NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Di Arena Pertarungan

Gadis Cantik Di Arena Pertarungan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: R251Aje

Terjebak dalam utang dan tidak memiliki jalan keluar, dia terpaksa memasuki arena pertarungan ilegal demi mendapatkan hadiah uang yang cukup untuk bertahan hidup. Bagi orang lain, arena itu adalah tempat kematian. Tetapi bagi Aira, arena hanyalah tempat mencari nafkah. Selama ada uang dan masih bernafas, dia bersedia bertarung dan tidak menyerah.

Dia tidak mengenal kata cinta tapi tiga pria tampan tanpa sengaja menempel dan ingin memilikinya. Tapi Aira tidak mudah ditakhlukkan, hanya uang yang bisa membuatnya patuh walau cuma sebentar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R251Aje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Pilihan yang Tidak Diberikan

Angin pinus berembus lebih kencang, seolah membawa bau hujan yang semakin dekat. Di dalam kamar, Aira membuka mata di gelap dan menatap langit-langit kayu. Nama Hadi masih terasa asing. Tapi dia mulai takut bahwa ingatannya yang kosong bukanlah kebetulan.

Fajar belum benar-benar datang ketika anjing-anjing di kejauhan berhenti menggonggong.

Aira terbangun lebih dulu. Bukan karena mimpi, melainkan karena keheningan yang tiba-tiba terlalu sempurna. Angin pinus masih berembus, tapi bunyi daun yang biasanya bergesekan seolah ditahan oleh sesuatu. Dia duduk pelan di tepi tempat tidur, jari sudah menyentuh pisau lipat di bawah bantal sebelum matanya sepenuhnya terbuka.

Di koridor, langkah Reza sudah terdengar. Ringan, tapi cepat. Raka menyusul dari kamar sebelah dengan rambut acak-acakan. Keenan muncul terakhir, masih memegang stetoskop yang lupa dia lepas dari leher.

“Ada yang datang,” bisik Aira saat ketiga pria itu berkumpul di depan pintunya.

Reza mengangguk. “Satu orang. Dari arah lereng barat. Tidak membawa rombongan.”

“Bos mereka,” kata Raka datar. “Dia bilang akan datang sendiri.”

Mereka turun ke ruang tamu tanpa menyalakan lampu tambahan. Hanya cahaya kuning dari lampu taman yang menembus gorden. Reza berdiri di dekat pintu utama, Raka di sisi jendela, Keenan mendekati Aira yang sudah duduk di kursi yang sama seperti semalam.

Ketukan itu akhirnya datang. Tiga kali. Rapi. Tidak terburu-buru. Reza membuka pintu dengan satu tangan masih dekat senjata.

Pria yang berdiri di ambang pintu berusia sekitar lima puluhan. Rambutnya pendek dan beruban di beberapa bagian, wajahnya tenang, hampir ramah. Dia tidak membawa senjata yang terlihat. Hanya mantel gelap yang basah oleh embun pagi.

“Selamat pagi,” katanya lembut. “Saya ingin berbicara dengan Aira Hadi.”

Aira yang mendengar namanya disebut dengan lengkap merasakan bulu kuduknya berdiri. Dia tidak berdiri. Hanya menatap pria itu dari kursi.

“Masuk,” kata Reza akhirnya. "Angkat tanganmu... Saya ingin memeriksanya."

Pria itu menurut. Dia mengangkat kedua tangan sebentar, lalu masuk dengan langkah tenang. Pintu ditutup. Raka tidak menurunkan kewaspadaan.

“Saya tidak datang untuk berkelahi,” kata pria itu sambil menatap Aira. “Saya datang untuk mengembalikan sesuatu yang sudah lama hilang.”

Aira menatapnya datar. “Nama.”

“Orang-orang di organisasi memanggil saya dengan banyak nama. Tapi dulu, saat kamu masih kecil, kamu memanggil saya Paman Arya.”

Aira tidak bereaksi. Nama itu tidak membangkitkan apa-apa di kepalanya.

Pria itu tersenyum tipis, seolah sudah menduga. “Wajar kalau kamu tidak ingat. Kami menghapusnya dengan cukup rapi. Obat, hipnosis berulang, trauma yang diatur. Semua agar kamu tidak pernah mencari kembali asal-usulmu.”

Keenan menegangkan rahang. “Kamu yang menghapus ingatannya?”

“Bukan hanya saya. Tapi saya yang memerintahkan.” Arya menarik kursi tanpa diminta dan duduk berhadapan dengan Aira, jaraknya cukup jauh agar tidak terancam langsung. “Ayahmu, Hadi Wijaya, adalah rekan bisnis kami yang berkhianat. Dia menyembunyikan aset penting di bawah namamu. Ketika dia meninggal, aset itu menjadi milik ahli waris. Satu-satunya cara agar aset itu tidak jatuh ke tangan yang salah adalah membuat ahli warisnya… menghilang.”

Aira menelan. “Jadi saya tidak dijual. Saya disembunyikan agar tidak bisa mewarisi.”

“Disembunyikan, dilatih, dan dijadikan senjata. Ironis, bukan? Anak yang seharusnya duduk di ruang rapat justru belajar membunuh di lorong gelap.” Arya menatap foto yang masih berada di saku jaket Aira seolah dia bisa melihatnya. “Kamu sangat berbakat. Lebih berbakat dari yang kami duga. Karena itu kami tidak membunuhmu. Kami memakaimu.”

Raka melangkah maju. “Dan sekarang kamu datang untuk apa? Menyelesaikan pekerjaan yang gagal?”

Arya mengalihkan pandangan ke Raka sebentar, lalu kembali ke Aira. “Saya datang untuk menawarkan pilihan. Kembalikan apa yang ayahmu sembunyikan... kode akses, lokasi brankas, apa pun yang hanya bisa dibuka oleh darah ahli waris yang sah dan kamu boleh hidup bebas. Dengan nama baru, uang yang cukup. Tanpa dikejar lagi.”

Aira tertawa pelan.“Saya tidak ingat kode apa pun. Saya tidak ingat brankas. Saya bahkan tidak ingat wajah ayah saya sampai kemarin.”

“Ingatan bisa dikembalikan,” kata Arya tenang. “Kami punya caranya. Sama seperti kami punya cara untuk menghapusnya.”

Reza berbicara untuk pertama kalinya sejak pria itu masuk. “Keluar. Sekarang. Sebelum saya memutuskan bahwa percakapan ini ancaman.”

Arya tidak bergerak. “Letnan, kamu menjaga tunanganmu dengan sangat baik. Tapi kamu harus tahu bahwa wasiat itu bukan hanya soal pernikahan. Ayah Aira memasang kunci darah. Hanya Aira yang bisa membuka aset sebenarnya. Jika dia menikah denganmu dan diakui secara hukum sebagai Aira Hadi, kunci itu akan aktif. Banyak pihak yang tidak menginginkan itu terjadi. Termasuk saya.”

Aira menatap kedua tangannya. “Jadi saya bukan hanya ahli waris. Saya adalah kunci.”

“Ya.”

“Dan jika saya menolak membuka apa pun?”

Arya tersenyum tipis. “Maka kamu akan terus dikejar. Bukan hanya oleh kami. Oleh setiap orang yang tahu nilai dari apa yang kamu bawa di dalam darahmu. Termasuk cabang keluarga Hadi yang selama ini mengira mereka akan mendapatkan semuanya jika kamu tidak pernah muncul.”

Keheningan memenuhi ruang tamu. Hanya detak jam dinding yang terdengar. Aira akhirnya mengangkat wajah. “Saya butuh waktu.”

“Saya beri waktu sampai matahari sepenuhnya naik,” kata Arya sambil berdiri. “Setelah itu, tawaran ini tidak berlaku. Dan saya tidak datang sendirian lagi.”

Dia berjalan ke pintu, lalu berhenti sejenak. “Dulu kamu pernah bilang, waktu masih kecil, bahwa kamu ingin hidup tenang dan tidak lapar. Ironisnya, sekarang kamu punya kesempatan itu. Dengan harga yang sangat mahal.”

Pintu ditutup pelan di belakangnya. Raka langsung mengunci. Reza sudah berbicara lewat radio, memerintahkan pengecekan perimeter. Keenan berdiri di samping Aira, jari memeriksa nadi tanpa diminta.

Aira menatap lantai kayu yang dingin. “Dia bilang saya kunci bukan hanya putri yang hilang atau pewaris.”

Raka berjongkok di depannya. “Kamu tidak harus membuka apa pun. Kita bisa hilangkan jejakmu lagi. Nama baru. Tempat baru.”

“Dengan uangmu?” tanya Aira.

“Dengan apa saja.”

Reza kembali ke dekat mereka. “Dia tidak akan memberi waktu sampai matahari naik. Itu tipuan. Mereka pasti sudah siap di luar.”

Keenan mengangguk. “Kita harus bergerak sekarang. Atau bertahan dengan posisi lebih baik.”

Aira memegang foto di dalam saku sekali lagi. Wajah anak kecil itu terasa semakin jauh, sekaligus semakin dekat.

“Saya tidak ingat kode apa pun,” katanya pelan. “Tapi tubuh saya seolah tahu bahwa pria itu tidak berbohong. Saya memang kunci. Dan kunci yang tidak bisa dibuka… biasanya akan dihancurkan.”

Di luar, di antara kabut pagi yang mulai turun di lereng, Arya berjalan menuju mobil yang menunggu. Dia menekan earpiece.

“Siapkan tim. Jangan bunuh. Tapi jika perlu, lumpuhkan ketiga pria itu. Aira Hadi harus tetap bisa berbicara.”

Kabut semakin tebal, menyembunyikan jumlah bayangan yang mulai bergerak mendekati rumah bukit.

1
falea sezi
lanjut
falea sezi
🤣🤣🤣🤣 raka cemburu
falea sezi
suka cwek Badas gini 🤣🤣 sat sett gk menye 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!