NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

​Suara Lin Wu bergetar hebat, matanya melebar seolah bola matanya akan melompat keluar dari rongganya. Pemuda berpakaian sederhana yang berdiri membelakanginya ini, yang baru saja menghancurkan cakar Beruang Punggung Besi dengan satu serangan tumpul, adalah sampah cacat yang sama yang meridiannya dihancurkan oleh kakaknya, Lin Zhentian, setengah bulan yang lalu!

​Ye Xuan bahkan tidak melirik Lin Wu. Tatapannya yang sedingin es tetap terkunci pada monster raksasa di hadapannya.

​Beruang Punggung Besi yang kehilangan salah satu cakarnya meraung penuh penderitaan dan amarah. Matanya yang merah menyala menatap Ye Xuan dengan kebencian murni. Tanduk merah di atas kepalanya tiba-tiba memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Elemen api di sekitar lembah tersedot ke arah tanduk itu, membentuk sebuah bola api raksasa berdiameter tiga meter yang mendidihkan udara di sekitarnya.

​"Awas! Itu serangan fatalnya, Napas Bintang Jatuh!" teriak salah satu murid Sekte Teratai Es dengan panik, wajahnya pucat pasi. Serangan ini sebelumnya telah membakar dua tentara bayaran elit hingga menjadi abu dalam sekejap.

​Beruang itu menghentakkan kakinya dan menembakkan bola api raksasa tersebut langsung ke arah Ye Xuan.

​Bukannya menghindar, Ye Xuan justru mengangkat Pedang Besi Bintang ke atas bahunya. Aura keemasan meledak dari tubuhnya, memancarkan tekanan Qi Naga Primordial yang langsung menekan elemen api di udara.

​"Hanya seekor binatang buas tingkat rendah, beraninya kau menggunakan kata 'Bintang Jatuh' di hadapanku?"

​Ye Xuan mengayunkan lempengan besi raksasa itu secara vertikal.

​WUSH! BLAAAM!

​Tidak ada benturan yang tertahan. Pedang tumpul seberat seribu kati itu membelah bola api raksasa tersebut tepat di tengahnya, bagai membelah lautan. Kedua sisi api yang terbelah menyapu sisi kiri dan kanan Ye Xuan, melelehkan bebatuan di belakangnya, namun tak satu pun percikan api yang menyentuh ujung jubahnya.

​Sisa tenaga dari tebasan itu berlanjut, menghantam langsung kepala Beruang Punggung Besi yang sedang menerjang.

​KRAAAK!

​Suara tengkorak yang remuk bergema ke seluruh penjuru lembah. Tubuh raksasa beruang setinggi empat meter itu membeku seketika. Detik berikutnya, monster yang setara dengan kultivator Bintang Delapan itu ambruk ke tanah berbatu, kepalanya hancur tak bersisa. Darah mendidih membasahi bebatuan.

​Mati dalam dua serangan!

​Lin Wu dan kedua murid Sekte Teratai Es itu terduduk lemas, lupa cara bernapas. Otak mereka menolak memproses adegan yang baru saja terjadi. Ini bukan pertarungan, ini adalah pembantaian sepihak oleh monster dalam wujud manusia.

​Ye Xuan menurunkan pedang besarnya, berjalan dengan santai mendekati mayat beruang tersebut, membelah dadanya dengan ujung jari, dan mengambil Inti Monster berwarna merah menyala yang masih berdetak hangat. Ia kemudian berbalik dan melangkah perlahan menuju genangan magma kecil di tengah lembah.

​Dengan sangat hati-hati, ia memetik Teratai Darah Api yang mekar sempurna, menyimpannya ke dalam kotak giok kecil yang sudah ia siapkan, dan memasukkannya ke balik jubahnya.

​Melihat teratai itu diambil, Lin Wu tiba-tiba tersadar dari keterkejutannya. Keserakahan di matanya kembali mengalahkan rasa takutnya. Ia memaksa dirinya berdiri, menahan rasa sakit di lengannya yang buntung.

​"Ye Xuan!" seru Lin Wu, suaranya berusaha terdengar berwibawa meski masih gemetar. "K-kau ternyata telah menyembunyikan kekuatanmu selama ini. Pantas saja kau berani melawan Keluarga Lin. Tapi kau harus tahu, perbuatan Lin Zhentian membatalkan pertunangan adalah urusan pribadinya. Jika kau menyerahkan Teratai Darah Api dan Inti Monster itu kepadaku hari ini sebagai tanda permintaan maaf, aku, sebagai paman Lin Xue'er, berjanji akan membujuk keluarga untuk berdamai denganmu!"

​Mendengar kata-kata itu, langkah Ye Xuan terhenti. Ia berbalik dan menatap Lin Wu. Sudut bibirnya perlahan melengkung ke atas, membentuk senyuman yang sangat mendinginkan tulang.

​"Berdamai? Tanda permintaan maaf?" Ye Xuan mengulang kata-kata itu perlahan, seolah sedang mencicipi lelucon paling lucu di alam semesta.

​Lin Wu menelan ludah, entah mengapa senyuman itu membuatnya merasa seperti mangsa yang sedang ditatap oleh predator purba. "B-benar! Keponakanku, Lin Xue'er, sekarang adalah murid jenius Bintang Lima di Sekte Teratai Es. Dia didukung penuh oleh para tetua di sana. Sekuat apa pun kau sekarang, kau tidak mungkin bisa melawan raksasa seperti Sekte Teratai Es. Menyerahkan teratai itu padaku adalah jalan keluar terbaikmu!"

​"Kebodohan keluarga Lin benar-benar mengalir dalam darah kalian," desah Ye Xuan sambil menggelengkan kepala.

​Wush!

​Dalam sekejap mata, sosok Ye Xuan menghilang dari tempatnya berdiri. Lin Wu hanya merasakan hembusan angin dingin menyapu wajahnya, dan detik berikutnya, Ye Xuan sudah berdiri tepat di hadapannya.

​"Kau terlalu banyak berpikir," bisik Ye Xuan di telinga Lin Wu.

​Tangan kanan Ye Xuan melesat, mencengkeram leher Lin Wu dan mengangkatnya dari tanah dengan satu tangan, persis seperti mengangkat seekor ayam yang sekarat.

​"A-apa yang kau... lepaskan! Kau berani membunuhku... Sekte Teratai Es akan..." Lin Wu meronta-ronta di udara, wajahnya membiru karena kehabisan napas.

​"Sekte Teratai Es? Di mataku, mereka tidak lebih dari sekumpulan lalat yang menunggu untuk ditepuk," ucap Ye Xuan dengan nada sedatar air sumur kuno. "Sampaikan salamku pada raja neraka, dan beri tahu dia, utang darah Keluarga Lin baru saja dimulai."

​Krek!

​Dengan satu remasan ringan, tulang leher Lin Wu hancur berkeping-keping. Pria yang memimpin patroli Keluarga Lin itu mati seketika, matanya melotot dipenuhi penyesalan abadi. Ye Xuan melempar mayat itu ke samping seolah membuang sampah.

​Melihat kapten mereka dibunuh tanpa ampun, kedua murid Sekte Teratai Es menjerit histeris. Mereka berbalik dan berlari tunggang langgang menaiki tebing curam.

​Ye Xuan tidak repot-repot mengejar. Ia menendang dua bongkahan batu koral di dekat kakinya. Dengan dorongan Qi Naga Primordial, kedua batu itu melesat membelah udara dengan kecepatan melebihi peluru.

​Puff! Puff!

​Kedua batu itu menembus tengkorak belakang para murid yang melarikan diri, meledakkan kepala mereka seketika. Mayat tak berkepala itu berguling jatuh kembali ke dasar lembah.

​Keheningan kembali menyelimuti lembah berdarah itu, hanya menyisakan suara gemerincing magma yang mendidih. Ye Xuan menepis debu dari jubahnya, tidak menunjukkan emosi sedikit pun setelah mencabut tiga nyawa.

​"Tempat ini cukup tersembunyi, dan elemen api di sekitarnya masih pekat. Sempurna untuk menyerap Teratai Darah Api," gumam Ye Xuan setelah memeriksa kondisi sekitar.

​Ia mencari celah gua dangkal di dinding tebing, duduk bersila di dalamnya, dan mengeluarkan kotak giok berisi teratai tersebut. Warna merah darahnya memancarkan hawa panas yang membuat udara di dalam gua terdistorsi.

​Tanpa ragu, Ye Xuan menelan seluruh kelopak bunga itu dalam satu gigitan.

​BZZZZT!

​Seketika, gelombang energi api yang sangat brutal meledak di dalam perutnya, berusaha membakar organ dalamnya menjadi abu. Jika kultivator Alam Kondensasi Qi Bintang Delapan biasa melakukan ini, tubuh mereka akan meledak dari dalam. Namun, Dantian Ye Xuan bergetar, dan raungan naga ilusi bergema dari dalam tubuhnya.

​Seni Sembilan Reinkarnasi Naga diaktifkan sepenuhnya. Garis-garis meridian di tubuh Ye Xuan menyala terang, memancarkan cahaya keemasan yang bercampur dengan warna merah darah.

​"Tunduklah!" geram Ye Xuan dalam hati.

​Qi Naga Primordial bertindak layaknya kaisar tirani, menerkam energi api liar dari teratai tersebut, memecahnya, dan memaksanya mengalir mengikuti rute kultivasi. Hawa panas yang mematikan itu perlahan-lahan dipadatkan dan diseret paksa menuju Dantian.

​Berjam-jam berlalu. Keringat yang menetes dari dahi Ye Xuan langsung menguap sebelum menyentuh tanah.

​Tepat saat matahari mulai terbenam, sebuah pusaran api kecil perlahan terbentuk di pusat Dantian Ye Xuan yang kering. Api itu hanya seukuran biji kacang, berwarna merah pekat dengan inti emas muda. Meski sangat kecil, hawa murni yang dipancarkannya jauh melampaui elemen api biasa.

​Ye Xuan membuka matanya. Sepasang pupilnya berkilat dengan cahaya merah menyala sesaat. Ia menjentikkan jarinya, dan seberkas api merah keemasan menari-nari di atas ujung telunjuknya. Suhu di dalam gua melonjak drastis, hingga batu di dekatnya mulai menunjukkan tanda-tanda meleleh.

​"Api Roh Teratai Merah. Kualitasnya sangat rendah, tapi cukup untuk memulai alkimia dasar," Ye Xuan tersenyum tipis, mengepalkan tangannya untuk memadamkan api tersebut.

​Selain mendapatkan benih api spiritual, esensi dari Teratai Darah Api juga mendorong kultivasinya melonjak ke Alam Kondensasi Qi Bintang Lima.

​"Dengan Api Roh ini, aku akhirnya bisa mengolah puluhan Inti Monster tingkat rendah di tasku menjadi Pil Peningkat Qi. Setengah bulan lagi sebelum utusan Sekte Pedang Azure tiba di Kota Awan Merah. Waktu yang cukup untuk mengubah kota kecil ini menjadi panggung permainanku."

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!