Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 // MAYA
Maya berhasil melarikan diri dari kejaran istri produser, dan wajahnya pun tidak tampak di media.
Mobil yang dia naiki berhasil mengecoh dan menyelinap di antara deretan kemacetan lalu lintas.
" huff hampir saja rusak reputasiku, aku harus lebih berhati hati. Besok aku pulang ke Indonesia" ujar Maya dengan hati yang masih ketar ketir.
" Kamu di mana sayang" pesan masuk ke ponsel Maya.
"Aku ada di hotel.... Istrimu hampir mendatangiku ke apartemen" jawab Maya.
" Tunggu aku di sana, jangan kemana mana." jawab sang produser.
" kaya, gagah dan pandai memuaskanku, tapi istrinya tajam seperti serigala" gerutu Maya.
Tut.. Tut.. Tut...
" Mas Linggar..." gumam Maya.
" Halo sayang... Aku merindukanmu." jawab Maya.
" Kamu masih mau mengakat telp dari ku rupanya my?" omel Linggar.
" maaf sayang, jadwalku sangat padat, besok aku pulang, jemput aku ya.." jawab Maya dengan manja.
"aaahh... " secara reflek Maya mendesah ketika tiba tiba ada tangan kekar meremas dadanya dari belakang.
" my.... Kamu kenapa? " tanya Linggar yang merasa aneh dengan suara istrinya.
" aaah aku... Lagi sariawan sayang... Ah iya... Aku sariawan." alasan Maya dengan menahan desahannya.
Bagaimana biaa di menahan, sedangkan di bawah sana ... Miliknya sedang di obrak abrik oleh produsennya.
"Mas... Aku tutup dulu ya .... Sakit buat bicara" kembali Maya memberikan alasan pada Linggar.
" Tapi my..." Tut... Tut...Tut...
Maya sengaja menutup telp sepihak karena sudah tidak tahan dengan permainan sang produser.
Hembusan nafas kedua manusia berstatus menikah itu... Kembali memenuhi ruangan.
Saling menyentuh, saling membelit, saling bertukar saliva hingga keduanya tumbang di ranjang yang sama.
" Besok aku kembali ke Indonesia" kata Maya.
" Berapa lama?"
" Aku belum tahu berapa lama, aku tidak ingin membuat suamiku curiga dengan hubungan kita" jawab maya.
" kamu ku kasih cuti 1 minggu, setelahnya harus kembali kesini, aku tidak bisa jauh jauh darimu sayang." jawab produsernya sambil memainkan pucuk cerry milik maya.
Maya yang memang tidak bisa menahan gairah, kembali mendesah seiring dengan rangsangan yang di terimanya.
Mereka kembali mengulang yang entah sudah berapa kali.
Pesawat yang di naiki Maya mendarat dengan sempurna.
Maya berjalan dengan mengangkat wajah penuh keangkuhan. sesekali dia menyapa para fans yang mengejarnya tetapi tanpa mau menyalami. Berpura pura sibuk padahal memang dia tidak ingin berdekatan dengan fans.
Sebuah mobil hitam yang di siapkan Linggar berjalan menghampiri Maya, dan dengan sigap... Maya langsung masuk begitu mobil tepat berada di depannya.
Di dalam mobil SUV hitam, maya duduk dengan ponsel yang tidak lepas dari genggaman. sesekali dia menoleh ke samping menikmati gedung yang menjulang di ibu kota Jakarta.
1 bulan Maya meninggalkan Linggar tanpa kabar, yang Linggar tahu dia sedang mengerjakan kontrak film.
" Maaf Nyonya sudah sampai" kata driver pribadinya.
Tanpa menjawab atau di bukakan pintu, Maya keluar dan berjalan menuju ruang suaminya.
" Astagfirullah ... Bu Maya makin menjadi angkuhnya..." batin Drivernya.
Maya melewati resepsionis tanpa menyapa mereka. Semua itu menambah deretan mata sinis memandangnya.
" Maaf pak Linggar.... Bu Maya menuju ruangan." lapor Angga.
" Maya? , dia datang? Tumben sekali tidak memberi kabar?" jawab Linggar.
" Selamat bergabung. Anda boleh mulai bekerja sekarang. " Kata Rangga pada calon sekretaris pengganti Tania.
" Terimakasih Pak, saya permisi." Jawab Sekretaris baru Angga.
Tepat saat akan membuka pintu, tiba tiba pintu terbuka menampilkan wajah ceria Maya.
Keduanya tampak terkejut dan spontan berdiri di tempat, lalu sekretaris baru Linggar tersadar dan sedikit membungkukkan badan.
" Sayang...." Maya langsung memeluk suaminya padahal di sana masih ada si jomlo Angga.
Angga yang tidak ingin menyaksikan drama mesra kedua manusia itu, memilih mengundurkan diri.
Linggar tersenyum dan langsung memeluk Maya, kemudian mencium keningnya. Ada rasa bersalah karena selama ini telah menghianati istrinya.
" Apa kabar sayang?" tanya Linggar
" Seperti ya kamu lihat sayang... Mas... Kamu sibuk?" tanya Maya.
" Tidak sayang, ada satu meeting lagi, tetapi bisa di wakili Angga." jawab Linggar.
" Aku capek, pulang yuk mas..." manja Maya.
" Baiklah sayang, kamu tunggu di luar sebentar." jawab Linggar.
" Kenapa tisak disini?" jawab Maya cemberut.
" Kamu tahu kan, kalau pembicaraan tentang perusahaan tidak boleh di dengar orang lain termasuk istri, ini perintah papa." jawab Linggar santai.
Tidak lama Angga masuk, dan Maya keluar dengan perasaan jengkelnya.
" Aku akan keluar setelah ini Ga, tolong kamu hendel dulu meeting dengan Wijaya" perintah Linggar.
Lalu linggar dan Angga terlibat pembicaraan serius di dalam ruangan tertutup itu.
Sementara... Maya yang menunggu di luar, melihat pria yang ada di ruangan Linggar tadi.
Maya mendekati pria tampan tersebut, dan menyapanya.
" Hai Andi, apa kabar?? kamu belum sukses juga ya, masih jadi kacung." sarkas Maya.
" Tidak apa apa aku jadi kacung, setidaknya aku tidak membunuh darah dagingku. BU MAYA!!" Tekan sekretaris Linggar yang bernama Andi.
" Sialan! Aku tidak sudi bertemu dengan anak itu." balas Maya.
" jangan bertemu, diapun tidak pernah bertanya di mana mamanya! Jangan berlebihan Bu Maya, atau anda akan menyesal suatu hari nanti." jawan Andi.
Pintu terbuka, tampak Linggar kekuar bersama Angga. Maya dan Andi sama sama terdiam dalam pikiran masing masing.
" Aku jalan dulu Angga" pamit Linggar.
Angga sedikit membungkukkan badan ketika Linggar berlalu dengan meraih tangan Maya.
" Anda mengenal Bu Maya?" tanya Angga tanpa basa basi.
Andi sedikit tersentak, antara takut kehilangan pekerjaan atau jujur. Bukan tanpa alasan kenapa dia takut, mencari pekerjaan sulit, sedangkan putrinya membutuhkan biaya pendidikan yang tidak sedikit.
" Maaf pak Angga, bu Maya teman SMA saya" jujur Andi.
Angga tidak membahas lagi, dengan sikap dinginnya, Angga berjalan memasuki ruangan yang bersebelahan dengan Linggar.
" hufft .... Semoga aku tidak kehilangan pekerjaan lagi. " gumam Andi.
Sedang di tempat lain....
Maya dan Linggar makan di restiran mewah langganan mereka. Maya bersikap sangat manja, membuat Linggar mengerutkan kening, sedangkan sebelumnya Maya tidak pernah bermanja manja padanya.
"Bagaimana kontrak film kamu may?" tanya Linggar.
" Masih berjalan mas, aku ambil cuti sementara... Capek" jawab Maya.
"Kapan kamu bisa fokus ke rumah tangga may? , umur kita semakin bertambah." tegas Linggar.
Maya memasang wajah jengkel, jadi ibu rumah tangga yang hanya di rumah bukanlah cita cita nya.
"Plis mas... Jangan merusak suasana... " elak Maya.
Linggar tersadar dan langsung diam, memang benar... Tidak seharusnya membahas masalah ini di depan makanan, apa lagi di tempat umum.
Lalu dia memutuskan diam dan fokus pada makanan di depannya. Maya menuangkan air minum, rasanya sudah sangat lama dia tidak ada di samping suami dan melayani kebutuhannya.
Melayani kebutuhan??, jangankan melayani... Memperhatikan makan suaminya saja tidak pernah.
*****************************
Selamat membaca guys... Semoga kalian semua sehat selalu...
krna km berulang kali mngatakn tak menginginkn ank dri rahim tania.... bhkn klo smpe tania hamil... km dgn enteng mgatakn untuk digugurkn...🙄🙄
eeee istri yg di bela"in.... taunya mndua😂😂😂😂
yg hncur km ato tania.....
tania saat ini sedih dan trluka.... tpi kelak saat anknya lahir.... dia punya pngobat luka....
sdangkn kamu linggar..... bhagia nggk ... tpi kecewa... trnyata perempuan yg km prioritaskn... km cintai ugal"an... nyatanya sm berhiantnya sprtimu di belakangmu....
ap lgi kelak saat tak sengaja km brtemu tania dgn anknya ..... ank yg nyata" tak prnah km inginkn trlahir dri rahim tania....