UPDATE WARNING ⚠️
baca bukan nya liat doang hheee
btw makasihh ya yang udah mampir ke novel aku hhe
update nya sesuai mood yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Memukul tengkuk leher priscilla. Tidak ia tidak membela Cipto hanya saja kematian Terlalu cepat untuk Cipto.
Narendra mengambil alih tubuh priscilla ia membawa priscilla kedalam mansion dan menuju kamarnya. Sebelum itu ia berbalik dan berbicara.
"Bawa 2 manusia itu keruang bawah tanah dan kalian para pengawal Cipto ikuti anggota the black cobra jangan ada bantahan jika tidak ingin keluarga kalian jadi sasarannya" ucap Narendra dingin
Mereka semua bergerak sesuai perintah. Para pengawal yang ada di setiap titik juga bergerak menyusuri area sekitar markas untuk memastikan semua keadaan aman.
"Wah akhirnya kita menang" ucap bima lega
"Aku tidak menyangka dengan kekuatan para anggota griselda blanco bukan main-main" ucap Aldi yang masih mengagumi kemampuan para anggota griselda blanco.
"Mereka semua memang dilatih dengan keras oleh Daddy liam dan priscilla. Untuk masuk kesini pun Mereka banyak mengikuti tes tidak sembarangan orang bisa berdiri membawa nama griselda blanco" jawab Caca
"Apa kalian juga termasuk Red griselda blanco? Tanya Aldi yang juga sedari tadi memperhatikan para ciwi-ciwi tersebut yang kemampuannya juga tidak kalah bagus
" Ya benar kita juga bagian dari griselda blanco tapi tidak ada yang tahu karena kita berempat akan menggunakan nama Angel Wing" jawab Devina Mereka semua takjub dengan para ciwi-ciwi ini.
Sudah cantik jago beladiri lagi.
"Ayang raisa gapapa kan" tanya rehan
"Engga kok ayang aku baik baik saja jika ada ayang rehan disisi raisa" jawab Raisa sambil tersenyum centil
rehan yang melihat itu pun bibir nya berkedut-kedut menahan senyumnya. Menurut Rehan itu adalah senyuman termanis yang diberikan raisa untuknya.
"Ayang lucu kayak babi" ucap raisa tersenyum
Bukannya marah rehan malah tersenyum oh lihatlah
pipinya memanas ah rehan salting. Hidung nya kempang kempis mendengar pujian raisa.
Teman-temannya yang melihat itu semua memutar bola matanya malas.
"Lebay anjir" teriak Caca
"Lihat pipinya murahan dipuji mirip babi langsung merona" ucap Devina
HAHAHAHAH Mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Devina. Entahlah bukannya mereka merasa lelah sehabis perang malah mereka disuguhkan tingkah absurd kedua temannya itu.
Meninggalkan area luar kita masuk kedalam untuk melihat keadaan priscilla
"Eunghh" lenguhan keluar dari bibir kecil priscilla
Ini minumlah" ucap Narendra yang memberikan air putih untuk Priscilla
"Terimakasih" ucap priscilla tersenyum
"Apa ada yang luka"? Tanya Narendra sambil memeriksa tubuh Farah
priscilla hanya diam melihat tingkah Narendra. Ia tidak mendapatkan luka serius hanya goresan kecil di lengannya.
"Tidak apa-apa hanya luka kecil" ucap priscilla
"Tapi ini harus segera diobati jika tidak ini akan infeksi" ucap Narendra lalu berdiri mengambil kotak P3K.
Ia membersihkan dan mengobati luka priscilla dengan lembut sesekali ia juga meniup luka tersebut. Ah sungguh priscilla dibuat meleleh jantung nya sudah berdetak kencang didalam sana.
"Istirahatlah" ucap Narendra
"Bagaimana dengan pria itu" ucap priscilla bukannya mengikuti perintah Narendra untuk istirahat tapi ia malah menanyakan tentang Cipto
"Sudah ada diruang bawah biarkan itu bagian ku hm" ucap Narendra menyeringai
"Lakukanlah" ucap priscilla tersenyum
"Tentu" balas Narendra
Gimana masih kurang gak? Perang nya jangan terlalu kejam dulu yaa ini baru permulaan hehehe
Setelah adegan menegangkan tadi sekarang mereka semua sudah berkumpul di halaman markas griselda blanco. Kerusakan dan musuh yang tumbang sudah di bereskan oleh anak buah priscilla.
"Terimakasih buat semuanya atas kerja keras kalian semuanya" ucap priscilla kepada semua bawahan nya
"Sudah menjadi tugas kami Queen untuk menjaga dan membela kebenaran" ucap salah satu anak buah priscilla
"Ingat jangan pernah sombong atas apa yang terjadi hari ini jadikan ini semua pelajaran untuk masa yang akan datang bahwa masih banyak musuh yang akan datang dan mengincar kita" ucap priscilla tegas
"Setelah ini kalian boleh izin pulang menemui keluarga kalian ajaklah mereka semua untuk liburan kalian memang berkerja dan mengabdi kepada saya, tapi saya tidak akan egois dengan memaksa kalian untuk tetap berada disini. Untuk jadwal liburan tidak bisa serentak nanti Alif akan memberi tahu jadwal kalian dan ambillah gaji kalian pada Jojo" ucap priscilla yang mendapat sorakan bahagia dari para bawahannya.
Itulah sifat priscilla walaupun ia terkenal mafia yang paling kejam dalam membasmi musuhnya tapi ia akan bersikap hangat kepada para bawahan dan orang-orang sekitarnya.
Dan itulah yang membuat semua bawahan siap mengabdi kepada priscilla. Dan berjanji akan selalu melindungi Queen ya tersebut.
"Salut gue sama lo rah Lo gak pernah sombong walaupun lo berasal dari orang yang berada" ucap Aldi dalam hati
"Kalo kek gini cara pemimpin nya gue mau kok mengabdi sama lu priscilla" ucap Bima
"Gaji lancar, makan bebas, tidur nyenyak, liburan nikmat mana lagi tuhan yang dustakan" ucap rehan
"Hal seperti inilah yang buat gue jatuh cinta sama lo priscilla Evelyn arkananta" ucap Narendra
Wah Narendra jatuh cinta sama priscilla? Bagaimana dengan priscilla ?Apa dia juga punya perasaan yang sama seperti Narendra?
"Istirahatlah dan silahkan obati luka-luka kalian semua saya dan teman-teman pamit pulang" ucap priscilla
"Hati-hati dijalan Queen" ucap mereka semua
priscilla hanya menganggukkan kepalanya dan mereka
semua pun bubar. Tinggallah priscilla dan teman-temannya.
"Pulang ke mansion gue aja kalian semua ini udah malam" ucap priscilla pada temannya.
"Eh gak usah rah kita gak enak" ucap Aldi
"Gapapa gue gak terima penolakan kalian juga pasti capek dan gak baik kalo bawa motor malam-malam" ucap priscilla dengan nada datarnya
"Baiklah kalo Lo memaksa gue sebenernya mau nolak tapi lo maksa yaudah gue terima" ucap rehan
"Ck bilang aja lo seneng bangsul" gerutu Aldi
"Siapa coba yang gak mau nginap dirumah orang kaya pasti banyak makanan kan" ucap rehan yang sudah membayangkan banyak nya makanan dirumah priscilla
"Yaudah ayok gue capek banget" ucap priscilla lesu
Mereka semua mengangguk dan melangkah kearah motor Mereka berada. Mereka masih boncengan ya guys hihi.
Mereka melewati jalanan kota yang sudah sangat gelap karna ini sudah tengah malam. Suasana dingin menerpa tubuh mereka. Mereka melajukan motor dengan kecepatan sedang.
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama akhirnya mereka tiba di mansion priscilla. rehan dan yang lainnya terperangah melihat mewahnya mansion priscilla.
Pagar dibuka oleh salah satu satpam. Saat pagar terbuka tampaklah halaman luas mansion yang indah. Ada lampu dan air mancur kecil seperti taman yang sangat cantik.
"Gila sih ini mewah banget anjir" ucap rehan heboh
"Habis berapa bapak lo bangun ini semua"? Tanya rehan ngelantur
"Ck ngapain lu nanya habis berapaan hah" ucap Aldi kesal
"Ya lu lihat aja mewah kayak gini kalo gue sih auto melempar dijalan" ucap rehan terkikik
"Udah ayok masuk" ajak priscilla
Baru saja priscilla mau memencet sandi pintu rumahnya.
Tiba-tiba pintu sudah terbuka dari dalam dan terlihat lah dua pasang paruh baya yang sedang menatap kearahnya dengan perasaan cemas.
"Sayang kamu gak kenapa-napa kan? Ada yang luka gak sayang? Mana yang sakit sini bilang sama mommy nak"? Tanya winda beruntun
"Mom priscilla gak kenapa-napa kok lihat ini sehat bugar hanya saja ada luka kecil di lengan priscilla tapi udah diobatin Kok sama Narendra" jawab priscilla
"Alhamdulillah sayang mommy khawatir banget tahu sama kamu" ucap priscilla
"Its okey priscilla gapapa kok, ini mommy gak mau nyuruh temen priscilla masuk?" Tanya priscilla
Seketika winda memandang ke arah belakang dan terkejut lah dia saat melihat beberapa pemuda sedang menatap kearahnya.
Ia melirik suaminya yang juga sedang menatap kearahnya. winda hanya tersenyum kikuk ia sampai tidak sadar dengan kehadiran orang lain karena begitu mengkhawatirkan putrinya.
"Em maaf ya saya gak lihat kalian" ucap winda tak enak hati
"Iya gapapa kok Tan" jawab Narendra
"Apa badan gue kurang gede ya? Kalo emang iya gue harus banyak makan ni" ucap rehan
"Hahaha maafkan saya ya saya tadi hanya terlalu khawatir dengan putri saya" ucap winda
"Sudah ayo masuk" ucap Liam membuka suara
Seketika mereka terkejut mendengar suara dingin dan datar dari liam. Mereka mengikuti langkah priscilla kearah ruang tamu. Mereka semua duduk disana dengan menarik napas dalam selain menormalkan rasa lelah nya mereka juga menormalkan detak jantung mereka.
"Terimakasih kalian semua sudah mau membantu dan menjaga putri saya" ucap liam
"Iya om kita gak masalah kok lagian kita juga punya masalah sama pak tua tersebut" jawab rehan
"Kalian mau menginap? Silahkan nanti kalian akan diantarkan para maid ke kamar kalian masing-masing disana sudah ada baju dan keperluan kalian lainnya. Jika mau makan juga bisa langsung ke meja dapur" ucap Liam memberitahu
"Terima kasih sekali lagi om" ucap Narendra
"Kamu Narendra? Tanya liam dingin
Deg!
Narendra terkejut mendengar suara dingin menyapa dirinya.
"Iya om" jawab Narendra tegas
"Bisa ikut saya keruangan saya sebentar?" Tanya liam
"Bisa om" jawab Narendra
Narendra mengikuti langkah kaki Liam. Mereka semua menatap bingung dan terkejut kearah lian dan Narendra.
"Sudah cepat bersih-bersih jangan khawatir Daddy hanya berbicara sebentar" ucap priscilla
Ceklekk!
"Duduk" ucap Liam datar
Narendra duduk di sofa yang ada diruangan tersebut.
"Kamu menyukai putri saya"? Tanya liam to the point
Deg!
Jangan kaget saya tau semua tentang putri saya termasuk orang yang sedang menyukainya saat ini" ucap Liam seolah tahu apa yang tengah dipikirkan oleh Narendra
Narendra menarik napas dalam lalu menatap Liam.
"Iya om saya mencintai putri om" ucap Narendra tegas
Mendengar jawaban Attar Liam menatap Narendra yang kini juga sedang menari kearah dirinya. Tatapan yang sulit di artikan dari kedua orang tersebut.
"Apa yang membuat kamu mencintai putri saya"? Tanya liam
"Semuanya" jawab Narendra singkat
Ck tembok bicara sama tembok jadi ya gitu-_-
"Apa kamu yakin? Apa kamu bisa berjanji pada saya untuk tidak menyakiti putri saya? Apa kamu siap menanggung resikonya jika kamu berani membuat putri saya menangis? Saya sudah tahu semua tentang kamu dan keluarga kamu! Apa kamu siap dengan semuanya?" Ucap Liam tegas
Deg!
Narendra terkejut mendengar ucapan Liam
Liam sangat menyayangi putri semata wayangnya. Apapun akan ia lakukan untuk putrinya.
"Saya yakin om" jawab Narendra tegas setelah mengumpulkan keyakinan nya
"Baiklah saya izinkan tapi tentu tidak akan semudah itu" ucap Liam
"Maksud nya om"? Tanya liam bingung
"priscilla bukanlah gadis yang dengan suka rela memberikan hatinya kepada pria lain. Ia juga memiliki sifat keras tak tersentuh. Jika kamu memang yakin berusaha lah untuk mencairkan hati priscilla" jawab Liam
Narendra terdiam mendengar ucapan Liam. Apakah benar kalo priscilla tidak semudah itu untuk membuka hatinya?
Kalo benar maka Narendra akan berusaha.
"Saya akan berusaha om" ucap Narendra
"Istirahatlah" ucap liam
Narendra keluar dari ruangan liam dan menuju ke kamar yang telah disiapkan oleh maid dimansion priscilla.
...****************...
KAMAR PRISCILLA
Setelah membersihkan diri priscilla duduk didepan meja riasnya ia akan melakukan rutinitas malam nya yaitu skincare an.
Setelah selesai menggunakan beberapa skincare priscilla lantas duduk di balkon kamarnya. Entah apa yang priscilla pikirkan sampai membuat ia melamun.
"Kenapa perasaan ini masih sama seperti dulu sakit" ucap priscilla dalam hati
"Sesakit inikah rasanya sampai membekas hingga sekarang" ucap priscilla
"Sudah sangat lama namun bayangan nya masih bernyanyi di pikiranku" ucap priscilla dalam hati
Arghhhhhhhh!
priscilla berteriak kencang untuk meluapkan semuanya.
Dada nya terasa sesak, mata nya memanas, sungguh mengingat semuanya sangat membuat priscilla sakit.
Tak terasa buliran bening menetes di pipinya. Ia tak sanggup untuk pura-pura kuat. priscilla menangis terisak.
"Hiks..hiks.hikss kenapa sakit sekali" ucap priscilla tersedu
"Hiks kenapa ini terjadi hiks hiks" lanjut priscilla
GREP!
priscilla terkejut ketika ada yang memeluknya ia menoleh ternyata Daddy nya lah yang memeluk dirinya.
priscilla menenggelamkan wajahnya didada bidang Liam.
"Hiks dad s-sakit hiks" ucap priscilla terbata
"Menangis lah sayang luapkan semuanya Daddy tahu kamu tidak sekuat yang dilihat orang-orang" ucap Liam dengan lembut
Liam tahu bahwa putrinya selama ini menggunakan topeng untuk menutupi kesedihannya. Liam tahu bahwa putrinya sama seperti gadis kecil lainnya.
"Hiks dad ini sudah lama tapi sakit nya masih terasa hiks" tangis priscilla terdengar pilu
"Bukankah Daddy sudah bilang lupakan secara perlahan jangan pernah mengingatnya lagi Daddy tidak mau putri Daddy menangisi hal yang tidak penting" ucap Liam sambil mengelus kepala putri nya
"Berjanjilah pada Daddy jangan pernah menangis lagi seperti ini belajar lah untuk membuka hati jangan berlarut dalam kesedihan" ucap Liam
"Daddy kan tahu setelah kejadian itu aku seperti mati rasa hanya saja" ucap priscilla terhenti
"Hanya saja apa hm" tanya liam
"A-ah t-tidak dad" ucap priscilla berkilah
"Istirahatlah bukankah hari ini sangat melelahkan" ucap Liam
"Daddy juga istirahat jangan sampai kelelahan" ucap priscilla
Mereka melangkah masuk ke kamar Liam mengantarkan putri nya ke kasur membantu memakaikan selimut.
Cup
Liam mengecup kening putrinya sayang.
"Tidurlah good night honey" ucap liam
"Night" jawab priscilla
Tanpa mereka sadari jika dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka tidak jauh dari kamar priscilla.
"Gue gak tahu ada apa dengan masalalu lo tapi satu yang harus lu tahu gue janji akan kebahagiaan Lo" ucap Narendra dalam hati
...****************...
PAGI HARI DI MANSION MELVIN
Pagi hari dikediaman melvin terasa berbeda. Karena Fani sejak pulang kemarin lebih banyak diam. Itu semua tak luput dari perhatian seluruh anggota keluarganya.
Tap tap tap!
Suara sepatu menggema dirumah Melvin. Fani turun dan langsung menuju meja makannya. Bahkan ia pun tidak menyapa orang tua serta abangnya. Raut wajah Fani pun datar
"Sayang kamu mau makan pakai apa" ucap Erin lembut
Jujur saja Erin merasa tidak enak hati dengan sikap putrinya saat ini. Biasanya putri nya itu akan bersikap manja kepada dirinya.