NovelToon NovelToon
Setelah Kata Usai

Setelah Kata Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: Fahri Sohil Munawar

Beberapa hubungan berakhir bukan karena rasa cinta yang pudar, melainkan karena rahasia yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.
​Diputus sepihak oleh Putri membuat Alex terjebak dalam labirin pertanyaan tanpa jawaban. Rasa patah hati membawanya pada titik terendah, memaksa Alex merangkak bangkit dan menata ulang takdirnya lewat kata demi kata yang ia tulis.
​Kehadiran Syafa seperti cahaya senja yang tenang—menghangatkan hatinya yang beku dan membantunya menyembuhkan luka. Namun, saat batas antara masa lalu dan masa depan semakin kabur, Alex dihadapkan pada kenyataan pahit yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
​"Setelah Kata Usai" adalah perjalanan emosional tentang bagaimana menyembuhkan diri dari pengkhianatan, memahami arti melepaskan, dan menemukan cinta sejati di tempat yang paling tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahri Sohil Munawar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Drama semakin panjang

Bab 5 awal terungkapkan

Kak, gimana? Nanti sore jadi ketemu?” tanyak Alex lewat pesan singkat di ponselnya.

Tak butuh waktu lama, balasan dari Kak Nadia muncul.

“Kalau digeser nanti malam bisa enggak, De? Kakak lagi ada urusan mendadak nih,” jawab Kak Nadia dari seberang sana.

“Oh, oke Kak, kalau gitu nanti malam ya,” balas Alex singkat.

Usai mengunci layar ponselnya, Alex mulai bersiap-siap seperti biasa untuk berangkat ke kampus. Setelah mandi dan merapikan tas kuliahnya, ia melangkah keluar rumah, lalu membelah jalanan kota dengan sepeda motor kesayangannya.

Hari itu di kampus berlalu begitu saja, tanpa ada kejadian berarti. Pikiran Alex sudah terlanjur melayang ke nanti malam—ia sudah tidak sabar ingin mencurahkan seluruh beban di dadanya pada Kak Nadia.

Namun, di tengah bisingnya suasana kampus, ada satu hal yang terus mengganjal dan menggerogoti pikirannya.

Kenapa Marko mendadak menjauhinya? Apa yang sebenarnya terjadi dengan sahabatnya itu? Apakah firasat buruknya selama ini benar?

—pov marko—

Markooooo... Nanti malam jadi, kan?” suara Putri terdengar dari seberang telepon, bernada agak manja.

“Iya... Lagian apa sih yang mau diceritain?” sahut Marko, ketus namun sejujurnya penasaran.

“Udah, nanti aja yah!” potong Putri cepat dengan nada menggemaskan yang sengaja dibuat-buat, lalu mematikan sambungan telepon.

“Y.”

Marko hanya membalas singkat via pesan teks. Sejujurnya, Marko bukannya polos. Ia cukup peka dengan situasi ini. Ia sadar betul kalau cewek yang baru saja putus dari sahabatnya itu... kini justru sedang berusaha mendekati dan menaruh rasa padanya. Bukan pada orang asing, tapi pada sahabat mantan pacarnya sendiri.

Setelah obrolan itu terputus, suasana kamar Marko mendadak hening. Rasa penasaran mulai menggerogoti pikirannya. Jemarinya secara refleks membuka aplikasi Instagram, menelusuri profil Putri, hingga matanya tertuju pada satu foto.

Foto Putri yang tersenyum manis ke arah kamera.

Nih cewek manis juga ya... Apa gue tembak aja? bisik Marko dalam hati.

Namun, sedetik kemudian bayangan wajah Alex melintas di benaknya. Rasa bersalah mendadak menekan dadanya.

Tapi... perasaan Alex gimana nanti? Ah, Alex kan ganteng, lagian dia pasti bisa dapet cewek yang lebih baik dari Putri, pikir Marko, mencoba mencari pembenaran atas rasa sukanya. Ah, tau ah! Gimana nanti aja, biar waktu yang nentukan.

Marko mengusap wajahnya kasar, kebingungan dengan gejolak di hatinya sendiri. Belum sempat ia menenangkan pikiran, satu pesan baru dari Putri kembali muncul di layar ponselnya.

“Marko, jemput gue ya ntar 😉”

Marko menghela napas panjang sebelum mengetik balasan.

“Iya.”

Entah apa yang sebenarnya dirasakan Marko saat ini. Di satu sisi, egonya sebagai laki-laki mulai menyukai Putri. Namun di sisi lain, nuraninya masih berusaha menghargai perasaan Alex—sahabat yang tanpa ia sadari sedang ia tikam dari belakang.

Siang perlahan berganti malam. Marko tampak sibuk bersiap-siap di depan cermin. Ia merapikan pakaian terbaiknya, menyemprotkan parfum favorit berulang kali, dan memastikan penampilannya malam ini terlihat seunggul mungkin.

Sebelum mengunci pintu dan berangkat menjemput Putri, jemarinya lincah mengetik pesan singkat.

“Put... Otw,” tulis Marko.

Tak butuh waktu lama, ponsel di genggamannya bergetar membawa balasan dari seberang sana.

“Okey ganteng, hati-hati di jalan yaaa 😙”

Melihat nada pesan yang sengaja dibuat imut beserta emotikonnya, perasaan Marko makin tidak karuan. Ada sensasi mendebarkan dari benih cinta baru yang mulai tumbuh, namun di saat bersamaan, rasa bersalah terus menghantuinya. Bagaimana bisa ia jatuh cinta pada mantan pacar sahabatnya sendiri sahabat yang saat ini bahkan masih terpuruk menunggu kejelasan?

Di sepanjang jalanan malam, bayangan senyum Putri seolah terus memanggilnya. Perasaan itu makin membuncah, membuat Marko merasa seolah-olah alam semesta sedang memberinya restu untuk menyatakan cintanya malam ini.

Sesampainya di depan rumah Putri, cewek itu ternyata sudah berdiri menunggu, menyambut kedatangan Marko dengan senyuman paling manis yang ia punya.

“Hayyy... Tumben ganteng banget? Pasti gara-gara mau ketemu aku yang imut ini, kan?” goda Putri dengan nada manjanya yang khas.

“Hmm... Iya deh, iya,” jawab Marko salah tingkah. Suaranya agak tertahan karena sejujurnya ia bingung harus merespon godaan manis itu seperti apa.

“Yey! Ayo jalan!” seru Putri riang sambil bergegas naik ke jok belakang motor Marko.

“Dah siap belum?” tanya Marko memastikan.

“Oke, udah!”

Motor pun membelah keramaian jalanan kota. Putri begitu menikmati angin malam di perjalanan. Namun, di tengah suasana santai itu, tiba-tiba seekor kucing berlari menyeberang jalan tanpa aba-aba.

Sreeekkk!

Sontak Marko menarik rem depan mendadak. Tubuh mereka berdua terdorong ke depan dengan kencang, membuat Putri kaget setengah mati dan langsung mengomel.

“Hati-hati dong! Fokus kalau lagi nyetir!” celetuk Putri, berusaha menutupi rasa kagetnya dengan nada cemberut yang dibuat seramah mungkin.

“Iya, iya, maaf. Orang kucingnya asal nyelonong gitu aja,” balas Marko rada kesal, mengelus dadanya yang ikut berdegup kencang.

Namun, efek dari rem mendadak itu justru membawa keajaiban kecil bagi Marko. Tanpa sadar mungkin karena refleks takut terjatuh Putri menyandarkan tubuhnya dan melingkarkan kedua tangannya rapat-rapat, memeluk pinggang Marko dari belakang.

Jantung Marko makin berdegup liar. Rasa kesal karena kucing tadi mendadak sirnah, berganti rasa hangat yang makin membulatkan tekadnya malam ini.

Sesampainya di kafe, mereka berdua melangkah masuk ke dalam ruangan yang beraroma kopi hangat. Tanpa disangka, ternyata mereka memiliki selera yang sama saat memesan minuman.

“Kamu mau pesan apa?” tanya Marko di depan kasir.

“Ice Latte aja deh, aku lagi suka banget itu,” ujar Putri.

Marko tersenyum tipis. “Sama, Mbak. Ice Latte-nya dua ya.”

“Lho, kamu suka Latte juga?” tanya Putri heran bercampur senang.

“Iya, langganan aku dari dulu,” jawab Marko santai, disambut anggukan dari Putri.

Setelah memesan, mereka mencari tempat duduk yang agak tertutup agar bisa mengobrol dengan leluasa. Saat berjalan menuju meja, pandangan Putri sempat tertambat pada sesosok cewek dari kejauhan sosok yang terasa tidak asing, menyerupai Kak Nadia. Namun karena ragu dan sudah lama tidak bertemu, Putri memilih acuh dan membuang muka, enggan ambil pusing.

Tak lama kemudian, dua cangkir Ice Latte diantarkan ke meja mereka. Putri langsung mengambil kesempatan itu untuk membuka obrolan dan mencurahkan kekesalannya.

“Ihh, sebel banget tau! Masa si Alex terus-terusan neror gue? Kok dia nekad banget, sih?” gerutu Putri dengan wajah cemberut.

“Namanya juga orang lagi cinta, pasti apa aja dilakuin,” sahut Marko, mencoba menenangkan Putri walau dadanya sendiri berdesir tiap kali nama Alex disebut.

“Iya, tapi gue udah gak cinta lagi, Marko! Siapa coba yang gak kecewa? Orang dia duluan yang cari masalah!” potong Putri cepat, meluapkan emosinya.

Marko menatap Putri dalam-dalam. “Terus, sekarang mau kamu gimana, Put?”

Merasa momennya sudah pas ditambah sifat impulsif dan agak cegil-nya yang kumat Putri menatap lurus ke mata Marko, lalu melontarkan penawaran yang tak terduga.

“Mmm... gimana kalau kita pura-pura pacaran aja, biar si Alex ngedjauh dan berhenti ngejar gue?” usul Putri.

Mendengar tawaran itu, pertahanan Marko runtuh seketika. Rasa suka dan ego laki-lakinya yang sudah telanjur tinggi membuatnya tidak mau cuma jadi pelarian pura-pura.

“Kenapa harus pura-pura?” potong Marko cepat. “Kenapa gak sekalian kita pacaran beneran aja?”

Putri tersentak kaget, namun bibirnya perlahan mengukir senyum. “Lho, kamu mau kita pacaran beneran? Ya oke sih... Tapi ntar hubungan persahabatan kamu sama Alex gimana?”

Marko terkehdih pelan, mencoba meremehkan rasa bersalahnya sendiri. “Ah, gampang. Alex kan kenalannya banyak, pasti cepet move on-nya kalau udah tahu kamu punya pacar baru... Jadi, kita fix pacaran nih?”

“Iya, Sayang...” jawab Putri malu-malu dengan senyuman paling manis yang ia punya.

Malam itu, di balik keremangan lampu kafe dan aroma kopi, sebuah hubungan baru resmi dimulai sekaligus sebuah penikaman dari belakang resmi terjadi.

Lantas, bagaimana respon Alex saat mengetahui sahabat karibnya sendiri telah merebut wanita yang masih ia perjuangkan? Apa yang akan dilakukan Alex setelah kebenaran pahit ini membakar dadanya?

1
Putry Chan
deskripsi terlalu bertele-tele, belum nyambung.
judul dan tagar tidak nyambung " dusta yang sempurna" tema balas dendam, romansa fantasi tapi deskripsi nya hanya berbicara putus cinta dan trauma tidak ada unsur kebohongan, fantasi, atau persaingan.
tidak memancing penasaran.
kurang emosi yang terasa

dan cover tulisan belum menyatu
kurang memikat mata
belum ada menggambar isi cerita
Fahri Sohil Munawar: terimakasih kak atas sarannya akan saya perbaiki terimakasih mohon bimbingannya
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
lanjut kakk
Fahri Sohil Munawar: makasih kak sudah mampir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!