NovelToon NovelToon
Sovereign Asura

Sovereign Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ilfar Aksara

‎"Aku akan menanggung semua kebencian di dunia ini sendirian."

‎Kalimat itu lahir saat dadamu ditembus cahaya.
‎Duniaku runtuh seketika tanpa suara,
‎Meninggalkan kepal tangan yang mengutuk semesta.

‎Kau adalah detak jantung dari raga yang pincang,
‎Satu-satunya alasan bagi sepasang kaki untuk pulang.
‎Kini, kau terbujur kaku di bawah langit yang menghitam,
‎Membuat seluruh kenyataan ini tak lagi berarti untuk dipandang.

‎Dunia yang membiarkanmu mati adalah dunia yang salah,
‎Maka biarlah sejarah kukoyak hingga menyerah.

‎Aku akan membangun surga di atas puing yang bersimbah,
‎Tempat di mana bayangmu tak akan pernah lagi berdarah.

‎Dunia sihir ini tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan kegelapan yang ada di dalamnya. Sebelum mencapai tahap kedua di mana dunia terbebas dari siklus kebencian, seseorang harus menjadi target bagi dunia.

‎"Seseorang harus memikul semua rasa sakit dan dendam itu sendirian, dan akulah orangnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilfar Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 - Aku Sendirian

Valis dan Leon melepaskan mana yang lebih besar dari sebelumnya, Leon terlihat mulai serius dan langsung berniat menghabisi Valis dalam satu kali serangannya.

‎"Leon Leywin! Untuk seorang Kaisar Api, kau tidak buruk juga!" Valis menyelimuti tubuhnya dengan mana berwarna hitam pekat.

‎Sementara itu Leon memanggil hewan sihir miliknya untuk menyelamatkan Ashura.

‎"Ash, bawa bocah itu ke tempat yang aman! Aku akan meledakkan tempat ini!" ujar Leon setelah memanggil familiar nya yaitu Phoenix Api.

‎"Leywin, mana mengerikan yang tidak asing ini... Apa bocah itu memiliki kekuatan itu?" Phoenix Api bernama Ash bertanya.

‎"Ya, dia adalah putra dari mendiang Guruku. Selamatkan dia. Aku mohon padamu, Ash," ucap Leon, sebelum mana disekitarnya berubah menjadi panas.

‎"Serahkan padaku, Leywin!" Ash pun terbang dengan kecepatan tinggi menuju Ashura.

‎Melihat itu Valis berniat menyerang Ash, namun pergerakannya berhenti saat merasakan tekanan mana yang mengerikan dari Leon.

‎Kedua mata Valis melebar, dia menyadari kekuatan Leon Leywin jauh berada diatasnya. Dari bawah dirinya dapat melihat tubuh Leon yang meleleh, bukan dalam darah, melainkan seperti lava yang sangat panas.

‎"Aku akan mati jika terkena serangannya-"

‎Belum sempat Valis bertindak lebih jauh, Leon bergerak dengan kecepatan tinggi dan mempersingkat jarak dengan waktu yang singkat.

‎"Kau akan mati!"

‎Sebuah tinju api yang mengenai perut Valis itu mengeluarkan gelombang kejut yang menghancurkan tubuh Valis. Namun Valis tidak memiliki jantung, sebagai gantinya dia memiliki inti mana dan bisa dikatakan Valis adalah makhluk abadi selama inti mana nya belum hancur.

‎Tak jauh dari sana, Abaddon dan Valthor terdiam kaku menyaksikan Valis yang dikalahkan dengan mudah.

‎"Valis!" teriak Abaddon, namun terlambat sudah karena bagian tubuh Valis hancur dan terbakar.

‎"Jangan panik! Valis bisa kita bangkitkan selagi kita menyelamatkan inti mana miliknya!" ujar Valthor yang mencoba tenang.

‎"Selanjutnya... Kalian berdua!" Leon Leywin langsung menargetkan Abaddon dan Valthor.

‎Namun sebuah mana yang besar memenuhi udara dilangit, Leon pun menoleh kebelakang dan menemukan sosok Raphael yang mengayunkan tangan kanannya.

‎"Lihatlah kekacauan yang kau buat ini, Kaisar Api?!" Hanya dalam satu kali ayunan tangan yang bertenaga tanpa menggunakan senjata, tangan kanan Leon putus.

‎"Bukankah kau..." Leon langsung menjaga jarak dan menyadari ada yang tidak beres dari dalam diri Raphael.

‎"Sepertinya kau bukan Yang Mulia Raphael... Siapa kau sebenarnya?!" ujar Leon sambil menghentikan pendarahan menggunakan aliran mananya.

‎"Siapa aku? Kau tidak perlu mengetahuinya karena kau akan segera mati, Leon Leywin!" Sosok Raphael tersenyum menyeringai menatap Leon yang menjaga jarak darinya.

‎Kemudian Raphael mengalihkan pandangannya menatap Abaddon dan Valthor, lalu menyuruh keduanya untuk menyelamatkan Valis.

‎"Aku tidak akan membunuhnya! Yang akan melawannya adalah kalian berdua!" ujar Raphael setelah Abaddon dan Valthor menyelamatkan Valis.

‎"Arrrggghhh! Sakit! Panas! Panas!" teriak Valis setelah tubuhnya pulih seperti sedia kala setelah meminum pil yang diberikan Abaddon.

‎Melihat itu Leon pun mengerutkan keningnya. Seharusnya serangannya telah menghancurkan tubuh Valis dan membunuhnya, namun dibawah sana Valis terlihat bangkit dari kematian dan tubuhnya beregenerasi.

‎"Lakukan tugas kalian! Aku akan mengamati!" ujar Raphael, sambil menjentikkan jarinya menciptakan sebuah penghalang yang memblokir jalan keluar Leon.

‎"Kekuatan ini... Aku pernah melihatnya..." Melihat kekuatan yang baru ditunjukkan Raphael, membuat Leon Leywin terkejut.

‎"Ada apa Leon Leywin? Kau menyadarinya kan? Dan kau akan mati disini!" ujar Raphael yang tubuhnya telah diambil alih oleh Malphas Sulfur, sosok Sembilan Penyihir Agung terkuat.

‎"Malphas Sulfur..."

‎Belum sempat Leon Leywin mencerna situasi, Abaddon bergerak dengan kecepatan tinggi kearahnya.

‎Situasi yang dimiliki Leon sangatlah buruk, tangan kanannya putus dan ia tidak dapat bertarung dengan kekuatan penuh.

‎"Asal kau tahu, Leon Leywin, kalau Valis yang kau lawan adalah yang terlemah diantara kami!" teriak Abaddon saat melepaskan pukulan pada Leon.

‎Leon menyambut pukulan tersebut, namun ia tidak mengetahui kemampuan Abaddon.

‎"Sepertinya aku sendiri cukup untuk membunuhnya!" ujar Abaddon saat menangkis serangan Leon.

‎"Aku akan memutuskan tangan kirimu itu, Kaisar Api! Sekarang keluarkan jeritanmu itu!"

‎Saat Abaddon memanipulasi udara dan menciptakan bilah angin tak kasat mata, Leon tidak menghindar dan membiarkan dirinya terpotong menjadi empat bagian.

‎Melihat Leon yang terbunuh tanpa perlawanan membuat Abaddon tertawa. Namun hal yang terjadi selanjutnya membuat Abaddon dan yang ada disana terkejut, karena tubuh Leon tidak meneteskan darah sedikitpun melainkan tubuhnya terlihat seperti meleleh dan menjadi kobaran api yang membara.

‎"Aku dipanggil Kaisar Api bukan tanpa alasan..." Leon melepaskan mana yang pekat, mana itu terasa seperti aura pembunuh yang membuat lawannya waspada, "Aku akan menunjukkan kekuatan orang yang kalian panggil sebagai Kaisar Api!"

‎Tubuh Leon menyatu kembali dan tangan kanannya terlihat utuh, yang berbeda hanyalah tangan itu seperti dilapisi mana berwarna merah menyala dan membara.

‎"Apa kau abadi, Kaisar Api? Tidak buruk juga, justru ini lebih menarik!" Abaddon kembali memanipulasi udara, sedangkan Valthor dan Valis masih mengamati pertarungan mereka berdua.

‎"Mungkin jika kau tetap hidup, kau akan menjadi seorang jenius karena sihirmu telah mengalami pembangkitan, namun sayangnya kau harus mati disini, Leon Leywin!"

‎Abaddon bergerak maju, begitu juga dengan Leon. Keduanya melepaskan serangan secara bersamaan, tubuh Leon terpotong, namun tidak mengeluarkan darah sedikitpun dan tubuhnya kembali disatukan oleh api yang melapisi tubuhnya.

‎Pukulan Leon juga mengenai perut dan wajah Abaddon secara telak, tetapi Abaddon tidak mati dan tubuhnya yang hancur terlihat seperti ilusi.

‎"Kau tidak akan bisa membunuhku, Leon! Dalam sehari diriku mempunyai tujuh nyawa!" ujar Abaddon, yang ucapannya terdengar seperti lelucon.

‎Leon hendak melancarkan serangan selanjutnya, namun mana dalam tubuhnya terkuras dan ia tidak dapat mengalirkan mana ke seluruh tubuh dengan tepat.

‎"Manaku melemah? Apa yang terjadi?" Leon memperhatikan Abaddon yang tersenyum sinis.

‎Kemudian ia mengalihkan pandangannya menatap Malphas yang sedang mengamati pertarungan.

‎"Sudah kukatakan padamu, kau akan mati disini, Leon Leywin!"

‎Penghalang yang diciptakan Malphas menyerap mana ditubuhnya secara drastis, Leon telah menyadarinya dan api yang menyelimuti tangan kanannya pun menghilang.

‎Menyadari tidak ada kesempatan untuk melarikan diri dan kembali, Leon menggunakan seluruh kekuatannya untuk membunuh mereka berempat didalam penghalang.

‎Ditengah situasi yang pelik, Leon merentangkan kedua tangannya. Udara didalam penghalang mendidih dan terasa amat panas. Dengan satu tarikan nafasnya, ia melepaskan teknik sihir terkuatnya.

‎Bola api raksasa yang ukurannya seperti matahari kecil tercipta dan membumbung tinggi ke angkasa.

‎"Apa kau sudah gila? Apa kau berniat bunuh diri?!" Abaddon tersentak kaget melihat tindakan terakhir Leon Leywin.

‎Malphas tersenyum tipis karena melihat Leon yang berniat melakukan serangan terakhirnya.

‎"Aku akan membawa kalian semua mati bersamaku! Sepertinya aku mengetahui kebenaran terlalu banyak, aku tidak menyangka sosok yang diagungkan dunia merupakan seorang Iblis dan menjadi pemimpin Organisasi Seven Deadly Sins!"

‎Setelah mengatakan itu, tatapan tajam Leon mengarah pada Malphas. Kemudian Leon mengarahkan tinju api murni yang sebesar matahari kecil itu kearah Malphas Sulfur.

‎"Malphas Sulfur, kau terlalu bahaya untuk dibiarkan hidup!" Leon melepaskan serangan terakhirnya.

‎"Supernova!"

‎Sekuat tenaga Leon menghancurkan semua orang yang ada di penghalang, dan hasilnya sebuah kilatan merah menyala menciptakan gelombang kejut super-panas yang melesat ke segala arah, meretakkan fondasi pulau hingga ke dasar laut dan kekuatan dahsyat yang tercipta menciptakan letusan api yang membuat tanah bersalju menjadi terbakar.

‎"Kita akan mati!"

Menyadari betapa dahsyatnya kekuatan yang dilepaskan Leon, Valthor dan Abaddon berusaha melarikan diri begitu juga dengan Valis.

‎Sementara itu Malphas Sulfur menyaksikan serangan dahsyat Leon Leywin dan terlihat tidak melarikan diri seperti yang lain.

‎Terlihat penghalang yang mengekang perlahan mulai hancur, begitu juga tanah disekitar lokasi bekas pertempuran ikut hancur berkeping-keping.

*‎*BOOOOMMMM!!!

‎Malam itu Ibukota Xyrus lenyap tak bersisa karena serangan terkuat Leon Leywin.

‎Berkat itu, Ashura selamat dan dibawa Ash si Phoenix Api menuju Benua Maple. Sesampai di Benua Maple, Ashura dijemput Kaira Leywin dan mendapatkan perawatan sebelum ingatannya disegel demi menjaga kondisi mental Ashura yang putus asa.

‎Kembali ke masa ini, terlihat Ashura terengah-engah, ia terbangun saat malam hari dan menyadari jika segel sihir dalam aliran mana nya melemah.

‎Suasana kamar sangat sunyi. Hanya ada cahaya bulan yang menembus jendela, menerangi ruangan yang kosong dan rapi. Tidak ada foto keluarga. Tidak ada hiasan dinding. Ashura sendirian.

‎Terlihat Ashura duduk di sudut tempat tidur. Kedua lututnya ditekuk, dipeluk erat ke dada. Tatapannya kosong lurus ke depan.

‎Dari luar jendela, terdengar suara tawa samar anak-anak yang sedang berjalan pulang bersama orang tua mereka. Ashura memejamkan mata rapat-rapat, mencoba meredam suara itu.

‎"Mereka bisa tertawa seperti itu karena mereka memiliki tempat untuk pulang... Tidak seperti diriku...“ Ashura berbisik, suaranya bergetar.

‎Kemudian Ashura mencengkeram bajunya tepat di bagian dada, merasakan sesak yang teramat sangat. Air mata mulai menetes melewati pipinya, namun ia tidak bersuara.

‎"Pada akhirnya tidak ada seorangpun yang menerima keberadaanku! Tidak ada tempat yang bisa kusebut rumah! Seharusnya aku menyadari semuanya, jika sejak awal..."

‎"Aku sendirian."

‎Menyadari kegelapan dalam dirinya mulai berbisik lembut di telinganya, Ashura menenggelamkan wajahnya di antara kedua lutut. Bahunya berguncang hebat. Di dalam keheningan malam, ia menangis dalam diam, membiarkan kegelapan menelan seluruh kesedihannya.

1
Green Nord 1927
Wani!!!
Bontang FC
Lanjut Wal 💪
Jakarta Stay High
enjooooooy 👍
Republik Orange
hiks hiks
The Horizon
jincurikiii
Maung Bandung
Inget Narutooo
Cimol
Lanjuttt
Alia Chans
keren✍️
Indialys Emberwind: Kakak juga keren👋
total 1 replies
Protocetus
Min bagus cover yang kmrn 🥲
Indialys Emberwind: Disuruh ganti Thor sama pihak Noveltoon 🤣
total 1 replies
Haikal Blues
Lanjuttt💪
Ahmad Qoyum
🔥🔥🔥
Ahmad Qoyum
pelan-pelan, jangan hancurkan masa depan sikecil
Protocetus
Let's go Thor!
Indialys Emberwind: Siap Thor
total 1 replies
Endri Ningtyas
lanjut💪
Haikal Blues
Cool
Haikal Blues
gokillll
Goat: super gokil
total 1 replies
Ahmad Qoyum
Jangan koit dulu thor, ada anak istri yang harus di nafkahi
Ahmad Qoyum
Gas thor
Indialys Emberwind: Gracias por leer, amigo, Decul🤣
total 1 replies
Ahmad Qoyum
💪💪💪
Endri Ningtyas
novelny sihir tpi inget anime sedih/Sob/
Indialys Emberwind: Enjoy reading, Kakak. Semoga suka ya hehe🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!