NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10

Pagi yang cerah membuat suasana di rumah Lin Zhao terasa sangat hangat.

Aisyah sedang menyiapkan sarapan. Dia memasak makanan khas Indonesia yaitu soto ayam..

Lin Zhao terkejut melihat makanan yang memiliki aroma yang sangat khas.

Lin Zhao sangat senang karena kini Aisyah sudah mulai melupakan apa yang dikatakan oleh kakaknya malam tadi..

"Kak Lin ayo makan.."

"Aku membuatkan soto ayam untuk kita." Aisyah memanggil Lin Zhao dengan suara yang lembut..

Lin Zhao sangat senang karena ini kali pertamanya dia makan soto ayam.

"Kak Lin lihatlah aku buat soto ayam. Ini adalah makanan tradisional khas Indonesia. Tapi bahan dan bumbunya kurang lengkap jadi cuma seadaanya.."

Aisyah pun merasa kurang puas takut jika Lin Zhao tidak menyukai makanan yang dia buat.

"Tidak apa-apa."

"Apapun yang kamu masak akan selalu terasa istimewa untukku."

Lin Zhao terlihat sangat menikmati makanan yang dibuat oleh Aisyah.

Aisyah pun tersenyum dia tidak menyangka jika Lin Zhao akan menyukai masakannya.

"Ini sangat enak dan juga nikmat. Aisyah terima kasih karena kamu selalu menyiapkan makanan yang sangat enak.."

Aisyah hanya tersenyum menerima pujian dari Lin Zhao..

"Aisyah Azahra aku tresno karo kowe.. (Aisyah Azahra aku mencintaimu...)"

Lin Zhao pun mengucapkan kata pertama menggunakan bahasa Jawa setelah satu Minggu dia belajar mengucapkan.

Aisyah pun tersipu malu mendengar kata-kata manis Lin Zhao.

"Kak Lin,Kakak tahu darimana kata-kata itu? Itukan menggunakan bahasa Jawa.." Aisyah pun penasaran dengan apa yang diucapkan Lin Zhao.

Lin Zhao tersenyum sembari merapikan mangkuk dan kemudian dia ingin kembali mengajak Aisyah untuk berjalan-jalan.

"Aku mulai belajar. Karena aku ingin memahami bahasa dan belajar mengenal budaya kamu. Maaf ya jika kata-kataku salah."

"Kita jalan-jalan. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat." Lin Zhao tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu..

"Kemana?"tanya Aisyah penasaran....

****

Lagi-lagi Lin Zhao membawa Aisyah ke masjid terlebih dahulu. Dia ingin membuktikan kepada Aisyah bahwa dia bisa bertoleransi terhadap agama yang dipercaya oleh Aisyah.

"Kamu berdoa dulu setelah ini aku akan mengajak kamu berjalan jalan.. Aku akan menunggu kamu disini.."

"Cepatlah masuk..."

Aisyah hanya mengangguk dia senang. Setiap kali Lin Zhao selalu mengantarnya ke masjid.

Lin Zhao duduk didepan masjid dia menunggu dengan sabar.

Namun ketika suara adzan berkumandang tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu.

"Allahu Akbar... Allahu Akbar...”

Untuk pertama kalinya, Lin Zhao merasakan sesuatu yang asing namun menenangkan.

Hatinya yang selama ini dipenuhi kebisingan mendadak terasa sunyi.

Damai.

Seolah ada ruang kosong dalam dirinya yang perlahan terisi kembali.

Lin Zhao pun memejamkan matanya dan meresapi setiap lantunan adzan yang membuat hatinya menjadi tenang.

Banyak mata yang memandang heran kearahnya,semua orang mengenalnya dan semua orang takut pada kekuasaan keluarga Lin.

Namun melihat Lin Zhao yang nampak tenang dan damai,dia duduk didepan masjid sembari mendengarkan suara adzan membuat semua orang memujinya...

Lin Zhao duduk sembari menunggu Aisyah,dia menundukkan kepalanya dan tak terasa bulir airmata pun jatuh tanpa diminta.

Tiba-tiba saja hatinya terasa tenang dan damai entah apa yang telah terjadi padanya.

"Kak Lin... Kenapa masih disini?"tanya Aisyah pelan.

Lin Zhao menatap wajah Aisyah. Matanya masih berkaca-kaca..

"Aisyah tadi itu suara apa?" tanyanya pelan.

Aisyah bingung dengan apa yang ditanyakan oleh Lin Zhao..

"Suara yang tadi. Ketika suara itu terdengar banyak orang orang langsung masuk kedalam sana. Itu suara apa?" Lin Zhao kembali bertanya..

"Itu mananya Adzan.."

"Adzan?" tanya Lin Zhao penasaran.

Aisyah menatap wajah tampan Lin Zhao yang terlihat sangat penasaran..

"Adzan adalah panggilan untuk umat Islam melakukan ibadah. Dan ibadah itu namanya Sholat.."

"Sholat?"Lin Zhao kembali bertanya.

"Sholat itu apa?"tanyanya lagi.

Aisyah tersenyum sembari menjalankan apa yang dia tahu..

"Sholat itu artinya adalah menyembah Allah dan sholat itu terdiri dari lima waktu. Subuh,,dhuhur,ashar,magrib dan isya.."

"Kenapa harus lima kali sehari?” tanya Lin Zhao penasaran.

Lin Zhao kembali bertanya dia ingin tahu apa itu sholat dan apa itu adzan..

“Karena dalam Islam, kami percaya bahwa menjaga hubungan dengan Tuhan harus dilakukan terus-menerus. Sholat bukan beban, tapi kebutuhan hati.”

Lin Zhao menganggukkan kepalanya dan tersenyum...

"Manut suwun. (terima kasih) Aisyah.." ucap Lin Zhao lembut. Namun ucapan Lin Zhao justru membuat Aisyah tertawa..

"Kak Lin bukan manut suwun tapi matur suwun (terima kasih). Kalau manut suwun artinya berbeda."

Aisyah pun tertawa dia terlihat begitu lepas dari biasanya. bersama Lin Zhao membuat dunianya menjadi berwarna.

"Aku baru belajar jadi kalau masih salah ya maaf.."ucapnya sembari tersenyum menahan malu.

Aisyah pun tersenyum dan membisikan sesuatu.

"Tidak apa apa. Aku suka kok.." ucapnya sembari berlari kecil meninggalkan Lin Zhao.

Keduanya terlihat begitu dekat.

Setelah selesai mengantarkan Aisyah ke masjid, Lin Zhao mengajak Aisyah berjalan jalan disekitar Sungai Huangpu. Sungai yang terkenal sebagai ikonik kota Shanghai..

"Kenapa Kak Lin membawa aku kesini?" tanya Aisyah secara tiba-tiba.

Lin Zhao tidak menjawab dia hanya tersenyum sembari menatap kearah gedung gedung tinggi ditempatnya berada..

"Karena aku ingin melewati malam ini bersama kamu. Aku ingin kita naik kapal pesiar dan mengelilingi kota Shanghai.."

Aisyah pun tersipu malu. Ia tak pernah menyangka bahwa Lin Zhao adalah laki laki yang sangat romantis...

"Terima kasih Kak Lin. Tempat ini sangat indah. Kita bisa melihat gedung pencakar langit dan juga keindahan Shanghai dimalam hari.. Aku beruntung bisa menikmati pemandangan ini."

Aisyah pun untuk pertama kalinya berani merebahkan kepalanya di bahu Lin Zhao. Dia ingin benar benar menikmati malam itu bersama dengan orang yang dia sayangi Lin Zhao.

Lin Zhao juga senang ini pertama kalinya mereka melakukan kontak fisik,karena selama ini Lin Zhao selalu menahan diri ketika berdekatan dengan Aisyah.

"Apa kamu suka?"tanyanya pelan.

Aisyah hanya mengangguk saja dan kembali mantap bintang bintang yang menghiasi langit malam Shanghai.

"Aisyah jika suatu saat kamu kembali ke Indonesia apa kamu akan merindukan aku?"

Pertanyaan Lin Zhao membuat Aisyah menatapnya dalam-dalam..

"Jika kamu kembali ke Indonesia dan meninggalkan aku,aku pasti akan menyusul kamu kesana. Entah bagaimanapun caranya aku pasti akan menemukanmu."

Ucapan Lin Zhao membuat hati Aisyah sangat tersentuh. Tapi dia sendiri tidak tahu apakah dia akan bisa kembali ke Indonesia ataukah akan selamanya terjebak di Shanghai..

“Kalau memang kita berjodoh, sejauh apa pun jarak memisahkan... kita pasti akan dipertemukan kembali.” Aisyah tak mau memberikan janji manis karena dia sendiri belum yakin dengan nasibnya...

Aisyah menatap gemerlap lampu Shanghai malam itu.

Untuk sesaat, ia lupa bahwa dirinya hanyalah seorang pelarian.

Karena malam itu...

ia merasa seperti ingin pulang.

"Jangan khawatir aku pasti akan membawamu kembali ke negaramu dengan selamat.." ucap Lin Zhao tiba-tiba membuat Aisyah merasa bahwa Lin Zhao bisa membaca isi hatinya dan melihat ketakutannya...

"Aamiin.." jawab Aisyah pelan.

1
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!