NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Tidak ada jawaban dari sistem di kepalanya.

Galang hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar menyadari bahwa sisa modalnya akan terkuras habis.

Setelah gerobaknya selesai diperbaiki, Galang segera memacu motornya menuju pasar induk terbesar di kota itu.

Ia mendatangi satu per satu kios sayur dan bahan pokok untuk mencari bahan-bahan spesifik tersebut.

"Bu, ada bawang putih tunggal?" tanya Galang pada seorang ibu penjual bumbu dapur.

"Ada Mas, tapi harganya lagi naik jadi seratus dua puluh ribu sekilo," jawab ibu itu sambil menimbang cabai.

Galang menelan ludah mendengar harga yang sangat fantastis untuk ukuran pedagang kaki lima sepertinya.

"Saya beli setengah kilo saja Bu," ucap Galang dengan suara lemas.

Selanjutnya ia pindah ke kios telur untuk membeli telur ayam kampung organik.

"Tiga ribu lima ratus per butir Mas, ini ayamnya dikasih pakan herbal jadi telurnya beda," promosi si penjual telur.

Galang kembali meringis dan terpaksa membeli tiga puluh butir sebagai persediaan awal.

Terakhir, ia harus pergi ke sebuah swalayan besar karena kecap hitam premium yang diminta sistem tidak ada di pasar tradisional.

Satu botol kecap itu harganya mencapai empat puluh lima ribu rupiah.

Saat Galang kembali ke kamar kosnya pada sore hari, sisa uang di dompetnya hanya tinggal dua ratus ribu rupiah.

Semua hadiah dari sistem semalam nyaris habis tak bersisa hanya untuk modal belanja.

"Bahan-bahan ini terlalu mewah untuk porsi kaki lima," keluh Galang sambil meletakkan kantong belanjaannya di lantai.

"Kalau begini ceritanya, satu porsi nasi goreng ini harus kujual berapa agar bisa balik modal?"

Namun Galang tidak punya waktu untuk terus meratapi sisa uangnya yang menipis.

Ia harus segera menguji coba resep sistem ini sebelum misi lokasi barunya muncul minggu depan.

Galang mencuci wajan besinya hingga bersih dan meletakkannya di atas kompor gas kecil di sudut kamarnya.

Cetek. Wusss.

Api biru menyala memanaskan wajan besi itu hingga mengeluarkan sedikit asap putih.

Galang mulai mengingat instruksi urutan memasak dari sistem yang tertanam di otaknya.

Ia menuangkan sedikit minyak goreng dan menunggu suhunya mencapai titik yang pas.

Sreng!

Bawang putih tunggal yang sudah dicincang halus masuk ke dalam wajan panas.

Aroma harum yang sangat tajam langsung menguar memenuhi seluruh ruangan kamar kos Galang.

Bahkan baunya menembus celah ventilasi udara hingga ke lorong luar.

Galang dengan cepat memasukkan dua butir telur ayam kampung organik dan mengaduknya dengan lincah.

Teknik mengayun wajan yang ia dapatkan semalam tiba-tiba bekerja secara otomatis pada tangannya.

Trak trak trak.

Suara spatula beradu dengan wajan terdengar sangat profesional layaknya koki restoran bintang lima.

Nasi putih dingin yang sudah ia siapkan sebelumnya masuk ke dalam wajan.

Galang menuangkan kecap hitam premium dan sejumput garam dengan takaran yang luar biasa presisi.

Sreng! Wusss!

Api dari kompor sempat menyambar naik ke dalam wajan memberikan efek aroma asap yang menggugah selera.

Hanya dalam waktu empat menit, seporsi nasi goreng berwarna kecoklatan yang mengkilap sudah tersaji di atas piring.

Tidak ada campuran daging ayam, sosis, atau bakso di dalamnya.

Hanya nasi, telur, bawang putih, dan kecap.

Namun aroma yang dihasilkan dari sepiring nasi goreng sederhana itu sungguh tidak masuk akal.

Perut Galang berbunyi sangat keras merespon wangi karamelisasi kecap dan bawang putih tersebut.

"Kelihatannya biasa saja, tapi baunya luar biasa," puji Galang sambil mengambil sendok makan.

Ia meniup pelan nasi goreng yang masih mengepul panas itu lalu menyuapkannya ke dalam mulut.

Kunyah. Kunyah.

Mata Galang seketika terpejam rapat.

Rasa gurih dari telur ayam kampung organik berpadu sempurna dengan manisnya kecap hitam premium.

Bawang putih tunggalnya memberikan sensasi hangat yang nyaman di tenggorokan tanpa meninggalkan rasa pahit sedikit pun.

Setiap butir nasinya terlapisi bumbu secara merata dan memiliki tekstur kenyal yang sangat pas saat digigit.

Tanpa sadar, Galang mulai makan dengan sangat rakus.

Trang trang.

Suara sendok beradu dengan piring kosong menandakan nasi goreng itu telah habis dalam waktu kurang dari dua menit.

Galang bersandar pada dinding kamarnya sambil mengelus perutnya yang terasa sangat hangat dan kenyang.

Tiba-tiba, rasa pegal di bahu dan pinggangnya akibat membawa gerobak rusak tadi siang menghilang begitu saja.

Pikirannya yang sempat stres memikirkan harga bahan masakan juga mendadak menjadi sangat tenang dan jernih.

"Ini gila," bisik Galang menatap piring kosongnya dengan tidak percaya.

"Efek pemulihan energi dari nasi goreng ini benar-benar nyata."

"Pantas saja sistem menyuruhku membeli bahan-bahan mahal itu."

Tepat saat Galang masih terbuai oleh rasa nasi gorengnya, suara mekanis sistem kembali terdengar di kepalanya.

[DING!]

[Persiapan bahan masakan telah terdeteksi memenuhi standar sistem.]

[Misi Mingguan Kedua kini tersedia!]

Layar biru transparan muncul tepat di depan wajah Galang.

Galang menelan ludah dengan gugup saat membaca lokasi misi yang tertera di layar tersebut.

[Tugas: Berjualan Nasi Goreng Pemulihan Tingkat Rendah sebanyak 50 porsi.]

[Lokasi: Halte Bus Trans Utama, Pusat Kota.]

[Batas Waktu: Besok mulai pukul 17.00 hingga 22.00.]

[Hadiah: Rp 5.000.000 dan Peningkatan Level Sistem.]

[Hukuman jika gagal: Gerobak Host akan dihancurkan oleh petir.]

1
Wega Luna
ada loh nasi goreng 6000 an kalo GK salah di daerah Kediri atau Tulungagung ,,, asli pengen beli tapi karena kemarin bus pariwisata ku GK bisa menepi jadi cuma lihat dari jendela bus ,kalo ada waktu luang saya mau kesana lagi pake mobil pribadi ,,, sebagai pecinta kuliner nasi goreng saya penasaran rasanya dengan harga tersebut
ZAHRANI: waaaah info yang menarik kak👍
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!