NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Peti Mati Baja di Laut Laptev

Angin badai Siberia mencambuk tubuh mereka bak ribuan jarum es. Di atas snowmobile yang melaju menembus kegelapan, Alana menyembunyikan wajahnya di balik punggung kokoh Xander, memeluk pinggang pria itu erat-erat sebagai satu-satunya sumber kehangatan. Deru mesin empat kendaraan yang mereka rampas membelah keheningan padang salju selama hampir satu jam perjalanan tanpa henti.

​Akhirnya, lanskap hutan taiga mulai menipis, digantikan oleh hamparan es tak berujung yang membeku sejauh mata memandang. Mereka telah tiba di pesisir Laut Laptev, tepi paling utara dari daratan Rusia.

​Xander mengangkat tangannya, memberi isyarat berhenti. Empat snowmobile itu mengerem serentak, memuntahkan serpihan salju ke udara.

​Di hadapan mereka, tertanam kuat di dalam tebing karang es raksasa, terdapat pintu baja masif setinggi sepuluh meter berlambang palu arit yang warnanya telah pudar dimakan zaman. Itu adalah pangkalan kapal selam nuklir era Perang Dingin yang lama ditinggalkan.

​"Dante, bagaimana keadaanmu?" tanya Xander, melompat turun dari kendaraan dan membantu Alana merosot dari jok kulit yang membeku.

​Dante terbatuk keras, memuntahkan gumpalan darah hitam ke atas salju. Wajah tangguhnya kini sepucat mayat. "Masih bernapas, Tuan... walau paru-paruku rasanya seperti ditusuk belati bergerigi."

​"Bertahanlah," geram Xander. Pria itu menoleh pada anak buahnya. "Pasukan, buka palka darurat di sisi barat tebing. Pintu utama sudah dibekukan oleh permafrost, kita masuk lewat jalur teknisi."

​Dua komando elit segera bergerak, menempelkan peledak termit berskala kecil pada engsel sebuah pintu besi seukuran manusia yang tersembunyi di balik gundukan salju tebal.

​ZRAAASH!

​Api putih menyala terang benderang, melelehkan es abadi dan logam berkarat dalam hitungan detik. Xander menendang pintu itu hingga terbuka paksa, menciptakan jalan masuk ke dalam lorong gelap yang menguapkan bau apak dan karat.

​Mereka bergegas merangsek masuk, memapah Dante, dan segera menutup sisa pintu untuk menghalau badai salju. Suasana di dalam fasilitas itu tiba-tiba senyap. Suara lolongan angin tergantikan oleh gema langkah kaki dan tetesan air dari langit-langit gua beton.

​Xander menyalakan senter taktisnya, menyoroti lorong panjang yang mengarah ke ruang kendali utama. "Kita harus menghidupkan generator cadangan pangkalan ini. Begitu menara radio di puncak tebing aktif, sistem enkripsi kita bisa memanggil Elena."

​Alana terus menggenggam sebelah tangan Xander, matanya waspada menatap kegelapan di balik bayang-bayang lorong. Instingnya entah mengapa berteriak bahwa tempat ini terasa terlalu... mati.

​Mereka tiba di ruang komando utama. Panel-panel kontrol berdebu dan layar kaca tebal khas teknologi lama berjejer memenuhi ruangan. Salah satu komando segera membongkar panel listrik di sudut ruangan, menyambungkan kabel jumper dari baterai snowmobile yang sengaja mereka bawa untuk memicu generator manual.

​"Mengaktifkan daya dalam tiga, dua, satu..."

​BZZZT... NNNGGGG...

​Lampu-lampu neon tua di langit-langit berkedip lambat, memancarkan cahaya kekuningan yang meremangkan bulu kuduk. Sistem pangkalan itu perlahan hidup kembali setelah tertidur selama puluhan tahun.

​Xander melangkah cepat menuju konsol komunikasi utama, jemarinya bergerak lincah di atas keyboard analog untuk meretas sambungan satelit. "Buka frekuensi 114.7, masukkan kode otoritas Leonidas."

​Layar monitor tabung cembung di hadapan mereka berdesis statis, perlahan menampilkan garis-garis hitam putih. Namun, alih-alih menampilkan antarmuka sistem satelit atau wajah Elena dari Pulau Hantu, layar itu justru berkedip merah darah.

​Sebuah tawa bariton yang berat dan menakutkan mendadak menggema dari pelantang suara berdebu di seluruh penjuru ruangan.

​Gambar di layar menjadi jernih, menampilkan wajah pria bermata abu-abu dengan bekas luka melintang di pipinya. Ivan Volkov.

​"Privet, Xander," sapa Volkov dari dalam layar, menyeringai iblis sembari memegang segelas vodka. "Aku tahu kau tidak akan mati di hutan itu. Pangkalan Laut Laptev? Pilihan yang cerdas untuk seorang Leonidas. Tapi sayangnya, satelit yang baru saja kau akses... adalah milikku."

​Xander menatap layar itu dengan rahang mengeras, urat lehernya menegang menahan murka.

​"Tutup semua pintu kedap udara," perintah Volkov dengan santai melalui transmisi.

​KLANG! KLANG! KLANG!

​Suara gemuruh logam berat bergema dahsyat di seluruh fasilitas. Pintu-pintu baja pelindung badai di belakang mereka menutup otomatis dan terkunci rapat, menyegel Xander, Alana, Dante, dan pasukan elit itu di dalam peti mati raksasa bawah tanah.

​"Selamat menikmati sisa oksigen kalian, Sang Dewa Perang," seringai Volkov sebelum layar itu mati total, menyisakan keheningan yang mencekik.

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!