NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Matahari pagi bersinar cukup cerah menyinari jalanan kota metropolis yang sudah dipadati oleh kendaraan.

Bara menginjak pedal gas mobil sport hitamnya dengan santai membelah kemacetan lalu lintas pagi itu.

Vroom!

Suara mesin mobil mewahnya mengaum rendah menarik perhatian banyak pengendara lain di jalan raya.

"Mengendarai mobil mahal memang terasa jauh lebih nyaman daripada harus menarik gerobak rongsokan di bawah terik matahari," ucap Bara pada dirinya sendiri sambil tersenyum di balik kemudi.

Tujuan Bara pagi ini adalah gedung perkantoran mewah tempat perusahaan kosmetik milik Nadhira beroperasi.

Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit bagi Bara untuk sampai di pelataran parkir gedung tinggi tersebut.

Ciiit!

Bara memarkirkan mobil sportnya dengan sangat rapi tepat di area parkir khusus tamu VIP di depan lobi utama.

Beberapa petugas keamanan yang berjaga langsung menunduk hormat saat melihat Bara turun dari mobil seharga miliaran itu.

Bara melangkah masuk ke dalam lobi gedung dengan langkah tegap dan setelan jas kasual yang membuatnya terlihat sangat berwibawa.

Dia berjalan langsung menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruangan direktur utama.

"Selamat pagi, aku sudah ada janji pertemuan dengan Nona Nadhira pagi ini," sapa Bara dengan nada suara yang tenang.

Resepsionis wanita itu tersipu malu melihat ketampanan Bara dan buru-buru mengecek buku tamu di mejanya.

"Ah benar Tuan Bara, Nona Nadhira sudah berpesan agar Anda langsung naik ke ruangannya di lantai lima belas," jawab resepsionis itu dengan senyum manis.

Bara menganggukkan kepalanya pelan dan langsung berjalan menuju lift khusus petinggi perusahaan.

Ting!

Pintu lift terbuka di lantai lima belas dan Bara langsung disambut oleh seorang asisten wanita yang mengantarnya menuju ruangan Nadhira.

Asisten itu mengetuk pintu kayu besar berukir elegan sebelum membukakannya untuk Bara.

"Silakan masuk Tuan Bara, Nona Nadhira sudah menunggu Anda sejak pagi tadi," ucap asisten itu sopan.

Bara melangkah masuk dan melihat Nadhira sedang duduk di balik meja kerja besarnya dengan tumpukan dokumen yang berserakan.

Wajah wanita cantik itu terlihat sedikit kurang tidur tapi kedua matanya memancarkan semangat yang luar biasa menyala-nyala.

"Bara, akhirnya kamu datang juga, aku rasanya sudah mau gila menunggu dari semalam!" seru Nadhira sambil bangkit berdiri menyambut Bara.

Nadhira langsung berjalan menghampiri Bara dan menarik lengan pemuda itu untuk duduk di sofa tamu yang ada di sudut ruangan.

"Bagaimana hasil uji coba laboratorium dari resep herbal milikku itu?" tanya Bara langsung pada intinya tanpa basa-basi.

Nadhira mengambil sebuah map tebal dari atas meja dan menyodorkannya ke hadapan Bara dengan tangan yang masih sedikit bergetar karena antusias.

"Bara, resep yang kamu berikan itu sama sekali bukan resep kosmetik biasa, itu adalah sebuah keajaiban medis!" jawab Nadhira dengan suara setengah berteriak.

"Kepala penelitiku menguji coba racikan herbal itu pada jaringan sel kulit mati dan juga pada kulit hewan percobaan yang mengalami luka bakar parah."

"Kamu tahu apa yang terjadi? Luka bakar itu menutup sempurna hanya dalam waktu tiga jam tanpa meninggalkan bekas luka sedikit pun!"

Bara hanya tersenyum tipis mendengar penjelasan Nadhira yang sangat menggebu-gebu itu.

Tentu saja efeknya akan sangat gila, karena itu adalah resep pil dari dunia kultivasi yang biasa digunakan untuk menyembuhkan luka akibat pertarungan mematikan.

"Kalau racikan itu dicairkan dan dijadikan krim wajah dengan dosis yang diturunkan, produk ini akan bisa menghilangkan jerawat, flek hitam, dan keriput dalam sekali pemakaian," lanjut Nadhira tanpa henti.

"Bara, produk ini akan memonopoli seluruh pasar kosmetik dan perawatan kulit di negara ini, atau bahkan di seluruh dunia!"

"Lalu bagaimana dengan kesepakatan pembagian keuntungan lima puluh persen yang aku ajukan kemarin?" pancing Bara dengan nada santai sambil bersandar di sofa.

Nadhira langsung mengangguk dengan sangat cepat sampai rambut panjangnya ikut bergoyang.

"Aku sudah menyiapkan draf kontrak kerja samanya sejak subuh tadi, lima puluh persen keuntungan bersih dari produk ini akan langsung masuk ke rekeningmu setiap bulan."

"Kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk biaya produksi atau pemasaran, perusahaanku yang akan menanggung semuanya sebagai ganti resep ini."

"Pilihan yang cerdas Nadhira, aku jamin perusahaanmu ini akan menginjak-injak semua saingan bisnismu dalam waktu kurang dari satu bulan," puji Bara sambil mengambil pena dari atas meja.

Baru saja Bara hendak membubuhkan tanda tangannya di atas kertas kontrak tersebut, terdengar suara keributan dari arah luar pintu ruangan.

Brak!

Pintu ruangan Nadhira didorong dengan sangat kasar dari luar hingga menabrak dinding dengan suara keras.

Seorang pria berpenampilan mewah dengan setelan jas desainer melangkah masuk dengan angkuh, diikuti oleh dua orang pengawal bertubuh kekar di belakangnya.

"Nadhira sayang, aku dengar perusahaanmu sedang kehabisan dana produksi, apa kau sudah siap menandatangani surat penjualan sahammu padaku?"

Suara arogan dan menyebalkan itu sangat tidak asing di telinga Bara.

Bara menolehkan kepalanya pelan dan melihat sosok Aris sedang berdiri di ambang pintu dengan senyum licik yang sangat memuakkan.

Nadhira langsung berdiri dari duduknya dengan wajah yang berubah pucat menahan amarah melihat kedatangan pria brengsek itu.

"Aris! Siapa yang mengizinkanmu masuk secara paksa ke dalam ruanganku hah?!" bentak Nadhira dengan suara keras.

"Cepat keluar dari sini atau aku akan memanggil pihak keamanan gedung untuk menyeretmu dan anjing-anjing pengawalmu ini keluar!"

Aris sama sekali tidak terlihat takut dengan ancaman Nadhira, pria itu justru tertawa keras meremehkan.

"Panggil saja keamananmu itu Nadhira, aku sudah menyuap komandan keamanan di bawah untuk pura-pura buta hari ini," ejek Aris sambil melangkah semakin masuk ke dalam ruangan.

"Berhentilah melawan kenyataan Nadhira, tidak ada investor yang mau mendanai perusahaanmu lagi karena mereka semua takut pada keluargaku."

Aris terus berbicara dengan nada tinggi tanpa menyadari siapa pria yang sedang duduk santai di sofa tamu membelakanginya.

"Jual perusahaanmu ini seharga lima miliar padaku sekarang, dan mungkin aku akan berbaik hati menjadikanmu sebagai wanita simpananku," tawar Aris dengan tatapan mata yang sangat mesum ke arah tubuh Nadhira.

Mendengar pelecehan verbal itu, tangan Bara yang memegang pena perlahan berhenti bergerak.

Bara meletakkan penanya di atas meja dan perlahan bangkit berdiri dari sofa empuk tersebut.

"Lima miliar untuk sebuah perusahaan kosmetik yang potensinya bernilai triliunan? Keluargamu ternyata lebih miskin dan lebih pelit dari yang aku kira."

Suara Bara yang sangat dingin dan datar langsung menggema memotong tawa arogan Aris.

Aris menghentikan langkahnya dan memicingkan mata melihat sosok punggung pria berjas rapi yang baru saja berdiri itu.

Bara membalikkan badannya secara perlahan dan menatap langsung ke arah wajah Aris dengan sorot mata yang luar biasa tajam.

Mata Aris langsung melotot lebar seakan mau keluar dari kelopaknya saat mengenali wajah pria di depannya ini.

"Kau... kau si pemulung sampah itu?!" teriak Aris kaget bukan kepalang menunjuk wajah Bara.

"Sedang apa gembel miskin sepertimu ada di dalam ruangan direktur perusahaan besar ini hah?!"

Aris menatap penampilan Bara dari ujung rambut sampai ujung sepatu dengan pandangan tidak percaya.

Kemeja, jas kasual, celana, dan sepatu yang dipakai Bara semuanya adalah barang bermerek yang harganya sangat mahal.

Bahkan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan Bara jauh lebih mahal dari jam tangan yang dipakai Aris saat ini.

"Pakai baju sewaan dari tempat loak mana kau hari ini, Bara?" cibir Aris berusaha menutupi rasa terkejutnya dengan hinaan.

"Kau pikir dengan memakai baju rapi kau bisa menipu orang-orang di sini dan menyembunyikan bau sampah dari tubuhmu itu?"

Bara sama sekali tidak terpancing emosi mendengar hinaan rendahan dari mulut Aris.

Bara justru tersenyum miring dan melangkah santai mendekati posisi Aris berdiri.

"Aku tidak butuh baju sewaan untuk datang ke sini Aris, aku datang kemari sebagai pemegang saham utama untuk produk terbaru perusahaan ini," jawab Bara dengan nada yang sangat tenang.

Aris terdiam sesaat sebelum akhirnya tertawa meledak-ledak hingga memegangi perutnya.

"Pemegang saham? Seorang pemulung rongsokan yang kemarin baru saja menangis memohon karena diputuskan pacarnya sekarang mengaku sebagai pemegang saham?" ejek Aris sambil menyeka air mata tawanya.

"Nadhira, apa kau sudah benar-benar gila sampai mau bekerja sama dengan gembel penipu ini?"

Nadhira maju selangkah memosisikan dirinya di samping Bara dengan ekspresi wajah yang sangat dingin menatap Aris.

"Bara sama sekali bukan penipu, dan dia baru saja menyelamatkan perusahaanku dari rencana licikmu itu Aris," desis Nadhira penuh penekanan.

Mendengar pembelaan Nadhira, tawa Aris langsung terhenti dan wajahnya berubah menjadi sangat gelap menahan amarah.

"Ternyata kalian berdua bersekongkol untuk melawan keluargaku ya," geram Aris dengan rahang mengeras.

"Bagus, karena kau sudah berani ikut campur, aku akan membuatmu cacat permanen hari ini juga Bara."

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!