdekatnya Ia adalah orang yang pintar dan mampu untuk mengambil sebuah prodi yang cukup bergengsi di Universitas ternama.

"Avisa! " Panggil seorang pria menghampiri meja receptionist, saat ini hanya ada dirinya sendiri yang berjaga.

"Hm.. "

"Yuk makan siang, bentar lagi si Dea gantiin sift lo jadi ayok makan"

"Gak, sorry aku makan sendiri aja. "

"Yaah kok gitu sih, dari dulu kok gak mau diajak makan bareng. Kenapa gak level ya sama aku? " Tanya pria yang serius menatapnya.

"Karna lo udah punya cewek"

"Anjir jawabannya kelazz" Mengacungkan jempolnya " Gak lah, masa sama temen sendiri dari waktu sekolah gak mau si. Ayoklah"

"Gak.. "

"Kenapa lagi alasannya, sampe lo nolak selama bekerja disini" keluhnya pada Mahika yang dari awal bertemu dengannya tak ingin satu meja saat makan siang.

"Karna lo atasan gua" Mahika menjawab dengan datarnya, bersiap meninggalkan meja receptionist karna pengganti nya sudah datang.

"Ah kok gitu sih" Mengikuti langkah kaki Mahika yang berjalan duluan "BTW thanks ya Dea. Kerja yang rajin, fokus terus ya " Menitip pesan kepada karyawan nya itu.

"Gua traktir!! "

Mahika berhenti dan melihat ke arah belakang, menyipitkan matanya dan mendekat ke arah pria yang juga temannya serta atasannya.

"Lo pasti ada maunya sampe mau traktir gua, kenapa? Ada apa? Jawab Dan.. "

Dana menjawab dengan santainya dan menyimpan tangannya di kedua sakunya "Gak ada cuma mau traktir aja" jawab Dana dengan nada pelan, ia memang tidak ada maksud apapun pada Mahika hanya sebatas teman saja.

"Serius?? "

"Ya.. " Dana menjawab dengan serius sembari memberikan simbol dua jari dihadapan Mahika dengan wajah yang meyakinkan.

"Yaudah, makasih tapi gua mau makan sendiri aja" Mahika pergi meninggalkan Dana yang masih diam mematung di tempatnya.

Tidak menduga atas jawaban dari seorang Mahika Avisa Zalana yang dari dulu memang terkenal dingin sejak kelas 2 SMA. Ntah al penyebabnya tapi Dana tahu kalau Mahika adalah wanita yang baik dalam hal apapun.

Dana Septian. Seorang pria yang menjadi manager hotel berkat usaha keluarganya sendiri, teman Mahika sejak di bangku sekolah menengah atas namun Dana tidak banyak mengetahui kehidupan dari seorang Mahika. Hanya satu yang Dana ketahui bahwa keluarga ayah Mahika cukup dikenal masyarakat dan masuk dikalangan terpandang, namun Ia tidak mengetahui apakah itu benar atau tidak karna Ia juga hanya mendengar dari orang lain.

Awalnya Dana tidak mengetahui bahwa Mahika bekerja di hotel yang ia kelola namun seiring waktu Dana mengetahui nya dengan tidak di sengaja.

"Permisi pak, tolong tanda tangan berkas ini pak"

"Ah, iya.. "

***

Pukul 21.30 Mahika sampai dirumah, wajahnya yang pagi tadi segar menjadi pucat. Perlahan ia meletakkan tas dan perlengkapan yang ia gunakan termasuk masker serta jam tangan ke tempatnya kembali. Menghapus make up dan bersiap untuk membersihkan diri, selesai mandi ia duduk di lantai kamar dan mengecek ponselnya. Beberapa pesan dari keluarganya, tapi..

Apakah ini masih dianggap keluarga??

Disaat aku sendirian dirumah ini dan mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan mereka.

Apakah ini masih di anggap keluarga??

Disaat aku hampir mati selama ini menahankan semua sakit di kepalaku.

Apakah ini masih keluarga??

Disaat aku butuh pembelaan, yang ada hanya memikirkan uang, uang dan uang.

Aku..

Lelah..

(Whatsapp..)

Ibu.

01 Januari 2022

Udah gajian? Kapan kirim? Dsini mau blnja ga ada uang. Kpan kirimnya

^^^Sudah dikirim ^^^

01 Februari 2022

Kk jngan lupa krim ya

Sdh gjian kan?

^^^Sudah dikirim^^^

01 Maret 2022

Kpan krimnya mau byar listrik ga ada uangnya

^^^Sudah dikirim ^^^

01 April 2022

Blan kmren krang, tmbhin lgi ya nnti sore pas krim

^^^Sudah dikirim ^^^

01 Mei 2022

Sdh gjian??

^^^sudah dikirim ya^^^

01 Juni 2022

Kok blum dkirim uangnya?

^^^Sudah ma^^^

01 Juli 2022

Gjian sudah kluarkan kk?

^^^Udah dikirim barusan ^^^

01 Agustus 2022

Kk sdh gjian kan, mau byar blanja ga bsa.

***

Sampai hari ini juga hanya mementingkan uang daripada dirinya. Tidak pernah bertanya apakah keadaannya baik-baik saja.

Mahika hanya diam menatap notifikasi di ponselnya dan meneteskan air matanya sedikit demi sedikit, Mahika adalah anak yang menutupi semua masalahnya sebaik mungkin sampai orang-orang tidak menyadari bahwa masalahnya, keluarga serta impiannya yang terhenti begitu saja tanpa mengatakan apa-apa Mahika bertahan sejauh ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!