NovelToon NovelToon
Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: fianaqila

Sejak kecil, Alkina selalu tahu bahwa dirinya berbeda di mata kedua orang tuanya. Di rumah, Sisil selalu mendapatkan apa pun yang diinginkan. Ketika Sisil meminta uang, orang tua mereka memberikannya tanpa banyak bertanya. Ketika Sisil melakukan kesalahan, mereka selalu mencari alasan untuk membelanya. Bahkan ketika Alkina berprestasi dan berusaha membuat orang tuanya bangga, keberhasilannya dianggap biasa saja. Berbeda dengan Sisil, Alkina justru selalu dituntut untuk mengalah. "Kamu itu jangan egois... Apa susahnya sih mengalah." Kalimat itu sudah terlalu sering ia dengar. Alkina terbiasa melihat hadiah mahal diberikan kepada Sisil, sementara dirinya hanya mendapatkan barang bekas. Ia terbiasa bekerja membantu pekerjaan rumah, sementara Sisil bebas menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Sampai Alkina berada di titik dimana ia berhenti berharap. Ia tidak lagi meminta dibelikan sesuatu. Tidak lagi menceritakan prestasinya. Tidak lagi menunggu ucapan bangga dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10 Mira bergerak diam-diam

Namun Mira justru menutup map itu pelan.

“Jangan memberikan informasi apa pun kepada keluarga itu.”

Pria tersebut tampak terkejut.

“Tapi kenapa bu?”

“Jangan sampai mereka menemukan Alkina.”

“Tapi Bukankah...” asistennya belum selesai bicara, Mira memotong ucapan asistennya cepat.

“Mereka terlalu mudah kehilangan dia...” Suara Mira tetap tenang namun ada ketegasan kuat di sana.

“Selama bertahun-tahun anak itu menangis sendirian. Sekarang biarkan mereka merasakan kehilangan itu.”

Ternyata Mira bukan wanita biasa. Ia adalah mantan pengacara ternama yang dulu cukup berpengaruh di kota itu. Setelah putrinya meninggal karena sakit, Mira memilih hidup tenang dan membesarkan cucunya namun koneksi dan kuasanya masih ada dan sekarang semuanya digunakan untuk melindungi Alkina.

******

Siang harinya, Alkina sedang menjemur pakaian di halaman, angin sore meniup rambut panjangnya pelan.

Wajahnya terlihat sedikit lebih sehat dibanding pertama kali datang, namun kesedihan di matanya masih belum hilang.

“Kak Alkina!” teriak Rian.

Rian berlari kecil sambil membawa gambar.

“Aku dapat bintang dari guru!” Ucap Rian senang

“wah kamu sangat hebat.” Alkina tersenyum tulus lalu, menyamakan tingginya dengan Rian lalu mengusap kepala anak itu.

Mira memperhatikan dari dalam rumah, tatapannya melembut. Alkina anak yang baik. Malah terlalu baik dan justru anak seperti itulah yang paling sering terluka.

“Alkina duduk di sini.” Ucap Mira menepuk pelan sofa yang kosong di sebelahnya.

“Nenek aku ke kamar dulu ya.” Ucap Rian.

“ya, ganti baju setelah itu kita makan bersama.” Ucap mira kepada cucunya,

Setelah cucunya pergi ia kembali melihat ke arah Alkina yang sudah duduk di sebelahnya.

“Kamu belum cerita apa pun soal keluargamu,” ujar Mira.

Alina langsung menunduk.

“Aku nggak mau merepotkan nenek…” ucap Alkina yang sebenarnya tidak ingin membahas soal keluarga yang telah menorehkan banyak luka.

“Kamu pikir tinggal di sini merepotkan?”

Alkina panik, bukan itu maksudnya, ia tidak mau Mira salah paham.

“Bukan begitu...”

“Dengar...” Mira menggenggam tangan gadis itu lembut. “Kamu tidak perlu takut di sini.”

Mata Alkina mulai berkaca-kaca lagi.

“Aku cuma… tidak mau kembali.” Ucapnya ragu.

Kalimat itu begitu lirih, begitu rapuh dan Mira bisa mendengar seberapa besar luka di baliknya.

“Kalau mereka datang menjemput?” tanya Mira pelan, ia ingin tahu reaksi Alkina.

Sementara Alkina, tubuhnya langsung menegang. Beberapa detik gadis itu hanya diam, lalu akhirnya berbisik,

“Ibu pasti cuma takut malu karena aku pergi.”

Mira terdiam, ia membiarkan anak itu berbicara.

“Dia nggak pernah benar-benar menginginkanku.”

Suara Alkina pecah di akhir kalimat. Mira merasa sangat marah pada Ranti.

“Kalau kamu tidak mau mereka menemukan kamu... kamu harus berhenti dari pekerjaan kamu.”

“kenapa harus begitu?”

“Jika kamu masih bekerja di sana, mereka akan menemukan kamu...”

Alkina terdiam, apa yang mira katakan ada benarnya juga, namun dirinya tidak bisa kehilangan pekerjaan, ia masih membutuhkan banyak uang untuk biaya kulihanya. Mumpung ia masih libur kuliah, ia berencana untuk mengumpulkan uang untuk biaya semester selajutnya.

“Kamu tenang saja, nenek akan gaji kamu dua kali lipat.”

“kenapa nenek mau membantu aku sejauh ini?”

Jujur saja Alkina penasaran.

“kamu jangan salah paham, nenek tidak sengaja mengetahui siapa keluarga kamu dan informasi tentang perlakuan antara anak kandung dan anak angkat sangat berbeda... nenek tidak tega melihat kamu menderita lagi... jadi nenek lakukan ini.” ucap Mira panjang lebar. Ia masih belum menunjukkan identitas yang sebenarnya. Tidak memberitahukan siapa dirinya yang sebenrnya kepada Alkina. Belum saaatnya Alkina mengetahui siapa dirinya.

1
Adinda
kenapa gk lapor polisi
Adinda
balikkin aja anak angkat kamu udah sifatnya kurang ajar sok berkuasa juga
Ds Phone
kau yang tak nak jumpa dia pergi lah
Ds Phone
yang keras hati tu kenapa
Ds Phone
dia tahu itu anak nya
Ds Phone
meraka dah siap sedia
Ds Phone
kau sebok nak hancur kan orang siapa suruh
Ds Phone
abang nya pantau dia
Ds Phone
itu nenek nya juga patut lah begitu sayang
Ds Phone
mintak mintak dia aman
Ds Phone
ya kak kamu tengah beruasa
Ds Phone
semua orang lindung dia
Ds Phone
dia dah mula tenang sikat
Ds Phone
nak bunuh anak orang kah tu
Ds Phone
nak hidup senang aja tahu dia
Ds Phone
tak sedar diri nak harta orang tapi bunuh anak orang
Ds Phone
dia nak balas cara perlahan lahan
Ds Phone
baru kau tahu langit tinggi rendah nya
Ds Phone
mesti budak tak guna tu punya kerja
Ds Phone
kenapa di tutup mesti budak tak guna tu sorok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!