NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 10

Kembali ke cerita awal, Layla terbangun mendapati dirinya hanya mengenakan sehelai selimut yang menempel di tubuhnya, disampingnya ada Zhao Lee yang sedang tidur, Isak tangis Layla membangunkan Zhao Lee yang ada di sampingnya.

"Ada apa? Apa kau menangis? Atau kamu tidak puas dengan permaiananku semalam?" Zhao menggoda Layla dengan ekspresi wajah yang tengil.

"Apa yang anda lakukan kepada saya?" Layla terkejut dan menangis. Ia merasa kecewa pada diri sendiri.

"Merasa terjebak? Apa kau sudah lupa dengan kesepakatan kita? Aku mengundang mu ke sini untuk teken kontrak. Bukankah semalam menjadi bukti bahwa kita sudah meresmikan pernikahan kontrak ini?" Zhao Lee melontarkan pertanyaan kepada Layla yang tidak bisa ia jawab, tangan Zhao Lee beraksi membelai rambut Layla lalu hidungnya mencium aroma wangi rambut Layla, namun Layla hanya bersikap diam.

Setelah puas mencium aroma itu, ia melanjutkan perkataannya. "Kau tau kan ,Layla. Aku adalah orang yang adil dan tidak suka berbuat curang. Sesuai janjiku sebagian hutang mu akan di hapus," Zhao Lee tersenyum tipis.

Kemudian Zhao Lee memberikan dokumen kontrak pernikahan yang telah di sepakati mereka berdua. Kemudian Layla membacanya.

"Surat kontrak pernikahan Zhao Lee dan Layla :

Pihak kedua (Layla) harus patuh kepada pihak pertama (Zhao Lee), dalam hal terjadi pertentangan antar pasal, keputusan mutlak berada di tangan pihak pertama.

Pihak pertama tidak akan menyentuh dan menyakiti atau berhubungan dengan pihak kedua tanpa seizin pihak kedua.

Setiap pihak pertama (Layla) melaksanan kewajibannya sebagai istri dan di setujui oleh kedua belah pihak, pihak pertama (Zhao Lee) sebagai suami berkewajiban mengurangi jumlah hutang kepada pihak ke dua dengan besaran yang sudah di sepakati sebelumnya.

Kedua belah pihak sepakat untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing pihak.

Barang siapa yang melanggar kontrak pernikahan ini akan di denda dengan jumlah yang di usulkan oleh pihak pertama (Zhao Lee) sebagai suami.

Kedua belah pihak sepakat untuk merahasiakan pernikahan ini sampai batas waktu yang belum di tentukan.

Pihak pertama (Zhao Lee) sebagai suami dapat memutus kontrak secara sepihak tanpa harus mendapat persetujuan dari pihak kedua (Layla) sebagai istri, sebaliknya pihak kedua (Layla) sebagai istri jika menginginkan kontrak pernikahan berakhir harus melalui diskusi dan persetujuan dari pihak pertama (Zhao Lee) sebagai suami atau seminim-minimnya kontrak pernikahan ini sudah berjalan selama satu tahun.

Pihak kedua berhak mendapatkan 200 ribu dolar Singapura sebagai hadiah saat kontrak pernikahan berakhir.

Sepertinya surat kontrak ini pincang sebelah untuk saya, Semalam saja saya tidak mengizinkan anda untuk menyentuh saya apa lagi melakukan permainan panas yang anda mau. Tapi kenyataannya anda malah memaksa saya," protes Layla.

"Sepertinya kamu butuh kacamata, Layla, sampai kamu tidak bisa membaca pasal satu dengan jelas" kata Zhao Lee tersenyum dingin.

"Lalu apa gunanya kontrak tertulis ini, jika anda ingin seenaknya sendiri. Ini tidak adil," Layla kembali protes, ia menaikan nada bicaranya karena merasa kesal.

"Apa kau marah karena tidak puas dengan tindakan ku semalam? Mau kita ulangi lagi pagi ini?" bisik Zhao Lee ke telinga Layla.

Layla di buat begidik ngeri mendengarnya, ia masih teringat akan kejadian semalam yang membuatnya tak berdaya dan hanya bisa pasrah terkungkung di bawah kendali Zhao Lee. Layla bangun dan berlari ke kamar mandi dan Zhao Lee mengikuti santai dari belakang. Saat Layla sampai di kamar mandi ia langsung mengunci pintu agar Zhao Lee tidak bisa masuk lalu ia berteriak dari dalam kamar mandi

"Pergi...!! Tolong pergi!! Jangan ganggu saya!!" Layla berteriak kencang mengusir suami kontraknya itu.

Zhao Lee terkejut mendengar istri kontraknya berteriak sekencang itu. Dia hanya terkekeh dan bergumam,

"Pelarian mu tak akan pernah ada gunanya, Layla," ucap Zhao Lee.

"Sayang...!! Bisakah ijinkan aku masuk," Zhao Lee berkata lembut kepada Layla di balik pintu, seolah sedang membujuk Layla.

"Jangan panggil aku sayang!! Pergi!!" Teriak Layla.

"Tuhan selamatkan hamba," gumam Layla dengan kaki yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca.

"Aku tidak mendengarmu jika kau teriak sekencang itu. Apa kau mau langsung memberi tahu publik tentang hubungan kita lewat suaramu yang lantang?" kata Zhao Lee dengan lembut namun mengintimidasi.

Kemudian Layla sedikit membuka pintu dan berteriak lagi, "Aku bilang pergi sana!!". Layla tidak menyadari bahwa Zhao ada persis di depan pintu. Layla terkejut, lalu buru-buru ingin menutup dan mengunci pintu lagi. Namum ia kalah gesit dengan Zhao Lee yang kuat menahan pintu lalu membuka pintu itu untuk dirinya masuk. Setelah Zhao Lee masuk, ia lalu mengunci pintu kamar mandi. Sekarang Layla terjebak di kamar mandi bersama Zhao Lee.

Wajah Layla pucat serta keringat dingin bercucuran. Tatapan Zhao Lee yang dingin dan menekan membuat Layla menelan ludah. Ia ingin lari namun satu-satunya jalan pelarian telah terkunci tanpa ampun. Zhao Lee mendekati Layla dengan tenang, Layla berjalan mundur sedikit demi sedikit hingga terpojok. Zhao Lee menghela nafas lalu berkata, "Layla, tidak kah kau pernah berpikir kau tak akan pernah bisa lari dariku?" kata Zhao Lee tenang. Layla menundukan kepala dan mengigit ujung bibirnya, pikirannya kosong entah harus berbuat apa. Adu fisik juga tidak memungkinkan bagi Layla. ''Sial!" hanya kata itu yang bisa ia lontarkan dalam hati Layla.

Tanpa sadar Zhao Lee sudah berada di depan Layla. Kemudian Zhao Lee membisikan sesuatu ke telinga Layla yang membuat bulu kuduk nya merinding, "pelarian yang sia-sia Layla, aku akan mengejar mu walau sampai ke neraka sekalipun,''

kemudian Zhao Lee menjilat ujung daun telinga Layla yang sensitif. "Ahh..'' suara yang paling ingin di dengar Zhao Lee keluar dari mulut Layla yang manis.

Seakan tak ingin menyerah dengan keadaan, Layla mencoba mengancam Zhao Lee dengan berkata, "Anda telah melanggar kontrak Tuan, saya tidak terima atas perlakuan anda yang semena-mena seperti ini. Anda harus membayar denda ke saya satu juta dolar,'' ucap Layla tegas.

"Kalau kau masih gagal memahami isi kontrak, mungkin aku harus menyuruh seseorang menjelaskannya kata demi kata," ucap Zhao Lee tenang.

Melihat ancaman itu tak berhasil, Layla mencoba melawan dengan menggigit bibir Zhao Lee hingga berdarah, Zhao Lee menerima ciuman yang menyakitkan itu dengan senang hati. Kemudian Zhao Lee meludah kesamping untuk membuang darah yang keluar dari bibirnya. Terlihat sorot mata Layla yang penuh rasa amarah yang mendalam.

Zhao Lee menghela nafas sambil merapikan rambutnya yang berantakan, "jangan memancing kemarahanku Layla, aku tak ingin kau terluka," ucap Zhao Lee.

Seakan tak mengindahkan perasaan Layla, Zhao Lee melanjutkan permainan semalam yang belum puas ia lakukan. Layla kembali hanya bisa pasrah, tubuhnya di belenggu erat oleh dekapan Zhao Lee yang menyesakkan.

Bak habis manis sepah dibuang, Zhao Lee meninggalkan Layla yang terduduk lemah di lantai kamar mandi yang dingin, tubuh Layla yang gemetar menjadi bukti bahwa Zhao Lee melakukannya tanpa rasa ampun.

"Mandilah, setelah itu makan. Aku sudah memesan layanan kamar. Aku harus segera pergi ke kantor. Nikmati saja selagi masih ada waktu," kata Zhao Lee dingin kepada Layla. "Kenapa... setiap kali bersamanya aku selalu kehilangan kendali?" gumam Zhao Lee.

Ia kemudian kembali memasang wajah dingin dan pergi ke kantor seolah tidak terjadi apa-apa.

Layla hanya terdiam, dia bahkan merasa jijik dengan dirinya sendiri yang sekarang. Kehidupan yang dulunya bahagia sekarang benar-benar sirna, hilang tanpa jejak. Dia teringat dulu mending suaminya memperlakukanya dengan sangat baik. Dulu, tangki cintanya selalu penuh karena kasih sayang sang suami. Kini, yang tersisa hanyalah ruang kosong yang perlahan dipenuhi luka. Karena perlakuan sang suami yang lembut membuat hati Layla terpaut dalam kepadanya.

Sekarang ia telah tiada, meninggalkan Layla berjalan seorang diri menghadapi ujian yang tiada habisnya. Layla mengapalkan tangannya mengumpulkan tekad dan bersumpah, "Mulai hari ini, aku tidak akan menangis lagi. Kau mungkin bisa mengurung tubuhku, Zhao Lee... tetapi tidak dengan pikiranku." ucap Layla sambil menyeka air mata terakhirnya.

Layla berubah menjadi wanita yang tegar. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menghadapi semuanya, seolah-olah itu tidak ada apa-apanya. Kemudian Layla membersihkan tubuhnya lalu makan dari fasilitas yang di berikan sambil mengomel, "Dasar bajingan brengsek! Akan ku balas suatu hari nanti," kata Layla kesal sambil memenuhi mulutnya dengan makanan.

****************

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!