NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:639k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Jam dinding baru menunjukkan pukul sebelas malam ketika Alina menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.

“Fiuh … akhirnya bisa istirahat.”

Alina menarik selimut sampai ke dada, mematikan lampu tidur, lalu memejamkan mata. Hari itu terasa panjang karena pertengkarannya dengan Lorenzo benar-benar menguras tenaga.

Namun, belum sampai lima menit….

Ting tong! Ting tong! Ting tong!

Bel rumah berbunyi panjang dan tergesa-gesa.

Alina mengerang pelan.

“Siapa sih malam-malam begini.”

Dengan rambut yang sedikit berantakan, Alina turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu depan. Begitu pintu dibuka, dua pria berseragam polisi berdiri di sana dengan wajah serius.

“Selamat malam. Apa benar ini kediaman Tuan Lorenzo Matteo Romano?”

Alina langsung menegakkan badan. “Benar, saya istrinya.”

Kedua polisi saling berpandangan sesaat.

“Maaf, Nyonya. Suami Anda mengalami kecelakaan lalu lintas. Beliau sedang berada di St. Mary Hospital.”

Wajah Alina seketika pucat. “Apa?! Bagaimana kondisinya sekarang?”

“Cukup parah. Mohon Nyonya segera ikut bersama kami.”

Jantung Alina berdetak begitu keras hingga telinganya berdenging. Tanpa sempat mengganti pakaian, ia hanya mengambil tas dan mengikuti kedua polisi menuju mobil patroli.

Sepanjang perjalanan, hujan masih turun deras. Alina terus menggenggam kedua tangannya yang dingin.

“Jangan mati dulu, Lorenz,” gumam wanita itu lirih.

Bukan karena cinta. Melainkan karena kalau Lorenzo meninggal sekarang, urusan keluarganya akan berubah menjadi jauh lebih rumit. Bisa-bisa nanti ia dituduh istri tidak becus dan mengincar harta.

Begitu tiba di rumah sakit, Alina berlari melewati lorong IGD. “Dokter! Saya istri Lorenzo Romano!”

Seorang dokter bedah segera menghampirinya. “Syukurlah Anda datang. Pasien mengalami benturan keras di kepala dan perdarahan internal. Kami harus melakukan operasi darurat sekarang juga.”

Alina membeku. “Operasi ... sekarang?”

“Setiap menit sangat berharga. Tolong tanda tangani persetujuan ini.”

Tangan Alina gemetar saat menerima formulir.

Tinta pena bahkan sempat keluar dari garis tanda tangan karena jemarinya tak berhenti bergetar.

Beberapa menit kemudian, pintu ruang operasi tertutup rapat. Lampu merah bertuliskan OPERASI BERLANGSUNG menyala.

Alina terduduk di kursi lorong. Ia menunduk, menggigit bibir, lalu mengusap wajahnya pelan.

“Ya Tuhan, jangan sampai dia kenapa-kenapa.”

Tiga jam berlalu. Jarum jam menunjukkan pukul tiga dini hari saat lampu operasi akhirnya padam. Dokter keluar sambil melepas masker.

“Operasinya berhasil.”

Alina langsung berdiri. “Syukurlah.”

“Tapi pasien masih belum sadar. Kami akan memindahkannya ke ruang observasi selama dua puluh empat jam.”

Alina mengangguk berkali-kali, sampai lututnya terasa lemas. Setidaknya Lorenzo sudah selamat dari maut.

Ruang observasi begitu sunyi. Hanya suara monitor jantung yang berbunyi teratur memenuhi ruangan. Lorenzo terbaring dengan kepala diperban dan selang infus menempel di lengannya.

Alina duduk di sofa kecil sambil menguap lebar. Matanya merah dan rambutnya mulai berantakan.

“Capek banget,” gumam Alina. Ia melirik Lorenzo yang masih tak bergerak.

Mulutnya tetap diam. Tetapi isi kepalanya mulai mengoceh tanpa ampun.

“Dasar manusia kulkas! Bisa-bisanya habis ngajak cerai malah ngebut di tengah hujan!Otakmu ditaruh di bagasi, ya? Aku yang harus begadang semalaman begini. Lihat nih, kantung mataku sudah bisa buat nyimpen air seember.”

Alina menyandarkan kepala ke sofa.

“Kalau bangun nanti, pengin banget aku jitak dahimu. Eh, jangan deng. Dahimu sudah dijahit dokter. Nanti boncos lagi.”

Tiba-tiba, ponsel Lorenzo yang berada di atas nakas bergetar. Bianca Calling.

Alina mendengus. “Sudah kuduga. Wanita gatal itu pasti mencari Lorenzo.”

Telepon berhenti. Lalu berganti pesan.

[Lorenzo, kamu baik-baik saja?]

Beberapa detik kemudian masuk lagi.

[Aku khawatir. Tolong balas.]

Alina memutar bola mata. “Halah … drama.”

Wanita itu membuka layar yang masih menampilkan deretan pesan Bianca. Semakin dibaca, semakin ingin tertawa.

“Sok perhatian banget. Padahal bulan lalu aku lihat sendiri kamu makan malam sama cowok pirang itu.”

“Lorenzo memang pintar cari uang, tapi urusan cari pacar nilainya nol besar.”

Alina menghela napas panjang.

“Kasihan juga si manusia kulkas. Dikira dicintai sepenuh hati, padahal Bianca-nya koleksi laki-laki.”

Di atas ranjang, jari Lorenzo bergerak sangat pelan. Kelopak matanya bergetar dan alisnya agak berkedut.

“A-Alina?” Lorenzo mendengar suara istrinya itu.

Suara Alina kembali memenuhi kepalanya.

“Eh, kalau dia mati aku bisa repot. Tapi kalau hidup, semoga cepat tanda tangan surat cerai. Ya Tuhan, segera beri aku keadilan! Beri karma buat suami dzalim ini. Biar dia tahu rasa bagaimana sakitnya dikhianati.”

Lorenzo ingin mengernyit mendengar ucapan Alina. Pria itu ingin balik memaki istrinya, tetapi tidak bisa. Jangankan membuka mulut, membuka matanya saja tidak bisa.

Ruangan ini jelas sunyi. Bibir Alina bahkan tidak bergerak. Namun, suara perempuan itu terdengar begitu jelas bagi Lorenzo.

“Aku sudah membayangkan uang kompensasi perceraian. Lumayan buat beli apartemen, liburan ke Italia, terus cari cowok yang lebih keren dan punya badan bagus. Yang bisa senyum. Yang bisa bercanda. Yang nggak mukanya kayak laporan keuangan tiap hari.”

Mendengar ocehan Alina yang berisik, Lorenzo rasanya ingin menyuruhnya diam.

“Astaga, semoga keluarga juga setuju. Jangan sampai batal cerai gara-gara dia kecelakaan. Nanti aku nangis beneran.”

“Nangis?” Lorenzo tak pernah sekalipun melihat Alina menangis.

“Aku bakal nangis karena gagal jadi janda kaya!”

Suara itu begitu nyaring sampai membuat kepala Lorenzo berdenyut. Perlahan, ia membuka matanya sedikit. Pandangannya masih buram. Ia melihat Alina sedang duduk sambil menatap langit-langit. Wanita itu sama sekali tidak membuka mulut, tetapi ocehannya masih terus terdengar.

“Kalau nanti cerai, aku harus mencari pria tipe idealku pokoknya tinggi, humoris, terus jangan kaku. Semoga ganteng juga. Eh, yang utama banyak harta biar hidupku terjamin.”

Lorenzo membelalakkan mata. ”Apa aku sudah mati? Sampai bisa mendengar ocehan Alian.”

Lorenzo memejamkan mata lagi rapat-rapat.

“Mungkin ini efek obat bius. Iya. Pasti halusinasi.

Karena mustahil orang bisa mendengar isi pikiran orang lain.”

1
Muft Smoker
harus ny km cari informasi yg bnr2 akurat dluu ,, baru bertindak ,, setelah tau semua kebenaran ny ,, gmn rasanya ed ,, penyesalan udh pasti , malu mungkin ad , duka tentu km rasakan ,, tp di balik semua tu pertanggung jawaban ttap harus km jalani ,,
Felycia Fernandez
pantesan gak update ya kk Thor,semoga cepat sembuh ya kk.banyak minum air putih hangat kk...
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
Uba Muhammad Al-varo
Edgar makanya kepintaran otak mu dipakai untuk menyelidiki kebenaran yang sebenarnya terjadi bukan malah pintar kebelingger jadinya salah paham 🤔🤔🤔
Halimah
Tegang bgt bacanya...Itu Pablo n Darius oon apa gmn sih? udah d tolongin malah kek gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!