NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Never Catch the Emperor's Attention

Sinar matahari pagi menembus kisi-kisi jendela kayu Kediaman Fenghua, membiaskan garis-garis cahaya ke emas di atas lantai batu yang kini telah bersih tanpa cela. Bau teh hitam yang tumpah semalam telah digantikan oleh aroma samar dupa melati upaya Mingzhu pelayan setianya, untuk menyamarkan bau ketegangan yang masih tersisa di udara.

Xinyue duduk di depan cermin porselen, menatap bayangan wajahnya sendiri. Lingkaran hitam samar terukir jelas di bawah matanya. Semalaman ia tidak bisa memejamkan mata. Setiap kali matanya terpejam, sentuhan dingin jemari Zhao Fengting di lehernya dan detak nadinya sendiri yang bertabrakan liar seolah kembali menghantuinya.

"Yang Mulia Selir," panggil Xiao Lan dengan suara bergetar, tangannya gemetar saat menyisir rambut panjang Xinyue. "Hamba mendengar desas-desus di dapur istana pagi ini... Ada pengawal bayangan yang disiagakan di sekitar Kediaman Fenghua sejak dini hari. Apakah... apakah terjadi sesuatu semalam?"

Xinyue menatap Mingzhu melalui pantulan cermin. Otak hukumnya langsung menganalisis implikasi dari informasi tersebut. Mata-mata. Zhao Fengting tidak sepenuhnya percaya pada kebohongan "resep jamu penenang jiwa" semalam. Kaisar tiran itu mungkin melepas lehernya, tetapi pria itu menanamkan mata dan telinga di sekelilingnya.

"Tidak ada apa-apa, Mingzhu," jawab Xinyue tenang, memoleskan sedikit bedak beras untuk menyamarkan rona pucat di pipinya. "Hanya kucing liar yang melompati atap semalam. Jangan hiraukan desas-desus itu. Yang perlu kita lakukan hari ini adalah bersikap sebagaimana mestinya: menjadi selir yang paling tak terlihat di seluruh Istana Dalam."

Aturan Bertahan Hidup Nomor Satu harus dilaksanakan secara ekstrem. Jika Zhao Fengting mengawasinya untuk mencari celah, maka ia harus menjadi sosok paling membosankan, paling tidak berambisi, dan paling datar yang pernah ada dalam sejarah Dinasti Tianyu.

Langkah pertama dari strategi keberlangsungan hidupnya dimulai siang itu di Taman Teratai, tempat di mana para selir tingkat menengah dan tinggi berkumpul untuk menikmati teh sore. Biasanya, tempat ini adalah medan perang tanpa tumpah darah panggung parade perhiasan mewah, sindiran halus berselimut senyuman, dan pamer kasih sayang Kaisar yang semu.

Xinyue sengaja memilih gaun berwarna hijau pucat yang agak kusam gaun terburuk di lemari pakaiannya dan duduk di sudut yang paling tidak strategis: di bawah naungan pohon willow yang lembap, jauh dari paviliun utama tempat Selir Liang memimpin obrolan.

"Lihatlah siapa yang datang," cibir Selir Chen, mengenakan gaun sutra merah bersulam benang emas yang menyilaukan mata. Ia mengibaskan kipas bulu indahnya seraya menatap Xinyue dengan pandangan merendahkan. "Selir ke-20 yang dermawan. Kudengar kau menyerahkan ginseng salju pemberian Yang Mulia kepada Kakak Selir Liang? Sungguh tindakan yang... sangat sadar diri."

Gelak tawa halus terdengar dari deretan selir lainnya. Bagi mereka, tindakan Xinyue adalah bukti kebodohan dan keputusasaan seorang wanita tanpa latar belakang klan yang kuat.

Selir Liang, yang duduk di kursi utama dengan anggun, menyesap tehnya perlahan. Matanya yang tajam menatap Xinyue dengan kepuasan yang dingin. "Adik Ye tahu diri dan mengerti hierarki. Itu adalah sifat yang sangat langka di istana ini. Jangan mengejeknya, Adik Chen."

Jika ini adalah Ye Xinyue yang lama atau jika ini adalah novel komedi romantis biasa tokoh utama mungkin akan memberikan balasan cerdas bernada sarkasme. Namun, Xinyue adalah seorang ahli hukum yang realistis. Dalam permainan kekuasaan di istana absolut, harga diri yang tidak pada tempatnya adalah tiket tercepat menuju kuburan.

Xinyue segera berdiri, merapatkan tangannya, dan membungkuk dalam-dalam dengan ekspresi wajah yang sepenuhnya lugu dan penuh ketakutan.

"Apa yang dikatakan Kakak Selir Chen sangat benar," ujar Xinyue dengan suara pelan dan sedikit gemetar, persis seperti aktingnya semalam. "Hamba hanyalah gadis desa dari perbatasan yang beruntung bisa menghirup udara istana. Kesejahteraan Kakak Selir Liang adalah kebahagiaan bagi kita semua. Hamba sama sekali tidak pantas menyimpan barang berharga seperti itu."

Melihat kepatuhan yang begitu mutlak dan raut wajah yang tampak benar-benar penakut, minat Selir Chen untuk mengejeknya mendadak menguap. Tidak ada kepuasan dalam menindas seseorang yang langsung bertekuk lutut tanpa perlawanan.

"Ternyata dia memang hanya seorang pengecut," bisik seorang selir muda di samping Selir Chen. "Pantas saja Yang Mulia tidak pernah meliriknya lagi setelah malam pertama."

Xinyue tetap menundukkan kepala, menyembunyikan kilatan kelegaan di matanya. Bagus. Anggap aku pengecut. Anggap aku bodoh. Makin kalian mengabaikanku, makin panjang umurku.

Namun, takdir di istana ini tidak pernah berjalan semudah itu.

"Yang Mulia Kaisar Tiba!"

Pekikan kasim kepala bergema membelah keheningan taman. Dalam hitungan detik, seluruh selir yang tadinya bersantai langsung berdiri, merapikan gaun dan perhiasan mereka dengan panik, lalu berlutut serentak di atas tanah batu menuju jalur utama taman.

Xinyue bersimpuh paling belakang, menyembunyikan tubuhnya di balik rindangnya semak-semak willow. Ia menekan dahinya rapat-rapat ke atas tanah yang dingin, berdoa dalam hati agar pria itu berjalan terus tanpa menoleh.

Langkah kaki yang berat dan berwibawa itu mendekat. Hawa dingin yang familier seolah menjalar di udara. Zhao Fengting berjalan dengan jubah naga hitam bertatahkan benang perak, dikawal oleh puluhan pengawal istana. Wajahnya yang rupawan tampak sedingin es, dipenuhi aura dominasi yang membuat semua orang menahan napas.

"Hormat kepada Yang Mulia Kaisar! Semoga Yang Mulia panjang umur!" seru para selir secara serempak.

Zhao Fengting tidak menyuruh mereka bangkit. Langkah kakinya yang tenang mendadak terhenti.

Bukan di depan Selir Liang yang sudah tersenyum manis dengan dada mendebur. Bukan pula di depan Selir Chen yang sudah memasang pose paling anggun.

Langkah sepatu kulit berukir naga itu berhenti tepat di depan gundukan kain hijau pucat yang bersimpuh di sudut taman tepat di depan Ye Xinyue.

Jantung Xinyue seolah berhenti berdetak seketika. Sial. Mengapa dia berhenti di sini?!

Aroma kayu gaharu menembus indra penciumannya saat Zhao Fengting menunduk sedikit, menatap puncak kepala Xinyue yang gemetar.

"Selir ke-20," suara berat dan dalam milik sang Kaisar bergema, memecah kesunyian taman yang mencekam. Seluruh selir di paviliun langsung menoleh dengan mata membelalak tak percaya.

"Hamba... Hamba ada di sini, Yang Mulia," sahut Xinyue, berusaha keras menjaga agar suaranya tidak terlalu goyah, meski pikirannya sudah menyusun jutaan skenario terburuk.

"Kudengar kamu sangat menyukai kedamaian di Kediaman Fenghua," tutur Zhao Fengting dengan nada bicara yang datar, namun ada intonasi misterius di balik kata-katanya. "Dan kudengar kesehatanmu sudah membaik setelah meminum jamu penenang jiwa milikmu."

Tenggorokan Xinyue terasa amat kering. Pria ini sengaja menyindir kejadian semalam di depan semua orang!

"Berkat kemurahan hati Yang Mulia..." balas Xinyue cepat, memutar otak hukumnya untuk menetralkan perhatian publik. "Hamba yang tidak berguna ini hanya menghabiskan waktu dengan berdoa agar Yang Mulia selalu diberi kesehatan dalam memimpin kekaisaran."

Zhao Fengting menyunggingkan senyum tipis sebuah senyuman yang lebih mirip ancaman daripada keramahan. Ia mengepalkan tangannya di balik jubah, lalu berbalik membelakangi Xinyue.

"Mulai hari ini, pindahkan jatah teh terbaik dari kediaman utama ke Kediaman Fenghua," perintah Zhao Fengting kepada kasim kepalanya dengan suara yang cukup keras untuk didengar seluruh isi taman. "Aku tidak ingin selirku menyiramkan teh dingin yang buruk lagi saat aku berkunjung."

Tanpa menunggu tanggapan, Zhao Fengting melangkah pergi, meninggalkan aura kekacauan yang maha dahsyat di belakangnya.

Xinyue masih bersimpuh di tanah, tetapi dingin di tubuhnya kini berganti menjadi rasa panas yang membakar. Saat ia perlahan mengangkat kepalanya, ia bisa merasakan belasan pasang mata di sekelilingnya memancarkan rasa iri, dengki, dan kebencian yang mendalam. Selir Liang menatapnya dengan rahang terkatup rapat, sementara Selir Chen mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

Dalam satu langkah sederhana, Zhao Fengting telah menghancurkan seluruh rencana penyamarannya. Pria itu dengan sengaja meletakkannya di bawah sorotan lampu dan menjadikannya sasaran empuk bagi seluruh wanita di Istana Dalam.

Xinyue mengepalkan jemarinya di atas gaun kusamnya, menatap punggung tegap sang Kaisar yang makin menjauh.

Zhao Fengting... kau iblis berdarah dingin, maki Xinyue dalam hati, matanya menyipit penuh kewaspadaan. Kau tahu persis apa yang kau lakukan.

Aturan Bertahan Hidup Nomor Satu telah dilanggar bukan karena kesalahannya, melainkan karena sang Kaisar sendiri yang memilih untuk menariknya ke dalam catur kematian. Dan kini, perang yang sesungguhnya di Istana Dalam baru saja dimulai.

1
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!