NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Bruk bruk bruk.

Tiga tubuh bersimbah darah dilemparkan dengan kasar ke halaman depan aula utama Sekte Pedang Langit di ibu kota provinsi.

Mereka adalah tiga Tetua Inti yang sebelumnya dikirim untuk meratakan Kota Awan Merah.

Kini kondisi mereka sangat menyedihkan dan tidak menyerupai master Tahap Langit sama sekali.

Pakaian sutra putih kebanggaan sekte mereka telah robek berkeping-keping dan dipenuhi ratusan luka sayat.

Uhuk uhuk.

Tetua bercodet memuntahkan darah hitam ke atas lantai batu pualam yang mengkilap.

Napasnya tersengal-sengal menahan rasa sakit dari urat nadi yang telah hancur total.

Di ujung aula yang luas dan megah itu, duduk seorang pria paruh baya dengan jubah perak berkilau.

Pria itu adalah Jian Tian, Master Sekte Pedang Langit yang memiliki kultivasi Tahap Langit tingkat puncak.

Jian Tian menatap ketiga bawahannya itu dengan pandangan sedingin es tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.

"Kalian pergi dari sini dengan kesombongan yang bisa menembus langit," ucap Jian Tian memecah kesunyian aula.

"Tapi kalian kembali merangkak seperti tiga ekor anjing liar yang habis dipukuli warga desa."

Suara Master Sekte itu tidak keras, namun mengandung tekanan spiritual yang membuat tulang rusuk para tetua semakin sakit.

Tetua kedua yang kehilangan pedang besarnya mencoba mengangkat kepalanya dengan susah payah.

"A-ampuni kami, Master Sekte," rintih tetua kedua dengan bibir gemetar hebat.

"Pemuda bernama Yang Zhen itu bukanlah manusia normal yang bisa diukur dengan logika kultivasi kita."

Jian Tian mendengus pelan dan menyandarkan punggungnya ke singgasana besi.

"Bukan manusia normal?" ulang Jian Tian dengan nada sangat meremehkan.

"Apakah dia memiliki tiga kepala dan enam lengan hingga kalian bertiga bisa kalah telak seperti ini?"

Tetua bercodet menggelengkan kepalanya dengan kuat hingga darah kembali menetes dari lukanya.

Tes tes.

"Dia bahkan tidak bergerak dari tempatnya berdiri, Master Sekte," lapor tetua bercodet dengan nada penuh teror.

"Dia menjebak kami di dalam sebuah formasi aneh yang bisa membalikkan gaya tarik bumi sesuka hatinya."

Jian Tian mengerutkan keningnya mendengar laporan yang terdengar sangat konyol tersebut.

"Membalikkan gaya tarik bumi? Omong kosong macam apa yang sedang kau bicarakan ini?" bentak Jian Tian.

"Tidak ada formasi di benua utara ini yang bisa memanipulasi hukum alam absolut seperti itu."

"Bahkan pendiri sekte kita tidak memiliki kemampuan untuk melawan gravitasi tanpa menggunakan elemen angin."

Tetua ketiga yang sedari tadi diam akhirnya ikut bersuara dengan napas terputus-putus.

"Itu adalah kebenarannya, Master Sekte," ucap tetua ketiga menahan tangis penyesalannya.

"Dia menggunakan gravitasi terbalik untuk menembakkan sepuluh ribu senjata rongsokan ke arah kami berulang kali."

"Perisai energi spiritual kami hancur seketika saat ditabrak oleh massa besi yang jatuh dari langit dengan kecepatan suara."

Jian Tian terdiam sejenak mendengar penjelasan detail dari bawahannya tersebut.

Otaknya yang licik mulai menganalisis informasi yang sangat berharga ini.

'Manipulasi massa dan gravitasi tanpa menggunakan elemen alam biasa,' batin Jian Tian dengan mata menyipit tajam.

'Jika pemuda itu benar-benar memiliki teknik seperti itu, dia pasti telah mengekstrak sebagian energi dari Jiwa Iblis Darah Kuno.'

Jian Tian berdiri dari singgasananya dan berjalan menuruni tangga menuju ketiga tetua yang terkapar.

Tap tap tap.

Langkah kaki Master Sekte itu bergema di seluruh ruangan, membawa aura kematian yang sangat pekat.

"Kalian bertiga telah mempermalukan nama besar Sekte Pedang Langit di hadapan kota perbatasan rendahan," ucap Jian Tian berhenti di depan mereka.

"Sekte kita tidak membutuhkan sampah cacat yang bahkan tidak bisa melawan hujan besi berkarat."

Mendengar ucapan tersebut, ketiga tetua itu langsung membelalakkan mata mereka dengan kepanikan absolut.

"T-tidak, Master Sekte! Tolong beri kami kesempatan untuk sembuh!" teriak tetua bercodet memohon belas kasihan.

"Kami telah mengabdi kepada sekte ini selama puluhan tahun!"

Jian Tian hanya tersenyum tipis dan mengangkat tangan kanannya ke udara.

Sring.

Sebuah pedang energi berwarna perak terbentuk di telapak tangan sang Master Sekte.

"Pengabdian kalian berakhir hari ini. Jadilah pupuk untuk pohon suci di halaman belakang sekte," ucap Jian Tian tanpa ampun.

Cras cras cras.

Dengan tiga ayunan cepat yang tidak terlihat oleh mata, pedang perak itu memenggal kepala ketiga tetua tersebut secara bersamaan.

Darah segar menyembur mewarnai lantai pualam putih di aula utama sekte.

Bruk.

Tiga kepala menggelinding ke sudut ruangan, menyisakan keheningan yang luar biasa mencekam.

"Penjaga, bersihkan kotoran ini dari aulaku," perintah Jian Tian membuang pedang energinya ke udara.

Wush.

Pedang perak itu lenyap menjadi partikel cahaya, tidak menyisakan setetes darah pun di tangan sang Master.

Beberapa penjaga berpakaian hitam segera masuk ke dalam aula dengan wajah tertunduk takut.

Mereka menyeret ketiga mayat tanpa kepala itu keluar ruangan secepat mungkin tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

Setelah aula kembali bersih, Jian Tian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah pintu utama.

"Jenderal Zhao, berhentilah bersembunyi di balik pilar dan keluarlah," panggil Jian Tian dengan suara datar.

Tap tap tap.

Seorang pria bertubuh kekar dengan zirah besi berwarna merah melangkah keluar dari balik bayangan pilar raksasa.

Pria itu adalah Zhao Lei, Jenderal Pelopor dari Sekte Pedang Langit yang terkenal akan kebrutalannya.

"Anda memanggil saya, Master Sekte?" sapa Jenderal Zhao membungkukkan badannya dengan hormat.

Jian Tian kembali berjalan menuju singgasananya dan duduk dengan gaya yang sangat arogan.

"Kau sudah mendengar laporan dari tiga sampah cacat tadi, bukan?" tanya Jian Tian menatap jenderalnya.

"Saya mendengarnya dengan sangat jelas, Master Sekte," jawab Jenderal Zhao menyilangkan tangannya di dada.

"Pemuda bernama Yang Zhen itu menggunakan formasi gravitasi untuk merusak organ dalam mereka."

Jian Tian menganggukkan kepalanya dengan raut wajah penuh perhitungan.

"Aku tidak ingin mengirim ribuan pasukan kita hanya untuk mati konyol ditabrak oleh besi tua yang jatuh dari langit," ucap Jian Tian.

"Pemuda itu terlalu berbahaya jika dihadapi tanpa persiapan yang matang."

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!