seorang gadis cantik berkulit putih berdiri menatap penampilan pada sebuah cermin...
Rambut di kepang dua, mengunakan kaca mata tebal, wajah nya natural tampa riasan make up tebal seperti gadis lainnya....
Bahkan baju yang di kenakannya kebesaran sehingga menutupi body aslinya....
" Satu hari sejuta impian, semangat Jasmine
kamu pasti bisa" gumam nya tersenyum manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RalenS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menolong Jasmine
Dua pasang mata saling menatap dengan datar...
Jasmine menghela nafasnya, berusaha tersenyum Walau hatinya ingat sekali mengatai pria ini ..
" Makanan ini sangat membosankan" ucap Pria itu seraya menatap gadis di depannya
" Maaf tuan,jika begitu tuan ingin di buatkan apa?" tanya gadis itu...
" Tidak aku sudah kenyang" jawab santai
" Tuan Laurenzo William yang terhormat, jika tuan tidak ingin makan mengapa harus memesan makanan ini?" tanya Gadis itu dengan kesal tanpa sadar
" Kau berani mengatur ku?" tanya Wiliam
" Habiskan makanan ini" titah Wiliam tanpa ingin di bantah
" Jasmine Amora mengapa masih berdiri?, duduk dan habiskan makanan ini" ujar Wiliam
Jasmine mengepalkan tangannya lalu menghela nafasnya dengan kesal , lalu Jasmine pun mulai duduk dan memakan makanan itu...
" Benar' menyebalkan" ujar Jasmine dalam hati, terus memakan makanan itu dengan cepat agar segera habis dan dia bisa segera keluar dari ruangan ini....
" Pelan" saja makan nya kelinci kecil,aku tidak akan merampas makanan mu" ucap Wiliam tersenyum mengejek...
Jasmine menatap nya kesal...
" Dia pikir aku begini karena siapa? dasar tuan muda menyebalkan" ucap Jasmine dalam hatinya...
" Berhenti mengumpat Amora" ujar Wiliam
Uhuk
Uhuk
Uhuk
Jasmine terbatuk karena terkejut mendengar perkataan Wiliam
" His dasar rakus " ucap Wiliam tanpa perasaan lalu menyodorkan segelas air putih miliknya yang sempat di minum nya sedikit...
Jasmine meraih dan meminum nya dengan sekali teguk..
Hah
Jasmine menoleh dan ingin mengatai pria itu
" Apa ?kamu ingin menyalahkan ku karena kecerobohan sendiri?" tanya Wiliam
" Aku tidak suka dengan panggilan mu" Akhirnya Jasmine memberi tahu hal yang membuat nya sampai ter sendat saat makan...
Wiliam tersenyum kecil tanpa disadari,dia sendiri tidak sadar kalimat itu keluar begitu saja
" Amora,lebih cocok untuk panggilan nya" pikir Wiliam saat ini
" Nama Jasmine terlalu indah sedangkan kamu coba menilai diri kamu sendiri" ucap Wiliam yang sebenarnya hanya ingin menjahili Jasmine...
Jasmine terdiam lalu menatap datar Wiliam
" Tuan benar nama itu terlalu indah untuk saya yang hanya gadis biasa, terimakasih sudah menyadarkan saya" ucap Jasmine dengan suara bergetar ...
Wiliam tertegun dan merasa bersalah saat melihat kedua mata itu berkaca-kaca...
" Terimakasih untuk makanan nya tuan muda" ujar Jasmine tanpa menatap Wiliam
Jasmine membereskan bekas makanan itu karena ingin segera pergi
" Tunggu " cegat Wiliam saat Jasmine ingin keluar
Jasmine terdiam tanpa berniat berbalik ke arah Wiliam
" Maaf aku salah seharusnya aku tidak mengatakan sesuatu yang menyakiti kamu"ucap Wiliam dan ini untuk pertama kalinya dirinya meminta maaf pada orang lain...
" Tidak apa-apa tuan,tuan tidak salah semuanya benar, permisi" Jasmine pergi meninggalkan William dengan rasa bersalah nya...
Tok
Tok
Tok
" Masuk" ujar seorang wanita dari dalam
" Jasmin ada apa?" tanya Valery saat melihat gadis itu
" Kak maaf mengganggu,hari ini aku ingin ijin pulang lebih awal kak" pinta Jasmine
" Kamu sakit?" tanya Valery khawatir
" Tidak kak,aku baik' saja hanya sedang ada keperluan penting" ucap Jasmine
" Baiklah kamu boleh pulang, hati' di jalan ya jus" ucap Valery
Setelah mendapatkan ijin, Jasmine berpamitan Pada Alan dan Naya lalu menuju parkiran mengambil motor nya....
Jasmine pun mengendarai motor nya menuju ke sebuah pemakaman umum, cuaca hari ini sedikit mendung,tanpa disadari nya Wiliam mengikuti nya sedari keluar dari cafe
Jasmine berjalan menyusuri pemakaman sampai pada dua makam orang tua nya, Jasmine berjongkok dan mengelus makam itu....
" Mah pah aku datang lagi " ujarnya sembari menaburkan bunga yang di bawanya
" Mah pah,aku sangat merindukan mama dan papa hiks hiks hiks"
" Aku cape mah pah, Seandai nya mama dan papa masih ada Mungkin aku bisa memiliki tempat bersandar" ujarnya
Hiks hiks hiks
Jasmine terus terisak, suasana yang sedari tadi mendung membuat rintik-rintik hujan perlahan turun, Jasmine tidak peduli saat ini dirinya hanya ingin meluapkan semua perasaan dan keluh kesah nya Pada kedua makam orang tuanya
Sementara itu di mobil Wiliam
" Mengapa dia masih tetap disana," pikir Wiliam
" Apa aku harus turun,tapi si culun itu bisa salah paham dan berpikir aku peduli dengan nya"
Wiliam berpikir lalu melajukan mobilnya pergi meninggalkan pemakaman itu....
Jasmine merasa kepalanya sakit dan pandangan nya mulai buram
"Awww" Jasmine meringis memegang kepalanya
" Mah pah aku pamit ya, nanti aku akan kemari lagi" ujarnya lalu berjalan dengan pelan berusaha tetap menjaga kesadaran nya...
Jasmine merasa tidak kuat lagi pandangan nya perlahan gelap, tubuh nya kehilangan kesadaran sebelum benar-benar jatuh, tubuhnya berhasil di tahan oleh seseorang..
" Menyusahkan saja " ujar Wiliam membawa tubuh Jasmine dalam gendongan nya....
Saat di perjalanan Wiliam semakin memikirkan Jasmine,di tambah hujan yang semakin deras, setelah berpikir akhirnya Wiliam memutuskan untuk kembali dan saat itu Wiliam melihat Jasmine yang berjalan sempoyongan sambil terus memegang kepalanya, tepat saat tubuhnya akan jatuh Wiliam dengan cepat menahan nya
Wiliam membawa Jasmine ke dalam mobilnya,di lihatnya wajah Jasmine sangat pucat
William mengambil ponselnya dan menghubungi orang nya untuk mengambil motor Jasmine, sementara dia akan mengantar Jasmine pulang...
Wiliam menoleh dan melepaskan kacamata Jasmine, mengambil tisu untuk membersihkan wajah nya yang basah, bahkan Wiliam mengambil jasnya dan menutup tubuh Jasmine
"Mobil ku jadi basah karena mu gadis culun" ujarnya lalu pergi...
Beruntung nya Wiliam tahu alamat Jasmine, tapi saat di perjalanan
Dret
Dret
Ponselnya bergetar dan saat di lihat panggilan itu dari salah satu anak buahnya...
" Tuan markas kita di Serang oleh kelompok Tiger" ujarnya
" Baik aku akan segera kesana" ujar Wiliam
Wiliam melihat Jasmine lalu memutuskan untuk membawa Jasmine ikut bersama nya
Setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya Wiliam tiba di sebuah markas miliknya yang jauh dari keramaian
" Selamat datang tuan muda" ujar anggota nya
Mereka mengerutkan keningnya saat melihat wanita dalam gendongan tuan muda yang terkenal dingin dan kejam.
" Berhenti menatap seperti itu jika tidak ingin kehilangan bola mata kalian" ucap nya menatap tajam pada anggota nya membuat mereka segera menunduk karena ketakutan....
"Axel, segera hubungi Daniel " ujar Wiliam
Daniel adalah dokter pribadinya...
" Baik tuan" jawab Axel
Wiliam membawa Jasmine ke sebuah ruangan khususnya...
" Lady,ganti baju gadis ini dan pastikan tidak ada yang boleh masuk keruangan ini selain perintah dari ku"ujar Wiliam Pada seorang gadis berpenampilan tomboy itu....
" Daniel akan kemari bawah dia kemari untuk memeriksa nya" ucap Wiliam
William menatap Jasmine sejenak dengan tatapan Sulit di artikan dan lady tersenyum kecil karena menyadari arti tatapan itu ...
" Seperti nya gadis ini sangat spesial untuk tuan muda" pikirnya sambil tersenyum
" Jangan berpikir terlalu jauh lady, dia hanya orang asing yang membutuhkan pertolongan" ucap Wiliam lalu pergi
" Tuan muda bisa membohongi orang lain tapi tidak dengan ku,aku bisa melihat dari tatapan tuan sendri hehehe " gumam lady....