Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam Romantis
Selesai makan bersama mereka pulang. Namun hanya Daniel dan Anna yang semobil. Karena mobil Daniel tinggi, maka Anna di gendong.
"Ma, sebenarnya mereka berdua statusnya apa sih?? David bertanya kepada mamanya. Melihat sikap Daniel yang sedari tadi hanya diam saja. Bicara seperlunya.
"Mama sih mau Anna jadi istrinya Daniel."
"Ma, selesai kaka nikah aku dulu baru adek. Ingat itu."
"Iya, makanya kamu cari pacar yang bisa menjadi istri yang baik."
"Sabar ma." Keluarga ini semua tertawa. Jefry dan Cindy juga sudah pulang. Sedangkan David bertugas mengantar kedua orangtuanya.
Daniel membawa Anna ke kesatuannya. Anna hanya berdiam sambil melihat sekeliling.
"Mau turun ikut kaka atau di mobil saja."
"disini saja kak."
"Sabar ya. Kaka ada urusan sedikit."
Anggota Daniel melihat dia datang bersama Anna. Bukan kali pertama mereka bertemu sudah perna bertemu waktu acara penanaman terumbu karang.
"Ipaaaaarrrrr." Semua kompak memanggil Anna ipar. Anna menaikan kaca mobil dan memilih Daniel menghidupkan AC di mobil. Muka Anna sudah memerah. Daniel tersenyum. Dia turun dari mobil, Anna melihat anggotanya memberi hormat. Daniel lupa bahwa di ruangannya banyak pekerjaan. Dia pun kembali menjemput Anna di bawa ke ruangannya. Jelas semua mata memandang kepadanya.
"Kak, kenapa di bawa ke kantor?? Kalau kaka sibuk aku bisa pulang naik mobil online." Daniel menatap Anna dengan tatapan tajam.
"Kamu bisa baring - baring disini. Atau kalau kamu mau, kamu bisa memakai baju ganti saya. Ini bersih kok." Akhirnya Anna menganti kebayanya dengan kaos dan celana doger punya Daniel. Agak kebesaran sedikit. Namun ini aman dan nyaman baginya. Dan untungnya Anna membawa sendal jalan - jalannya.
Daniel tersenyum melihat Anna keluar dengan baju kebesaran, namun masih modis di badannya. Namun kembali dia bekerja dan membiarkan Anna membersihkan makeupnya. Selesai itu, Anna baring - baring di kursi sofa yang ada di ruangan Daniel. Sekarang dia sudah berpangkat Lettu dan ada jabatan di kesatuannya ini. Telepon Anna berdering terus menerus. Daniel melihat bahwa mamanya menelepon.
"Hallo tante."
"Dani...."
"Iya maaf, Dani yang angkat teleponnya tante. Anna ketiduran. Anna ada di kantornya Dani, tadi saya bawa ke sini."
"Oke. Tante sedih, dia wisuda om dan tante ngak bisa hadir."
"Dani turut berdukacita ya tante ,om."
"Terima kasih. Tadi mama dan papa Dani juga sudah telepon tante dan om."
Sampai pembicaraan selesai dengan orangtuanya, Anna tidak bangun dia sangat kelelahan. Daniel membiarkan Anna tidur dan dia ikut apel siang pulang di parkiran kantor. Sampai selesai apel siang, Anna tetap masih tertidur. Daniel mengangkat barangnya ke mobil mengatur kursi jok depan. Kemudian mengendong Anna ke mobil. Kesempatan langka, letting dan anggotanya mengabadikan peristiwa ini.
Dalam perjalanan pulang, Daniel dan Anna mampir ke butik.
"Mau ngapain kesini kak?"
"Ya mau ganti baju kamu. Dan aku. Atau kamu percaya diri menggunakan baju ini."
"Jangan ngaco deh kak. Ini kebesaran."
"Tetapi kamu nyaman kan."
Anna langsung diam, dan Daniel tersenyum. Mereka turun ke butik itu. Ternyata Daniel sudah menghubungi mereka menyiapkan baju. Di butik itu langsung Anna menggunakan dress berwrna hitam tak berlengan. Dan Daniel memakai kemeja berwarna hitam dan celana hitam. Setelah Anna makeup tipis - tipis, mereka langsung menuju ke sebuah restoran, rooftop dari restoran itu yang di gunakan Daniel untuk makan malam romantis merayakan kelulusan Anna.
"Kak, boros sekali. Kan kita bisa makan di restoran biasa."
"Aku mau malam ini berkesan buat kamu." Daniel mengandeng tangan Anna dan dibawa ke tengah- tengah bagunan yang sudah di hiasi oleh lilin - lilin. Dan saat itu dia menyatakan perasaannya kepada Anna. Menyatakan kalau dia mencintai Anna. Raut wajah Anna memerah. Ternyata pertanyaan yang ada di kepala Anna semua terjawab. Semua hal yang di lakukan oleh Daniel Johanes kepada dirinya, sikap protektif, posesifnya semua karena dia mencintai dirinya. Tak sadar air mata Anna mengalir membasahi pipinya. Dengan lembut Daniel melap air mata itu.
"Joanna Josephine Josep, aku mencintaimu."
"Terima kasih Daniel Johanes." Daniel mencium kening Anna sangat lama, kemudian hidung mereka bersatu.
"Aku sangat mencintai kamu. Jadilah pacarku, Anna."
"Iya." Anna tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia sebenarnya juga mencintai laki - laki ini. Daniel langsung menyematkan kalung emas dengan liontin salib di leher Anna. Anna melihat kearah Daniel. Dan mereka berpelukan.
"Setelah kak Jefry menikah, kemungkinan aku akan sekolah lagi di Jakarta. Selesai sekolah, kamu akan aku lamar dan kita akan memikirkan untuk masa depan bersama. Maukah kamu menunggu sayang??"
"Iya mas."
"Terima kasih."
Keluarga besar Daniel juga hadir dimakan malam ini. Meskipun moment saat Daniel menyatakan cintanya kepada Anna tidak terlihat mereka, tetapi Anna yakin bahwa keluarga ini tahu niat dari Daniel. Orangtua Daniel datang membawa hadiah buat Anna dan juga bunga. Kami semua menggunakan baju berwrna hitam. Karena menghargai Anna yang sedang berduka karena kehilangan oma tersayangnya.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan