"A...aku hanya ingin kamu bahagia, menikahlah dengannya. Aku bersedia berpisah..."
Tatapan suaminya yang pada awalnya penuh amarah menjadi penuh rasa iba."Aku rasa tunjangan perlu di revisi."
"Dia muda dan cantik, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik. Hanya saja foto pernikahan boleh untukku? Aku hanya ingin mengenang saat kita susah dan senang bersama-sama."
Sang suami kembali tertegun, menelan ludahnya."Aku akan menambahkan satu villa lagi dalam pembagian harta nanti."
Sementara putranya, berbisik kepada ibunya."Bagus ibu, manipulasi rasa bersalah Ayah. Agar kita mendapatkan lebih banyak hartanya lagi."
***
Ayu Ningsih merupakan istri sekaligus ibu rumah tangga yang baik. Memiliki seorang putra yang begitu cerdas.
Suaminya datang, mengatakan bahwa selingkuhannya hamil dan ingin menceraikan istrinya.
Ayu Ningsih, pada awalnya marah, tapi putranya memberikan gagasan yang lebih bagus."Cerai Boleh! Harta Harus!"
Ibu dan anak yang ingin memiskinkan pasangan selingkuh itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kunjungan Pertama
“Sekarang kamu ceritakan dulu siapa sebenarnya selingkuhan ayahmu saat ini?” Ayu menatap ke arah putranya, wanita itu sudah mengorbankan hidupnya untuk suaminya.
Biaya kuliahnya dipakai untuk menopang, agar suaminya dapat melanjutkan hingga S2. Wanita yang berakhir menjadi lulusan SMU. Sama sekali tidak mengambil pekerjaan, hanya fokus menjadi ibu rumah tangga merawat suami dan anak.
Di usianya yang sudah 50 tahun, tidak lagi muda. Malah surat cerai yang didapatkan olehnya.
“Namanya Siska, usianya 26 tahun. Dia pada awalnya anak magang di perusahaan. Tapi beberapa kali masuk ke ruangan ayah, tiba-tiba Ayah memecat sekretarisnya sendiri. Menjadikan anak magang itu sebagai sekretaris pribadi. Ayah memiliki kekuasaan mutlak atas perusahaan. Bahkan aku yang sudah memiliki banyak prestasi di perusahaan, hanya mendapatkan jabatan sebagai staf biasa. Ayah berusaha menekan karierku. Itu hanya agar aku selalu bergantung padanya.” Keluhan yang diucapkan oleh Virgo, wajahnya terlihat benar-benar lelah.
Putranya yang paling tampan dan berprestasi, malah harus berakhir seperti ini. Sungguh kasihan…Oh kasihan…
“Jadi karirmu dikalahkan oleh anak magang!? Benar-benar kurang ajar! Apa saja informasi lain yang kamu tahu tentang wanita itu?” Tanya sang Ibu kembali.
“Bodynya bagus, wajahnya cantik, selalu naik mobil ke kantor. Aku tebak mobilnya dibelikan oleh ayah. Karena saat pertama kali bekerja wanita itu menaiki sepeda motor. Tentang informasi lainnya, aku juga tidak tahu banyak…tapi yang jelas Ayah benar-benar menyebalkan. Bagaimana bisa pria Brengsek itu adalah ayahku…” Virgo menghela nafas berkali-kali.
Jika dirinya pergi saat ini, dan melakukan perlawanan pada ibunya terang-terangan. Maka dirinya hanya akan berakhir diinjak oleh ayahnya hingga hancur.
“Tidak apa-apa, wanita muda tidak berpengalaman seperti itu tahu apa? Lebih baik kita fokus untuk mengeruk harta ayahmu. Akan ada jalan, untuk memiskinkan pria Brengsek itu…” ibunya bisa kembali meminum teh dengan tenang.
Itu artinya sama sekali tidak ada apa-apa.
“Apa Ibu akan mengirim detektif untuk menyelidiki wanita itu?” Tanya Virgo pada Ayu Ningsih.
“Buat apa? Nanti juga wanita itu akan datang ke tempat ini. Mengetahui Dani akan memberikan uang lebih, dia akan berontak. Kemudian cepat atau lambat menemui kita…saat itu kita akan menjalankan rencana kedua.” Wajah ibunya yang benar-benar bersahaja dan polos.
Tapi ternyata tingkah lakunya tidak sepolos wajahnya. Guratan senyumannya terlihat, memulai permainan mematikan ini. Antara istri sah melawan pelakor.
Bukan sebuah permainan untuk memperebutkan pria brengsek. Melainkan permainan ini, untuk memperebutkan harta si pria brengsek.
“Apa maksud ibu? Wanita itu akan datang kemari?” Virgo menyipitkan matanya.
“Benar! Biarlah dia datang ke tempat ini. Karena, Aku menginginkan uang kompensasi perceraian yang lebih besar lagi.” Sang Ibu tersenyum, sedikit memiringkan kepalanya.
Benar-benar bagaikan kelinci tua tidak bersalah. Membuat putranya tidak bisa berkata-kata.
***
Tapi siapa sangka, dugaan ibunya ternyata benar. Matahari sudah terbenam saat itu, rumah mewah milik keluarga Atmajaya benar-benar terlihat megah.
Pintu gerbang besar dibukakan oleh seorang security. Seorang wanita cantik memarkirkan mobilnya. Melepaskan kacamata hitam, turun dari mobil. Pakaiannya begitu mewah dan seksi.
Kalung berlian bertengger di lehernya, bagaikan deretan permen berkilau warna-warni. Ditambah dengan anting, memanjang sudah pasti juga berlian.
Pakaiannya berwarna merah menantang, lipstiknya begitu tebal, make up-nya jangan ditanyakan lagi. Orang ini bagaikan selebritis…
Melangkah mendekati pintu besar itu. Seorang pelayan membukakan pintu kemudian mempersilahkannya masuk.
“Ibu…itulah orangnya.” Putranya yang baru saja pulang bekerja berbisik kepada ibunya.
“Wanita ini, kalau aku punya menantu seharusnya seusia dengannya. Tapi malah wanita muda seperti ini yang merebut suamiku. Sungguh dunia ini sudah gila.” Ayu menghela nafas kasar.
Wanita itu duduk di sofa tanpa permisi. Matanya mengamati dua orang yang ada di sana.
“Kalian! Kemari…” perintahnya pada ibu dan anak itu bagaikan menganggap mereka adalah pelayan.
Sepasang ibu dan anak yang masih terlihat ramah dan mudah diintimidasi. Kini duduk di hadapan Siska.
“Aku akan menikah dengan Dani ku tersayang. Karena itu jangan pengaruhi suamiku lagi, 100 juta sudah terlalu banyak untuk kalian. Memangnya apa yang bisa kalian belanjakan?” Tanyanya terlalu arogan.
“Kalau aku mendapatkan kompensasi yang sesuai. Rencananya aku akan membeli pria yang lebih muda dan fresh daripada suamiku. Dia sudah benar-benar alot…” anehnya ibunya berucap begitu elegan. Menutup mulutnya bagaikan menahan tawanya sendiri.
Sedangkan Virgo sama sekali tidak bisa berkata-kata. Inikah cara berkelas untuk menghadapi wanita perebut suami orang?
“Kamu! Aku akan mengatakan semua ini kepada Dani!” Suara bentakan Siska terdengar.
“Adukan saja, aku tidak peduli padamu.” Ayu terlihat acuh tak acuh. Masih menggunakan pakaian biasa ala ibu rumah tangga.
“Dani bahkan membelikan kalung berlian untukku. Dia selalu mengatakan aku itu lebih segar, lebih cantik, dia juga berkata akan menemaniku selama-lamanya. Setiap pagi dia memaksakan makanan khusus untukku. Memangnya apa yang pernah dia berikan padamu?” Tanya Siska menyombong.
“Ah! Ceritamu mengingatkanku tentang masa-masa dulu. Dulu dia selalu berhemat, hanya untuk membelikan kalung emas sebagai hadiah untukku. Saat awal pernikahan, setiap pagi dia memasakkan sarapan untukku. Dia selalu berkata akan menemaniku selama-lamanya. Benar-benar seorang pria yang baik.” Ayo malah menjawabnya dengan ceria.
Sebuah perkataan tersirat, bahwa cinta Dani memiliki tanggal kadaluarsa. Dulu Dani berjanji akan menemaninya selama-lamanya. Dan sekarang Dani berjanji pada Siska. Sebuah janji yang sama. Dalam artian, perkataan menemani selama-lamanya, itu bukan berarti sepanjang masa. Hanya sepanjang perasaannya masih ada. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti Siska juga akan disingkirkan.
“Aku sekarang sedang mengandung anaknya! Dia sangat memperhatikanku! Dia selalu melindungi dan menjagaku. Ketika aku melahirkan anaknya, dia akan lebih mencintaiku lagi berkali-kali lipat. Kamu tidak tahu betapa bergairahnya suamimu.” Dengan sengaja wanita ini mengundang emosi.
Tapi satu jawaban menohok.”Bibit suamiku memang kualitas premium. Aku juga sudah melahirkan seorang anak untuknya. Lihatlah! Anakku bahkan sudah besar, dia ini dari SD sampai SMU selalu mendapatkan juara umum pertama. Ketika kuliah pun ipk-nya tinggi. Di dunia kerja selalu membanggakan. Setidaknya karena putraku ini aku disayang…dulu.”
Lagi lagi kalimat tidak tersirat. Seberapa pun sempurna anak yang akan dilahirkan. Tidak akan membuat hati Dani luluh, sehingga menciptakan cinta yang tidak lekang oleh waktu. Tetap saja cinta Dani ada tanggal kadaluarsanya.
“Kamu jangan coba mengadu domba hubungan kami! Dani hanya milikku.” Wanita itu bangkit dari tempatnya duduk, menatap ke arah penampilan Ayu dari atas sampai bawah.
“Kamu itu sudah tidak fresh lagi, kulitmu sudah keriput. Lihatlah aku yang cantik dan seksi. Tentu akan selalu disayang oleh Dani.” lagi lagi Siska mencoba untuk memprovokasi.
Tapi Ayu mendekat, kemudian berbisik.”Kamu kan masih muda, Bagaimana rasanya berhubungan dengan pria tua. Oh…aku lupa, Kamu lebih suka pisang busuk daripada pisang muda yang kencang. Tentu saja beda di kelas denganku.”
Sekarang keadaan terbalik, Siska benar-benar terprovokasi. Pada akhirnya sedikit mendorong tubuh Ayu.
Seharusnya Ayu tidak jatuh, tapi Ayu malah menjatuhkan dirinya ke belakang.
“Siska! Ibuku sudah merestui pernikahanmu dengan ayahku. Kenapa kamu malah marah dan mendorongnya!?” Suara Virgo terdengar, anak yang memeluk ibunya sembari menangis.
“Siska!” Kata yang menggelegar, benar saja, Dani tiba-tiba muncul.