NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Pengkhianat

Perkataan kakek Adikara membuat Laluna terdiam. Ia tidak menyangka bahwa keluarga Nathan akan menerima dirinya dengan begitu mudah.

Selama beberapa bulan terakhir, ia hanya mendengar orang-orang membicarakan keburukannya. Mereka melihatnya sebagai wanita kasar yang tidak bisa mengendalikan emosi, tanpa pernah mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Namun, keluarga ini berbeda. Mereka tidak melihat masa lalunya sebagai alasan untuk menjauhinya.

"Terima kasih, Kek," ucap Laluna pelan. "Saya sangat menghargai kepercayaan kalian kepada saya."

Nenek Adikara tersenyum lembut sambil menepuk tangan Laluna.

"Kamu tidak perlu berterima kasih. Kami hanya melihat bagaimana sikapmu saat ini."

Wanita tua itu kemudian melirik ke arah Nathan. "Selain itu, kami percaya pada pilihan Nathan."

Pertemuan keluarga itu berjalan lancar, Laluna merasa dirinya dipedulikan setelah rumor rumor buruk itu menimpanya. Ia tersenyum bahagia menatap keluarga Adikara. Nathan yang melihat Laluna nyaman merasa tenang.

Setelah makan malam selesai, Nathan segera menerima sebuah telepon. Ia membiarkan Laluna untuk kembali bersama kedua orang tuanya.

"Ma, Nathan titip Laluna. Nathan sedang ada kerjaan," ujarnya.

Sang ibu hanya mengangguk, ia segera meriah tangan Laluna dan mengajaknya untuk menuju ke arah rumahnya. Sedangkan Nathan, buru buru keluar dan menuju ke arah mobilnya. Asistennya sudah menunggu, di dekat mobil.

" Bawa saya menemui orang itu, " tegasnya.

Jordi mengangguk, ia segera menyupir mobil meninggalkan hotel mewah. Nathan mengepalkan tangannya, sembari pandangannya menatap ke arah luar. Pengkhianat yang dari dulu ia cari akhirnya ia telah menemukannya juga.

"Kapan kita sampai?" tanya Nathan.

"Sebentar lagi tuan." Jordi mempercepat lanjut mobilnya, hingga sampailah mereka di depan rumah tua yang sudah rusak di beberapa bagian.

Nathan dengan cepat, sehra turun. Ia mengambil pistol yang di serahkan Jordi. Nathan dengan cepat melangkah masuk, beberapa pengawal yang telah ia siapkan segera menunduk kepadanya saat ia masuk kedalam.

Sesampainya di dalam, terlihat seorang pria dengan wajah yang sudah memar akibat dipukuli. Nathan dengan langkah tegasnya segera mendekat, ia menatap tajam ke arah pria yang tengah terkulai lemas.

"Roy, akhirnya aku menemukanmu juga?" Senyum miring terukir diwajah Nathan.

Roy memilih menunduk, ia benar benar takut jika harus bertemu dengan pria sekejam Nathan. Nathan segera menodongkan pistol yang ia genggam ke kepala pria itu.

"Cepat katakan, dimana wanita itu?"

Roy menelan ludah dengan tubuh gemetar. Tatapan Nathan yang penuh kebencian membuat napasnya terasa semakin berat. Ia tahu pria di hadapannya bukan seseorang yang bisa diajak bermain-main.

"Aku... aku tidak tahu maksudmu," jawab Roy terbata-bata.

Nathan menyipitkan matanya. Tangannya masih menggenggam pistol yang diarahkan tepat ke kepala pria itu.

"Jangan berbohong padaku, Roy." Suara Nathan terdengar rendah, tetapi justru itulah yang membuat suasana ruangan semakin mencekam.

"Aku sudah mencari kalian selama bertahun-tahun. Aku menghabiskan banyak waktu untuk menemukan siapa yang menghancurkan kakakku." Nathan mendekat, wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari Roy. "Dan sekarang kau ada di sini."

Roy mengepalkan tangannya dengan ketakutan. "Aku hanya menjalankan perintah. Aku tidak pernah berniat untuk menyakitinya." katanya pelan.

Mata Nathan langsung berubah tajam. "Perintah siapa?Wanita itu kan?

Roy terdiam. Ia tahu jika menyebutkan nama itu, hidupnya mungkin tidak akan selamat. Namun, jika ia tetap diam, Nathan juga tidak akan membiarkannya pergi.

"Aku tidak bisa mengatakannya."

Nathan tersenyum tipis, tetapi senyum itu sama sekali tidak menunjukkan keramahan.

"Menarik. Bahkan setelah semua yang terjadi, kau masih melindungi dia."

Ia menurunkan pistolnya perlahan, bukan karena iba, melainkan karena ia ingin mendengar semuanya.

"Dulu kau berhasil melarikan diri. Kau mengira aku tidak akan pernah menemukanmu.". Nathan berjalan mengitari Roy. "Tapi kau lupa satu hal."

Nathan berhenti tepat di belakangnya. "Aku tidak pernah berhenti mencari. Aku benar benar akan menemukan siapa pun yang berniat menyakiti keluargaku, siapapun itu!"

Roy menunduk semakin dalam. Keringat dingin mulai membasahi wajahnya. "Wanita itu..." bisiknya.

Nathan menghentikan langkahnya, ia kembali menempelkan pistol itu di dahi pria itu. "Katakan! "

Roy menarik napas panjang. "Dia masih hidup."

Mata Nathan sedikit berubah. Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresi dinginnya tergantikan oleh keterkejutan.

"Dimana dia? Cepat katakan! Aku tidak mau membiarkan gadis keji untuk berkeliaran!"

Namun, belum sempat pria itu menjawab. Tiba tiba dari arah lain seseorang menembak pria itu tepat di kepala pria itu, yang membuat pria itu kehilangan nyawanya.

"Sialan! Ulah siapa itu!" teriaknya.

Jordi yang tadi melihat ada seseorang yang memang sengaja menembak Roy, segera berlari dengan tergopoh gopoh ke arah Nathan.

"Tuan, seorang wanita yang menembak Roy."

"Cepat cari!" teriaknya kepada para penjaga.

Nathan berdiri membeku selama beberapa detik. Tatapannya tertuju pada tubuh Roy yang kini tergeletak tanpa nyawa di hadapannya. Kesempatan untuk mengetahui siapa dalang di balik semua ini kembali direnggut tepat di depan matanya.

Rahangnya mengeras. Tangannya mengepal kuat hingga urat-urat di tangannya terlihat jelas.

"Dia sudah merencanakan ini..." gumam Nathan dengan suara rendah.

Jordi yang berdiri di sampingnya segera menatap ke arah para penjaga yang mulai menyisir area sekitar.

"Tuan, kami akan menemukan wanita itu."

Nathan tidak menjawab. Matanya masih tertuju pada arah peluru yang datang.

Seseorang telah mengawasi mereka sejak awal.. Seseorang yang tahu Roy akan membuka mulut. Dan seseorang yang rela membunuh Roy agar rahasia itu tetap terkubur.

"Periksa semua kamera di sekitar tempat ini," perintah Nathan dingin. "Aku ingin tahu siapa yang berada di sini sebelum dan sesudah kejadian."

"Baik, Tuan."

Nathan kembali menatap tubuh Roy. Meskipun pria itu adalah salah satu orang yang pernah mencoba menghancurkan keluarganya, Nathan tidak bisa mengabaikan satu hal.

Roy mengatakan wanita itu masih hidup.Berarti selama ini, orang yang ia cari bukanlah mayat.Wanita yang menjadi penyebab penderitaan keluarganya terutama kakaknya masih berkeliaran.

"Aku akan menemukanmu," bisiknya penuh amarah. "Kali ini, kau tidak akan bisa melarikan diri."

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!