Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Because I Am Not Cute
"Memang nya ngerokok di sekolah bukan termasuk pencemaran nama baik? Lagian kalo pun aku emang mencemari sekolah, bukan sekolah bapak kalian kan? Dan, satu lagi aku bisa di spesialin di sekolah ini bukan karena jual diri atau sogokan." billby tersenyum manis lalu meninggalkan mereka yang seperti nya sedang menahan napas.
"Gila.. kok bisa tiba tiba dia muncul disini?" ujar Afghan setelah berhasil bernafas lagi.
"Masalahnya bukan itu.. dia tau kita ngerokok bahkan tau omongan kita waktu itu.. kita bakal di drop out gak ya?" Mex menimpali dengan wajah yang masih sedikit tegang karena keterkejutan nya tadi
"Dia kan biasanya gak ke kantin. kenapa waktu kita ngomongin dia,dia langsung muncul?" Afghan melirik billby yang sedang mengambil makanan di loket 'guru'
"Hufttt..gimana ini? Lo tau kan? siswa yang di keluarin dari sekolah ini susah buat masuk ke sekolah lain" Mex tampak frustasi. ia yakin seratus persen kalau dirinya akan di drop out dari sekolah. Mana udah kelas tiga lagi
"Coba lo ngomong sama dia han" pinta Afghan sambil memandang vahan yang sedang menyuap makanan ke mulutnya. Tampak santai
"Han.." panggil Afghan lagi karena vahan tidak menggubrisnya
Vahan menatap Afghan dengan malas "Lo pikir gue siapa nya? Temen aja bukan"
Mex menghela napas "tapi kan Lo kenal sama dia.. plis lah han.. lo gak mau orangtua Lo di panggil ke sekolah lagi kan buat ngewakilin kita"
"Emang gue peduli orang tua gue di panggil ke sekolah? Asal dipanggil nya bukan karena gue, gue Bodo amat" balas vahan acuh
Vahan dan dua temannya ini tinggal satu rumah sejak kecil. mungkin bisa dibilang Afghan dan mex itu numpang. ke dua orang tua nya tidak tinggal di negara ini. orang tua mereka menyerahkan atau menitipkan anaknya kepada orang tua vahan. Dan ya.. orang tua vahan menjadi wali sepenuhnya bagi Afghan dan mex.
Saat mereka melakukan kesalahan, orang tua vahan lah yang dipanggil
"Alahh.. jahat Lo Han. Terus menurut Lo kita harus gimana?" Tanya Afghan dengan nada merajuk. Iii...gelinya
"Kata siapa kita bakal di keluarin?" Tanya vahan
"Kita? emang Lo juga? Kayanya cuman gue sama Mex deh" ucap Afghan
"Emangnya dia tau kalo gue gak ikut ngerokok? Terus tadi,emangnya gue gak terlibat?" vahan menatap keduanya dengan pandangan lelah. ia sudah siap kalau terkena masalah bersama Afghan dan mex walaupun ia tidak ikut ikut an
•••
Tok..tok..
Billby mengetuk pintu ruang guru yang terbuka lebar. Salah satu guru, menyapanya dengan ramah "eh,billby.. masuk aja" ujarnya mempersilahkan billby untuk masuk ke ruangan ini
Setelah mendapat izin, Ia melangkah masuk ke tempat duduk Jack yang ada di posisi paling belakang. Pria itu sedang focus menatap layar komputer di depannya sambil memegang mouse
"Nih,om" billby meletakkan makanan yang ia ambil di kantin tadi
"Makasih" balas jack singkat
Billby menganggukkan kepalanya lalu pergi dari ruang tersebut tanpa berbasa-basi lagi. ia tahu, Jack sedang sibuk. jadi,ia tidak mau mengganggunya
Billby kembali ke kelasnya dengan langkah santai. Namun, tiba-tiba di tengah jalan ada yang menyenggol bahunya. Billby menatap sang pelaku yang sedang menatapnya dengan sinis "Lagi ngedeketin vahan ya?" Tuduh cewek bernama kezia. Kalo billby gak salah ingat, cewek ini ketua OSIS. Berani banget ni orang.
"jangan pikir dia bakal suka sama cewek gepeng kayak Lo. Apalagi dia selalu juara satu di kelas, pasti maunya sama cewek yang berprestasi.bukan yang hobi ngorok di kelas kayak Lo" tambah kezia
"Oh.. jadi Kamu suka sama vahan? ambil aja.. tapi, sesuai yang kamu bilang tadi. dia selalu juara satu pasti dia gak mau pacaran. dia bakal fokus belajar" balas billby santai
"Dan gak usah gangguin aku.. kalo suka vahan, sana bilang ke dia.. gak ada hubungannya sama aku tau. Lagian kelakuan kamu ini bisa bikin kamu dikeluarin. Gak takut?" Tambah billby
"Dikeluarin?" Cewek itu tersenyum remeh. "Jadi lo mau ngadu ke guru? Ngadu juga harus punya bukti kan?"
Billby menatap kedua teman gadis itu yang sedang menatapnya dengan tatapan meremehkan. "kamu ngeremehin aku ya? kalo aku yang lapor, gak perlu bukti apapun. tapi,aku gak bakal ngeluarin kamu dari sekolah. Asal,kamu gak ganggu aku lagi. kalo kamu masih ganggu jangan salahin aku yang bakal bikin nama kamu keluar dari daftar sekolah ini"
"Dih..emang Lo siapa? songong banget. Yang punya sekolah juga bukan" gadis itu tampak kesal. Tapi ke dua temannya sempat menyenggol lengannya seolah olah memperingatkan agar tidak berlebihan dengan billby
Bukan karena kasian. tapi,takut kalau billby benar benar membuktikan ucapannya tadi
Karena merasa tidak ada urusan lagi billby meninggalkan mereka.
"Tuh cewek sok banget. liat aja kalo berani deket deket sama vahan. vahan itu cowok incaran gue. Punya gue. setelah lulus nanti vahan bakal jadi pacar gue" Kezia memandang kepergian billby dengan tatapan nyalang
Well, bukan hanya Kezia yang mengincar Vahan. Tapi mungkin seluruh gadis di sekolah ini. Namun, karena peraturan sekolah yang tidak mengizinkan muridnya untuk pacaran, alhasil mereka menyimpan perasaan tersebut untuk di ungkapkan setelah lulus nanti
Setelah tiba di kelas,
Billby duduk di bangkunya. Ia menoleh ke samping, tempat duduk vahan. Laki laki itu belum kembali ke kelas. syukurlah.
Billby membuka tasnya untuk mencari makanan yang bisa mengisi kegabutan. Ia mengacak acak tasnya, namun tidak ada yang menggugah selera
Akhirnya ia menutup kembali resleting tasnya dan memilih untuk tidur. namun, bersamaan dengan itu.. dua siswa laki laki masuk ke kelasnya. Itu vahan dan mex
Sebelum vahan berpisah dengan Mex untuk duduk di meja masing-masing, Mex sempat membisikkan sesuatu kepada vahan yang dibalas anggukan singkat
Lalu, vahan melangkah ke tempat duduknya dan mendaratkan bokongnya disana dengan hati hati.
Ahhh.. sialan. billby sedang tidak ingin bertemu dengan laki laki tersebut. Ia berniat untuk pura-pura ngambek karena kejadian di kantin tadi. sekaligus karena cewek gak jelas yang menyukai vahan itu
Apalagi gadis itu sekelas dengannya
Billby menelungkupkan kepalanya di meja. Berusaha menghindari vahan
"Lo marah?" tanya cowok disampingnya lirih
Billby tidak memberi jawaban apapun.
"Gue minta maaf ya.." tambahnya
"Jangan marah sama temen-temen gu-"
Billby menyela kalimat vahan tanpa menatap "diam. aku mau tidur"
"Tapi,-"
"Aku bilang diam" ulang billby dengan nada sedingin salju
"Lo gak bakal bikin kita dikeluarin kan?" vahan tetap saja berbicara. Mungkin karena ia sudah berjanji kepada kedua temannya untuk membujuk gadis itu
Vahan menggaruk tengkuknya, ia bingung harus berkata apalagi. saat hendak menepuk lengan gadis itu, seorang guru lebih dulu datang Dengan membawa buku fisika yang cukup tebal membuat kelas hening seketika
Pelajaran berjalan cukup kondusif. namun, tidak bagi vahan. Ia sedang tidak bisa fokus karena belum berhasil melakukan janjinya untuk membujuk billby
Dan, yang sulit ia akui..ia juga merasa tidak nyaman karena gadis itu marah kepadanya.
Hingga saat pelajaran hampir usai, billby segera keluar dari kelas. Membuat vahan semakin gelisah
Dia ngehindarin gue, batinnya seraya menatap punggung billby yang menjauh darinya
Sebenarnya, vahan ingin mengejar gadis itu.namun, ia tidak siap menanggung resiko. kelas belum selesai. Kalau ia nekat menghampiri gadis itu, sudah pasti ia akan mendapat hukuman
Karena...
Ia tidak imut seperti billby
•••