NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:57.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Jam dinding baru menunjukkan pukul sebelas malam ketika Alina menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.

“Fiuh … akhirnya bisa istirahat.”

Alina menarik selimut sampai ke dada, mematikan lampu tidur, lalu memejamkan mata. Hari itu terasa panjang karena pertengkarannya dengan Lorenzo benar-benar menguras tenaga.

Namun, belum sampai lima menit….

Ting tong! Ting tong! Ting tong!

Bel rumah berbunyi panjang dan tergesa-gesa.

Alina mengerang pelan.

“Siapa sih malam-malam begini.”

Dengan rambut yang sedikit berantakan, Alina turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu depan. Begitu pintu dibuka, dua pria berseragam polisi berdiri di sana dengan wajah serius.

“Selamat malam. Apa benar ini kediaman Tuan Lorenzo Matteo Romano?”

Alina langsung menegakkan badan. “Benar, saya istrinya.”

Kedua polisi saling berpandangan sesaat.

“Maaf, Nyonya. Suami Anda mengalami kecelakaan lalu lintas. Beliau sedang berada di St. Mary Hospital.”

Wajah Alina seketika pucat. “Apa?! Bagaimana kondisinya sekarang?”

“Cukup parah. Mohon Nyonya segera ikut bersama kami.”

Jantung Alina berdetak begitu keras hingga telinganya berdenging. Tanpa sempat mengganti pakaian, ia hanya mengambil tas dan mengikuti kedua polisi menuju mobil patroli.

Sepanjang perjalanan, hujan masih turun deras. Alina terus menggenggam kedua tangannya yang dingin.

“Jangan mati dulu, Lorenz,” gumam wanita itu lirih.

Bukan karena cinta. Melainkan karena kalau Lorenzo meninggal sekarang, urusan keluarganya akan berubah menjadi jauh lebih rumit. Bisa-bisa nanti ia dituduh istri tidak becus dan mengincar harta.

Begitu tiba di rumah sakit, Alina berlari melewati lorong IGD. “Dokter! Saya istri Lorenzo Romano!”

Seorang dokter bedah segera menghampirinya. “Syukurlah Anda datang. Pasien mengalami benturan keras di kepala dan perdarahan internal. Kami harus melakukan operasi darurat sekarang juga.”

Alina membeku. “Operasi ... sekarang?”

“Setiap menit sangat berharga. Tolong tanda tangani persetujuan ini.”

Tangan Alina gemetar saat menerima formulir.

Tinta pena bahkan sempat keluar dari garis tanda tangan karena jemarinya tak berhenti bergetar.

Beberapa menit kemudian, pintu ruang operasi tertutup rapat. Lampu merah bertuliskan OPERASI BERLANGSUNG menyala.

Alina terduduk di kursi lorong. Ia menunduk, menggigit bibir, lalu mengusap wajahnya pelan.

“Ya Tuhan, jangan sampai dia kenapa-kenapa.”

Tiga jam berlalu. Jarum jam menunjukkan pukul tiga dini hari saat lampu operasi akhirnya padam. Dokter keluar sambil melepas masker.

“Operasinya berhasil.”

Alina langsung berdiri. “Syukurlah.”

“Tapi pasien masih belum sadar. Kami akan memindahkannya ke ruang observasi selama dua puluh empat jam.”

Alina mengangguk berkali-kali, sampai lututnya terasa lemas. Setidaknya Lorenzo sudah selamat dari maut.

Ruang observasi begitu sunyi. Hanya suara monitor jantung yang berbunyi teratur memenuhi ruangan. Lorenzo terbaring dengan kepala diperban dan selang infus menempel di lengannya.

Alina duduk di sofa kecil sambil menguap lebar. Matanya merah dan rambutnya mulai berantakan.

“Capek banget,” gumam Alina. Ia melirik Lorenzo yang masih tak bergerak.

Mulutnya tetap diam. Tetapi isi kepalanya mulai mengoceh tanpa ampun.

“Dasar manusia kulkas! Bisa-bisanya habis ngajak cerai malah ngebut di tengah hujan!Otakmu ditaruh di bagasi, ya? Aku yang harus begadang semalaman begini. Lihat nih, kantung mataku sudah bisa buat nyimpen air seember.”

Alina menyandarkan kepala ke sofa.

“Kalau bangun nanti, pengin banget aku jitak dahimu. Eh, jangan deng. Dahimu sudah dijahit dokter. Nanti boncos lagi.”

Tiba-tiba, ponsel Lorenzo yang berada di atas nakas bergetar. Bianca Calling.

Alina mendengus. “Sudah kuduga. Wanita gatal itu pasti mencari Lorenzo.”

Telepon berhenti. Lalu berganti pesan.

[Lorenzo, kamu baik-baik saja?]

Beberapa detik kemudian masuk lagi.

[Aku khawatir. Tolong balas.]

Alina memutar bola mata. “Halah … drama.”

Wanita itu membuka layar yang masih menampilkan deretan pesan Bianca. Semakin dibaca, semakin ingin tertawa.

“Sok perhatian banget. Padahal bulan lalu aku lihat sendiri kamu makan malam sama cowok pirang itu.”

“Lorenzo memang pintar cari uang, tapi urusan cari pacar nilainya nol besar.”

Alina menghela napas panjang.

“Kasihan juga si manusia kulkas. Dikira dicintai sepenuh hati, padahal Bianca-nya koleksi laki-laki.”

Di atas ranjang, jari Lorenzo bergerak sangat pelan. Kelopak matanya bergetar dan alisnya agak berkedut.

“A-Alina?” Lorenzo mendengar suara istrinya itu.

Suara Alina kembali memenuhi kepalanya.

“Eh, kalau dia mati aku bisa repot. Tapi kalau hidup, semoga cepat tanda tangan surat cerai. Ya Tuhan, segera beri aku keadilan! Beri karma buat suami dzalim ini. Biar dia tahu rasa bagaimana sakitnya dikhianati.”

Lorenzo ingin mengernyit mendengar ucapan Alina. Pria itu ingin balik memaki istrinya, tetapi tidak bisa. Jangankan membuka mulut, membuka matanya saja tidak bisa.

Ruangan ini jelas sunyi. Bibir Alina bahkan tidak bergerak. Namun, suara perempuan itu terdengar begitu jelas bagi Lorenzo.

“Aku sudah membayangkan uang kompensasi perceraian. Lumayan buat beli apartemen, liburan ke Italia, terus cari cowok yang lebih keren dan punya badan bagus. Yang bisa senyum. Yang bisa bercanda. Yang nggak mukanya kayak laporan keuangan tiap hari.”

Mendengar ocehan Alina yang berisik, Lorenzo rasanya ingin menyuruhnya diam.

“Astaga, semoga keluarga juga setuju. Jangan sampai batal cerai gara-gara dia kecelakaan. Nanti aku nangis beneran.”

“Nangis?” Lorenzo tak pernah sekalipun melihat Alina menangis.

“Aku bakal nangis karena gagal jadi janda kaya!”

Suara itu begitu nyaring sampai membuat kepala Lorenzo berdenyut. Perlahan, ia membuka matanya sedikit. Pandangannya masih buram. Ia melihat Alina sedang duduk sambil menatap langit-langit. Wanita itu sama sekali tidak membuka mulut, tetapi ocehannya masih terus terdengar.

“Kalau nanti cerai, aku harus mencari pria tipe idealku pokoknya tinggi, humoris, terus jangan kaku. Semoga ganteng juga. Eh, yang utama banyak harta biar hidupku terjamin.”

Lorenzo membelalakkan mata. ”Apa aku sudah mati? Sampai bisa mendengar ocehan Alian.”

Lorenzo memejamkan mata lagi rapat-rapat.

“Mungkin ini efek obat bius. Iya. Pasti halusinasi.

Karena mustahil orang bisa mendengar isi pikiran orang lain.”

1
Uba Muhammad Al-varo
hadeuh....... Bianca perkiraanmu meleset dikira Alina wanita lemah tak tahunya Badas dan nggak gampang ditindas 😊😊😊
ryuka
bagusss.. lucuuu menyenakan baca nya bikin senyum senyum sendirii 😂😂😂
ryuka
kalau apa thooorrr ??? kamu bikin penasaran
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
kalo Lorenzo bercerai dari aku maka dia akan miskin 🤭🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
lipstik Alina pindah ke Lorenzo 🤣🤣🤣
Muslimah Adn
maraton dari bab 1 Sampek sekarang kesimpulan ku adalah : terlepas dari suasana humor, kayaknya terlalu cepat baikannya, kenapa gak ada sanksi buat Lorenzo ?
1. dia selingkuh selama pernikahan, berniat menceraikan istrinya demi menikahi wanita lain, membiarkan istrinya diperlakukan semena-mena dikeluarganya, tapi tidak dihargai dirumah, 2.Alin dibuat bertahan 3 tahun dengan suami yang dingin, tidak menghargai istri dan selingkuh dengan pacarnya, sekaligus tekanan dari keluarga suami, tidak punya Sandaran, mengurus rumah dan sekaligus masih bekerja dikantor suami yang mana entah itu privat / disembunyikan.
coba kesampingkan humor tentang membaca pikiran, yg aku tangkap dari rumah tangganya itu semua, rasanya terlalu mudah dimaafin, padahal untungnya cuma Alin gak cinta, dan Lorenzo gak celap celup. sisanya kalo dipikir sakit ya
Muslimah Adn: btw semangat Thor, jangan buat Alin gampang disentuh ya, soalnya kalau sudah hamil, padahal rumah tangganya masih stuck rasanya cuma Alin yg rugi
total 1 replies
Uthie
ditunggu double or more update nya lagii 😍🙏🙏
ros
ceritanya menarik 👍
Inooy
karena kamu mulai menyukai nya,,dn kamu tidak menyadari nyaaa....
Inooy
klo menurut aq mah Al mendingan kamu jangan ngebayangin hal2 yg masih jauh kamu lakuin,,skarang mah jalanin aj yg udh ada..okeee!?
Uba Muhammad Al-varo
ya ampun ciuman pertama antara Lorenzo dan Alina sungguh membagongkan 🤔🤔
Inooy
menurut muuuu??? 🤣🤣🤣🤣
Inooy
hahahaha,,masih sempet2 nya kamu nanyain sakit tidak nyaa...yaaaaa sakiit lah Aaall...orang punggung membentur temmmbook...🤦‍♀️🤦‍♀️
Inooy
naah ituuu,,lebih baik kamu syukuri apa yg telah terjadi..karena yg mencium kamu bukan pria lain...tp suami kamu sendiri Aal!!!
Inooy
pria oppa oppa Korea, g tau pria macho belahan dunia barat Reeen.../Facepalm/
Inooy
lebih tepat nya bukan ekspresi kamu Al, tp kicauan pikiran kamu...Lorenzo akan tau smua yg ada d pikiran kamu, karena Lorenzo d beri kemampuan mendengarkan kicauan hati dn pikiran kamu 😆..sooo dia bukan hanya sekedar menebak,,tp tau banget smua yg kamu katakan d hati dn d pikaran muuu....
Inooy
ck,,emg Lorenzo g tampan Aal 🙂‍↔️🙂‍↔️
nyesel lho klo beneran Lorenzo lari k wanita lain, apalagi dia skarang mulai menyukai kaaaamu....
Inooy
udh jangan nyesel, toh yg ngambil suami kamu sendiri..enak kaaan pendaratan Lorenzoo?
Inooy
yuuup,,karena Lorenzo udh mulai menyukai kamu Al..jd bukalah hati kamu sedikit demi sedikit, dr pada nanti suami kamu nyari wanita lain luaran sanaaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!