NovelToon NovelToon
SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

(Tokoh utama Pria+Wanita)

Raka Pradipta adalah seorang suami yang selama menikah hanya menjadi alat penghasil uang bagi keluarga istrinya, ia di paksa membiayai kehidupan seluruh keluarga istrinya. Tapi karena rasa cinta yang sangat besar Raka menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun. Namun, ketika sebuah kenyataan pahit menghantamnya, rasa sayang yang selama ini hanya ia simpan untuk istrinya lenyap seketika ketika istrinya lebih memilih berkhianat dengan seorang pria yang lebih segalanya darinya, Raka pun di paksa menceraikan sang istri lalu ia di usir tanpa hormat oleh keluarga istrinya itu.

Namun, tak ada yang menyangka jika Raka adalah seorang anak dari penguasa jaringan bisnis di negaranya, dan apakah identitas aslinya itu akan di ketahui keluarga mantan istrinya?

ayo simak cerita baru author yang satu ini, semoga para reader suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Semakin menegang

Tawa Farhan menggema cukup keras di antara lorong divisi yang mendadak sunyi, beberapa staf saling melirik dengan ekspresi tegang, sebagian bahkan refleks menundukkan kepala, jelas tidak nyaman melihat keberanian pria itu yang sudah melewati batas.

Farhan mengusap sudut bibirnya sambil masih terkekeh kecil, lalu menepuk pelan tangan Raka yang masih berada di pundaknya.

“Perusahaan lo?” ulangnya sambil menyeringai lebar. “Gila juga ya, ilusi lo makin parah. Baru ditinggal istri langsung ngaco kayak gini?”

Suasana langsung terasa semakin berat. Jack yang berdiri beberapa langkah di belakang menghela napas panjang sambil memijat pelipis, seolah mulai kehilangan kesabaran. Dua pengawal di sisi lift bahkan berdiri jauh lebih tegak, sorot mata mereka dingin menatap Farhan.

Namun Raka tetap tidak bereaksi, wajahnya tenang, sampai membuat beberapa staf mulai merasa merinding sendiri.

“Apa jabatanmu tadi?” tanya Raka tiba-tiba dengan nada datar.

Farhan mengangkat dagu sedikit. “Manager divisi operasional,” jawabnya penuh percaya diri. “Kenapa? Mau nitip lamaran?”

Beberapa orang refleks memejamkan mata singkat, Selina yang sejak tadi berdiri tak jauh dari belakang akhirnya menghela napas kecil sambil melipat tangan di dada. “Berani juga orang itu,” gumamnya pelan.

Raka mengangguk kecil seolah mencatat sesuatu.

“Manager divisi,” ulangnya santai. “Pantas saja cukup percaya diri.”

Farhan terkekeh kecil lagi. “Ya jelas. Beda kelas sama orang kayak lo.”

Kalimat itu baru saja selesai ketika suara langkah cepat terdengar dari arah koridor utama, seorang pria paruh baya dengan setelan mahal berjalan tergesa, wajahnya tampak sedikit tegang.

Direktur Operasional.

Begitu melihat sosok Raka berdiri di sana, pria itu langsung berhenti lalu menundukkan kepala hormat.

“Selamat pagi, Tuan muda,” ucapnya cepat. “Mohon maaf kami terlambat untuk menyambut anda.”

Hening beberapa saat, hingga wajah Farhan yang semula penuh ejekan langsung memucat, senyumnya menghilang begitu saja.

“A... apa?!” gumamnya pelan.

Belum selesai keterkejutannya, beberapa kepala divisi yang baru datang ikut menundukkan badan hampir bersamaan.

“Selamat pagi, Tuan muda.”

“Selamat datang kembali di Perusahaan.”

“Senang akhirnya Anda kembali.”

Udara di sekitar terasa seperti membeku, Farhan berdiri mematung, pandangannya bergerak cepat dari satu orang ke orang lain sebelum berhenti pada Raka yang masih berdiri santai di hadapannya.

Punggungnya mendadak terasa dingin, tatapan dingin Raka perlahan kembali padanya. “Kau tadi bertanya kenapa aku ada di sini,” ucapnya tenang. “Jawabannya sederhana.”

Raka berhenti sesaat, lalu merapikan sedikit manset kemejanya. “Karena tempat ini memang milikku.”

Deg.

Farhan refleks mundur setengah langkah, wajahnya kehilangan warna. “Ti-tidak mungkin...” gumamnya pelan.

Selina mengangkat alis kecil lalu mendecak pelan. “Lucu juga,” katanya santai. “Seorang manager tapi tidak kenal pewaris utama dari perusahaan tempatnya bekerja.”

Beberapa staf mulai menahan napas, jelas tidak berani bersuara, Jack melangkah maju kali ini, wajahnya terlihat merah padam menahan amarah.

“Pak Farhan,” ucapnya formal. “Mulai sekarang, saya sarankan Anda berhati-hati.”

Farhan membuka mulut, tetapi tidak ada suara keluar, tenggorokannya terasa mendadak kering, bayangan pertemuannya dengan Raka di kafe semalam langsung terlintas cepat di kepalanya, keringat dingin mulai terasa di pelipisnya.

Raka melirik jam tangannya sekilas lalu berkata dengan nada tetap tenang, “Aku tidak suka membuat keributan di pagi hari.”

Tatapannya turun lurus ke arah ID card Farhan.

“Tapi aku juga tidak bisa mempertahankan orang yang merasa jabatan kecilnya bisa menghina dan merendahkan sembarangan orang.”

Suasana di lorong utama itu berubah semakin menyesakkan. Tidak ada satu pun suara terdengar selain dengung pendingin ruangan dan napas pelan beberapa staf yang jelas mulai gugup.

Farhan berdiri kaku di tempatnya, jemarinya tanpa sadar mengepal kuat di sisi tubuh. Wajah percaya dirinya yang tadi begitu besar kini perlahan runtuh, digantikan kebingungan bercampur panik yang sulit disembunyikan.

“Tu-tunggu...” ucapnya terbata sambil berusaha tertawa kecil, meski terdengar jelas dipaksakan. “Ini pasti hanya salah paham, kan? Maksud saya tadi cuma bercanda.”

Tidak ada yang menjawab, Raka bahkan tidak langsung memandangnya, pria itu hanya merapikan ujung manset sekali lagi sebelum mengangkat kepala perlahan.

Namun justru ketenangan itulah yang membuat tengkuk Farhan terasa dingin.

“Bercanda?” ulang Raka datar.

Farhan buru-buru mengangguk cepat. “Iya, saya tidak tahu kalau Anda...” suaranya mengecil sendiri. “Kalau Anda Tuan muda Pradipta.”

Sudut bibir Selina bergerak kecil, bukan senyum, lebih seperti rasa geli yang ditahan. “Menarik sekali,” ucapnya santai sambil melipat tangan di dada. “Jadi kalau tahu Tuan Muda Pradipta hanya orang biasa saja, kau bisa hina seenaknya?”

Kalimat itu membuat wajah Farhan semakin pucat, beberapa kepala divisi saling melirik kecil, jelas mulai menjaga jarak secara halus.

Tidak ada orang bodoh yang ingin ikut terseret dalam masalah seperti ini, Raka akhirnya melangkah satu langkah lebih dekat, jarak di antara mereka kini tidak sampai satu meter.

“Farhan,” ucapnya pelan, membaca nama di kartu identitas pria itu.

Farhan refleks menegakkan tubuh. “Saya bisa jelaskan...”

“Aku tidak terlalu tertarik pada sebuah penjelasan,” potong Raka tenang.

Raka memasukkan satu tangan ke saku celana, ekspresinya tetap datar seolah pembicaraan ini bahkan tidak cukup penting untuk memengaruhi suasana hatinya.

“Tapi aku cukup tertarik pada satu hal,” lanjutnya. “Bagaimana seseorang dengan posisi manager bisa berbicara seperti preman jalanan di lingkungan kerjanya.”

Direktur Operasional yang berdiri tak jauh langsung menundukkan kepala sedikit, wajahnya ikut menegang.

Karena satu hal yang ia tahu pasti, Raka Pradipta bukan lah tipe orang yang banyak bicara saat sudah mengambil keputusan.

Farhan menelan ludah keras. “Sa-saya minta maaf, Tuan muda,” ucapnya cepat. “Saya benar-benar tidak tahu siapa anda.”

“Kau benar,” jawab Raka singkat.

Farhan langsung mengangkat kepala sedikit, secercah harapan muncul di wajahnya. Namun kalimat berikutnya membuat darah di tubuhnya terasa hilang begitu saja.

“Kau memang tidak tahu siapa aku,” ujar Raka datar. “Tapi yang lebih bermasalah adalah caramu saat memperlakukan orang lain.”

Deg.

Farhan langsung terdiam, kalimat itu menghantam dirinya, membuat rasa malu dan penyesalan mulai menghinggapinya.

Jack melangkah maju satu langkah, kali ini menyerahkan sebuah tablet pada Raka.

“Data evaluasi kinerja divisi operasional, Tuan muda,” ucapnya singkat.

Raka menerima tablet itu lalu mengusap layar sebentar, tatapannya bergerak cepat.

“Hm.”

Farhan langsung merasa sesuatu tidak beres, Raka menoleh pada Direktur Operasional.

“Target tiga kuartal terakhir tidak tercapai,” ucapnya santai. “Anggaran membengkak, tingkat komplain naik, rotasi staf buruk.”

Direktur itu langsung menunduk sedikit lebih dalam. “Beberapa evaluasi memang masih berjalan, Tuan muda.”

Raka mengangguk kecil, lalu tatapannya kembali berhenti tepat di wajah Farhan.

“Menarik,” katanya tenang. “Percaya diri sangat besar, tapi hasil kerjamu biasa saja.”

Farhan hanya bisa menelan ludah, tanpa sanggup mengatakan apapun lagi seakan lidahnya terasa kelu.

1
azizan zizan
hah... yah mau salah si watak utama ia tidak salah sih udah si ATHOR buat ia kayak gitu apa boleh buat...Yakan...
Mio Amore
lanjut bca
kite cuhi2 waktu bace
azizan zizan
maknanya Tim it Tim pengawal yang mc punya masih di lvl amatir lah gitu... Kerna bertindak dalam sesuatu kasus perlu makan waktu yang lama... masih lemah lalu gitu mcnya...
moch fachri: tenang, bukan lemah, Mc sebenarnya dah tau siapa yang jadi dalang, cuman dia tidak bertindak sesuka hati harus cukup bukti😄
total 1 replies
azizan zizan
Thor cuma saran aja kalau boleh jangan di ulang-ulang yang sama berterusan maksud saya perkataan di bab lepas jangan di ulang lagi di bab yang baru... jadi bosan baca Thor jika perkataan yang sama di ulang terus..
moch fachri: oke aman, ntar di perbarui di setiap babnya terimakasih kak udah mampir dan memberi masukan🙏😄
total 1 replies
LANY SUSANA
dasar ibu mertua gak tau diri...
masih sj menyalahkan raka
pdhal! sjk nikah raka jd sapi perah di kel rasti, tp msh tetep diam sj
LANY SUSANA
next Thor ceritanya cukup bagus....
azizan zizan
wahh.. ini bener2 mc yang tidak berguna Nih kerana seorang perempuan jalang ia sanggup membiarkan ibunya menderita sakit memang kurang Hajar ni Nih kurang sopan kesantunan Nih orang..
moch fachri: 🤣🙏 jangan emosi kak
total 1 replies
azizan zizan
perjuangan yang sia2.. udah hidup enak malah di buang untuk jadi orang yang tolol...kasihan bodoh amat..
juwita
kenapa g di talak dm si rasti nya. tar klo tau raka holang ky malah g mau diceraikan lg
juwita
sia" perjuangan km hidup miskin raka. ternyata di selingkuhin. udh enak jd holang kaya malah mau jd org miskin. coba lah tukaran posisi sm aq. biar aq ngerasain jd org ky banyak duit🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Jono kan yang nguli bareng Raka, kan? Bukannya dia udah tahu kalau Raka pewaris Pradipta Group?
moch fachri: ceritanya dia ngelag dan belum sadar kalo sahabatnya itu pewaris, jadi otaknya kan masih mencerna itu😄
total 1 replies
♋Ichageul💞
Curiga itu mantannya pak dokter🤣
moch fachri: 🤣tidak seperti itu
total 1 replies
Erchapram
Ulat bulu datang lagi 🤔
moch fachri: biar gereget😄🤣
total 1 replies
Mio Amore
woow kurien
Dinar Keke
Bacanya langsung marathon dulu, tinggal momentary.
Hati hati Doni mending ditabung saja, kalau perlu deposito kan.
moch fachri: makasih kak udah mau mampir😄🙏
total 1 replies
LANY SUSANA
Dion sini nitip aku sj uangmu yg 10 juta ya
hati 2 lo ilang, lagian raka bukannya kasih ATM sj lbh simpel ya, ni dion pergi2 bw uang banyak lo, takutnya di smbil. nenek. lampir
♋Ichageul💞: Jangan, takutnya investasi bodong🤣🏃🏃🏃
total 2 replies
Mio Amore
apakah rasti mulai galau
moch fachri: rasti nanti galaunya pas liat Raka bawa bugatti🤣
total 1 replies
Mio Amore
lanjut
♋Ichageul💞
Iyalah nikah aja sama Selina, aku dukung
LANY SUSANA: aku juga dukung...
jodoh yg tertunda ni selama
sjk dulu di jodohin raka nolak tp selama udah cinta 😍
total 1 replies
LANY SUSANA
semoga lancar proses nya dan uang yg di beri unt dion ga di kasih ortu
siap2 ya farhan km nanggung hutang jel rasti🤣🤣🤣puyeng puyeng deck km
♋Ichageul💞: Doni, kenapa jadi Dion🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!