NovelToon NovelToon
Bos Itu Mantan Pacarku

Bos Itu Mantan Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas Dendam
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dua tahun lalu, Tsania memilih mengakhiri hubungannya dengan Arsen, pria yang sangat ia cintai. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena sebuah rahasia pahit yang memaksanya pergi tanpa penjelasan. Sejak saat itu, mereka menjalani hidup masing-masing, menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling menyiksa.

Hari pertama bekerja di perusahaan impiannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Tsania mengetahui bahwa CEO muda yang dingin, arogan, dan disegani semua orang adalah Arsen, mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan. Kini, Arsen adalah bosnya.

Bagi Arsen, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan kesempatan untuk membalas rasa sakit yang selama ini ia pendam. Ia bersikap dingin, memberi tugas-tugas sulit, dan terus menguji kesabaran Tsania. Namun, di balik tatapan tajam dan sikap tak berperasaannya, masih tersimpan cinta yang tak pernah benar-benar padam.

apakah yang akan terjadi kepada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tsania 10

Saat mata Arsen berbenturan dengan sosok Maya dan Raihan di depan pintu IGD, ia langsung melangkah lebar mendekat.

"Bagaimana kondisinya?!" tanya Arsen dengan nada menuntut, mencoba menyembunyikan kepanikan yang membakar dadanya.

Maya berdiri, menyapu air matanya, lalu menatap Arsen dengan tatapan penuh kebencian yang mendalam. Tanpa rasa takut sedikit pun pada status Arsen sebagai CEO, Maya maju satu langkah.

"Untuk apa Bapak ke sini?!" bentak Maya lantang, membuat beberapa suster menoleh.

"Saya atasan tempat dia bekerja. Saya berhak tahu kondisi karyawan saya!"

"Karyawan?!" Maya tertawa sumbang, air matanya kembali menetes. "Bapak sebut dia karyawan?! Bapak sengaja mengurung dia di ruangan Bapak, memberikan pekerjaan tak masuk akal saat dia habis terpeleset dan basah kuyup di Bogor, lalu biarkan dia berdiri menyambut Bapak tadi pagi! Bapak itu bukan manusia, Pak Arsen! Apa anda punya perasaan?!"

"Maya, cukup..." tahan Raihan pelan seraya merangkul bahu Maya yang bergetar hebat.

Arsen kini mengalihkan pandangannya pada Raihan. Pria asing yang semalam menolong Tsania kini berdiri protektif di depan ruang perawatan wanita yang pernah sangat ia cintai. Ada rasa panas yang membakar dada Arsen saat melihat kedekatan pria itu dengan Tsania.

"Siapa Anda?" tanya Arsen dingin, menatap Raihan penuh permusuhan.

"Ini urusan internal perusahaan saya dan staf saya. Orang luar tidak berhak ikut campur."

Raihan melangkah maju, berdiri tepat di hadapan Arsen dengan tinggi yang sejajar. Tatapan Raihan tenang namun memancarkan ketegasan yang tak tertandingi.

"Saya memang orang luar, Pak Arsen," ujar Raihan dengan suara berat dan tenang, namun setiap kata yang diucapkannya menusuk tepat di dada Arsen.

"Tapi sebagai sesama manusia, saya punya hati nurani. Dan sebagai pria, saya tidak akan pernah membiarkan seorang wanita disiksa secara perlahan oleh pria yang memanfaatkan kekuasaannya."

"Jaga mulut Anda!" desis Arsen, mencengkeram kerah kemeja Raihan dengan mata memerah menahan amarah.

"Anda tidak tahu apa-apa tentang hubungan kami!"

"Saya memang tidak tahu masa lalu kalian," balas Raihan tanpa gentar sedikit pun, menepis tangan Arsen dari kerah kemejanya secara kasar.

"Tapi yang saya tahu pasti hari ini adalah jika Anda benar-benar mencintainya atau pernah mencintainya, cara Anda membalas dendam ini sangat menyedihkan. Anda tidak sedang menghancurkannya, Pak Arsen. Anda sedang menghancurkan diri Anda sendiri."

Arsen membeku. Kata-kata Raihan menghantam dadanya seperti godam besar. Tembok gengsi yang dibangunnya bertahun-tahun seketika retak parah.

Pintu IGD terbuka. Dokter keluar dengan raut wajah sangat serius seraya melepas sarung tangan medisnya.

"Keluarga Pasien bernama Tsania?" panggil Dokter.

Arsen dan Raihan secara bersamaan maju mendekat. "Saya, Dok!" ucap Arsen cepat.

Dokter memandang Arsen dan Raihan bergantian dengan dahi berkerut, mengamati ketegangan yang membuncah di antara kedua pria jangkung tersebut.

"Siapa di antara Bapak-bapak ini yang merupakan suami atau wali keluarga kandung dari Pasien Tsania?" tanya Dokter tegas, nadanya menyiratkan kelelahan sekaligus keseriusan situasi.

"Saya atasannya, Dok. Saya bertanggung jawab atas seluruh biaya dan penanganannya," potong Arsen cepat, suaranya yang biasa berwibawa kini bergetar samar.

Dokter menghela napas panjang seraya melepas stetoskop yang melingkar di lehernya.

"Kondisi pasien cukup kritis dan membutuhkan penanganan intensif segera. Demam tingginya yang menembus angka 40,2 derajat celcius memicu kejang singkat dan pendarahan dari pembuluh darah kapiler hidungnya. Sel-sel tubuhnya mengalami kelumpuhan akibat akumulasi kelelahan fisik ekstrem yang sangat parah istilah medisnya severe physical and mental exhaustion."

Dokter mengusap wajahnya sebentar sebelum melanjutkan. "Sistem kekebalan tubuhnya anjlok ke titik paling bawah. Paru-parunya terinfeksi cukup parah karena terpapar dingin dan basah dalam waktu lama tanpa penanganan awal. Dehidrasinya juga berada di tingkat berbahaya. Saat ini kami telah memindahkannya ke ruang High Care Unit (HCU) untuk pemantauan ketat dua puluh empat jam. Kami harus memasang pipa oksigen dan mengalirkan antibiotik dosis tinggi melalui infus."

Dokter menatap Arsen tajam, seolah bisa membaca misteri di balik ketegangan ini. "Siapa pun Anda, tolong pahami ini dengan baik, Mbak Tsania tidak boleh mengalami tekanan emosional sekecil apa pun saat ini. Jantung dan paru-parunya sangat rentan. Terlambat sepuluh menit saja dibawa ke sini tadi, akibatnya bisa fatal."

Terlambat sepuluh menit saja.

Kalimat itu berulang-ulang menghantam benak Arsen bagaikan petir di siang bolong. Kakinya terasa lemas, bertumpu rapuh pada dinding lorong rumah sakit yang dingin. Bayangan Tsania yang pingsan berdarah di lantai marmer kantornya bertabrakan dengan bayangan Tsania beberapa tahun lalu, wanita manis yang tertawa lepas di bawah sinar matahari hangat.

"Terima kasih, Dok. Lakukan apa saja yang terbaik untuknya," bisik Raihan lugas, memecah keheningan kaku di lorong itu.

"Hanya satu orang yang diizinkan masuk bergantian, itu pun harus mengenakan pakaian steril. Tolong jaga ketenangan," pesan Dokter sebelum kembali melangkah masuk ke area steril HCU.

Atmosfer di dalam ruang HCU terasa begitu pekat oleh aroma cairan antiseptik dan hawa dingin yang menusuk tulang. Di tengah ruangan, Tsania terbaring lemas di atas ranjang medis khusus. Tubuh mungilnya tampak semakin tenggelam di balik selimut tebal rumah sakit. Kanula oksigen melingkar di bawah hidungnya, menyalurkan udara segar ke paru-parunya yang meradang. Jarum infus berjarum besar menusuk punggung tangan kanannya, sementara kabel-kabel monitor penanda vital menempel di dadanya, memancarkan bunyi detak teratur yang monoton: bip... bip... bip...

Raihan melangkah pelan mendekati kaca bening pembatas, menatap Tsania dengan raut pias penuh keprihatinan.

"Mas Raihan..." panggil Maya lirih, menyapu sisa air matanya dengan tisu yang sudah kumal.

"Terima kasih banyak ya... Mas sudah mau batalkan rapat penting cuma buat ke sini."

"Jangan dipikirkan, Maya," sahut Raihan lembut, matanya tak lepas dari sosok Tsania.

"Kehidupan seseorang jauh lebih penting dari dokumen rapat mana pun. Kamu sendiri bagaimana? Sudah makan siang?"

Maya menggeleng pelan, bibirnya bergetar. "Aku mana bisa makan, Mas... Setiap kali ingat Tsania minta tolong ambilkan berkas dalam keadaan hampir pingsan tadi siang, hatiku rasanya diiris-iris. Dia itu bekerja tanpa henti dari kemarin, dibasahi hujan, diasingkan di ruangan Pak Arsen, ditumpuki berkas tanpa henti. Aku beneran nggak paham kenapa Pak Arsen jahat banget sama dia."

Di sudut lorong yang sedikit gelap, Arsen berdiri mematung. Kata-kata Maya merobek hatinya tanpa ampun. Pria yang biasanya dipuja-puja di dunia bisnis itu kini merasa tak lebih dari seorang algojo yang tega menyiksa wanita tak berdaya.

Dengan keberanian yang tersisa dari serpihan egonya, Arsen melangkah mendekati pintu ruang HCU. Pria itu mengenakan jubah steril hijau yang disediakan rumah sakit.

"Mau apa Anda masuk?!" cebik Maya menahan amarah saat melihat Arsen memegang gagang pintu.

"Saya hanya ingin melihat kondisinya sebentar," balas Arsen pelan, tanpa nada angkuh sedikit pun.

"Untuk apa?! Mau menyuruhnya revisi laporan lagi di atas ranjang HCU?!" tembak Maya tanpa henti.

"Maya, biarkan dia," potong Raihan menahan lengan Maya. Raihan menatap Arsen dengan tatapan dalam yang sangat dingin.

"Biarkan dia masuk. Biarkan dia melihat langsung apa yang telah diperbuat oleh tangan dinginnya sendiri."

Arsen tidak menjawab. Pria itu memutar gagang pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan dingin tersebut.

Langkah kaki Arsen terasa sangat berat, seolah setiap pijakannya menahan beban berkuintal-kuintal. Langkah sepatu khususnya berdecit pelan di atas lantai vinit.

Arsen berdiri di samping ranjang Tsania. Matanya menyusuri setiap inci wajah wanita di hadapannya. Bibir Tsania yang biasanya merona alami kini pecah-pecah, pucat bagaikan kertas hVS tanpa warna. Lingkaran hitam tebal melingkupi kelopak matanya yang terpejam kaku. Dahi mulusnya berkerut tipis, menandakan rasa sakit pusing yang masih bertengger di kepalanya walau ia sedang tak sadarkan diri.

"Tsania..." panggil Arsen dengan suara serak yang nyaris tak terdengar.

1
Jumi Saddah
semoga lancar deh,,tidak ada yg menggagalkan,,biar semua kembali ke tempat nya sebagai mesti nya💪💪💪arsen semangat
kymlove...
sabar nya tinggal 2 hari lagi, kalau sehari up 2 x berarti kurang 4+1 part lagi untuk menjelang malam Sabtu, kalau sehari up sekali berarti nunggu kurang 2-3 part lagi menjelang Sabtu malam... jadi harus bisa sesabar itu nunggunya aku🥲🤣
Oma Gavin
menunggu sabtu lama banget 🥺
nely_48
cinta mu begitu besar n tulus pd arsen ya tsania ☹️
nely_48
sama² terluka n hancur,,,
nely_48
semoga tsania mendengarkan curhatan mu ya arsen
nely_48
tenang tsania karna itu ada
nely_48
udh ga sabar nunggu detik² bpak nya arsen n aurelia live
nely_48
tsania km tenang, jgn histeris gtu,
nely_48
langkah yg tepat arsen,, liatt dr jauh az gpp, pastikan bpak dajjal mu itu hancur kehilangan semua harta n nama yg sll dia agung²kan
nely_48
gila bpak nya arsen jahat nya udh level dajjal
Eva Karmita
Tsania please jgn berpikir yg tidak" cukup kamu diam tenang jgn sampai membuat kesalahan dan itu bisa membuat Arsen dlm bahaya...ini demi keselamatan kamu dan Arsen 🥺
Eva Karmita
syukurlah Nia sudah mendengar semua pengakuan Arsen 🥺
Eva Karmita
bukan Arsen tidak mau mendengarkan penjelasan mu tapi kamu Nia yg ngak pernah mau menjelaskan dengan Arsen 🥺 ... kalian berdua sama"terluka dan korban ke jahat si Bisma dan keluarga Aurel, semoga kesalah pahaman ini cepat terbongkar
kymlove...
lalu kamu mau apa tsania?? pergi lagi dan berharap arsen akan tenang hidup nya?? atau mau menghalangi niat arsen untuk membongkar kejahatan bapaknya!!! trs apa lagi yang mau kamu mau?? sudah tau kalian sama2 korban kekejaman bapak nya arsen, harus nya kamu kalau bisa dukung tindakan arsen, jangan malah menghalangi dengan alasan takut arsen di hancur kan lagi, INGAT SEBELUM INI KALIAN JUGA UDAH HANCUR!! JANGAN SELALU JADI LEMAH ATAS NAMA CINTA!! CUKUP SUDAH PENDERITAAN MU INI!!
kymlove...
sabtu malam nanti segera lah tiba!! tapi ini. masih senin sore jadi kira2 kurang berapa. part lagi untuk mencapai. sabtu itu🥲 gak sabar banget. lihat para orang jahat itu hancur...
kymlove...: kayaknya kita harus sabar dulu nunggu sabtu nya kk.. soalnya sekarang masih malam selasa🤣😀
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa menuju sabtu saja lama banget
Sri Suryati
kan Arsen nanya stania . kenapa kamu meninggalkan aku
kymlove...
kalian semua sama-sama jadi korban tapi menurut ku tsania lebih menyakitkan sampai kehilangan orang tuanya dan masih harus menerima kebencian yang mendarah daging dari keluarga arsen, jadi kalau dengan arsen menghancurkan keluarga nya dan langsung tsania maafin gitu aja, kayaknya gak terlalu adil banget buat tsania yang tersiksa terlalu lama...
gina altira
Puas kamu Arsen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!