NovelToon NovelToon
Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:306
Nilai: 5
Nama Author: Nyimas zaharah

Ini kisah seorang wanita introvert serta brokenhome, dalam segala hal tidak ada yang berjalan lancar baginya. Seorang wanita yang workaholic, soal percintaan jangan tanyakan. Sudah dapat dipastikan hancur juga sama seperti keluarga nya, Ia hanya dapat bertahan hidup untuk dirinya sendiri dengan cara menonton drama Korea kesukaannya, belanja di toko online, membeli makanan dan lain-lain.

Mei 1999 seorang wanita bernama Mahika Avisa Zalana, sejak lulus sekolah ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Jangan tanyakan alasannya, sudah dipastikan karna ia ingin bekerja dan tidak mau merepotkan keluarganya. Kalau ditanya kenapa tidak kuliah padahal keluarganya mampu bahkan sangat mampu untuk membiayai pendidikannya. Hanya saja ia terlanjur "Malas" yang berkaitan dengan keluarga nya lagi. Bukan berarti dia membenci keluarganya tapi ia ingin hidup tenang tanpa mengingat harus membayar hutang (tidak cuma-cuma) pendidikan yang ia pinjam pada keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas zaharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Umma Sembuh

...بسم الله الر حمن الر حيم...

...Segala sesuatu akan selalu bernilai baik bergantung pada niat dan tindakan yang dilakukan seseorang dalam situasi tersebut...

______________________

Pagi ini Fian sudah berada di rumah sakit membantu mengemas perlengkapan selama di rumah sakit untuk dibawa pulang ke rumah, hari ini umma sudah dinyatakan boleh pulang ke rumah oleh dokter. Tentu saja kabar ini sangat membuat Fian dan Mahija sangat senang, berbicara soal Mahija saat ini ia tengah sibuk rapat dengan para komandan di kesatuan. Beberapa hari lagi akan diadakannya HUT TNI Angkatan Udara, pastinya saat ini Mahija sangat frustasi dengan jadwal yang super padat.

"Dek, bilang ke abang bian tidak perlu mengantar umma pulang ke rumah.. " ucap umma yang tengah duduk diatas brankar.

"Iya, tidak perlu kalian ikut mengantar sampai kerumah. Ayah bisa menjaga umma, kamu juga harus bertugas. Belakangan hari kalian terlalu sering terlambat untuk melatih"

"Iya Fian udah bilang ke abang, cuma kata abang masih sempat diusahakan katanya. Fian sudah selesai latihan, lagian memang kosong yah jadwal Fian"

"Yaudah, bilang ke Bian. Ayah sama umma pulang ke rumah dan kamu balik ke asrama sana "

"Diusir nih?? "

"Iya"

"Tega bener anaknya diusir, nanti Fian aduin ke Komnas perlindungan anak" ucap Fian dramatis

Tentu saja Fian tidak benar-benar pada ucapannya, hanya sekedar candaan biasa.

"Kalau kamu gak malu, silahkan "

Umma hanya tersenyum melihat perilaku ayah dan anak ini, mereka benar-benar mirip soal bercandaan.

"Yaudah umma sama ayah pulang ya, Fian jaga kesehatan dan titip salam ke bang Bian ya nak. Minggu depan aja pulangnya, sekalian cuti"

"Iya umma, Hati-hati yah nyetirnya, kabarin Fian atau abang kalau sudah sampai di rumah"

"Iya, Assalamu'alaikum"

Mobil hitam yang di kendarai oleh ayah dan umma meninggalkan Fian yang masih berdiri di parkiran, ia sama sekali tak bergeming selama beberapa detik.

"Wa'alaikumussalam" ucapnya pelan dengan suara lembut tidak seperti biasanya.

Ia berjalan menuju sepeda motor yang ia parkir tidak jauh dari tempatnya berdiri, sebuah motor klasik berwarna hitam. Ia memasang earpod dan memakai helmnya, memutar sebuah lagu On Bended Knee dari Boyz II Men.

Motornya meninggalkan parkiran rumah sakit, Yogyakarta menjadi tempat ternyaman nya saat ini.

***

"Jadi, persiapan Flypass sudah berada di 90 % yang akan menampilkan alutsista andalan TNI AU. Jet tempur F-16 Fighting Falcon yang akan di bawa oleh Letda. Pnb Fian, Sukhoi Su-27/30-Letkol Pnb Wanda , T-50i Golden Eagle, hingga manuver anggun dari Jupiter Aerobatic Team. " lugas Mahija kepada para atasannya, Ia tampak sangat percaya diri menjelaskan setiap rincian acara yang akan mendatang. "Adapun beberapa formasi yang akan digunakan yaitu formasi angka, Arrow Head, Bomb Burst, High-Speed Pass. Untuk kegiatan lainnya ada pameran Alutsista dan Open base, lalu ada kegiatan bakti sosial dan karya bakti sebagai penutupnya." Final Mahija setelah menyelesaikan semua data di kertas yang ada di tangannya saat ini.

"Untuk kesiapan upacara apakah sudah 100 % selesai ? Saya tidak ingin terjadi hal-hal yang akan menghambat proses upacara nanti" ucap salah satu atasan kepada Mahija.

" Siap, sudah 100% rampung menurut data di lapangan, baik podium serta lapangan sudah sepenuhnya selesai. Untuk kesiapan anggota juga hampir memenuhi syarat ndan." Jawab Mahija dengan tegas tanpa hambatan.

Memang beberapa hari ini dirinya sangat sibuk dengan persiapan HUT TNI AU yang ke 81, Mahija juga tidak menyangka dirinya sendiri yang akan menjadi orang terpenting dalam menangani HUT TNI tahun ini.

"Oke kalau begitu, saya percayakan kepada kamu. Mengingat waktu sudah memasuki sholat ashar, mari kita selesaikan sampai disini saja rapat hari ini. Terimakasih dan tetap bekerja keras"

"Siap, selamat Sore ndan." Serempak anggota yang hadir di rapat hari ini termasuk Mahija yang melihat atasannya berjalan keluar ruangan sembari melambaikan tangannya.

Drrrtt drrrtt

Suara pesan ponsel Mahija bergetar di saku baju dinasnya, 1 pesan muncul dilayar sesaat Mahija mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya.

(WhatsApp)

Fian (16.10)

Bang makan siang lu mau apa ? Biar gua bawa sekalian balik asrama.

^^^Gua makan apa yang lu beli^^^

^^^dengan uang halal.^^^

Fian (16.12)

Uang gua halal dan toyiban

Yaudah gua beli gudeg + sate juga.

^^^Y^^^

Mahija hanya berdecik sesaat setelah membalas pesan dari adiknya itu, lalu beranjak pergi menuju asrama untuk segera bersiap-siap sholat ashar.

Hari demi hari sudah berlalu, ia bahkan tidak sempat menghubungi Mahika, belakangan ini sangat sibuk. Mahija yang baru saja selesai sholat ashar duduk diteras mushola, melihat kearah lapangan bola tepat berada di depannya. Anggota yang berlalu-lalang memberikan hormat padanya yang sedang duduk bersantai menikmati waktu senggangnya saat ini, ada beberapa anak-anak kolong yang bermain bola juga.

Tinn.. tin-tinnn

Suara klakson sepeda motor memecahkan keheningan yang damai, seorang pria dengan beberapa bungkusan tergantung di stang motor. Fian.

"Ayo, mau makan dimana ?" Tanya Fian yang masih belum beranjak dari motor nya.

Mahija tak menggubris pertanyaan adiknya itu, ia berjalan dengan diam lalu naik ke sepeda motor.

"Kemana ?" Tanya Fian ulang.

"Asrama" jawab singkat Mahija yang sudah kehabisan tenaga setelah menyelesaikan pekerjaan nya yang amat padat hari ini.

Fian melajukan sepeda motor nya menuju asrama, ia tak banyak bertanya kepada Mahija karna ia tahu Abangnya ini sudah kelelahan karna dari pagi belum makan sedikit pun. Ia hanya mendapatkan kabar bahwa Mahija hanya satu gelas kopi saja hari ini.

"Ini makan dulu" sanggah Fian sembari menyiapkan nasi gudeg dan sate serta es kelapa di atas piring. "Bang, ada yang mau gua tanya.. "

"Bismillahirrahmanirrahim.. mau tanya apa ? " Jawab Mahija usai menyantap satu suapan nasi yang baru saja masuk ke lambungnya saat ini.

"Bagaimana kelanjutannya soal kak Mahika ?" tanya Fian sedikit ragu. Ia sebenarnya juga penasaran dengan hubungan tentang abangnya serta calon kakak iparnya ini. Maklum jiwa keponya selalu menempel di dirinya.

Mahija hanya terdiam, tidak ada sedikit pun jawaban yang terucap dari lisannya. Mahija juga baru tersadar akan hal tersebut, ia berjanji akan kembali ke rumah Mahika untuk mengkhitbah nya tapi tanpa ia sadari dirinya melupakan janjinya itu setelah beberapa kejadian yang membuatnya lupa akan janjinya itu.

"Nanti di pikirkan lagi, gua lupa soal janji gua ke Mahika kemarin"

"Sumpah lu bang ? Lu janji apaan !! Gua yakin kak Mahika pas udah ngambek sih kalo lu janji tapi lu lupain, gila lu" tukas Fian dramatis membuat Mahija juga sedikit bergeming dari posisinya.

Mahija yang mendengarnya juga berpikir apa yang Fian katakan, ia meyakini bahwa apa yang diucapkan Fian pasti benar. Apakah benar Mahika akan marah kepada dirinya, kalau benar bisa berantakan rencananya selama ini.

"Gua sih ngeri ya, kalo udah ngambek pasti susah bujuknya.." ucap Fian, menambah beban pikiran Mahija semakin ruwet. Fian terus saja memanasi Mahija yang sedang melamun, Ia tahu sekali abangnya ini sangat menyukai Mahika. Apapun akan ia lakukan demi wanita yang menjadi incaran abangnya, Ia berceloteh tidak mempedulikan keadaan Mahija yang makin ruwet isi kepalanya.

"Yaudah nanti malam, tolong kirimkan undangan buat hadir di acara HUT TNI ke warga desa" ujar Mahija mendadak.

"Ha ??"

"Beri undangan khusus ke warga desa buat hadir di acara HUT TNI nanti, untuk akomodasi dan lainnya gua yang tanggung"

"Siap.." jawab Fian. Ia tak menyangka bahwa Mahija menyelesaikan masalahnya dengan tenang, ia paham akan situasi nya saat ini dan Mahija menangani dengan tenang.

Usai apel malam Fian langsung menghubungi kepala desa dan memberikan undangan online khusus dan mengirimkan uang untuk akomodasi selama diperjalanan menuju ke Batalyon. Fian juga menjelaskan tahapan masuk secara detail dan mengingatkan kepala desa untuk mengajak Mahika.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!