NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Elena baru saja hendak berdiri, saat suara Sebastian terdengar.

"Tidak perlu."

Elena langsung berhenti. Isabella juga tampak terkejut. Sebastian meletakkan gelasnya di meja, menatap Isabella dengan tenang.

"Apa yang ingin kau bicarakan?"

Isabella terdiam sejenak. "Ini... agak pribadi."

"Kalau begitu, tidak perlu dibicarakan sekarang." Nada Sebastian datar, namun tegas.

Elena perlahan kembali duduk, menghela napas lega dalam hati. 'Baguslah.. Sebenarnya aku juga penasaran dengan percakapan kalian tau..'

Membayangkan Sebastian dan Isabella berbicara berdua saja membuatnya merasa tidak nyaman.

Namun Isabella tak menyerah. "Sebastian, aku hanya butuh beberapa menit."

"Kalau memang penting, katakan saja di sini."

Isabella menggigit bibir, melirik Elena sekilas. "Aku tidak bisa membicarakannya di depan Elena."

Elena langsung paham. Oh, jadi memang soal aku? Ia tersenyum tipis. "Kalau begitu, aku benar-benar bisa pergi sebentar."

Elena hendak berdiri lagi, tapi Sebastian tiba-tiba meraih pergelangan tangannya. Gerakannya tidak kasar, cukup membuat Elena terkejut.

"Tetap di sini."

Elena menatap tangan Sebastian yang masih memegang pergelangannya, lalu wajah pria itu. "Kenapa?"

"Aku tidak punya sesuatu yang perlu disembunyikan darimu."

Jantung Elena berdetak sedikit lebih cepat. Isabella yang melihatnya langsung mengepalkan tangan di bawah meja.

"Sebastian..."

'Duh.. ini kayak adegan novel beneran deh... bikin deg degan!'

Sebastian melepaskan tangan Elena. "Bicaralah."

Isabella menarik napas dalam-dalam. "Aku ingin tahu kenapa kau tetap menikahinya."

Ruangan mendadak hening. Elena tidak menyangka pertanyaan itu akan terlontar begitu saja. Sebastian mengangkat alis.

"Maksudmu?"

"Kau tahu Elena hampir membatalkan pernikahan ini. Dia bahkan mencoba melarikan diri." Isabella menatapnya lurus. "Bukankah kau sendiri yang bilang pernikahan ini hanya karena keputusan keluarga?"

Sebastian diam, tidak menjawab.

"Kalau begitu, kenapa tidak kau batalkan saja?" lanjut Isabella.

Elena pun ikut diam. Pertanyaan itu sempat terlintas di benaknya. Jika Sebastian tak memiliki perasaan padanya, mengapa ia tetap ingin menikahinya? Isabella menatap Sebastian penuh harap.

"Kalau kau tidak mencintainya, kau tidak harus memaksakan diri."

Sebastian akhirnya menjawab. "Aku tidak pernah bilang aku tidak ingin menikahinya."

Wajah Isabella berubah. "Tapi dulu.."

"Dulu berbeda." Sebastian menatap Elena sekilas. Tatapan itu hanya sesaat, tapi cukup membuat Elena bingung. "Sekarang aku sudah memutuskan."

"Memutuskan apa?"

"Untuk menikahinya."

Isabella menahan napas. "Karena keluarga?"

"Bukan hanya karena itu."

Elena menatap Sebastian. Bukan hanya karena keluarga? Lalu karena apa? Sebastian tidak menjelaskan lebih jauh, hanya menghela napas pelan.

"Pernikahan tinggal tiga hari lagi. Aku tidak ingin membahas pembatalannya."

Isabella tampak kecewa. "Jadi kau benar-benar akan menikahinya?"

"Ya."

Jawaban itu begitu sederhana, namun bagi Isabella terasa seperti pukulan. Ia menunduk, berusaha menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca. "Baik."

Elena melihatnya dan tiba-tiba merasa kasihan.

Menyukai seseorang yang tak membalas perasaan memang menyakitkan. Tapi Elena tak bisa berbuat apa-apa. Ia tak mungkin menyerahkan Sebastian padanya. Terlebih lagi... Elena menatap pria di sampingnya.

'Sebastian adalah calon suamiku.. bukan! Dia harus jadi suamiku! Aku nggak mau hidup miskin lagi!!!!'

Beberapa menit kemudian mereka meninggalkan restoran. Isabella berjalan paling belakang, tak banyak bicara seperti sebelumnya. Saat sampai di depan mobil, Elena hendak masuk ketika Isabella tiba-tiba memanggilnya.

"Elena."

Elena menoleh. "Ya?"

Isabella berjalan mendekat. "Aku ingin bicara sebentar denganmu."

Elena melirik Sebastian. Pria itu diam saja. Akhirnya Elena mengangguk. "Oke.."

'Apalagi sih? Aku kasihan sama dia, tapi kalau terus-menerus begini.. dia kelihatan kayak mengemis cinta nggak sih?'

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!