NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Menanti Keputusan

Setiba di Mansion pribadinya, Jenara langsung menuju ke kamarnya. Ia berdiri diam di depan jendela besar kamarnya. Lampu-lampu kota berkelap-kelip di kejauhan. Indah, namun tidak pernah benar-benar terasa dekat.

Sama seperti pernikahannya. Lima tahun… sudah lima tahun sejak namanya resmi disandingkan dengan Revaldo Arsenalio. Lima tahun sejak dua keluarga besar memutuskan bahwa pernikahan mereka akan menjadi fondasi aliansi yang menguntungkan kedua belah pihak. Lima tahun pula sejak ia menyadari satu kenyataan pahit bahwa Reval tidak pernah menginginkannya.

Bahkan sejak malam pertama mereka, "Aku tidak akan menyentuhmu."

Kalimat itu masih diingat Jenara dengan jelas. Malam pernikahan mereka. Saat seluruh tamu telah pulang. Saat seluruh keluarga menganggap keduanya sedang menikmati malam pertama sebagai pasangan suami istri. Reval hanya berdiri di dekat balkon dengan segelas minuman di tangannya. Wajahnya dingin seolah sedang berbicara kepada orang asing.

"Aku tidak akan memaksamu menjalani peran sebagai istri."

"Aku juga tidak akan menjalani peran sebagai suami."

Jenara yang saat itu baru berusia dua puluh tiga tahun hanya terdiam. Terlalu terkejut untuk membalas. Yang ia tahu sejak awal pernikahan ini memang sekadar pernikahan aliansi dari dua keluarga yang terpandang di Negaranya. Keluarga Arsenalio yang terkenal sebagai penguasa dunia bisnis, sedangkan keluarganya adalah pejabat yang sangat berpengaruh.

"Mulai malam ini kita hanya menjalankan apa yang diinginkan keluarga."

"Lalu bagaimana dengan pernikahan ini?" Tanya Jenara kala itu.

Reval tersenyum tipis, senyum yang tidak pernah sampai ke matanya. "Pernikahan ini hanya sebuah aliansi antara aku dan keluargamu. Jangan berharap aku bisa memperlakukanmu sebagai istri yang sesungguhnya. Dan asal kau tahu, aku sudah memiliki wanita yang sangat aku cintai."

“Lalu kenapa kau menyetujui pernikahan ini?” Jenara masih tak terima.

“Sudah aku katakan! Atau perlu aku tegaskan padamu bahwa pernikahan ini hanya sebuah aliansi. Kau… hanya salah satu bidak kecil di dalamnya. Apa kau sudah mengerti sekarang?”

Malam itu Reval benar-benar menegaskan posisi Jenara dalam pernikahan itu. Hanya sebuah bidak kecil yang dimanfaatkan oleh keluarga Arsenalio dan juga keluarganya sendiri. Jenara sadar bahwa sejak ibunya meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi dengan selingkuhannya, kehadiran dirinya dalam keluarga Elendria memang tidak pernah dianggap. Namun, ia tidak pernah menyangka kalau ayahnya akan tega memanfaatkannya sampai akhir.

Sejak malam itu, mereka tinggal di rumah yang sama. Tidur di kamar yang berbeda. Menjalani kehidupan yang berbeda. Dan hanya akan menjadi pasangan sempurna di depan publik. Semua orang mengira mereka bahagia. Padahal kenyataannya tidak. Karena hati Reval sudah lama dimiliki wanita lain yaitu Selvara Caelis.

Wanita yang telah dicintainya selama bertahun-tahun. Wanita yang seharusnya menjadi istrinya apabila keluarganya tidak memaksakan pernikahan aliansi tersebut. Dan karena itulah... Reval tidak pernah menyentuh Jenara, bahkan tidak sekali pun. Bukan karena membenci, melainkan karena menolak. Menolak mengkhianati perasaannya sendiri. Menolak memberikan tempat kepada perempuan lain di hidupnya. Termasuk perempuan yang secara sah menyandang status istrinya.

“Saat ini aku memang tidak bisa melawanmu. Namun, suatu saat nanti…” Jenara menggantung ucapannya beberapa saat. “… akan aku pastikan kau membayar semua ini dengan nyawamu dan juga kekasihmu itu,” lanjutnya sarat akan dendam yang sudah lama ia pendam dalam hatinya.

Tepat ditengah lamunannya, tiba-tiba sebuah pesan singkat dari Reval masuk yang bertuliskan, “Aku sudah menyuruh pria yang aku pilih untuk datang menemuimu di Mansion. Gunakan kesempatan itu untuk sedikit mengenalnya.”

Sungguh ingin rasanya Nara melempar ponsel yang kini dalam genggaman tangannya setelah membaca isi pesan tersebut. Reval benar-benar menganggap dirinya hanya sebagai istri pajangan yang bisa ia gunakan dan manfaatkan kapan saja.

“Reval, kau benar-benar melampaui batas kesabaranku selama ini,” geram Nara. “Kau tunggu saja, bagaimana aku akan menghancurkan semua kesombongan dan sikap angkuhmu selama ini.”

Di malam yang sama, tetapi ditempat yang berbeda. Dhana tampak tak bisa memejamkan matanya sama sekali. Terlebih lagi beberapa saat yang lalu, ia baru saja mendapatkan pesan dari Reval yang berisi lokasi tempat pertemuannya dengan Jenara, istri Reval.

“Siapa sangka wanita itu juga tidak berhasil menghentikan rencana gila suaminya sendiri. Kini hanya tinggal menunggu keputusan yang akan Zeno bawa dari mereka,” gumam Dhana dilanda kecemasan sekaligus kebimbangan.

...****************...

Pintu ruang rapat utama Markas Komando terbuka tanpa aba-aba. Langkah tergesa terdengar menggema di lantai marmer yang sunyi. Seorang pria berjaket gelap memasuki ruangan dengan napas masih tersengal. Debu perjalanan masih menempel di ujung sepatu botnya.

"Zeno." Suara berat Jenderal Bimantara memecah keheningan. "Seharusnya kau masih berada di sektor timur."

Bimantara Mahendra, Pria tua berambut putih yang merupakan seorang Jenderal TNI Angkatan Darat yang ditunjuk secara langsung oleh presiden untuk ikut mengawasi dan membantu Dhana dan Badan Intelejen Negara dalam melaksanakan misinya. Ya, sejak awal misi yang diterima Dhana hanya diketahui oleh segelintir orang yang dipercaya oleh Presiden.

Zeno memberi hormat singkat. "Maaf, Jenderal. Saya membawa laporan yang tidak bisa dikirim melalui jalur komunikasi apa pun."

Kalimat itu saja sudah cukup membuat seluruh petinggi yang duduk mengelilingi meja panjang saling berpandangan.

"Di mana Dhana? Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Raden Herlangga, sang Kepala Intelejen Negara.

"Masih berada di kediaman Reval. Penyamarannya masih belum terbongkar."

"Lalu?"

Zeno menarik napas panjang. "Dhana memberitahu bahwa... Reval memberikan tugas baru kepadanya."

"Apa?"

Zeno tampak ragu untuk mengucapkannya. Ruangan menjadi begitu sunyi hingga suara pendingin ruangan terdengar jelas.

"Dhana diperintahkan untuk... menghamili istri Reval."

“...”

Tidak ada yang berbicara, seolah seluruh udara di ruangan mendadak menghilang. Jelas mereka semua sangat terkejut dengan apa yang Zeno sampaikan. Karena biasanya Reval memberikan perintah melalui anak buah kepercayaannya sekadar membunuh ataupun melaksanakan transaksi illegal. Namun, siapa sangka tugas kali ini benar-benar jauh berbeda.

"Apa katamu?" Jenderal Bima berdiri begitu cepat hingga kursinya bergeser keras. "Ulangi."

Zeno menelan ludah. "Reval mengatakan bahwa Ia membutuhkan seorang pewaris, tetapi tidak ingin siapa pun mengetahui kenyataan itu. Karena alasan tertentu, ia memilih Dhana."

"Mustahil."

"Itu laporan yang saya dengar langsung dari Dhana."

Brak!

Telapak tangan Jenderal Bima menghantam meja. "Sudahi misi ini."

Semua mata beralih kepadanya. "Kita tidak bisa membiarkan seorang perwira menjalankan perintah semacam itu." sambungnya.

"Itu bukan lagi operasi intelijen, tapi sudah menyangkut kehormatan seorang perempuan."

Herlangga mengangguk pelan. "Saya sependapat."

"Selama ini kita meminta Dhana menyusup ke organisasi kriminal. Bukan menjadi alat dalam urusan ranjang ketuanya." Lanjutnya, "Tarik dia keluar malam ini juga."

Zeno tetap berdiri diam. Ia tahu perdebatan seperti ini pasti akan muncul. Namun sebelum keputusan diambil... suara paling pelan justru datang dari ujung meja.

"Laporanmu menyebut nama istrinya?"

Bersambung ….

1
InaraAp 09
Lanjut Thor semakin seru ceritanya
InaraAp 09
bagus dhana
InaraAp 09
hati2 dhana, jangan sampai kebongkat
InaraAp 09
lanjut thor
InaraAp 09
jujur pengin nampol Elena dan anaknya
InaraAp 09
gak bisa bayangkan di posisi jenara
InaraAp 09
benar dhana harus tepati janjimu
InaraAp 09
Jadi dhana pasti serba bingung🤔
Sri Yatun
apa sudah tau ke 4 orang itu tentang penyamaran dhana
Fahmi Ardiansyah
iya mungkin jenara gak ada yang bisa di katakan LG.krn dhanagak mau bekerja sama dgn dirinya.
Fahmi Ardiansyah
semoga Reval gak berbuat curang sama dhana.
Fahmi Ardiansyah
setelah tau markasnya kmu harus menyusun rencana sebaik mungkin dhana.biar Reval hancur sampai akarnya.
InaraAp 09
besok up yang banyak kak
InaraAp 09
pantas saja
InaraAp 09
semakin penasaran
InaraAp 09
semakin seru....
InaraAp 09
🤔
InaraAp 09
berharap beneran padahal
InaraAp 09
semangat lanjut up... seruuu
InaraAp 09
up lagi dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!