seorang gadis cantik berkulit putih berdiri menatap penampilan pada sebuah cermin...
Rambut di kepang dua, mengunakan kaca mata tebal, wajah nya natural tampa riasan make up tebal seperti gadis lainnya....
Bahkan baju yang di kenakannya kebesaran sehingga menutupi body aslinya....
" Satu hari sejuta impian, semangat Jasmine
kamu pasti bisa" gumam nya tersenyum manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RalenS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu bukan tipe ku
Seorang pria tampan dengan pakaian dokternya menghampiri seorang yang sudah menunggu nya...
" Axel" sapa nya
" Dokter Daniel akhirnya kamu datang juga" jawab Axel
plak
Daniel memukul lengan Axel
" Jangan terlalu formal dengan ku bro,kita ini sahabat" cerca Daniel
Axel terkekeh dia dan daniel adalah sahabat Wiliam...
" Ayo ikut aku" Ajak Axel
Daniel dan Axel menuju sebuah ruangan khusus
" Tunggu" cegah Daniel pada Axel
" Ada apa?apa ada yang tertinggal?" tanya Axel
" Kamu tidak salah membawa ku kemari?" tanya Daniel penasaran
" Tidak" jawab nya dengan yakin
" Ayolah Axel jangan bercanda, waktu nya sangat tidak tepat" ucap Daniel
" Siapa yang bercanda, yang akan kamu periksa ya ada di dalam ruangan ini" jawab Axel
Daniel semakin bingung walaupun dia dan Axel adalah sahabat Wiliam, mereka tidak berani untuk memasuki ruangan ini tanpa ijin atau perintah dari Wiliam...
" Sudah jangan banyak berpikir, aku tau apa yang kamu pikirkan tapi ini bukan saatnya aku untuk jelaskan, cepatlah jika tidak ingin gelar dokter mu di cabut oleh Wiliam" ujar Axel
pintu di buka membuat lady menoleh ke arah mereka
" Gadis bar' bar ini apakah dia yang sakit Axel?" tanya Daniel saat melihat lady
" Dia terlihat sehat, jangan bilang kamu hanya mengerjai ku" ucap Daniel menatap curiga pada Axel
Bugh
Axel memukul lengan Daniel...
" Kamu buta hah, coba kamu lihat di atas ranjang itu" titah Axel dengan kesal
Daniel mengerutkan keningnya dan berjalan mendekat tanpa sadar,di lihat nya seorang wanita dengan wajah pucat nya dan dia tidak mengenal gadis itu
" Siapa dia?" tanya Daniel penasaran pada lady dan Axel
" Sudah jangan banyak tanya, sekarang kamu periksa kondisi nya " ujar Axel
Walaupun masih dengan rasa penasaran, Daniel pun memeriksa keadaan Jasmine
" Dia hanya kelelahan dan banyak pikiran membuat tubuhnya lemah" ucap Daniel
Lalu mengeluarkan beberapa obat untuk Jasmine
" Setelah makan berilah obat ini untuk nya" ucap Daniel menyodorkan pada Lady...
" Okay siap" jawab lady
Jemari Jasmine bergerak dan tidak lama Jasmine membuka matanya perlahan,lalu memperhatikan tempat yang asing baginya di tambah di depan nya berdiri tiga orang yang sama sekali tidak di kenal nya membuat nya panik
" Siapa kalian dan fi di mana aku?" tanya Jasmine menatap takut pada ketiganya, tanpa sadar Jasmine memegang erat selimut di badannya...
" Em jangan takut kami tidak akan menyakiti kamu" ujar Lady mendekati nya
" Kamu disini aman,nama ku lady dan siapa nama kamu?" tanya lady tersenyum tulus
Daniel dan Axel saling menatap karena baru pertama kali melihat lady bersikap lembut, bisanya gadis hanya memperlihatkan sikap bar barnya...
" Nama ku Jasmine Amora kamu bisa memanggil ku Jasmine" ucap Jasmine dengan suara lirih
" Nama yang indah" puji Lady
Jasmine tersenyum kecil membuat Axel dan Daniel tertegun sejenak, walaupun wajah nya masih pucat tapi kecantikan alami terpancar dari wajahnya di tambah senyum nya yang manis....
Ehmmm
Lady berdehem dan membuat keduanya tersadar lalu menatap ke arah lain karena merasa gugup dan malu...
" Jasmine, perkenalkan ini dokter Daniel yang memeriksa keadaan kamu dan ini Axel pengawal kepercayaan tuan muda, sebenarnya mereka berdua ini sahabat tuan muda " jelas Lady
Jasmine terdiam
"Tuan muda?" tanya Jasmine bingung
" Iyah benar,tuan muda yang membawa kamu kemari Jasmine,dan bagaimana sampai kamu bisa berada disini,aku tidak tahu" tutur Lady dengan jujur
" Tuan muda siapa?" tanya Jasmine
Ketiga nya saling pandang dan juga bingung ...
" Tuan muda Laurenzo William" jawab Axel
Jasmine merasa sangat terkejut dan seakan tidak percaya
" Bagaimana mungkin" gumam Jasmine dengan pelan tapi masih bisa di dengar ketiga nya...
" Jasmine apa kamu memiliki hubungan khusus dengan tuan muda " tanya Daniel tiba'
Lady dan Axel menatap tajam pada Daniel seakan berkata mulut lo daniel ngak bisa diam
Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
" ehmm maaf aku sedikit kepo hehehe " ujarnya dengan canggung
Lady dan Axel memutar bola matanya dengan malas mendengar alasan daniel yang sial nya itu adalah fakta nya....
Belum sempat Jasmine menjawab terdengar suara langkah kaki mendekat, mereka serentak menoleh ke arah pintu , Laurenzo William muncul dengan penampilan sedikit berantakan tapi tak mampu menutupi pesonanya yang sangat luar biasa tampan nya....
"Tuan Muda" ujar Jasmine
" Bagaimana keadaan kamu" tanya Wiliam dengan lembut, bukan sebuah akting tapi murni karena Wiliam tulus ingin tahu keadaan Jasmine
Daniel dan Axel melongo serasa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar
Sementara Lady tersenyum kecil, tebakan nya ternyata benar...
" Aku baik' saja terimakasih sudah menolongku tuan muda" ucap Jasmine tulus
" Itu adalah bentuk rasa simpati sebagai sesama manusia jadi kamu jangan salah mengartikan itu semua " Ucap Wiliam tiba'
"Tuan jangan khawatir aku tau menempatkan diri dan tau batasan",m ucap Jasmine dengan tegas...
" baguslah memang sudah seharusnya " ucap Wiliam dengan sombong nya
" Lagi pula Kamu bukan tipeku" ucap Wiliam tiba'
"Tuan juga bukan tipe ku" jawab Jasmine tanpa rasa takut sama sekali...
Wiliam terkejut mendengar nya dan menatap tajam pada Jasmine dan Jasmine juga balik menatap tajam pada nya
" Wah berani sekali si culun ini mempermalukan aku " batin Wiliam dengan kesal
Lady menutup mulutnya menahan tawa , sementara Axel dan Daniel saling memandang dengan menahan senyuman di wajah mereka
" Sepertinya kali ini kamu bertemu lawan yang seimbang Wiliam " batin Daniel
" Gadis ini benar-benar menarik, hanya dia yang tidak tertarik Pada Wiliam dan mengatakan langsung tanpa rasa takut sedikitpun" batin Axel memuji keberanian Jasmine
" Kalian bertiga keluar,aku harus mengurus masalah ku dengan si culun" titah Wiliam
" Baik tuan muda" jawab ketiga nya
" Jasmine kamu keren" puji Lady sambil berbisik lalu segera pergi
" Kalian berdua ngapain masih disini " ujar Wiliam pada Axel dan Daniel
Keduanya pun berlalu pergi
" Sekarang kamu sendiri,masih berani melawan ku?" tanya Wiliam berjalan mendekati Jasmine
Jasmine berdiri dan menatap datar Wiliam
Krukkkk
Suara perut Jasmine membuat Wiliam tersenyum sinis
" Kelinci kecil jadi kamu sedang lapar,pantas saja kamu terlihat galak dan berani seperti tadi "
Jasmine memalingkan wajahnya karena merasa malu , Wiliam tersenyum kecil tanpa disadari Jasmine...
" Duduklah anggap saja kamu sedang beruntung" ucap Wiliam lalu berjalan keluar meninggalkan Jasmine sendiri...
Setelah Wiliam keluar masuklah lady dan seorang Pelayan muda menghampiri nya
" Jasmine kemari" panggil lady
" Sisi letakan makanan itu di atas meja, setelah nya kamu boleh pergi " titah lady
" Baik nona lady" jawab sisi
" Siapa wanita ini, mengapa tuan muda membawa nya kemari" gumam sisi menatap tak bersahabat padahal Jasmine
Jasmine yang menyadari tatapan itu merasa bingung
"Ada apa sisi mengapa kamu menatap tamu tuan muda seperti itu?,jika tuan muda tahu kamu pasti langsung di pecat" tegur Lady menatap tajam sisi sang pelayan....
" Maaf nona lady" ujar Sisi
" Minta maaflah pada Jasmine" ucap Lady
Sisi merasa kesal tapi berusaha tersenyum
" Nona Saya minta maaf" ujar Sisi tersenyum tapi tatapan nya tidak bisa berbohong...
" Tidak apa-apa nona" jawab Jasmine tersenyum walaupun dia tahu sisi tidaklah tulus meminta maaf