NovelToon NovelToon
SETELAH AKU MATI, AKU MENJADI TUAN MUDA

SETELAH AKU MATI, AKU MENJADI TUAN MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bapak rumah tangga / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:259
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Chen Guowei, buruh konstruksi yang tewas tertimpa rangka baja akibat kecelakaan kerja yang disengaja oleh Lu Group, diberi kesempatan hidup kedua selama 365 hari oleh penjaga jiwa Shen Wuming.

Ia bangkit kembali dalam tubuh Lu Jingyan, pewaris keluarga Lu yang baru siuman dari koma.

Terikat aturan dilarang mengungkap identitas, Guowei mendekati istri dan keluarganya sebagai Jingyan sambil menyelidiki konspirasi di balik kematiannya dan melindungi keluarganya dari ancaman.

Di tengah konflik perebutan kekuasaan keluarga Lu dan kecurigaan istrinya, Lin Meiying, Guowei harus memilih: menuntaskan misi 365 hari atau menghadapi takdir mati untuk kedua kalinya saat keluarganya menyadari kepulangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Rencana di Balik Layar

Suara ketukan lembut pada permukaan meja kerja kayu mahoni berukir klasik menghentikan lamunan Lu Jingyan. Di hadapannya, Sekretaris Han berdiri dengan sikap tegak sempurna, memegang sebuah map biru tua berisi dokumen hasil investigasi internal korporat yang baru saja dirampungkan tengah malam ini. Lampu meja berlapis kaca hijau zamrud memancarkan pendar temaram di ruang kerja pribadi lantai atas mansion keluarga Lu yang sunyi, menciptakan kontras yang tajam dengan gejolak pikiran sang pewaris tunggal.

"Semua laporan keuangan divisi properti dan konstruksi selama tiga tahun terakhir sudah saya periksa ulang dengan teliti, Tuan Muda," ujar Sekretaris Han dengan nada suara rendah, memastikan tidak ada telinga lain yang mendengar di luar dinding kedap suara tersebut. "Seperti dugaan Anda sejak awal, aliran dana gelap di proyek lantai 35 tidak hanya dimainkan oleh Tuan Wang seorang diri. Ada nama lain yang berdiri jauh di atasnya, seseorang yang memegang kendali penuh atas birokrasi operasional harian perusahaan."

Mendengar nama tersebut hampir terucap, rahang Jingyan mengeras seketika. Pembuluh darah di pelipisnya berdenyut menahan amarah.

"Direktur Utama Divisi Operasional, Zhao Tianming," sambung Sekretaris Han sambil membuka map dokumen itu, memperlihatkan salinan cetak biru dan lembar-lembar data digital.

Zhao Tianming bukanlah sekadar direktur biasa di dalam hierarki Lu Group. Pria itu adalah ipar dari komisaris utama, salah satu petua tua paling berpengaruh di dewan direksi sekaligus musuh selimut yang paling sulit disentuh di dalam struktur kekuasaan perusahaan. Selama bertahun-tahun, Zhao Tianming membangun faksi sendiri yang mengontrol seluruh pengadaan material proyek, perizinan bangunan, hingga pemilihan subkontraktor di lapangan.

"Zhao Tianming..." desis Jingyan pelan. Suaranya terdengar sangat dingin bagai desiran angin salju di tengah malam, mengiris kesunyian ruangan. "Pantas saja Tuan Wang begitu berani mengatur sabotase teknis dan memalsukan laporan kecelakaan kerja buruh. Ia tahu ada perisai tebal yang menutupi punggungnya di jajaran direksi atas."

"Benar, Tuan. Dan bukan itu saja temuan tim audit kita," lanjut Sekretaris Han sambil membalik halaman map tersebut, memperlihatkan beberapa lembar foto transaksi perbankan internasional yang sangat rahasia. "Dua hari sebelum insiden runtuhnya rangka baja di proyek lantai 35, ada aliran dana misterius sebesar lima ratus juta rupiah yang masuk ke rekening pribadi pengawas lapangan utama. Uang itu ditransfer dari sebuah perusahaan cangkang di Kepulauan Cayman. Dan setelah ditelusuri lebih jauh, perusahaan cangkang tersebut terdaftar atas nama kerabat dekat Zhao Tianming."

Jingyan menatap tajam foto-foto dan rekam jejak transaksi perbankan itu. Bukti digital dan fisik yang terkumpul sudah lebih dari cukup untuk menyeret Zhao Tianming ke hadapan hukum atas tuduhan pembunuhan berencana, penggelapan dana korporat, dan manipulasi laporan keselamatan kerja.

Namun, di dalam rimba bisnis para taipan kota besar, menjatuhkan seorang petinggi tinggi dengan cara melapor ke pihak berwajib secara formal tidak akan pernah memberikan keadilan yang sesungguhnya. Orang-orang seperti Zhao Tianming memiliki jaringan suap yang mengakar kuat hingga ke aparat penegak hukum, jajaran kejaksaan, serta barisan pengacara korporat licik yang siap memutarbalikkan fakta hukum dalam hitungan detik.

Jika Jingyan menyerahkan bukti ini langsung ke kepolisian sekarang, kasus itu kemungkinan besar hanya akan berujung pada penangkapan kambing hitam tingkat menengah. Pengawas lapangan akan dijadikan tumpek kelor, sementara Zhao Tianming akan lolos begitu saja dengan dalih pencatutan nama tanpa bukti keterlibatan langsung.

"Kita tidak akan melapor ke kepolisian sekarang," ucap Jingyan tenang namun penuh ketegasan mutlak.

Sekretaris Han sedikit tertegun mendengar keputusan atasannya. Ia menatap Jingyan dengan kening berkerut penuh tanya. "Lalu apa rencana Anda selanjutnya, Tuan Muda? Apakah kita akan membiarkan mereka terus merasa aman di atas penderitaan orang lain?"

"Tidak. Kita justru akan membiarkan mereka merasa berada di atas angin untuk sementara waktu," jawab Jingyan sambil menyeringai tipis, memperlihatkan tatapan tajam seorang predator berpengalaman yang tengah menjebak mangsanya perlahan-lahan ke dalam perangkap kematian. "Seekor anjing tua yang rakus tidak akan pernah berhenti mencuri sebelum ia merasa seluruh lumbung makanan ada di dalam kuasanya. Buat isunya seolah-olah aku saat ini hanya sedang menyelidiki kebocoran anggaran kecil di level operasional bawah. Biarkan Zhao Tianming berpikir bahwa aku belum menyentuh lingkaran inti kekuasaannya."

"Saya mengerti arah strategi Anda, Tuan Muda," angguk Sekretaris Han paham. "Saya akan memastikan divisi audit internal hanya berputar-putar di area administrasi luar, sehingga mereka lengah dan terus melakukan kesalahan berikutnya."

"Satu hal lagi," ujar Jingyan, sorot matanya yang tadinya dingin seketika melembut, menyembunyikan beban emosional yang teramat berat di balik topeng wibawanya. "Bagaimana kondisi keluarga di kontrakan distrik utara malam ini? Apakah bantuan dana medis untuk ibunya sudah masuk ke sistem rumah sakit tanpa menimbulkan kecurigaan dari mereka?"

"Sudah, Tuan Muda. Pihak administrasi rumah sakit mencatat pembayaran dilakukan atas nama donatur anonim dari yayasan darurat pusat. Nyonya Lin Meiying sudah bisa bernapas lega malam ini, meskipun beliau sempat bertanya-tanya kepada perawat siapa sebenarnya dermawan misterius tersebut," jelas Sekretaris Han secara rinci.

Jingyan mengangguk perlahan, merasakan secercah kehangatan kecil merayap di dadanya di tengah dinginnya dunia korporat yang kejam. Ia menyandarkan punggungnya yang letih di kursi kerja yang empuk, lalu memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan gemuruh di kepalanya. Bayangan wajah Meiying yang sembab, lelah, dan penuh luka di lift rumah sakit tadi kembali berkelebat di benaknya, mengiris hatinya tanpa ampun.

Setiap detik yang ia habiskan di dalam raga Lu Jingyan adalah sebuah perlombaan tiada henti melawan waktu yang kejam.

Tiga ratus enam puluh empat hari tersisa di dunia ini.

Sebelum batas waktu kontrak jiwanya habis dan sebelum wujudnya benar-benar musnah dari muka bumi, Jingyan bersumpah di dalam hati untuk merobek topeng keserakahan Zhao Tianming beserta seluruh antek-anteknya di Lu Group. Ia akan menyeret mereka turun dari singgasana kemewahan, lalu melemparkan mereka ke tempat di mana para buruh kecil yang mereka injak-injak selama ini akhirnya mendapatkan keadilan yang seutuhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!