NovelToon NovelToon
Takdir Kita Yang Belum Selesai

Takdir Kita Yang Belum Selesai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

Setelah dikhianati dan meledakkan diri bersama musuhnya, Chongyue, kapten tim elit pemburu vampir, justru terlahir kembali di dunia kultivasi dalam tubuh Nona Kelima Kediaman Jenderal Kerajaan Dong—seorang gadis yang dianggap bodoh dan tidak berguna.

Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik tubuh lemahnya itu tersembunyi sebuah segel misterius.

Ketika segelnya terbuka, Chongyue berubah menjadi seorang jenius dengan kekuatan luar biasa. Dalam perjalanannya menjadi kuat, dia bertemu Bei Mingye, Pangeran Keenam yang dijuluki Raja Hantu—pria dingin yang ditakuti seluruh Benua Timur, tetapi justru rela menjadi pelindung Chongyue.

Bersama-sama, mereka menghadapi keluarga, sekte kuno, musuh dari alam atas, serta rahasia besar tentang asal-usul Chongyue.

Di tengah takdir yang terus mempermainkan mereka, mampukah dua hati yang telah dipertemukan itu bertahan hingga akhir?

Yuk ikuti kisah lengkapnya dalam sebuah kisah berjudul: TAKDIR KITA YANG BELUM SELESAI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Racun di Balik Hidangan

Tepat ketika Chongyue hendak pergi ke dapur untuk mencari makanan, dua orang pelayan wanita tiba-tiba memasuki halamannya sambil membawa sebuah nampan berisi berbagai hidangan.

Melihat keduanya datang, Chongyue mengernyit. "Untuk apa kalian ke sini?"

Kedua pelayan itu langsung menundukkan kepala. Wajah mereka terlihat pucat, seolah kejadian siang tadi masih membekas dalam ingatan mereka.

"N-Nona Kelima..." Salah satu dari mereka berbicara dengan suara gemetar. "Tuan Besar memerintahkan kami mengantarkan makanan untuk Anda."

Xuan Yang?

Sudut bibir Chongyue terangkat membentuk senyum tipis. Tentunya tidak ada kehangatan dalam senyumannya.

Tanpa mengatakan apa-apa, dia justru berjalan melewati kedua pelayan itu dan keluar dari halaman.

Kedua pelayan saling memandang dengan kebingungan. Mereka tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Chongyue.

Beberapa menit kemudian, Chongyue kembali dengan memeluk seekor kucing liar berbulu abu-abu.

Kedua pelayan itu semakin bingung. "N-Nona Kelima..."

"Letakkan makanannya di lantai."

Mendengar perintah itu, kedua pelayan segera berjongkok dan meletakkan nampan di atas lantai.

Di atas nampan itu tersaji semangkuk sup ayam hangat, seekor ikan kukus, beberapa lauk pendamping, serta semangkuk nasi putih.

Chongyue menurunkan kucing itu.

Begitu kakinya menyentuh lantai, kucing itu langsung mengendus-endus aroma makanan. Ia menerkam ikan kukus dan mulai menyantapnya dengan lahap.

Chongyue berdiri tidak jauh dari sana, mengamati dengan tenang.

Sementara itu, kedua pelayan hanya menatap kucing itu dengan wajah bingung. Mereka masih belum memahami maksud tindakan Chongyue.

Namun, belum sampai tiga menit...

Tubuh kucing itu tiba-tiba bergetar hebat.

"Meongggg..."

Tubuh kecilnya mengejang beberapa kali sebelum akhirnya roboh ke tanah.

Kaku dan tidak bergerak lagi.

Wajah kedua pelayan langsung pucat pasi. "M-Mati...?"

Tatapan Chongyue perlahan beralih kepada mereka. Sepasang matanya berubah sedingin es. "Kalian ingin meracuniku?"

"Tidak!" Kedua pelayan langsung berlutut dengan wajah pucat. "Bukan kami, Nona Kelima! Kami benar-benar tidak tahu kalau makanan ini beracun! Kami hanya menjalankan perintah Tuan Besar! Kami tidak berani mencelakai Anda!"

Suara mereka bergetar hebat.

Jika Chongyue menganggap mereka sebagai pelakunya, nyawa mereka pasti tidak akan selamat.

Chongyue memperhatikan keduanya selama beberapa saat. Ekspresi mereka terlihat tulus. Dia juga tidak menemukan tanda-tanda kebohongan sedikit pun.

"Aku percaya." Ucapnya singkat.

Kedua pelayan itu tertegun. Mereka tidak menyangka Chongyue akan mempercayai mereka begitu saja.

"Lalu..." Tatapan Chongyue berubah lebih tajam. "Dalam perjalanan ke sini, apakah kalian bertemu seseorang?"

Kedua pelayan itu saling memandang. Mereka berusaha mengingat kembali apa yang terjadi sepanjang perjalanan.

Tidak lama kemudian, salah satu dari mereka berkata dengan suara pelan, "Kami bertemu Nona Sulung di luar dapur."

Begitu kalimat itu terucap, mata keduanya langsung melebar.

Mereka baru menyadari sesuatu.

Saat itu, Xuan Qingqing memang menghentikan mereka. Dia bahkan menyuruh keduanya pergi mengambil kue osmanthus, padahal di sisinya masih ada Cui Cui dan beberapa pelayan pribadi lainnya.

Awalnya mereka hanya menganggap tindakannya sedikit aneh. Namun sekarang semuanya menjadi jelas.

Ketika mereka pergi, Xuan Qingqing pasti telah memasukkan racun ke dalam makanan.

Tubuh kedua pelayan itu langsung gemetar.

Jadi, orang yang sebenarnya ingin membunuh Nona Kelima adalah Nona Sulung!

Melihat perubahan raut wajah mereka, Chongyue sudah mendapatkan jawaban yang dia inginkan.

Dia menunjuk bangkai kucing yang tergeletak di tanah dan berkata, "Bawa bangkai itu. Lalu buang semua makanan ini. Setelah itu, kalian boleh kembali."

Kedua pelayan tercengang. "N-Nona Kelima... Anda... tidak akan menghukum kami?"

Chongyue yang hendak masuk ke dalam rumah menghentikan langkahnya. Dia menoleh sedikit ke belakang. "Bukan kalian yang meracuni makananku. Lalu, untuk apa aku menghukum kalian?"

Mendengar jawaban itu, mata kedua pelayan langsung memerah.

Selama bertahun-tahun bekerja di Kediaman Jenderal, belum pernah ada seorang majikan yang mau mendengarkan penjelasan mereka.

Setiap kali terjadi sesuatu, merekalah yang selalu menjadi pihak pertama yang disalahkan.

Namun hari ini, Nona Kelima yang selama ini paling sering ditindas justru memilih untuk mempercayai mereka.

"Terima kasih, Nona Kelima..."

Keduanya berkali-kali membungkuk dengan penuh rasa terima kasih. Kemudian mereka segera membawa bangkai kucing beserta seluruh makanan itu keluar dari halaman.

Sementara itu, Chongyue kembali masuk ke kamarnya.

Dia kembali melepaskan penyamaran yang menutupi wajahnya, memperlihatkan wajah aslinya.

Tatapannya beralih ke langit di luar jendela.

Malam belum benar-benar tiba. Masih ada cukup waktu sebelum Bei Mingye datang menjemputnya.

Dia masih bisa keluar sebentar.

Memikirkan hal itu, Chongyue keluar lagi dan melompati tembok Kediaman Jenderal dengan gerakan ringan, lalu pergi menuju toko obat terbesar di ibu kota.

Begitu melangkah melewati ambang pintu, aroma berbagai tanaman obat langsung memenuhi indra penciumannya.

Rak-rak kayu di dalam toko dipenuhi beragam tanaman dan ramuan obat yang tersusun rapi. Beberapa tabib dan pelanggan juga terlihat sibuk memilih bahan yang mereka perlukan.

Kedatangan Chongyue segera menarik perhatian orang-orang di dalam toko.

Meskipun warna matanya telah disamarkan menjadi hitam, parasnya terlalu cantik untuk diabaikan.

"Astaga... gadis itu cantik sekali."

"Aku belum pernah melihat wanita secantik itu."

"Benar-benar seperti dewi."

Bisik-bisik kagum terdengar dari berbagai sudut toko.

Namun, Chongyue sama sekali tidak memperdulikan tatapan mereka. Dia berjalan lurus menuju meja kasir.

"Tuan Pemilik Toko," ucapnya tenang, "aku ingin membeli satu tangkai Anggrek Herbal, dua kuntum Bunga Daun Kecil, satu Akar Merah, satu batang Rumput Embun, dan satu Rumput Giok."

Pemilik toko segera mengangguk. "Baik, Nona Muda. Mohon tunggu sebentar."

Tidak lama kemudian, seluruh tanaman obat yang diminta Chongyue telah diletakkan di atas meja.

"Totalnya ada lima jenis tanaman obat," ujar sang pemilik toko sambil tersenyum ramah. Pandangannya tidak bisa berhenti melirik wajah gadis itu.

Selama puluhan tahun membuka toko obat, belum pernah sekalipun dia melihat gadis secantik ini.

Bahkan Xuan Meng, yang selama ini dikenal sebagai wanita tercantik di ibu kota, masih kalah jauh jika dibandingkan dengannya.

Chongyue menatap kelima tanaman obat tersebut, kemudian mengembuskan napas pelan.

"Aku hanya membawa tiga keping koin perak." Sambil berkata, dia membuka telapak tangannya dan memperlihatkan tiga keping uang perak yang dimilikinya.

Alisnya sedikit berkerut. Tatapan matanya terlihat begitu jernih dan polos.

Melihat ekspresinya, hati para pria yang berada di dalam toko langsung luluh.

"Aku yang akan membayarnya!" Seorang pria buru-buru mengeluarkan sekantong uang.

"Apa hanya itu yang ingin kau beli, Nona? Kalau masih kurang, biar aku yang membayar semuanya!"

"Tidak perlu! Aku yang bayar!"

"Nona Muda, kalau masih membutuhkan tanaman obat lain, katakan saja! Aku akan membelikannya untukmu!"

Dalam sekejap, para pria berdesakan di depan meja kasir.

Mereka saling berebut mengeluarkan uang, seolah-olah takut didahului orang lain.

Melihat pemandangan itu, Chongyue tanpa sadar mundur beberapa langkah agar tidak ikut terhimpit.

Sudut bibirnya sedikit berkedut.

Dulu dia mengira hanya pria-pria di zaman modern yang mudah kehilangan akal ketika melihat wanita cantik.

Ternyata, pria-pria di zaman ini juga tidak jauh berbeda.

Paras rupawan memang selalu menjadi daya tarik yang sulit diabaikan, tidak peduli di zaman mana seseorang berada.

Pada akhirnya, semua tanaman obat milik Chongyue dibayarkan oleh seorang pemuda kaya.

Setelah menyimpan tiga keping koin perak ke dalam kantongnya lagi, Chongyue menyunggingkan senyum tipis.

Setidaknya hari ini aku berhasil menghemat tiga keping koin perak.

Namun, dia tetap harus menemukan cara untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar.

Menjual tanaman obat?

Cara itu jelas tidak akan berhasil dalam waktu dekat. Dengan keadaannya sekarang, dia tidak mungkin keluar-masuk Kediaman Jenderal sesuka hati.

Sementara itu, mencari tanaman obat mengharuskannya pergi jauh ke luar kota dan menghabiskan banyak waktu. Bahkan jika berhasil menemukannya, belum tentu tanaman yang diperolehnya merupakan tanaman obat kelas tinggi yang bernilai mahal.

Jadi, cara itu jelas bukan pilihan terbaik.

1
marlaina marliana
beraninya main keroyokan dasar iblis
marlaina marliana
semangat chongyue, balas dendam musnahkan semua musuh 💪💪
marlaina marliana
nah baru tau cerita awalnya pertemuan mereka ternyata seperti itu ya 🤔
marlaina marliana
masih menyimak 😊😊❤❤
marlaina marliana
kakak syantik ini sama seperti yg yg f**z* ya.
Author Nita_001: Iya kak say, aku pindah kesini, karena disana sepi pembacanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!