NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamzari20

Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Ajakan Arion

"Oh, masalah itu! Aku setuju dengan keputusan Papa. Lyra harus sedikit di beri pelajaran agar dia tahu kalau tidak boleh bicara dan menfitnah sembarangan seperti itu!" Kata-kata itu terdengar bijak. Namun, syarat akan ejek kan yang mematikan di dalamnya. 

Lyra menggeram dalam hati, dia mengutuki Isabella yang tak membantu apapun dan malah menyetujui keputusan Papa dan Mamanya. 

"Pa, Ma, aku harus pergi. Sampai jumpa!" pamit Isabella, tak lupa kecupan selalu mendarat di pipi kedua orang tuanya. 

Isabella melirik Lyra. Hanya sekilas dan selanjutnya kembali melanjutkan langkah tanpa menoleh lagi. 

"Kembali ke kamarmu Lyra! Satu minggu kamu akan tetap di rumah tanpa acara di luar rumah, ingat itu!" ucap Matthew memberikan ultimatum tak bisa di bantah. 

Lyra hanya bisa mengalah sekarang, dia akhirnya bangun meninggalkan ruang makan untuk kembali ke kamarnya sendiri meninggalkan Melody dan Matthew yang masih ingin duduk di meja makan. 

Menapaki satu persatu Anak tangga. Dia permukaan Lyra berusaha menjadi putri yang patuh. Namun, dalam hati ia mengutuki kedua orang tua itu dan Isabella yang mengekang dirinya tanpa henti. 

"Sialan! Lalu bagaimana aku menemui Kak Darel?" gerutunya dengan kesal. 

BRAK! 

Membanting pintu kamar dengan keras karena ingin melampiaskan kemarahan yang trpaksa ia pendam karena demi memuluskan rencananya untuk mendapatkan properti Davis dan kekayaan keluarga itu. 

Sedangkan di sisi lain. 

Dalam mobil. Isabella tengah ada tujuan ke butik untuk mencoba beberapa gaun demi bisa menghadiri acara penting di salah satu agency model yang mengundang dirinya. 

"Jadi semua, hari ini aku ada perjalanan ke butik, nanti kalian bantu aku pilih gaun ya!" kata Isabella, dia tengah melakukan live untuk menyapa para pengikutnya. 

Isabella menikmati perjalanan itu, dia juga menjawab beberapa pertanyaan dari para fans nya itu. dan senang karena akhirnya dia sadar kalau kehidupan ini lebih baik daripada harus menjilat Darel dan menyenangkan Lyra yang tak tahu diri. 

Mobilnya terparkir di salah satu butik ternama. Butik yang di masa depan akan masuk ke kancah dunia dan menjadi brand paling di cari dengan hasil desain memukai juga meraih beberapa penghargaan bergengsi dalam sejarah. 

Isabella berjalan pelan, dia juga masih siaran langsung dan menyapa beberapa fans yang baru bergabung. 

"Nona Isabella, selamat datang!" sang pemilik butik Matilda menyapa Isabella dengan baik. 

"Terima kasih, aku sedang live apakah boleh?" tanya Isabella, dia harus izin karena tidak baik mengganggu privasi orang lain dengan live-nya. 

"Silakan! Promosikan juga sekalian!" gurau Matilda dan di jawab oleh Isabella dengan kekehan kecil. 

Isabella dan Matilda mengobrol dengan live yang masih menyala di sana. Beberapa kali Matilda di minta menyapa wanita yang usianya hanya lebih tua empat tahun dari Isabella itu melambaikan tangannya dengan ramah. 

Setelah selesai berbincang. Isabella ingin melihat gaunnya yang sudah satu minggu ini ia pesan dengan beberapa proses panjang demi gaun impian. 

Gaun itu ada untuk memenuhi pertunangan nya dengan Arion. Selain itu juga dia ingin pamer pada Lyra yang kerap kali iri dengan gaun-gaun mahalnya. 

Lemari kaca mewah dan panjang itu menyimpan baju-baju mahal termasuk gaun indah pesanan Isabella. 

Wanita cantik itu meraba kaca di sana, melihat bagaimana gaun itu berkilau memantul dari lampu crystal di dalam ruangan. 

"Cantik sekali, benar-benar cantik!" puji Isabella, dia menyukai modelnya dan itu persis seperti gaun impiannya di kehidupan pertama dulu. 

'Ternyata jauh lebih menyenangkan saat bisa memamerkan apa yang kita punya pada si serakah!' batin Isabella dengan senyum samar.

***

Isabella mencoba mengenakan gaun itu, di bantu pegawai di butik itu dia mencoba semuanya. 

Berkaca dan melihat lewat cermin. Isabella tersenyum tipis saat melihat bagaimana dia sekarang. 

"Jadi bagaimana sekarang?" Isabella bertanya pada para penggemar yang masih ikut dalam live nya hari ini. 

Banyak komentar yang masuk. Di tengah itu Isabella juga mencoba beberapa gaun lainnya sebelum menentukan pilihannya. 

Sore harinya. 

"Kak, kamu sudah kembali?" tanya Lyra, dia berjalan mendekat dan menyentuh tangan Isabella dengan senang. 

Isabella sebenarnya jijik, dia berusaha menekan hatinya yang ingin menepis kasar tangannya. Namun, Isabella menahan itu karena dia tak mau membuat Lyra curiga. 

"Iya, ada apa? Wajahmu terlihat tak baik?" tanya Isabella, pelan-pelan dia mulai melepaskan genggaman Lyra. 

"Aku hanya bosan, Kak, tidak apa kok," kata Lyra dengan sendu.

"Jangan sedih lagi, lihat apa yang aku beli untuk kamu?!" menyerahkan satu Paperbag pada Lyra untuk di lihat. 

"Kak, apa ini?" tanya Lyra, menerima Paperbag berlogo mahal itu dengan senang. 

"Kamu akan tahu nanti, bukalah!" titahnya. 

Lyra dengan semangat membuka Paperbag itu dan di dalamnya sebuah kotak terlihat indah dan menawan. 

Lyra mengambil kotak itu dan tangannya dengan cekatan membuka untuk melihat apa yang Isabella untuknya kali ini. 

Sebuah gaun indah bermotif malam terlipat rapi di sana. Mata Lyra berbinar dan akhirnya dia tahu kalau Isabella masih mempedulikan nya. 

"Bagaimana? Apa kamu suka?" tanya Isabella, sekilas ada sorot mata benci. Namun, di tekan dengan senyum dan binar mata indah. 

"Tentu Kak, Terima kasih!" ucapnya, sambil memeluk Isabella dngan erat. 

Isabella Muak, dia benci dan merasa marah saat tubuhnya di peluk oleh Lyra, rasanya ia ingin mendorong wanita itu. Namun, dia menekan ketidaknyamanannya itu agar tak menjadi masalah. 

Di dalam kamar. 

Isabella melihat Paperbag yang ia bawa, melihatnya lama sebelum akhirnya senyum itu menunjukkan sesuatu yang lebih berbahaya hanya dari sekedar senyum dan gaun. 

"Nikmati saja! Kamu akan lihat bagaimana tanganku bekerja lewat gaun itu!" gumamnya. 

Isabella tak sabar, menunggu pertunangan itu di gelar meriah dengan dekorasi cantik yang ia mau. Namun, itu mungkin bukan hanya sekedar pertunangan biasa. 

Beberapa hari kemudian. 

"Bagaimana? Siap?" tanya Arion, dia datang untk menjemput Isabella seperti janjinya hari itu pada pesan yang ia kirim. 

"Iya, jadi kita akan menginap?" Isabella memastikan lagi. 

"Iya, hanya dua malam. Aku ada sedikit pekerjaan di sana dan sekalian jalan-jalan," jelasnya. 

"Bagus, aku juga butuh perjalanan jauh ini demi menemukan ketenangan!" ungkapnya. 

Arion mengangguk, setelah pamit pada kedua orang tua Isabella dan meminta Izin mereka akhirnya keluar dari rumah itu dengan cepat. 

Di halaman. 

Mobil itu sudah terparkir sempurna, Arion membuka pintu mobil untuk Isabella setelah memastikan setiap barang yang Isabella bawa tersimpan rapi di bagasi belakang. 

Di rasa semua siap. Keduanya siap melakukan perjalanan berdua untuk pertama kalinya, hal yang tak pernah ada dalam sejarah kehidupan pertama. 

Isabella menikmati perjalanan itu. Matanya menerawang jauh pada gedung-gedung pencakar langit di kota. Jalanan yang ramai dengan bisingnya suara kendaraan yang berlalu lalang membuat Isabella mencoba mencari kenyamanan. 

Dulu, dia tak pernah menemukan itu. Karena selama hidup dia hanya mencoba menyenangkan Lyra dan Darel. Dua orang yang tak pernah merasa puas akan apa yang ia berikan. 

Isabella sudah bersumpah, setiap tetes darah dan air mata di kehidupan lalu harus di bayar dengan mahal oleh keduanya. 

1
Irsyad layla
ini sebenarnya keluarga de luca apa Marco bingung jadinya
Hamzari20: Marga Marco untuk Darel dan Marga De Luca untuk Arion
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!