NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dosen
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Nelson

...~•Happy Reading•~...

Hari berganti minggu, tidak terasa tiga minggu telah berlalu. Nelson tidak lagi mengajar sebagai asisten dosen dan tidak lagi ke kampus.

Sehingga waktu luang digunakan untuk mencari pekerjaan yang cocok dan menghabiskan waktu di rumah Angga untuk bantu mempersiapkan mereka ujian skripsi.

Rumah Angga dipakai sebagai tempat pertemuan, karena selain rumahnya besar, ada tempat khusus yang disediakan Papa Angga sebagai tempat mereka berdiskusi dan Nelson presentasi cara hadapi para dosen penguji, sebagaimana yang pernah dia alami.

"Angga, perhatikan. Turunkan tanganmu, gak usah gunakan bahasa isyarat." Nelson mengingatkan tanpa menengok, membuat Angga dan Monce saling pandang. Karna walau mereka tidak bersuara, Nelson bisa tahu yang mereka lakukan.

"Astaghfirullah, Son. Matamu ada di belakang kepala juga?" Angga terkejut karena Nelson tahu dia sedang memberikan kode kepada Monce, agar meminta Nelson berhenti untuk istirahat.

"Bukan mataku ada di belakang, itu bayangan kalian berdua kelihatan. Kalian harus konsentrasi saat berhadapan dengan para penguji. Terutama Angga." Nelson serius mengingatkan sambil melihat Angga dengan wajah galak.

"Iya, kami tahu. Tapi berikan waktu buat istirahat sebentar. Kepalaku mulai panas, butuh minuman pendingin." Angga berkata sambil mengangkat 2 jari, peace. Monce jadi tersenyum melihat cara Angga minta waktu istirahat dari Nelson. Mereka berdua seperti mahasiswa yang ketahuan nakal di belakang dosen.

"Ya, sudah. Kita istirahat." Nelson setuju setelah melihat jam tangan. Angga menelpon Mamanya dengan girang untuk memberikan mereka minuman dan cemilan.

Tidak lama kemudian, Mama Angga datang bersama ART untuk menyediakan berbagai kudapan lezat sebagai dukungan dan asupan nutrisi bagi mereka. "Silahkan diminum dulu. Nelson, tolong sabar sama kedua temanmu ini, ya." Mama Angga berkata pada Nelson, sebab mengikuti persiapan mereka secara diam-diam dari dalam.

"Iya, Tante. Sekarang agak serius, karna minggu depan mereka mau ujian skripsi. Terutama Angga, karna dia mau jadi dosen. Kalau Monce, skripsinya tentang usaha orang tuanya, jadi dia kuasai materinya..." Nelson menjelaskan, agar orang tua Angga bisa mengerti. Mengapa persiapan mereka lebih serius dan dia kadang bersikap galak kepada Angga dan Monce.

"Terima kasih, Son. Minum dulu." Mama Angga mempersilahkan mereka minum dan istirahat. Orang tua Angga sangat senang dan mensupport saat melihat Nelson serius mengajari Angga dan Monce hadapi sidang skripsi.

"Kita belajar di sini, bisa menambah bobot isi otak dan perut." Monce berkata setelah makan dan minum yang disediakan Mama Angga sambil mengelus perut. Nelson hanya tersenyum tipis tanpa membalas candaan mereka.

"Son, ada apa denganmu?" Tanya Angga yang melihat perubahan sikap Nelson, lebih banyak diam dan tidak lagi bercanda seperti biasanya.

"Tidak ada apa'pa. Konsen saja buat ujian. Aku lagi fokus, tapi kau malah pikir ke mana-mana. Fokuuusss..." Nelson berkata sambil menggerakan dua jari ke matanya dan diarahkan ke laptop. Agar Angga tidak mendesak dia dengan berbagai pertanyaan, karena melihat perubahan sikapnya.

Monce jadi tersenyum dan meninju pundak Angga yang terus memperhatikan perubahan sikap Nelson.

~•~

Dua bulan kemudian 》

Halaman kampus ramai dan penuh dengan berbagai kendaraan orang tua yang anaknya akan wisuda.

Angga dan Monce yang telah dinyatakan lulus ujian skripsi, jadi bisa ikut wisuda bersama Nelson juga Evie. Kondisi ini membuat mereka dan keluarga sangat bangga dan bahagia, saat bertemu di aula kampus airbunyi.

"Semangat dan selamat, Bro." Nelson, Angga dan Monce saling menautkan bahu sebelum berpisah ke tempat duduk di fakultas masing-masing, lalu melambai ke arah Evie.

Ketika nama Nelson dari fakultas Teknik jurusan Teknik Sipil disebut dengan prestasi summa cumlaude, ruangan bergemuruh oleh tepuk tangan saat dia naik ke podium.

Begitu juga dengan Angga dari fakultas Teknik jurusan Teknik Industri disebut lulus dengan prestasi cumlaude, suara gemuruh dan tepuk tangan kembali terdengar.

Begitu juga dengan Monce dari fakultas perikanan memperoleh prestasi yang sama. Mereka menerima pujian dari berbagai pihak. Orang tua mereka sangat bangga dan terharu dengan prestasi mereka.

Setelah selesai acara wisuda, mereka keluar dan berkumpul bersama. "Ternyata aku bisa berprestasi juga. Alhamdulillah." Angga sangat bersyukur. "Begini rasanya berada di antara orang-orang berprestasi." Angga menepuk punggung Nelson dan Monce.

"Aku sudah bilang, kau bisa berprestasi. Cuma memanjakan malasmu." Nelson meninju bahu Angga yang senyum sumringah dan bangga pada dirinya.

"Kalau tahu dia akan lulus dengan cumlaude, aku akan belajar dengan kalian." Ucap Evie yang mendekati mereka.

"Terlambat Evi. Nikmati hasil keringatmu dengan rasa bangga." Monce meledek Evie yang menunjukan rasa kesal.

"Ini waktunya happy. Kau tidak berikan sesuatu untuknya?" Nelson ikut meledek Evie.

"Beginilah nasib wisuda bersama-sama. Sepi hadiah..." Ucap Evie sambil melirik ke teman lain yang diberikan hadiah karangan bunga sebagai ucapan selamat.

"Ini hadiahnya, Evi. Selamat, ya." Mama Angga mendekati Evie lalu menyerahkan permen yang dirangkai indah seperti karangan bunga.

"Waaaah, terima kasih, Tante." Evie menerima dengan hati berbunga.

"Itu disiapkan Angga. Dia titip sama Tante." Mama Angga tersenyum melihat gerakan tangan Angga yang memujinya.

"Terima kasih, Tante." Evie memeluk Mama Angga yang sudah menerima dan menyetujui mereka pacaran.

"Ini, aku berikan buatmu." Evie mengambil satu permen lalu berikan kepada Angga, Nelson dan Monce. "Maaf, ya. Aku tidak tahu mau kasih apa buat kalian." Ucap Evie. Mereka tertawa sambil makan permen lalu foto bersama dengan orang tua masing-masing.

Ketika mereka keluar dari gedung pertemuan, seorang anak lelaki mendekati mereka dengan rangkaian bunga di tangan. "Selamat siang kakak-kakak. Mana yang bernama Kak Nelson?"

"Yang itu." Semua menunjuk ke arah Nelson yang terdiam.

"Kak Nelson, ini buat kakak." Ucapnya kepada Nelson sambil menyerahkan karangan bunga yang indah.

"Dari siapa?" Angga, Monce dan Evie bertanya seperti koor.

"Saya hanya diminta antar, Kak." Ucapnya, lalu pergi begitu saja.

Emosi Nelson mulai tidak stabil, karena mengira Alena yang mengirim. Setelah membaca kartu ucapan selamat, emosinya melandai. Dia tahu pengirimnya dari gambar gelas juice dan sedotan di bawahnya. 'Oh, dari gadis itu.' Nelson ingat gadis yang mau mentraktir dia segelas juice.

"Dari siapa, Son? Kau punya pengagum rahasia yang kami tidak tahu?" Angga penasaran.

Nelson tidak menjawab tapi memberikan kartu ucapan kepada Angga. Dia memandang sekitar untuk mencari pengirim bunga, tapi tidak terlihat.

"Oh, gadis itu, Evi." Angga jadi berikan kartu kepada Evie lalu cerita kejadian di tempat makan kepada Monce.

Ketika Nelson sedang mencari, dia melihat Alena berjalan cepat dari jauh mendekati mereka. "Selamat kakak-kakak semua." Ucap Alena dari jauh dengan percaya diri walau penampilannya berbeda. Selain agak kurus, wajahnya sedikit pucat.

Kemudian dia memberikan rangkaian bunga ke tangan Nelson dan mendekatkan wajahnya, seakan mau mencium. Sontak Nelson menarik wajahnya ke belakang.

"Selamat ! Segera buka blokir telpon. Aku mau kirim hasil USG. Aku hamil." Bisik Alena membuat bunga yang di tangan Nelson terlepas jatuh.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
🍁🐰Avrily❤🔍🌐
alena ini tidak pernah puas dan tidak mau kalah bersaing. gawat sekali tabiatnya 🔎🔎
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gimana kabarnya nelson pas udah di tempat kerjanya.. ?

kabarnya jerry juga udah bisa ❓
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
heh alena. jadi org ga pandai bersyukur, coba kalau dari awal. bener pasti nilainya memuaskan... sekarang terima aja apa adanya.. jangan samakan otakmu dengen otak. nelson❣️
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
karena tdnya Alena mengira kamu orang kaya Nel
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah si ulat bulu bisa lulus dengan nilai cumlaude mau mengungguli predikat yang didapat Nelson perlu perjuangan keras untuk meraih semuanya kalau dimudahkan akan tambah besar kepala si Alena itu
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
Rumit sendiri kan Alena. skrg kamu akan tinggal di situ. ortu Nelson dan juga Nelson orang² yg bertanggung jawab. rasanya ga mungkin main lepas aja
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
iya pak. andai saja ga hamil, aku pun ga setuju Nelson sama dia
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Astaga Alena udah dapat predikat terbaik seharusnya kamu bersyukur, bukan memelihara ambisi untuk melampaui Nelson yang sudah menjadi masa lalu mu, emang dasar hati Alena saja yang belom bisa berdamai dengan kenyataan dan gak pernah bisa merasa cukup.
Rahmawati
padahal udah dapet nilai cumlaude masih aja gk seneng,, emg Alena kurang bersyukur
Rahmawati
berarti udah setengah tahun lebih, baby Jerry udah besar pasti tambah ganteng kayak papa nelson
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
si alena memang ya. gak ke teman, cowo, ke orang tua juga dirayu supaya nuruti maunya🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
hahaha.. sukuriiin.. dasar mata duitan
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
ga ush manja Alena. aku aja hamil naik motor.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku jd deg²an. kasian ortu Nelson pasti kecewa bngt. yg pasti Nelson kepancing ma..pa.. jangan terlalu disalahkan ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
sepertinya begitu Nelson. yah mau gimana lagi sdh jalan hidupmu diatur sama Tuhan.. eh . author 🤭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
mana takut Alena dengan Tuhan. dengan cara menjebak Nelson aja udah kelihatan ga takut dosa
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
diajak bicara baik² malah banyak tingkah
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
Nelson anak baik. aku sedih banget baca di paragraf ini.😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
udah telat Angga. Alena sudah merusak hidup Nelson. 😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku kok nebak Alena hamil ya😭. kasian dong nelson
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!