NovelToon NovelToon
Wasiat Gila Asisten Suamiku

Wasiat Gila Asisten Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.

"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"

Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.

"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"

Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.

Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Setelah tiga tahun tidak muncul dan selalu mengawasi Lilian dari jarak jauh akhirnya sang mata-mata pun muncul di waktu yang tepat, karena ini adalah pertama kalinya ia melihat Lilian dalam situasi yang membahayakan, siapa yang tidak tahu kalau Lilian memiliki fobia akan kegelapan, dia juga takut dengan serangga jika dibiarkan terlalu lama berada di dalam ruangan gelap Lilian akan mengalami sesak napas dan juga vertigo.

Namun, semua itu terjadi karena Lilian memiliki trauma masa lalu yang sampai sekarang masih membekas di hati dan pikirannya.

Flashback on

Kejadian tujuh tahun lalu...

"Lilian, bisakah kau pergi mencari kayu bakar bersamaku? Aku sangat takut, sudah jam segini ternyata kita lupa mengambil kayu bakar," ucap seorang teman Lilian.

Saat itu, sebelum ujian kelulusan SMA, Lilian dan teman-teman baiknya memilih untuk berkemah bersama ke gunung XX, mereka ingin menikmati waktu bersama sebelum lulus sekolah dan menjalani kehidupan masing-masing sebagai anak-anak konglomerat yang masa depannya sudah diatur oleh keluarga.

"Tapi ini sudah gelap," jawab Lilian.

"Tapi akan lebih gelap jika kita tidak punya unggun, yang lainnya sibuk memasak," ucap sang teman lagi.

"Benar juga, ya sudah ayo kita pergi sekarang," ucap Lilian yang akhirnya terpaksa pergi meskipun ia merasa takut keluar dari tempat perkemahan di jam-jam seperti ini.

Akan tetapi mereka tidak tahu kalau pada saat itu bahaya sudah menunggu mereka, tak lama setelah mereka pergi hujan turun begitu deras disertai angin kencang dan juga kilat serta petir yang menyambar.

"Astaga kenapa tiba-tiba hujan turun begitu cepat, padahal cuaca sebelumnya baik-baik saja," ucap teman Lilian sambil menggendong kayu bakar di tangannya.

Mereka berdua basah kuyup dan hari pun semakin gelap.

"Karin, sepertinya senter ini bermasalah, dia tidak mau menyala," ucap Lilian yang saat itu mengetuk-ngetuk senter yang mereka bawa.

"Lilian, senternya tidak anti air, bagaimana mau nyala sepertinya sudah terkena air," ucap Karin.

Karin adalah sahabat baik Lilian, sekaligus anak dari sahabat mama dan papanya Lilian.

"Ya Tuhan, bagaimana ini? Tanpa senter ini kita tidak akan bisa menemukan jalan kembali ke tenda," ucap Lilian mulai gelisah.

"Ayo mendekatlah padaku, aku akan memegang tanganmu, suasana sudah semakin gelap angin juga sangat kencang jangan sampai kita terpisah, kau juga rabun malam," ucap Karin segera melupakan tentang senter tersebut dan memegang erat tangan Lilian.

"Karin aku takut," ucap Lilian yang memang tidak bisa mengandalkan penglihatan malamnya karena ia memiliki rabun malam yang cukup parah, hal itu berlangsung sampai sekarang.

"Jangan khawatir, ada aku, aku juga sebenarnya sangat takut tapi kita hanya bisa bergantung satu sama lain," ucap Karin menyemangati Lilian yang memang setahun lebih muda darinya.

Mereka terus berjalan, kayu yang digendong Karin juga sudah dia lepaskan, mereka kini memilih fokus dengan keselamatan mereka saja.

Jalan semakin licin, malam semakin gelap dan suasana semakin dingin mereka berdua pun melangkah dengan tubuh menggigil, tiga puluh menit berlalu.

Karin menyadari kalau mereka semakin jauh tersesat ke dalam hutan, namun dia tidak mengatakan hal itu kepada Lilian karena tak ingin sahabatnya khawatir.

"Karin aku merasa kita semakin jauh," ucap Lilian memiliki firasat buruk.

"Tidak, kita sudah dekat sabar ya, sebentar lagi kita pasti akan bertemu dengan teman-teman yang pastinya mereka sudah mencari kita atau memanggil bantuan," ucap Karin berbohong.

"Benarkah?" tanya Lilian lagi. Tak sedikitpun dia melepaskan genggaman tangan Karin.

"Iya," jawab Karin penuh keterpaksaan.

Memang benar jika teman-teman mereka saat ini melawan badai untuk mencari mereka, tapi mereka ada di arah yang salah.

Tak lama setelah itu tiba-tiba sebuah cabang pohon jatuh tepat di atas kepala Karin, hal ini membuatnya jatuh pingsan tak sadarkan diri.

"Karin! Apa yang terjadi! Karin!" teriak Lilian yang meraba-raba sekeliling karena ia tidak bisa melihat apapun, genggaman Karin terlepas dan dia tidak tahu Karin berada di mana.

Karena panik Lilian pun tanpa sengaja tergelincir dan jatuh ke jurang yang memang ada di samping jalan setapak yang mereka tempuh.

Dua jam kemudian.

Badai sudah berhenti, tim SAR yang dipanggil keluarga Lilian dan keluarga Karin telah tiba, Karin ditemukan namun Lilian masih tak kunjung ditemukan.

Di saat itulah Lilian yang ada di bawah sana kembali tersadar dari pingsannya, seluruh tubuhnya sakit apalagi kepalanya, ia menangis dan berusaha berteriak namun tidak ada yang mendengar suaranya apalagi itu malam dan sangat gelap.

Pencarian tak bisa dilanjutkan malam itu karena sangat gelap, sementara Karin masih belum sadar dan dibawa ke rumah sakit. Tim SAR memutuskan untuk melanjutkan pencarian mereka subuh hari nanti.

"Ya Tuhan, bagaimana ini? Aku sangat dingin dan takut," ucap Lilian di bawah sana, dia hanya bisa meringkuk memeluk lututnya.

Suara-suara serigala yang meraung mulai menggema di kedua telinga Lilian, hal ini membuat Lilian semakin ketakutan.

"Tolong! Tolong aku!" ucapnya.

Namun tiba-tiba telinganya mendengar suara langkah kaki, itu bukan langkah kaki manusia melainkan seekor serigala buas yang mencium aroma darah dari tubuh Lilian yang terluka.

Lilian tidak bisa melihat wujud serigala tersebut melainkan hanya matanya yang tampak merah.

"Pergi! Jangan dekati aku! Pergi!" ucapnya gemetar sambil memegang sebatang kayu.

Namun serigala tersebut sama sekali tidak takut dan malah semakin mendekat bersiap-siap untuk menyerang Lilian.

"Apakah ini akhir dari hidupku? Papa, kak Karen! Tolong!" teriak Lilian.

Bukh...

Terdengar sebuah pukulan keras yang menghantam sesuatu.

"Kau tidak apa-apa?" suara seseorang menyapa telinga Lilian.

"Tolong! Siapapun tolong aku," ucap Lilian meraba-raba.

Sosok tersebut menghampiri Lilian dan kemudian memegang tangan Lilian.

"Serigala, dia ingin memakanku," ucap Lilian.

"Tenanglah, kau baik-baik saja, aku sudah membunuhnya," ucap laki-laki tersebut.

Mendengar itu, Lilian langsung memeluk orang tak dikenal tersebut dengan erat dan kembali menangis.

"Terima kasih, terima kasih banyak, maaf aku tidak bisa melihat wajahmu meskipun ada api aku rabun malam," ucap Lilian sangat lega karena ada yang menolongnya.

"Jangan khawatir, sebentar lagi pagi, bantuan akan datang, sementara itu kau boleh memelukku jika takut," ucap sosok tersebut yang terdengar sangat lembut.

Pelukan hangat itu tidak pernah dilupakan oleh Lilian seumur hidupnya, ia semalaman memeluk laki-laki tersebut meskipun tidak tahu siapa sebenarnya laki-laki tersebut.

Yang Lilian kenali hanyalah sebuah bekas luka yang ada di tengkuk laki-laki tersebut yang pada saat itu memang terluka karena berkelahi dengan serigala untuk menolongnya.

"Kau terluka," ucap Lilian meraba tengkuk laki-laki itu.

"Hanya luka kecil, abaikan saja mungkin suatu saat kau akan mengenaliku dengan bekas luka ini," ucap si lelaki lagi.

Lilian tersenyum dan kemudian kembali tak sadarkan diri karena memang pada saat itu kondisinya sangat lemah.

Setelah bangun ia sudah ada di rumah sakit, ia tak pernah melihat siapa laki-laki tersebut sampai pada saat kuliah ia bertemu dengan Alen yang memiliki bekas luka di tengkuknya, dari sini kalian tahu kan awal dari cinta Lilian kepada Alen seperti apa?

Flashback off

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Kar Genjreng
karena Kakak mau ketemu dengan Ryan kah 🤣 yang di kira bencis padahal pria tulen dan pria sejati apa akan di jodohkan dengan Lilian kah ehhh kakak nya baik banget padahal kecelakaan juga karena mencarinya tetapi iklas toh masih bisa bertemu dan masih bisa berjalan ya walaupun dengan bantuan kursi roda,,, tetapi sang Kakak kliatan bahagia sekali berbeda satu atap lagi dengan gadis kecilnya,,,bukan gadis maaf tapi Jendes elegan,,👍👍🤣🤣
Author Nadia🪷: anu kak, siapa pulak Rian?
total 1 replies
Soraya
typo thor lanjut
Kar Genjreng
biar merasakan badai tornado nmelanra rumah dan seisinya,,hari ini bisa makan apa atau beli. tetapi besok kelaparan. di
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
Kar Genjreng
banget penisirin🤣 apa coba apakah mata mata Keren Erlan itu tunggu. berapa lama lagi nih ,,, semoga besok update deh kalau entar mlam besok ngerek bendera jadi ga sempat baca haha Mak mak mau balap karung 🤩🤭
Kar Genjreng
setelah tiada. biarlah menyesal,,,karin dan Julian temannya.liliane. tadinya kan bertiga kalau ga salah lupa ingat,,,ga skip bacanya cum lupa,,,ini Valen dan keluarga nya bersepekulasi burung tentang lilian. tau kalian ,Lilian bukan yatim piatu,,, tetapi ayahnya sultan tu. ge mana seandainya tau,,,dan kalian tidak paham selama dua ni kalian hidup uang dari lilian,,dan tunggu waktu bom meledak dahsyat,,,nah nanti kalian tau siapa itu lilian Tasya impianmu kocar kacir,,, bermimpi jadi wanita tajir melintir ga tau keluar Valen elit,,, ekonomi sulit,,,, OK lanjut dong Kak Nad. Doble update dong bonus gitu,,,
Kar Genjreng
tasya senang karena akan menjadi nyonya valen yang katanya tajir,,,, ternyata elit ekonomi sulit karena sudah semua di tarik kembali oleh lilian🤣 nikmati saja yaaaaa,,,😩😩😩 betapa bahagia nya,,, sekarang Lilian sudah kembali kepada orang tua nya yang tajir melintir good looking good rekening,,, keren to
👍👍👍👍
Kar Genjreng
Lilian bisa tidur nyenyak tanpa hambatan tanpa perintah dari ipar suami dan mertua,,,, semuanya dilayani di rumah orang tua nya,,,,di lain tempat ya tempat mantan mertua Liliana lagi heboh kehidupan nya susah pelayanan tidak ada menanti pun sudah ga punya ada si pELaKoR 🤣nah 👍👍 nikmatilah
Kar Genjreng
ini belum update Kak Nad
Author Nadia🪷: aku baru aja update bab 17 tapi masih di review, maaf ya, soalnya aku gak ada tabungan bab jadi nya kalian harus menunggu, beberapa hari aku sibuk ada acara keluarga jadi tabungan bab nya sudah habis 🙏😭
total 1 replies
Kar Genjreng
ada rahasia besar mungkin yang akan di bicarakan bersama putranya,,, terpenting kedua Anaknya sudah berkumpul jadi mudah untuk mengeksekusi para penghianat,,,Valen siap siap lah bersama keluarganya bahkan sang pELaKoR,,,
Kar Genjreng
🤣Tasya menang mendapatkan aren tetapi kebahagiaan nya tidak akan lama. karena sudah bisa di pastikan perusahaan nya akan mengalami kismin,,,
mama
kelamaan kurang sat set..
Author Nadia🪷: maaf kak ini novel bukan cerpen
total 1 replies
Kar Genjreng
pokonya sekarang nikmati apa yang ada di depan mata kalian semua,,,karena setelah Lilian pergi barulah terasa ternyata semuanya. yi di nikmati adalah hasil jerih payahnya Lilian,,,dan paling bikin terkejut lagi nanti semua aset ny menghilang,,,,😈😈
Soraya
lanjut
Kar Genjreng
berati Alen yang mondal mandul,,,nah kebetulan pulang dan pergi lah tanda tangan. saja berkasnya kasi Alen lngsung biar terkejut 🥺🥺🏃🏃🏃🏃
Soraya
lanjut thor
Kar Genjreng
silahkan berteduh di istana yang tak lama lagi akan runtuh raya saat ulang sudah tidak mengalir lagi,, itulah ya Alen di pungut di junjung tinggi malah lupa ingat selalu beda istri beda rezeki,, coba saja bercerai dengan Lilian dan nikahilah si pELaKoR langsung bangkrut,😭
Kar Genjreng
yahhh satu bab saja yang,,, double update dong bikin TREMOSI Alen itu dan Tasya sedang merasakan kemenangan nya belum tau dari mana sumber kekayaan yang kalian nikmati,,, setelah Lilian pergi kalian akan menjadi gembel semua aset di tarik oleh orang tua Lilian bodoh di piara,,merasa paling hebat mengambil wanita jalang berkedok hamil tanpa ayah ya sudah nikmati selagi ada kesempatan ya,,,dan siapa menabur dan siapa menuai,,
Kar Genjreng
ko double up si
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!